
Devil Forest
Mereka sebagai prajurit yang sudah lulus seleksi dari raja dan telah dilatih khusus pastinya memiliki beberapa skill dan berbagai tekhnik dan kemampuan berpedang jadi David tidak perlu repot repot mengajari mereka lagi sehingga David langsung membagi kelompok ketika memasuki hutan yang mana mereka sedikit masuk lebih dalam untuk bertemu monster berlevel tuju puluh.
Pasukan Wolf david minta untuk berjaga dan menginta diluar area perburuan jangan sampai ada monster berlevel tinggi yang memasuki area perburuan dan menggasak seluruh pasukanya.
Selama seharian David terus memantau perburuan semua anggota yang mana pada saat siang hari David membagikan mereka satu potion Class satu pada setiap prajurit.
David bisa saja memberikan potion class tinggi tapi David tidsk ingin prajuritnya terlalu bergantung pada potion walaupun jika dalam perang pastinya David akan membekali mereka dengan potion class tinggi.
Perburuan berlanjut setelah istirahat makan siang selama tiga puluh menit dimana mereka hanya memakan daging bakar dan itu pun bau amis hingga akhirnya perburuan selesai dan level mereka meningkat menjadi level tujuh puluh yang membuat mereka semua senang.
Monster dikumpulkan pada David dan David hanya menyimpan beberapa yang patut dikomsumsi yang lainya dia makan sendiri.
Besoknya David kembali memimpin seribu prajurit yang lain menuju Devil Forest untuk berburu dan terus berulang setiap hari hingga akhirnya satu bulan berlalu dan festival musim dingin pun tiba, para prajurit juga telah meningkat pesat menjadi level seratus lima puluh berkat pengajaran David.
Berbagaik hiasan telah tergantung disepanjang jalan kota serta bawah dan tengah danau yang sudah mulai mengeras, mantel musim dingin juga telah dibeli oleh warga dengan harga murah.
David tidak ingin membagikanya secara percuma karena itu akan membuat warga semakin bergantung pada pemerintah kota.
Festival dimulai dengan berbagai perlombaan yang membuat anak anak warga menjadi bersemangat dari pagi hingga akhirnya malam tiba dimana pesta kembang api dimulai.
Pinggir danau kota Dragkolli
"Cepatlah kak! Kembang api akan dimulai!" Merly begitu antusias berlari sambil menarik David dan Astein.
"Kamu terlalu bersemangat Merly Astein sedang hamil loh" tegur David.
"Maaf" Merly segera melepaskan tangan Astein.
"Tidak apa apa merly hanya senang saja" berkata Astein agar Merly tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Sudahlah sebentar lagi kembang api akan dimulai jangan berlari lagi berdiri diam saja" David menghentikan Merly dan membawanya dalam pelukan bersama Astein.
Saat itu juga berbagai peluru roket terbang keatas dan mekar bagaikan bunga diatas langi serta dapat dilihat pantulanya dari danau yang membuatnya begitu indah dengan berbagai alunan musik serta angin malam yang membawa seseorang dalam kerinduan.
"Indah.." Merly menikmati suasana ini.
"Yah.. ini indah" Astein pun memejamkan matanya untuk merasakan angin malam serta hangat dalam pelukan David.
"Ini adalah musim dingin pertamaku ... kuharap adikku disana dapat merasakan kehangatan dimusim dingin seperti ini juga" David bergumam tapi Astein dan Merly dapat mendengarnya.
"Aku memang pernah mendengarmu mengucapkan memiliki adik tapi aku belum pernah melihatnya dan musim dingin pertama?" Astein bertanya begitu pun Merly yang memandang kearah wajah David dengan ekspresi bertanya.
"Negeri ku jauh Astein.. disana terlalu damai akan perang tapi tidak dengan orang licik.. aku lebih suka disini banyak orang yang menjunjung tinggi sikap kesatria.. aku berharap adikku dapat hidup dengan baik disana." David merenung dan menjelskan sedikit.
"Kenapa kamu tidak pernah membahas adikmu bahkan saat kita menikah dan kenapa kamu tidak mengundang adikmi?" Astein bertanya.
"Negriku jauh Astein juga aku tidak dapat kembali serta adikku tidak dapat kemari juga." Jelas David atas sebuah fakta dan semakin memelur erat Merly dan Astein yang masih menikmati kilauan kembang api.
"Ya.. aku telah membaca berbagai buku kuno akhir akhir ini mungkin aku dapat memanggil adiku akhir akhir ini seperti seribu tahun lalu" David bergumam.
"Aku sedikit mengerti keadaanmu" sekarang Astein mengerti keadaan David dimana dia tidak dapat pergi ketempat adiknya dan adkinya tidak dapat kesini.
Sebagai putri bangsawan dan lulusan akademi kesatria bangsawan tentu Astein mengerti tentang kejadian seribu tahun lalu yang dimaksud David dimana waktu itu raja iblis bangkit.
Saat raja iblis bangkit. Perang antara manusia dan iblis tidak dapat dihindari begitu pun dengan para ras lain dimana mereka semua bekerja sama dengan ras manusia untuk mengalahkan iblis.
Berbagai korban tidak dapat dielakkan karena perang akhirnya ketujuh kekaisaran mengadakan pertemuan meja bundar untuk membahas masalah perang yang akhirnya memutuskan untuk mengadakan ritual pemanggilan pahlawan.
Satu pahlawan berhasil dipanggil dari dunia lain oleh masing masing kekaisaran dan mereka hanya memiliki job warior semuanya, ketujuh pahlawan tersebut akhirnya bersatu melawan raja iblis tapi mereka tidak dapat mengalahkannya yang akhirnya hanya berhasil menyegelnya dengan mengorbangkan tujuh pahlawan.
Dari saat itu mereka disebut sebagai pahlawan dari dunia lain. Julukan lainya adalah 'Knights of the Round Table'.
__ADS_1
Jadi Astein memiliki kesimpulan bahwa David adalah orang dari dunia lain tapi memilih untuk tidak bertanya karena sepertinya David juga tidak ingin membahasnya.
Cara yang dimaksud David adalah memanggil adiknya dari bumi kedunia ini tapi David tidak tahu begaimana cara memanggil adiknya walaupun dia tahu bagaimana cara memanggil orang dari dunia lain secara acak.
"Huh kuharap aku bisa beryemu lagi dengan Rina." David bergumam sambil menghela napas.
**********
Keesokan harinya
Pagi hari
"Tadi malam adalah pesta yang meriah!" Ucap david dibalkon mansion lanyai dua sambil meregangkan tubuhnya walaupun sebenarnya itu tidak perlu karena tubuhnya adalah monster tapi sudah menjadi kebiasaan David dipagi hari.
"Ya para warga juga muali membereskan sisa sisa pesta dikota." Astein duduk dikursi didekat David sambil menikmati dingin musim dingin dipadi hari.
"Merly terlalu bersemangat hari ini." David melihat Merly yang sedang memberikan makan scochi dengan tanaman beracun ditaman.
Merly memaksa David untuk membudidayakan tanaman beracun didekat mansion yang akhirnya David menyetujuinya dengan Merly yang selalu merawatnya setiap hari.
"Pagi ini sangat damai aku mulai berpikir untuk tetap seperti ini." Astein mengelus perutnya.
"Hmm kuharap juga begitu tapi sebelum mencapai hari damai itu suamimu ini harus mengurus beberapa ancaman untuk keluarga kita Astein." David mencium perut Astein sebentar sebelum berbicara.
"Apa maksudmu David?" Bertanya Astein.
"Dua bulan lalu saat aku tiba dimansion ini aku sudah diserang oleh seorang assassin.. setelah menyelidiki emblem yang dia bawa dengan bantuan Redban ternyata assassin itu berasal dari satu Guild di Livius Empire" ucap David tenang masih mengelus perut Astein.
"Jadi kamu berencana kesana?" Astein menebak rencana David.
"Sebelum aku memastikan tujuan mereka menyerangku tantu aku harus tetap waspada apa lagi mereka berani menyerang diwilayahku yang artinya mereka mungkin saja menyakiti kalian berdua Astein." David menjelaskan kekhawatirannya dengan menunjuk kearah Astein dan perutnya yang sudah mulai membengkak.
__ADS_1
Merly? David tidak terlalu khawatir karena ada Scochi bersamanya yang mana dapat membuat shield secara otomatis begitu ada musuh yang menyerang diam diam juga level assassin yang mereka kirim kemarin adala level seratus lima puluh tentu untuk melatih assassin menjadi seperti itu butuh sumber yang banyak.