Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 224, Perang Jendral


__ADS_3

"Lalu kenapa Demon Titan ini tidak di bunuh saja? Saya yakin dengan kekuatan anda, anda bisa membunuh mereka dengan mudah." Bertanya David saat melihat para Titan hanya sibuk pada boneka Widi milik Sul.


"Raja Field berkata bahwa jika Demon Titan ini di bunuh maka akan mendatangkan bantuan Demon Titan yang lebih banyak lagi." Jawab Sul.


"Hmm.." David seakan mengerti pikiran raja Field dimana kemarin David mengalahkan dua dan mendatangkan sepuluh Demon Titan bantuan, namun ini bukan tembok Titan.


"Sebenarnya di luar sana masih ada banyak Titan yang sedang berkeliaran." Ucap Sul yang seakan tau apa yang di pikirkan oleh David.


"Jadi raja Field meminta bantuan hanya untuk menahan mereka." Ucap David menebak.


"Sepertinya begitu." Sul juga tidak terlalu mengerti.


"Yah kurasa ini hanya sampai jenderal bantuan dari kerajaan lain siap bersatu untuk menghilangkan tembok Titan." Ucap David.


"Tapi ini sangat merepotkan loh." Ucap Sul yang lebih suka membantai mereka dari pada menahannya.


"Baiklah aku akan meminta dua jendral yang kubawa untuk membuat penghalang setidaknya itu mungkin bisa menahan serangan nyasar kekota." Ucap David melangkah pergi.


"Itu sangat membantu." Balas Sul.


...


Sementara itu di sebuah dimensi, tempat pertemuan tujuh kerajaan, mereka sedang membahas rencana pemusnahan tembok Demon Titan setelah melihat sendiri bagaimana kekuatan mereka di dalam rekaman.


"Hng! Mengirim semut melawan raksasa aku tidak menyangka kalian sebodoh itu." Raja Beaser secara terang terangan menyampaikan keritiknya.


"Itu adalah kecelakaan." Ucap raja Field memberikan alasan.


"Pokoknya saat ini itu bukan lagi masalah tiga kerajaan tapi masalah seluruh umat manusia." Ucap ratu Vexana mengembalikan topik.


"Jika terus di biarkan para Titan itu bisa saja menerobos kekerajaan lain." Raja Artur pun berpikiran sama.


"Ras Demon adalah musuh umat manusia biar bagaimanapun kita harus memusnahkan mereka." Ucap ratu Azela.


"Maka dari itu saya mengusulkan untuk mengirim setiap jendral kerajaan masing masing untuk beraliansi dalam membunuh Demon Titan tersebut." Ucap ratu Vexana.


"Aku lebih setuju jika setiap raja yang membunuhnya langsung." Ucap raja Beaser.

__ADS_1


"Tidak, itu terlalu gegabah, saran ratu Vexana lebih masuk akal untuk situasi kita." Ucap raja Artur.


"Cih terserahlah selama itu bisa memusnahkan para raksasa." Raja Beaser menyerah.


"Apa ada masukan lain?" Bertanya ratu Vexana.


Semuanya diam seakan setuju pada ratu Vexana.


"Saya anggap semuanya setuju maka tolong secepatnya agar setiap kerajaan menyiapkan jendral kalian masing masing." Ucap ratu Vexana sedikit menunduk.


"Meskipun pasukanku rata rata memiliki kekuatan tempur di laut namun aku akan pastikan mengirim jendral terbaikku." Ucap raja Tordue.


"Mungkin aku akan mengirim beberapa jendral dan spirit beast." Ucap raja Beaser.


"Holytrit Empire akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk perang kali ini.


Dengan begitu pertemuan ketujuh kerajaan akhirnya selesai dan setiap kerajaan akan mengirim pasukan jendral mereka.


...


Satu minggu kemudian sebuah pasukan dengan jumlah melebihi dua ribu pasukan yang terdiri dari setiap jendral dari tujuh kerajaan, baik itu jendral tingkat atas maupun tingkat bawah.


Saat dua ribu jendral berkumpul tidak jauh di depan tembok Demon Titan, para Demon Titan langsung menyadarinya dan berkumpul di depan tembok mereka dengan jumlah melebihi seratus Demon Titan.


Dengan merasakan aura dari setiap Demon Titan saja sudah cukup membuat beberapa jendral gentar namun beberapa lagi yang memiliki kesetiaan tinggi dan rasa perjuangan untuk melindungi warga dan umat manusi dari serangan iblis telah menetapkan tekadnya untuk membasmi Demon Titan meskipun nyawa sebagai harganya.


"Sudahlah kita pasti akan di binasakan."


"Meski kita bersatu tidak mungkin kita bisa mengalahkan makhluk raksasa itu."


"Kemana para pahlawan seharusnya mereka datang menolong kita di saat seperti ini."


Beberapa jendral telah di penuhi oleh rasa takut saat melihat langsung bagaimana perbedaan kekuatan mereka.


"Perang ini menentukan nasib dunia manusia di masa depan."


"Aku akan mengalahkan raksasa itu meskipun mengorbankan jiwaku."

__ADS_1


"Demi keluargaku akan kubawa pulang kemenangan yang sangat besar."


Sementara itu masih ada banyak jendral yang siap dengan sorot mata penuh tekad akan keberanian untuk melawan sosok yang melebihi kekuatan umat manusia.


Di sisi lain tujuh pahlawan di pertemukan dan mereka berkumpul di satu tenda melakukan reuni pertemuan setelah beberapa bulan berpisah, mereka juga membahas rencana mereka selanjutnya serta memutuskan langkah yang akan mereka lalui masing masing.


Kembali barisan jendral yang sudah bersiap untuk menyerang dengan strategi yanh di bagi menjadi kelompok untuk melawan satu titan setiap kelompoknya.


"Saya yakin kalian merasa ini adalah mustahil namun masih ada peluang untuk kita menang! Jika ingin mendapatkan kedamaian maka kita harus membasmi setiap iblis hingga keakar akarnya! Wahai para jendral terhormat! Tetapkan tekad kalian dan matilah demi masa depan umat manusia!" Teriak seorang jendral yang di tunjuk untuk memimpin peperangan.


"Oo...!" Balas para jendral yang memiliki semangat dan meneriakkan tanda peperangan.


"Untuk masa depan umat manusia! Maju..!" Satu teriakan langsung menghamburkan setiap jendral dan maju dengan perlengkapan perang tertinggi mereka.


"Manusia bodoh! Jangan harap bisa kembali setelah melangkah maju!!" Teriak para Demon Titan yang juga mulai menebaskan pedangnya kearah sana sini.


Beberapa kelompok jendral berhasil menghindar maupun membals atau menepis serangan pedang Demon Titan drngan skill skill mereka namun beberapa jendral lainnya langsung mati atau cidera yang sangat parah.


Setelah beberapa kali beradu akhirnya satu kelompok berhasil mengalahkan satu Demon Titan di susul oleh kelompok jendral lain.


"Haha! ternyata Titan tidak semengerikan yang aku bayangkan!"


"Jika terus begini, pasti akan sangat mudah!"


"Jangan lengah!" Teriak David yang masih menahan kekuatan dan berusaha untuk memperingati jendral lain karena merasa bahwa ada yang aneh dari para Demon Titan.


"Tidak masalah jendral Dark! Selama kita bisa menghindari pedang besarnya dan menyerang bagian yang tidak tertutupi oleh armor kita akan menang!" Teriak seorang jendral Romulus membalas.


Meskipun ada banyak korban namun dari seratus jumlah Demon Titan berkurang menjadi lima saja dan kelimanya sudah sekarat karena seluruh jendral bersatu untuk melawannya.


Bom!


Namun saat kelima Demon Titan tersebut sekarat, sekelompok Demon Titan lainnya keluar dari gerbang dengan jumlah seratus Titan.


"Apa ini?" Bertanya David bingung karena jelas dia sudah tidak merasakan adanya Demon Titan lagi di dalam dinding tadinya.


"Datang seratus Titan pun bukan masalah! Kita hanya perlu menghabisinya kan!?" Beberapa jendral mulai bar bar karena merasakan kesenangan saat berhasil membunuh makhluk yang lebih kuat dari pada mereka.

__ADS_1


Tujuh pemimpin kerajaan pun bingung akan fenomena tersebut karena mereka juga dapat melihat bahwa diameter tembok Demon Titan tidak terlalu besar namun jika itu di isi oleh dua ratus Demon Titan maka sudah pasti akan langsung penuh.


__ADS_2