Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 226, Tangisan sang puteri


__ADS_3

Di dalam tenda para raja.


"Saya tidak menyangka raja Artur memiliki jendral yang seperti itu." Ucap ratu Azela memuji.


"Selain itu sepertinya umurnya masih muda, jika raja Artur berkenan maka saya akan memberikan putri duke tercantik dari kerajaan ku untuk di jadikan istrinya." Sambung raja Field.


"Sayangnya saya sangat meminta maaf karena jendral tersebut sudah memeiliki istri dan anak." Ucap raja Artur.


"Kalau begitu sangat di sayangkan." Ucap raja Field.


"Tapi.. memiliki kekuatan sebesar itu di usia muda kurasa dia akan menjadi orang berpengaruh di masa depan." Ucap raja Beaser.


"Ya, dia adalah jendral yang sangat kuat dan memiliki bakat untuk memimpin yang luar biasa dan kurasa beberapa dari kalian sering menerima barang dari kota kekuasaan jendral Dark." Ucap raja Artur.


"Bir nya sering masuk ke kerajaanku, entah bagaimana caranya membuatnya tapi rasanya jauh lebih nikmat dari pada bir tingkat bangsawan." Ucap raja Barqas.


"Di kerajaanku juga masuk, entah bagaimana caranya menginjak anggur hingga rasanya lebih enak." Ucap raja Tordue.


"Sayangnya jendral Dark menggunakan sebuah bangunan yang di sebut mesin pemeras anggur." Ucap raja Artur.


'Jika mereka tahu aku salah satu istrinya apa yang akan mereka pikirkan yah?' Ratu Vexana penasaran akan hal tersebut.


"Ratu Vexana apakah ada yang lucu?" Bertanya ratu Azela melihat ratu Vexana tersenyum sendiri.


"Ah tidak, maafkan saya." Jelas ratus Vexana masih sedikit tertawa.


...


Setelah perang selesai, pasukan langsung di bubarkan dan di izinkan untuk kembali kekerajaan masing masing termasuk juga pemimpin kerajaan mereka yaitu raja dan ratu.


Namun seluruh kerajaan sepakat untuk membiarkan Magiccary Empire untuk meneliti lokasi tempat Demon Titan tersebut dengan alasan mengungkap rahasia dunia iblis.


Seluruh kerajaan membiarkan Magiccary Empire melakukannya di karenakan hanya Magiccary Empire lah yang memiliki teknologi tinggi dan pengetahuan tentang sihir di seluruh kerajaan.

__ADS_1


....


Romulus Empire


Halaman istana kerajaan.


"Terima kasih atas kerja keras dari para jendral terhormat yang saya banggakan sekalian, kalian adalah pejuang terhebat yang telah menyelamatkan dunia manusia, meskipun banyak saudara kita yang gugur namun perjuangan mereka tidak akan pernah kita lupakan." Ucap raja Artur berpidato.


Setelah ber teleportasi menuju halaman istana kerajaan dari medan perang, raja Artur langsung meminta para jendral untuk berbaris untuk menyampaikan kata katanya, meskipun dapat di lihat banyak jendral yang sudah mengalami luka parah namun mereka masih mendengarkan raja Artur.


"Saya ingin mengadakan upacara penghormatan terakhir pada saudara kita namun sepertinya kalian sudah sangat kelelahan maka dari itu, wahai para jendral kerajaanku sekalian! Pulang lah dan beristirahatlah, karena kita akan segera menghadapi perang yang lebih besar di masa depan." Sambung raja Artur sebelum mengakhiri pidatonya.


Semua jendral merasakan kehilangan dan tentu raja Artur lah yang paling terpukul karena kehilangan sebagian pasukan terkuatnya yang setia melindungi kerajaan dan warga namun semua itu tidak dapat di hindari karena tujuh kerajaan masih ragu untuk menggunakan kekuatan pahlawan dengan alasan tertentu.


Begitu barisan di bubarkan, David berserta jendral lainnya langsung meninggalkan istana meskipun ada beberapa yang memilih untuk menatap dan mendapatkan perawatan medis kerajaan.


Berjalan David meninggalkan istana dan tepat di depan gerbang sudah ada kereta kuda dan perajuritnya menunggu, David memasuki kereta tersebut sebelum berangkat menuju kota pelabuhan untuk pulang ke wilayah Lugard.


Saat perlahan meninggalkan gerbang ibu kota kerajaan, David dapat merasakan sebuah kereta kuda yang mengikutinya dari tadi, tentu para perajurit juga menyadarinya namun mereka pun sadar bahwa mereka tidak boleh bertindak pada kereta yang berada di belakang atau itu akan merepotkan David.


Kereta yang berada di belakang David langung menyusulnya dan berhenti tepat di belakang kereta David, seprang perajurit membuka pintu kereta sebelum David turun.


Seorang wanita cantik dengan rambut putih juga turun dari kereta yang menyusul David.


"Yang mulia puteri, ada gerangan apa anda datang kesini?" David bertanya secara normal.


"Berisik hmph!" Tanpa pamit puteri Arfenit langsung masuk kekereta David dan menarik tangan David untuk masuk namun David sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.


"Puft!" David hampir tertawa saat melihat wajah merah malu puteri Arfenit saat berharap dapat membuat David menurutinya untuk masuk kedalam kereta namun David tidak bergerak sama sekali.


"Kau tadi tertawa kan!?" Puteri Arfenit menunjuk kearah wajah David.


"Ahaha! Aku tertawa, aku tertawa hahaha!" David menjawab dengan tawanya yang sudah lepas.

__ADS_1


"Ngng... cepatlah masuk." Puteri Arfenit kembali menarik tangan David untuk masuk kedalam kereta.


"Baiklah, mulia puteri yang terhormat." David akhirnya menurut karena sudah dapat menebak apa keinginan puteri tsundere satu ini dan datang jauh jauh untuk mengejarnya.


Brak!


"Jalan!" Setelah membanting pintu kereta puteri Arfenit langsung meminta perajurit yang bertugas sebagai kusir untuk melanjutkan perjalanan.


"Ta-tapi." Perajurit sedikit ragu karena berurusan dengan puteri Arfenit sama saja dengan mencari masalah, itu terkenal di kalangan perajurit.


"Pokoknya jalan!" Kembali puteri Arfenit membentak.


"Ba-baik!" Cepat perajurit tersebut menjalankan kuda dan membiarkannya menarik kereta sementara kereta puteri Arfenit tadi sudah kembali ke dalam kota kerajaan.


"Jika kamu terus marah seperti itu, kamu bisa cepat tua loh." David sedikit mengejek.


"Bodoh." Ucap puteri Arfenit menatap langsung wajah David dengan wajah yang seakan ingin menangis saat duduk tepat di samping David.


"Haih.. ini adalah tugasku, mengertilah." Ucap David membuang napas kasar.


"Setidaknya beritahu aku terlebih dahulu." Puteri Arfenit sangat mengkhawatirkan David terutama saat ia tahu bahwa hanya sebagian saja jendral yang selamat dari perang tersebut.


"Maaf puteri tapi aku ingin segera mengakhiri perang ini." Ucap David.


"Apanya yang mengakhiri perang! Jika kamu mati semuanya akan berakhir kan.. terlebih kamu sudah mm-" tiba tiba saja sebuah sentuhan yang lembut menempel pada bibir puteri Arfenit dan merasakan kehangatan yang membuatnya tenang.


"Aku sudah berjanji padamu akan menikahimu saat perang selesai kan? Maka dari itu aku harus segera menyelesaikan perang ini." Ucap David setelah melepaskan ciumannya.


"Nn.." Puteri Arfenit menunduk malu dan melap air matanya karena itu merusak adegannya dengan David.


"Wajahmu jadi jelek karena cemberut loh." David menarik kedua pipi puteri Arfenit untuk membuat senyuman di wajahnya.


"Mm.." puteri Arfenit menghilangkan tangan David dari wajahnya. "Katakan saja apa yang bisa aku lakukan untukmu saat ini?" Bertanya puteri Arfenit.

__ADS_1


David sedikit bimbang karena ingin menjawab tidak namun David menganggap hal tersebut tidak sopan karena puteri Arfenit sudah memberanikan diri untuk mengatakannya.


"Baiklah." David memilih untuk menerimanya dan menggeser sedikit tempat ia duduk menjauh dari puteri Arfenit sebelum merebahkan tubuhnya keatas paha puteri Arfenit.


__ADS_2