Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 95, Melawan Skeleton Dragon


__ADS_3

Disisi Alfa


"Segini cukup." Alfa berhenti dan berbalik.


"Hng kau pikir bisa mengalahkan ku juga kau pikir wanita tadi dapat mengalahkan pria tua itu?" Bertanya perempuan tersebut agak terkekeh.


"Perkenalkan aku adalah Alfa kau harus memberi tahuku sebelum kita bertarung agar dewa menjadi saksi." Alfa memperkenalkan diri.


"Hee aku biasanya tidak mengingat setiap nama orang yang mati tapi baiklah akan kupekenalkan namaku ... panggil aku sipembantai!" Perempuan itu terus tersenyum sambil memainkan pidaunya.


"Majulah!" Alfa mengangkat pedangnya.


"Kau pikir bisa menyusul kecepatanku dengan pedang beratmu aku mulai!" Dia langsung menerjang kearah Alfa dengan kecepatan penuh dan benar saja memeang dia terlalu cepat sama seperti Ririn.


Walaupun Alfa masih bisa menangkis satu serangannya tapi satu lagi dia biarkan lolos karena masih ada armor.


Ting.. ting.. shiiing...


"Cih armormu terlalu tebal." Dia mundur karena tidak berhasil menggores armor Alfa sedikitpun.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan serangan kecilmu." Alfa berkomentar.


"Sebentar! Sepertinya Ririn kurang serius." Alfa melihat kearah pertempuran Ririn. "RIRIN PERLIHATKAN KEKUATANMU SEBAGAI VIRINDA!" Alfa berbicara tenang tapi seakan semua jagat akan mendengarnya.


"Hee dia pasti akan mati walaupun pak tua itu begitu dia tetap hebat loh." Berkomentar perempuan itu.


"Maju lah." Alfa menancapkan pedangnya.


"Kalau begitu akan kuperlihatkan seranganku yang sebenarnya." Dia mulai memasang kuda kuda menerjang.


"Percepatan akselerasi! Percepatan akselerasi! Percepatan tebasan! Hihi dengan ini kamu pasti mati!" Dia meningkatkan seluruh kecepatan dalam tubuhnya yang langsung menerjang kearah Alfa dengan kecepatan suara.


***********


Tempat Ririn


"Apa kau bisa menghentikan serangan payahmu." Ririn berkomentar setelah dia hanya terus menghindar karena ingin melihat kartu as milik lawannya yang dimaksud tuannya.


"Masih belum rising warior!" Dia kembali memanggil skeleton warior.


Sret klutuk klatak truk!!!!.


Tapi hanya perlu waktu satu detik saja semuanya mati.


"Tuanku berkata kamu memiliki sesuatu yang bagus jadi dia menyuruhku untuk mengalahkan itu tapi kenapa kamu tidak mengeluarkannya." Ririn mulai bosan dengan permainan kakek tua itu.


"Baiklah seharusnya ini aku keluarkan saat menyerang kota tapi sepertinya aku harus mengeluarkan satu disini." Kekek tua itu perlahan merapalkan mamtra sihir dan membentuk rune lingkaran dari bawah dan atas langit.


"..." Santai saja Ririn melihatnya.


"Skeleton Dragon! Keluarlah aku memanggilmu hahahaha!" Pria tua itu mulai memunculkan skeleton dragon dengan melemparkan satu batu ocore kedalam lingkaran sihirnya kemudian perlahan menghisap seluruh undead yang lain dan menyusun tulang sampai memyerupai naga.


"Hm... apa kamu sedang bercanda denganku?" Bertanya Ririn.

__ADS_1


"Bercanda? Hahaha kau pasti takut sekarang kan hahaha!" Pria tua itu terus tertawa.


"Ini bahkan lebih lemah dari milik tuanku." Ririn mendengus.


"Skeleton Dragon serang hahaha!" Tapi pria tua itu tidak mendengarkan Ririn.


Roarrr!!...


Bum!!..


Satu tebasan dari Ririn yang tidak bersuara berhasil menghilangkan satu dayap skeleton Dragon.


"Percuma kau menghantam sayapnya dia akan terus beregenerasi selama aku memiliki memiliki energi sibir!" Berteriak dia dengan senang karena melihat skeleton dragon kembali pulih.


"Dengan kata lain aku hanya perlu membunuhmu bukan?" Bertanya Ririn tanpa ekspresi.


"Memangnya kamu bisa? Hahaha skeleton dragon akan melindungiku haha-ukhpuft! Bagaimana bisa?" Dia terkejut saat satu pedang menusuknya dari belakang tapi meleset dijantungnya.


"Asal kau tahu saja aku bisa membunuhmu kapanpun jadi cepatlah keluarkan semua seranganmu." Ririn berbicara dengan nada dingin dan kembali menghilang.


"Cih akan kuhabisi kau skeleton dragon bangkitlah!" Satu skeleton dragon kembali dia bangkitkan.


Dua skeleton dragon mulai menyerang Ririn dengan serangan listrik dan api yang membuatnya harus terus menghindar.


"RIRIN PERLIHATKAN KEKUATANMU SEBAGAI VIRINDA!" Satu kalimat datang dari arah Alfa.


"Saya mengerti tuanku!" Ririn berhenti sebentar dan menghadap kearah Alfa sebelum kembali melihat kedua skeleton dragon tersebut.


"Kau akan merasa terhormat setelah merasakan kematian dari salah satu pelayan 'Dark Dragon'." Yang dimaksud Dark Dragon adalah David sendiri.


"Aku Virinda pelayan setia Dark Dragon! Terhormatlah karena melihat wujudku ini." Ucap Virinda tenang setelah mengeluarkan dua pisau andalannya.


"Haha kau pikir disini adalah istana?! Ini adalah kuburan kenapa ada Maid? Hahaha!" Pria tua itu tertawa terbahak bahak.


"Kalau begitu kamu akan merasakannya setelah ini." Virinda langsung memghilang dan satu skeleton Dragon yang tadi terbang tiba tiba tulang tulangnya terpisah satu persatu.


"Apa yang kau lakukan Skleton Dragon skill regenerasi!" Dia segera mengaktifkan regenerasinya tapi tidak ada yang berubah.


"Corenya ditanganku mana mungkin bisa beregenerasi." Ucap Vurinda memegang satu Core monster.


"Tidak mungkin sialan fire land!" Dia mengeluarkan satu skill dimana dari mulut skeleton dragon keluar banjir larva api.


"Hmph kau tidak belajar dari pengalaman undead tua." Virinda mendengus sebelum satu skeleton dragon kembali jatuh.


"Dua Core monster berhasil didapatkan dengan ini aku yakin tuanku pasti akan memujiku." Virinda tersenyum puas.


"Sialan! Kau itu monster kah?!" Dia mulai mengeluarkan sembarang skill.


"Sepertinya dia sudah tidak berguna bagi tuanku." Virinda tiba tiba menghilang dan sudah berada dibelakang pria tua itu.


Sret...


"Tidak mungkin!" Hanya itu kata kata terakhirnya sebelum berubah menjadi potongan kecil.

__ADS_1


"Hm... kata tuanku jika menghadapi manusia seperti kalian harus dimusnahkan sampai abunya tidak terlihat atau mungkin akan menyusahkan nantinya." Virinda langsung menggunakan salah satu skill assassinnya yang mana potongan potongan kecil didepanya yang mulai beregenerasi langsumg ditelan oleh kabut hitam.


Wush...


"Selesai! Tapi sebaiknya aku tidak mengganggu tuanku dan lebih baik aku memeriksa kedalam siapa tahu masih ada benda berharga." Virinda langsung masuk saja kedalam gua tempat pria tadi muncul.


**********


Kembali ketempat Alfa


Tring! sreet..sst


"Sial keras." Perempuan itu mulai kesal saat semua kecepatan memyerangnya hanya berhasil mengenai setiap armor karena tidak dapat melayangkan serangan kearah bahu.


"Percuma." Alfa berkomentar.


"Kalau begitu bagai mana dengan ini." Perempuan itu langsung menghilang dan Alfa pun tidak dapat melihatmya tapi dapat merasakannya dengan insting monster yang ia punya.


Sret..


Alfa membiarkanya menusuk kedua matanya dari balik helm menggunakan dua pisau yang menancap kekepalanya.


"Hahaha dengan ini kau mati Fire Blade!" Semburan api meledak dikepala Alfa saat pisau tersebut menancap dikepalanya.


"Apa kau sudah selesai?" Bertanya Alfa menangkap perempuan itu.


"Tidak mungkin Fire blade! lightning Blade!" Metanya terbelalak tapi cepat pula dia membuka skillnya dan berusaha lepas dari genggaman Alfa.


"Aku tidak menyukaimu kau bahkan tidak layak menjadi makananku!" Alfa menghilangkan helm nya.


"U-undead!" Berteriak dia saat melihat kepala yang dia tancapi dengan pisau adalah kepala Undead dan tepat dimatanya.


"Jadi matilah!" Alfa memotong satu persatu bagian tubuhnya.


"Akh!! hentikan dasar kau monster ah!!" Kembali dia berteriak saat merasakan bagian tubuhnya terpotong sedikit demi sedikit mulai dari kaki dan tangan.


"Cih kau terlalu berisik rupanya aku tidak bisa menyamai keganasan Virinda saat menyiksa orang." Alfa langsung membunuhnya dan membakar hingga tidak tersisa karena tadi sebenarnya dia ingin meniru cara Virinda menyiksa tapi dia tidak tahan dengan teriakan perempuan itu yang terlalu berisik.


...****************...


'TL note : saya akan menjelaskan sedikit lebih tepatnya memperlihatkan tingkat Rank petualang/Adventure di Guild Livius Empire sebagai berikut.


Copper


Iron


Silver


Platinum


Orichalchum


Adamantine

__ADS_1


Dari sini kalian seharusnya sudah paham. Untuk meningkatkan Rank di Livius Empire itu membutuhkan konstribusi kepada Guild atau memperlihatkan kekuatan kalian tapi bukan Level karena Guild diLivius Empire tidak mempunyai alat seperti Guild diRomulus Empire yang dapat mendeteksi level seseorang dengan tepat. Tapi dari pada disebut tidak memiliki lebih baik disebut mereka tidak membutuhkannya karena yang ingin mereka lihat adalah konstribusi dan kekuatan.'


__ADS_2