Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 120, Desa Dwarf


__ADS_3

Desa Ras Dwarf


"Biar saya perkenalkan diri saya dengan benar. Saya adalah Kihai kepala desa Dwarf ini.. dulu kami memiliki banyak saudara tapi semenjak satu tahun lalu monster monster diwilayah hutan ini semakin menggila dan menyerang kami hingga akhirnya banyak saudara kami yang gugur saat melawan monster." Kihai menjelaskan.


"Dengan kata lain hutan ilusi ini sudah bukan lagi tempat yang aman untuk kalian." David menyimpulkan tapi sebenarnya bukan itu kesimpulannya.


"Ya.. bisa dibilang juga begitu tapi kami juga tidak dapat berpindah tempat secara bebas karena setiap tempat di Devil Forest memiliki penguasa dan kami juga tidak ingin keluar dari Devil Forest karena akan berbahaya jika bertemu dengan manusia yang mungkin tidak menyukai ras kami." Kihai menjelaskan


panjang lebar.


"Jika kalian ingin rumah aku bisa menyediakannya untuk kalian juga tidak perlu khawatir jika tempatnya akan ditemukan manusia karena aku akan memastikan kalian tidak bertemu dengan manusia." David memberikan penawaran.


"Itu adalah berita bagus tuan David tapi tentu tuan juga tidak akan memberikan itu semua secara gratis bukan." Kihai tentu tidak menerimanya begitu saja.


"Aku tahu kaum Dwarf sangat mahir dalam menempa senjata maka dari itu aku ingin tuan Kihai membuatkan senjata untuk pasukanku untuk perang melawan raja iblis nantinya." David mencoba menarik perhatian Kihai dengan memngatasnamakan pertempuran raja iblis.


"Raja Iblis!? Apa iblis sudah mulai bangkit kembali?" Kihai cukup terkejut.


"Kerajaan suci telah mengkonfirmasinya juga serangan monster yang kalian alami adalah salah satu bukti." Santai saja David menjawab.


"Saya akan membicarakannya bersama warga lain tuan." Tentu Kihai mulai menyetujuinya karena jika raja Iblis menyerang maka itu akan lebih berbahaya dari pada serangan monster biasa.


"Baiklah pikirkan baik baik."


Kihai melangkah keluar dari rumahnya untuk memberitahukan warga yang lain.


...


Diluar, tempat berkumpulnya warga Dwarf


"Tuan David menawarkan kita sebuah tempat tinggal baru bagaimana menurut kalian." Kihai bertanya karena tentu sebelum menyetujui tawaran David, Kihai harus meminta persetujuan yang lainnya.


"Aku akui dia lah yang menyelamatkan kita kali ini tapi.. apa dia bisa dipercaya?"


"Tapi kita juga tidak dapat terus tinggal ditempat ini, seandainya tuan David tadi tidak ada maka mungkin kita semua sudah berada diperut monster."


"Mungkin dia memanfaatkan kejadian tadi dan mengiginkan sesuatu dari kita."


"Kaum kita sudah ribuan tahun tidak berinteraksi dengan manusia yang sombong itu apa kalian bisa menerimanya begitu saja!?"


"Setidaknya kita bisa mendapatkan tempat untuk berlindung baru."

__ADS_1


"Jelas dia mengetahui keahlian ras kita sehingga sengaja ingin menjadikan kita bawahannya."


"Bagaimana kalau kita ikut dengannya tapi bukan sebagai bawahan."


"..."


"Jika tuan itu setuju maka aku akan ikut."


"Aku juga."


"Baiklah sudah diputuskan aku akan berbicara dengan tuan David sebentar." Kihai berdiri dan segera kembali kerumahnya.


...


Cukup lama David menunggu Kihai kembali karena mereka membutuhkan waktu tiga puluh menit sebelum akhirnya David dapat melihat Kihai didalam rumahnya.


"Bagaimana?" David bertanya.


"Sebagian dari kami memang tidak terlalu mempercayai manusia tuan jadi sebagian dari kami menentang ini tapi sebagian juga ingin ikut dengan tuan jadi kami akan ikut dengan tuan dengan syarat." Kihai berbicara dengan sopan.


"Apa itu?"


"Kami bukan bawahan tuan." Itu saja yang Kihai inginkan.


"Eh? Begitu saja?" Kihai agak terkejut.


"Tapi kalian tidak diperbolehkan membuat senjata untuk orang lain selain untuk pasukanku." David pun mengajukan syarat.


"Selama tuan menjamin kehidupan kami." Kali ini Kihai yang terlihat santai seakan menempa senjata atau pesanan hanya untuk David adalah hal mudah.


"Baiklah dengan ini kita sepakat. Aku akan mentar kalian ketempat baru kalian besok jadi persiapkanlah diri kalian." David langsung pergi begitu saja karena memang masih agak penasaran dengan hutan ilusi ini.


"Baik tuan."


...


Sementara diluar desa David sedang berjalan menelusuri setiap hutan yang sebenarnya pepohonannya tidaklah terlalu lebat karena kebajyakan ditempat tersebut adalah sebuah bukit berbatu jadi medannya juga agak sulit untuk dilalui.


Beberapa monster golem tanah dan batu level rendah memang sering menyerang David tapi mudah bagi wolff untuk membersihkannya.


David lebih memilih untuk menelusuri dan meneliti bebatuan beberapa bukit.

__ADS_1


Bom!..


Sudah kesekian kalinya David meledakkan bukit untuk membuat lubabg dan melihat bagian dalam bukit berharap menemukan sesuatu.


Saat semakin dalam David menemukan sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi, saat satu sihir David meluncur dan meledakkan kaki gunung hingga membuat lubang berdiametet lima meter tiba tiba satu ledakan kembali menyusul dan melemparkan Wolff tapi tidak dengan David yang berhasil bertahan ditempatnya.


"Hm? Batunya meledak?" David mencoba memeriksa penyebab ledakan tadi dan itu berasal dari sebuah beberapa batu yang dipicu oleh ledakan David.


"Batu peledak dengan kata lain bubuk mesiu, sayangnya aku tidak membutuhkan batu mesiu didunia ini.. beberapa sihir ledakan bahkan lebih kuat dari pada geranat dan untuk senjata api haih.. busur silang milik Merly bahkan lebih kuat dari pada sniper Tank Destroyer dibumi."


David tidak terlalu membutuhkan bubuk mesiu tapi sesuatu membuatnya teringat dan segera mengeluarkan banyak Death knight untuk membantunya mengumpulkan batu yang dapat dibuat menjadi bubuk mesiu.


"Hehe meskipun bubuk mesiu tidak terlalu berguna untukku tapi ini tetap akan berguna suatu saat nanti." David tersentum aneh.


Yang tadinya terlihat sebuah gunung yang lumayan tinggi sekarang dipenuhi oleh lubang dengan banyak death knight yang menggali.


David memilih untuk melanjutkan penelitiannya dengan melihat beberapa batu dibukit, sebenarnya tujuan David meneliti setiap batu adalah karena ingin mencari tempat untuk menambang dan sudah ada beberapa bukit yang dia tandai sebagai tempat yang lumayan bagus untuk menambang.


Seiring berkelilingnya David dengan Virinda yang hanya terus mengikuti David dan terkadang menghabisi monster satu pasukan bayangan kembali dan langsung berlutu pada David.


"Ada apa?" Bertanya David masih melihat batu yang ada ditangannya.


"Saya menemukan sebuah portal aneh berwarna biru dibagian timur tuan."


"Portal? Ini adalah hutan ilusi dan masih bagian dari Devil Forest yang penuh misteri sebaiknya kita memeriksanya." David beridir dan membiarkan pasukan gelapnya yang memimpin jalan.


Jarak dari tempat David keportal tersebut kurang lebih satu kilo meter tapi hanya perlu beberapa detik saja mereka sampai didekat portal.


Perlahan David berjalan mendekat dan mencoba menyentuh portal tersebut.


"Tuan! itu berbahaya tuan." Tapi Virinda langsung menghentikannya.


"Benar juga." David mengeluarkan pisau yang sudah dia ikat dengan benang kontrol dari Invertori nya lalu melemparkannya kedalam portal, setelah David menariknya kembali tidak ada yang terjadi dengan pisau tersebut.


Kembali David berjalan masuk tapi lagi lagi dihentikan oleh Virinda.


"Biarkan saya yang mencobanya tuan, kita masih belum tahu ada apa didalam sana." Virinda langsung memasuki portal.


"Virinda." David mencoba menegur tapi Virinda sudah masuk. "Kamu tunggu lah disini." David langsung menyusul setelah memerintahkan pasukan bayangan Virinda untuk berjaga didepan portal.


Saat David masuk hanya ada warna biru yang menyala didalamnya dan lebih mirip sebuah lorong dengan Virinda yang tersu berjalan kedepan, David hanya mengikutinya dari belakang hingga akhirnya mereka tiba tiba keluar dari portal tanpa mereka sadari.

__ADS_1


"Tuan.. tempat apa ini?" Bertanya Virinda saat melihat David mematung.


"Ini.. bumi?" David benar benar terkejut saat melihat sebuah kramaian kota dari sebuah tempat yang tinggi dan lagi kota tersebut adalah jakarta tempatnya dulu dan adiknya.


__ADS_2