Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 125, Belum Cukup Umur


__ADS_3

Mansion Dark Dragon


Pagi hari


"Haih kau terlalu bersemangat Astein." Tersenyum David mengecup lembut kening Astein yang paling bersemangat semalam dan sekarang masih ketiduran karena terlalu lelah bahkan semalam beberapa kali mencapai klimaks tapi masih tapi masih terus ingin lanjut.


Tentu David dapat bertahan sampai beberapa hari dengan hanya melakukannya secara terus menerus tapi beda cerita dengan Astein yang staminanya sangat terbatas sehingga David memaksanya untuk beristirahat setelah melakukannya sampai berjam jam.


"Em.. David kenapa kau tidak membangunkanku!" Tersentak kaget Astein bangun tapi langsung kembali secara pelan pelan untuk berbaring karena bagian bawahnya masih agak sakit juga kehabisan stamina. "Aku tidak bisa bergerak."


"Tentu saja seandainya aku tidak memaksamu untuk tidur mungkin untuk satu minggu kedepan Dastein harus diurus oleh Lousi." David sedikit mengomel tapi masih membelai rambut emas Astein dimana mereka sekarang tidak menggunakan apa apa kecuali selimut putih yang menutupi.


"Untuk kali ini jelas aku tidak ingin disalahkan." Astein mengembukan pipi dan membuang wajahnya.


"Baiklah baiklah aku yang salah aku yang salah, hehe jangan marah." David berusaha membuju Astein dengan memeluk erat tubuhnya dari belakang.


Tok! tok! tok!..


"Tuan apa anda didalam?" Suara Lousi terdengar didepan pintu.


"Ah masuklah." Ucap David tidak melepaskan pelukannya pada Astein.


"Permisi tuan.. saya mengantarkan bubur untuk tuan muda dan makanan untuk tuan dan nona." Ntah kenapa semua penghuni mansion memanggil Astein dengan sebutan nona dan bukan nyonya tapi David dapat menebaknya bahwa Astein sendiri lah yang tidak ingin dipanggil nyonya.


"Simpan dimeja saja." Ucap Astein.


"Baik nona." Lousi menjawab dan menaruh semua makanan dimeja sebelum keluar. "Saya permisi." Ucap Lousi sebelum menutup pintu.


"Sepertinya aku harus menyuap dua bayi." David terbangun dan menuju kekamar mandi sebentar sebelum keluar dengan menggunakan handuk.


David melihat Astein yang sudah berusaha untuk duduk tapi lebih mirip sedang berada didalam kepongpong karena semua tubuhnya dia bungkus dengan selimut tebal serta hanya wajahnya saja yang tidak dia tutupi.


"Dastein belum bangun biarkan saja untuk sekarang kita mandi dulu." David menggendong Astein bersama dengan selimutnya menuju kearah kamar mandi.


"Aku masih belum bisa terlalu bergerak." Astein berterus terang ingin dibantu untuk menggosok tubuhnya yang penuh keringat.


"Baiklah." David hanya menuruti saja.


Mandi mereka berjalan cukup baik dan lancar saja seperti suami istri pada umunya yang kadang kadang usil dikamar mandi.

__ADS_1


Setelah mandi bersama stamina Astein sedikit memulih dan dia sudah mulai lebih cerah meskipun begitu dia masih belum bisa berdiri jadi harus David lah yang membantunya mengeringkan tubuh dan menggunakan baju meskipun David bisa saja menggunakan sihir untuk mengeringkan tubuh Astein tapi dia lebih memilih untuk menggunakan handuk saja.


"Haih ternyata mengurus perempuan sangatlah merepotkan." David menyempatkan diri untuk mengeluh sebelum mengankat Astein ketempat tidur untuk duduk.


"Kali ini kau harus bertanggung jawab karena membuatku seperti ini hmph."


"Ek bukannya yang paling bersemangat itu kamu kenapa harus aku yang disalahin." Guman David tapi Astein malah pura pura tidak mendengarnya.


"..."


"Nih buka mulutmu aa." David berusaha menyuapi Astein dengan makanan yang sudah hampir dingin.


"Baiklah am." Astein mulai memakan setiap suapan dari David.


Setelah makanan mereka habis tentu David juga memakan beberapa suapan. "Hari ini aku berencana untuk menemui paman Herly jadi mungkin hari ini aku harus keluar terlebih dahulu." David mengatakan tujuannya hari ini pada Astein.


"Baiklah biar aku saja yang mengurus Dastein." Ucap Astein yang tenaganya sudah mulai pulih.


"Maaf." David segera menggunakan jubahnya sebelum mengecup kening Astein dan Dastein sebelum pergi.


Tentu Virinda langsung mengikuti David begitu dia meninggalkan halaman mansion.


"Saya mengerti tuan." Virinda kembali berjalan memasuki Mansion.


Niatnya hari ini David ingin berjapan jalan keliling kota bersama dengan Merly sehingga David tidak membawa kereta dan memilih untuk jalan kaki.


Memang David cukup bernostalgi saat mengelilingi kota karena sebagai kota pertama yang ia tempati saat berada didunia ini tentu merupakan sesuatu yang ttidak boleh dilupakan apa lagi sekarang David ingin menuju kepenginapan yang dulu dia tempati bahkan sampai harus tidur diloteng.


Berbagai warga yang menjalankan aktifitas harian dan para petualang yang berlalu lalang tentu membuat David lupa akan ada perang besar yang akan mendatangi mereka sungguh sebuah hari hari yang tenang.


Singkat cerita saat David sudah sampai didepan penginapan matahari tepatnya penginapan milik keluarga Merly.


Tapi David cukup bingung melihatnya karena ini masih pagi tapi pintunya tertutup karena jelas David dapat merasakan dan mendengar masih banyak petualang didalam yang memang biasanya tidak memiliki misi dan memilih untuk bersantai sambil minum bir dipenginapan.


Walaupun banyak pelanggan tapi pintunya tertutup tentu membuat David agak bingung karena biadanya srlalu terbuka sampai jam sepuluh malam.


Perlahan David membuka pintu tapi dia dapat merasakan sesuatu dari dalam yang melaju tepat kewajahnya, David mengira itu Merly makanya membiarkannya tapi satu hantaman sebuah balok kayu seper berat tepat diwajah David dan melemparkannya keluar.


Bom!!..

__ADS_1


"Ek- benar benar sial.. paman Herly apa begini caramu menyambut calon mantumu." Ucap David memegangi wajahnya dan menyalahkan paman Herly yang sedang memegang balok besar super berat.


"Kalau aku memukulmu hanya menggunakan tangan kosong kau pikir itu akan berefek padamu? Makanya aku menambahkan balok agar lebih terasa." Tapi paman Herly menjawab seakan pukulannya masih kurang.


"Lah memang kenapa aku harus dipukul!? Aku ini calon mantumu loh! Calon menantu! Apa kau tidak tega melihat anakmu harus menikah dengan orang jelek jika wajahku sampai rusak karena balokmu!" Berteriak pula David.


"Calon menantu? Oi bocah tidak ada calon menantu yang hanya bertunangan lebih dari satu tahun dan tidak pernah menemu calon mertuanya selama satu tahun pula juga aku bahkan belum muncul dichapter manapun selama seratus epodose lebih!" Tapi paman Herly tentu mengharapkan kebahagiaan anaknya.


"Waktu itu Merly masih lima lima belas tahun juga sekarang masih enam belas tahun belum cukup umur mana boleh menikah! Juga jangan salahkan aku jika kau tidak pernah muncul dicerita. Salahkan Authornya yang menganghap diri sendiri adalah dewa!" Tentu David tidak ingin disalahkan.


"Belum cukup umur? Memangnya Merly perlu umur berapa baru boleh menikah? Didunia ini lima belas tahun adalah pernikahan yang tepat, juga jika kau bertemu dengan author tolong pukul kepalanya sebagai perwakilan dariku." Paman Herly sempat tenang untuk sementara tapi kembali berteriak saat mengingat Author yang tidak pernah memunculkannya dalam chapter manapun setelah ratusan chapter.


"Aku akan menikah dengan Merly saat umurnya sudah tujuh belas tahun." Tentu itu hanya alasan David karena memang dia mengetahui bahwa wanita didunia ini terlalu cepat dewasa bahkan Merly yang selalu bersikap seperti anak kecil ternyata lebih dewasa dari pada yang diperkirakan. 'Para pembaca bahkan tidak merindukanmu.' Batin David.


...----------------...


David : Author apa maksudmu ini!? Aku bahkan harus bertengkar dengan calon mertuaku karena kau!


Alfa_Rz : itu bukan masalahku karena tidak ada pembaca juga yang menanyakan kehadiran paman Herly.


David : setidaknya jangan membuatku bertengkar dengan mertua juga apa maksudmu tidak ada yang merindukan paman Herly!?


Alfa_Rz : tidak ada dikomentar.


David : baiklah kita bertaruh siapa yang paling banyak apakah paman Herly memiliki nama paling banyak di komentar atau Erik.


Alfa-Rz : kenapa harus pak tua Erik?


David : hanya dia yang aku pikirkan untuk bertaruh denganmu.


Alfa_Rz : terserah kau saja.


Buk!


Alfa_Rz : kenapa kau memukulku!?


David : itu pesan dari paman Herly.


Alfa_Rz : -_-'

__ADS_1


__ADS_2