
Penginapan
"Jadi apa lagi yang membawa kalian bertamu malam malam dikamarku." Ucap David menyeruput tehnya.
Didepan David sudah ada Celina dan Celicia, walaupun David tahu apa tujuan mereka datang tapi pastinya tidak akan seru jika dia langsung menebaknya tanpa bertanya.
"Itu.. soal serangan monster tadi terima kasih telah membantu tuan. " Celina menjawab.
"Tidak masalah aku juga hanya tidak suka jika ada yang mengganggu liburanku." David mengibaskan tangan didepan wajahnya. "Oh iyah kenapa monster kali ini jumlahnya lebih banyak?" David bertanya.
"Ini memang sangat tidak diprediksi dan untung saja tuan ada disini membantu kami ... kemungkinan terpicunya banyak monster yang menyerang mungkin karena serangan raja iblis sudah dimulai." Celicia menjawab.
"Maksudmu ada iblis yang mengendalikan monster tadi?" Ucap David.
"Iblis yang dapat mengendalikan monster hanyalah iblis tingkat bangsawan tapi kita tidak bertemu dengan iblis
jadi kemungkinan dikendalikannya monster juga belum pasti." Celina menjelaskan.
"Bahemot tadi sedang dikendalikan tapi pengendalinya tidak ada disini.. aku merasakan mana iblis didalam bahemot tadi." David sudah memastikannya.
"Ini adalah informasi penting saya harus memberitahukannya kekerajaan segera." Berkata Celina yang sudah berdiri bersama Celicia.
"Oh iya lain kali jika kita bertemu kau bisa memanggilku jendral Dark." David memutuskan untuk memberitahukan
identitasnya.
"Jendral Dark!? Eh..? Anda adalah jendral Dark?" Celina dan Cecilia cukup terkejut.
'Aku tidak tahu jika aku seterkenal itu' Batin David mengeluarkan lencana Baron General.
"Kalau begitu kami permisi dulu jendral Dark." Celina dan Cecilia undur diri.
"Jangan mengatakan pada siapapun kalau jendral Dark datang kekota ini yah!" Ucap David sebelum Celina dan Celicia benar benar meninggalkan pintu.
"Baik tuan!"
Keesokan harinya.
Diluar gerbang kota Benedict
"Kita pulang tidak akan menggunakan gate karena masih harus menyelidiki hutan berkabut, perjalanan dari sini
__ADS_1
menuju kehutan berkabut memerlukan dua hari jika menggunakan sekeleton dragon." David berbicara sambil melihat peta.
"Tuan, sebenarnya kenapa tuan begitu penasaran dengan hutan berkabut?" Virinda memberanikan diri untuk
bertanya.
"Rising skeleton dragon, iseng saja." Jawab David singkat setelah memanggil skeleton dragon.
Mereka akhirnya terbang menuju hutan berkabut untuk memuaskan rasa penasaran David, dua hri berlalu dengan cepat tapi begitu mereka tiba dihutan berkabut, hutan tersebut sudah tidak terlalu memiliki kabut yang tebal seperti sebelumnya dan David dapat melihat jika popularitas monster bertambah hingga ribuan dan menyerang sesuatu yang ingin dia pastikan.
"Sepertinya monster monster ini juga hasil dari dungeon break tuan." Ucap Virinda.
"Baiklah bersihkan semuanya." David melompat kebawah bersamaan dengan pasukan bayangannya.
Pasukan Virinda langsung membantai beberapa monster yang sedang munuju karah pemukiman yang ingin David selidiki sedangkan David sendiri sedang memeriksa skill barunya yang dia dapa saat level dua ratus dan belum pernah dia gunakan.
[Rising Dullahan
Mana Cost : 1.000
Coldown : 24 jam.
Memanggil Dullahan untuk membantu dalam pertempuran. Ketika mati dapat dipanggil kembali setelah dua puluh empat jam.]
David menyingkirkan table sistem lalu mengeluarkan pedang dan membantai monster.
Kebanyakan skill yang David gunakan kali ini adalah skill Aoe seperti Black Hole Linghtened Sword dan Zona Energi yang dapat meningkatkan kekuatannya.
Sebenarnya monster yang menyerang bahkan lebih rendah dari yang menyerang kota kemarin tapi David menggunakan hampir semua skill andalannya karena ingin cepat mengakhiri pertempuran.
Sesuai dengan keinginan David, pertempuran selesai dengan cepat begitu David mengalahkan Iron Golem sebagai boss monster walaupun begitu monster tersebut tetap sangat merpotkan karena dapat mengendalikan besi.
"Selesai, saatnya menyapa kurcaci." David tadi saat bertempur sempat melihat manusia pendek berjanggut lebat yang ada dihutan dan masih dapat merasakan keberadaan mereka.
Berselang beberapa lama setelah David dan pasukan bayan berkumpul beberapa manusia pendek berjalan mendekat dengan senjata ditangan mereka.
'Dwarf? Aku pernah melihatnya dibuku kuno ternyata suku ini memang benar benar ada.. kalau begitu sudah pasti suku Elf juga ada' Batin David.
Seorang dwarf menggunakan kapak bermata dua yang terlihat seperti pemimpin mereka maju.
"Nama saya Kihai! Saya berterima kasih kepada kalian karena telah mengalahkan monster yang mengancam desa kami tapi manusia sangat dilarang masuk kearea hutan ilusi kenapa kalian bisa berada disini?" Ucapnya bertanya.
__ADS_1
"Hutan ilusi? Hmm jadi kalian menyebutnya hutan ilusi juga.. sebenarnya aku hanya lewat saja dan melihat para monster ini ingin menyerang desa kalian jadi aku sedikit membantu."
Tentu saja David berbohong karena tujuannya memang dari awal adalah menyelidiki makhluk didalam desa walaupun sekarang sudah terjawab.
"Kalau anda senggang kenapa anda tidak mampir kedesa kami untuk beristirahat saja tuan.. itu-"
"Namaku David." Ucap David memperkenalkan diri.
"Ah iya tuan David silahkan ikuti kami" Ucap
Kihai memimpin jalan.
"Kalau begitu saya terima nita baiknya." David akhirnya mengikuti mereka.
Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya mereka sampai disebuah desa dengan tembok baja setebal tiga puluh centi meter dan tinggi tiga meter yang mengelilingi desa.
Saat masuk ada banyak Dwarf yang menyambut juga terlihat jelas bahwa disana hanya ada beberapa pintu masuk kelubang bawah tanah tanpa ada rumah diatasnya karena didalam tembok dianggan seperti lapangan kosong dengan berbagai lubang.
'Apa mereka tinggal dibawah tanah?' David cukup bertanya tanya.
"Perkenalkan ini adalah tuan David yang telah membantu kami membunuh para monster!" Berteriak Kihai memperkenalkan David.
"Ooo!!"
"Terima kasih tuan David!"
Berbagai ucapan terima kasih diucapkan pada David yang membuatnya agak kebingungan karena tampak semua orang sangatlah berterima kasih padanya.
"Tuan Kihai sebenarnya apa yang terjadi dengan desa kalian?" Berbisik David bertanya.
"Sebentar tuan David." Berisik pula Kihai sebelum melihat semuabwarga desa lagi.
"Saya akan mengantar tuan David untuk beristirahat kalian lanjutkanlah!" Berteriak Kihai sebelum mengantar David dan Virinda melewati sebuah lubang kebawah tanah.
Pasukan bayangan? Mereka sudah menghilang sebelum memasuki desa karena mereka diperindathkan untuk menyelidiki hutan berkabut disekitar desa.
Saat setelah memasuki lubang tersebut David merasa agak pas pasan karena tepat jika dia berdiri dengan tegak maka kepalanya akan menyentuh dinding atas gua lebih tepatnya rumah Dwarf yang hampir mirip dengan bagian dalam rumah pada umumnya hanya saja berdinding tanah dan batu dengan ukurannya yang kecil.
"Silahkan duduk tuan." Kihai mempersilahkan David untuk duduk.
"..." David langsung duduk saja dengan Virinda yang masih berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
"Biar saya perkenalkan diri saya dengan benar. Saya adalah Kihai kepala desa Dwarf ini.. dulu kami memiliki banyak saudara tapi semenjak satu tahun lalu monster monster diwilayah hutan ini semakin menggila dan menyerang kami hingga akhirnya banyak saudara kami yang gugur saat melawan monster." Kihai menjelaskan.