Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 80, Bermain dipelelangan.


__ADS_3

Pelelangan ibu kota


"Aku hanya ingin menghibur diri setelah selesai berperang jadi setidaknya aku masih bisa bermain dengan beberapa orang kaya disini.. kamu pilihlah sesukamu aku akan membelikanya untukmu" David menjelaskan.


"Baiklah" Astein duduk tenang sebelum seorang pria berpakaian ala pembawa acara dengan dasi besar yang lebih mirip kacu dilehernya terlihat dipanggung.


"Pelelangan akan segera dimulai jadi mohon untuk para tamu mengikuti aturan pelelangan dan segera mempersiapkan uang kalian karena lelang kali ini memiliki tiga barang unggulan ... pelelangan akan kami mulai dalam waktu lima menit jadi segera untuk para tamu menempati tempat duduk masing masing" ucapnya lalu undur diri.


Lima menit kemudian


"...baiklah para tamu lelang sekalian kita akan memasuki lelang pertama yaitu adalah sebuah Core monste berlevel seratus lima puluh yang dapat anda sekalian jadikan sebagai perhiasan atau memperkuat senjata anda ... harga awal dimulai dari lima koin emas!" Begitu sang pembawa acara memberikan harga banyak orang langsung menawar.


Pelelangan terus berlanjut hingga muncul sebuah pisau yang lagi lagi tidak menarik perhatian David kecuali..


"Pisau ini adalah pisau tingkat Epic dimana memiliki ketajaman dan kekuatan yang hebat serta memiliki berbagai skill khusus dan passif.. pisau ini juga memiliki skill yang dapat membuat penggunanya memiliki kecepatan kilat ... lelang pisau ini dibuka dengan harga sepuluh koin emas!" Ucap pelelang tersebut.


"Dua puluh koin emas!"


"Tiga puluh koin emas!"


"Lima puluh koin emas! Hahaha pisau itu milikku tidak ada yang boleh mengambilnya!" Berteriak seseorang dari lantai atas dimana ruangan vip terbaik berada dan David mengenal itu.


"Apa kau tahu siapa itu Astein?" Bertanya David.


"Itu Andrea" -_- jawab Astein.


"Tujuh puluh koin emas!" Tawar David.


"Apa apaan kau aku ini Andrea Von Count tunduk lah padaku dan serahkan pisau itu!" Berteriak Andrea seperti orang gila.


"Maaf para tamu sekalian tolong ikuti aturan pelelangan dan dilarang mengancam menggunakan nama keluarga" pembawa acara menengahi.


"Baiklah aku beri harga seratus koin emas!" Andrea langsung memberikan tawaran tinggi.


"Seratus sepuluh koin emas!" David menaikkanya lagi.


"Cih Dua ratus koin emas aku andrea tidak akan pernah kalah oleh siapapun!" Berteriak Andrea.


"Baiklah itu milikmu sepertinya aku juga menemukan satu goresan dimata pisau jadi tidak jadi membelinya" santai saja David berkata.

__ADS_1


"Baik karena tidak ada lagi yang menawar pisau ini akan jatuh pada tuan Andrea Von Count!" Cepat dia berbicara seiring satu ketukan palu karena tidak ingin Andrea menarik kata katanya.


"Gila apa dia gila.. pisau itu maksimal hanya lima puluh koin emas!"


"Mereka kebanyakan uang jangan dipedulikan!"


"Mereka kebanyakan uang tapi juga bodoh hahaha!"


Berbagai komentar berhasil masuk keteling Andrea dan itu membuatnya kesal.


"Kap*rat kau siapa yang berani menipuku? aku tidak jadi membeli pisau itu!" Berteriak Andrea.


"Maaf tuan Andrea.. jika palu sudah diketuk maka penawar tertinggi harus membayar atau tidak akan pernah bisa masuk kepelelangan kami lagi" berkata sang pembawa acara sambil mengelap keringat.


"Cih baiklah akan kubayar nanti pelayan bawakan barangnya keruanganku" Andrea semakin kesal.


"Segera tuan"


Kembali keacara pelelangan.


"Tamu sekalian terima kasih karena telah sabar menunggu hingga akhir pelelangan ini dan kami akan memberikan tiga barang lelang terbaik kami bulan ini pada penawar tertinggi jadi bersiaplah!" Pembawa acara mempersilahkan beberapa orang mengangkut sesuatu naik keatas penggung.


"Ini adalah gelang dimensi kelas bangsawan yang mana akan mengikuti warna mana pemiliki dan bentuk yang identik dengan pemilik juga jika sudah mendapatkan kontrak darah dengan gelang ini maka orang lain tidak akan dapat membuka penyimpananya!" Dia memperkenalkan sebuah gelang biasa berwarnah perak tapi David tahu kalau apa yang dikatakan orang itu adalah benar.


"Ini memang nampak seperti gelang biasa tapi pelelangan kami menjaminya bahkan kami akan membantu anda untuk membuat kontrak darah dengan gelang ini" ucapnya lagi begitu melihat keraguan dari para tamu lelang tapi setelah dia mengatakanya para pelelang kembali percaya dan itu membuktikan seberapa tinggi kepercayaan orang pada pelelangan ini.


"Lelang akan dibuka dengan harga lima ratus koin emas!" Ucapnya.


"Tujuh ratus!"


"Delapan ratus!"


"Delapan ratus lima puluh!"


Berbagai tamu vip langsung menaikkan harga sedangkan lantai bawah tidak ada sama sekali, hingga harga terus naik dan melonjak.


"Dua ribu koin emas!"


"Tiga ribu koin emas!"

__ADS_1


David langsung menaikkan harga berharap sudha tidak ada pesaing.


"Tiga ribu seratus koin emas!" Seorang berteriak lagi dan itu adalah Andrea.


"Tiga ribu lima ratus koin emas!" David tidak kalah.


"Lim-" terpotong ucapan Andrea.


"Oh apa tuan Andrea ingin membeli rongsokan dengan harga tinggi lagi?" Bertanya David dan itu membuat Andrea tidak bersuara lagi.


"Baik kami akan menghitung mundur untuk menentukan apa masih ada penawar atau tidak!" Berteriak sang pembawa acar sambil memegang palu.


"Tiga! ... dua! ... satu! ... selamat untuk ruangan vip nomor delapan mendapatkan gelang ini kami akan mengantar gelang tersebut keruangan anda" ucapnya dan benar saja tiga puluh detik kemudian dua orang pelayan datang keruangan David.


"Permisi tuan ini adalah barang tuan" seorang pelayan membawa satu kotak diatasnya terdapat gelang biasa.


"Satu kantong itu adalah tiga koin rubi dan lima ratus koin emas" David memberikan satu kantong koin pada pelayan tersebut.


"Terima kasih atas pembelian anda tuan dan kami akan membantu anda untuk melakukan kontrak darah dengan gelang anda tuan" satu pelayan maju membawa pisau diatas nampan pada Astein.


Astein mengambil pisau tersebut dan bersiap untuk menyayat jarinya tapi satu tangan langsung menghancurkan pisau itu.


"Dengar Astein hanya aku yang dapat melukaimu!" Ucap David penuh penekanan setelah meremukkan pisau yang dipegang Astein menggunakan tangan kurinya dan pelayan pun terkejut.


"Apa tidak terlalu berlebihan sampai menghancurkan pisau milik pelelangan" ucap Astein gugup melihat David memandangnya tajam.


"Ambil ini sebagai ganti rugi" karena sedang kesal David bahkan memberikan special health potion kepada pelayan tersebut dan ini adalah kesalahan besar karena special health potion hanya dimiliki oleh kerajaan suci dan hanya para petinggi kerajaan yang dapat memilikinya sedangkan David membuatnya sendiri.


"Sini tanganmu" David memegang tangan kiri Astein menggunakan tangan kananya dan satu jarum keluar dari tangan kiri David yang menusuk kejari Astein.


Satu botol special helath potion David siramkan pada tangan Astein yang membuatnya sembuh setelah darahnya menempel pada jarum.


"Silahkan diteteskan kegelangnya tuan kami akan membacakan mantra kontraknya" ucap pelayang tersebut memberikan kotak pada David.


"Baiklah" David meneteskan darah Astein pada gelang tersebut dan seketika gelang itu berubah berliku liku dan berubah warna menjadi emas dan biru perlahan gelang tersebut membentuk ukiran yang indah dan kirip seperti ukiran pedang exkaliber.


"Dengan ini kontrak sudah selsai tuan" ucap pelanyan tersebut setelah selesai merepalkan mantra.


"Keluarlah" usir David.

__ADS_1


"Bagaimana gelangnya?" Bertanya David saat memasukkan tangan kecil milik Astein pada gelang tersebut dan segera gelang tersebut mengecil sesuai ukuran tangan Astein.


__ADS_2