Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 217, Hadiah untuk Rina


__ADS_3

Berjalan David menuju kearah Rina yang baru saja ingin menemuinya, saat ini David tidak ingin mengungkap identitas Rina dan dirinya jadi lebih memilih untuk menjauh dari Erik dan Mark.


"Kakak memang yang terbaik." Puji Rina.


"Ya.. tapi saat ini kamu lebih kuat dari kakak loh." Ucap David.


"Tidak, selamanya kakaklah yang terkuat." Rina menolak sebelum terdiam sebentar. "Meskipun saat ini Rina memiliki kekuatan yang disebut pahlawan tapi itu bukan didapatkan dari usaha Rina sendiri." Rina tidak mengakui sebuah pencapaian tanpa usahanya sendiri itulah yang selalu David ajarkan kepadanya.


"..." David tidak lagi membalas.


"Tapi kakak sebenarnya apa itu tadi?" Rina menanyakan masalah Kraken tadi karena meskipun telah dipotong berkali kali Kraken tersebut masih tetap bisa beregenerasi.


"Penyebabnya adalah ini." David menunjukkan sebuah mutiara yang David pungut sebagai drop item.


Menurut Sistem itu adalah mutiara yang muncul hanya sekali dalam seribu tahun dan kebetulan kraken tersebut mendapatkannya dan langsung memakannya.


Mutiara tersebut memiliki skill lain yaitu dapat mengendalikan monster laut dibawa level pengguna dan dapat meningkatkan kecerdasan monster yang memakannya.


"Itu sangat indah kak." Rina tidak memperhatikan status dari mutiara tersebut dan hanya menanggapinya dengan kata indah.


"Menurutmu begitu?" David menggenggam mutiara tersebut menggunakan dragon handnya dan menggunakan skill yang dapat memodifikasi berbagai bentuk logam.


"Nn baru kali ini Rina melihat mutiara yang seperti ini." Mengangguk Rina.


"Kalau begitu ini untukmu saja." David sudah menciptakan sebuah kalung dengan mutiara tersebut sebagai liontinnya.


"Benarkah? Terima kasih kakak." Rina tidak menolak dan langsung menggunakannya karena sangat tertarik dengan keindahan dari mutiara tersebut.


"Selama Rina senang." David mengingat bahwa terakhir kali ia memberikan hadiah pada Rina adalah saat ia membelikannya sepatu baru dimana sepatu Rina yang selalu ia gunakan sudah robek dan lem sana sini.


"Suami untuk Merly mana?" Merly tiba tiba datang dan menggembungkan pipinya.


"Ah aku lupa." David menjawab sambil menggaruk kepalanya.


"Moo.. hmph!" Merly berjalan pergi dengan menghentakkan kakinya.


"Sepertinya dia sedang kesal." David bingung harus memberika apa untuk Merly untuk membujuknya.


"Rina belum ketemu bertemu dengan istri pertama kakak loh." Rina mengingatkan.


"Ah Astein saat kita tiba sedang keluar mungkin saat Astein kembali kemansion kita sudah tidak ada." Jelas David menjawab.

__ADS_1


"Rina ingin segera melihat ponakan." Ucap Rina yang membayangkan bagaimana rupa dari anak kakaknya David.


"Setelah urusan disini selesai kita akan kembali ke Dragkolli City oke?" David menaikkan jarinya dan membentuk emot Ok.


"Baiklah." Rina pun memgerti akan tugas David.


...


Dari siang hingga malam seluruh perajurit yang masih memiliki tenaga untuk bekerja bertugas untuk merapikan persenjataan, kapal dan lainnya. Itu dilakukan demi mengantisipasi serangan susulan dimana itu sering terjadi baik dari monster maupun bandit atau orang ketiga lainnya yang ingin memanfaatkan keadaan ini.


Setelah semuanya selesai para perajurit kembali tidur sementara beberapa bergantian jaga di malam hari untuk memastikan keadaan aman untuk warga maupun perajurit.


Pagi hari semuanya kembali bekerja untuk membersihkan laut sisa monster ataupun bangkai karena meskipun itu adalah jenis ikan namun tidak ada satupun orang yang mengetahui cara mengolah dagingnya yang terasa sangat pahit bahkan mengandung racun.


Sedangkan beberapa Red Crab hanya beberapa yang dapat diambil karena semua Red Crab yang di bunuh oleh Merly langsung membusuk dengan cepat.


Meskipun keadaan sudah kembali aman namun David masih bingung kenapa para monster ini hanya menyerang saat siang hari, David juga telah memastikan serangan ini tidak berhubungan dengan pasukan raja iblis.


Setelah seharian memastikan keadaan aman David harus segera kembali ke Dragkolli City bersama Rina dan meninggalkan para pemimpin pasukannya yang masih terus berjaga dipelabuhan.


David juga meninggalkan tiga skeleton Dragon yang mana menuruti perintah Lily sedangkan David akan kembali menggunakan mobil saja bersama Rina.


Diluar kota pelabuhan


"Hm ini jauh lebih nyaman dari pada mobil milik leader." Ucap Rina memuji dengan membandingkan mobil David dan milik Aron.


"Kenapa kamu selalu memanggil Aron dengan Leader?" Bertanya David kebingungan saat ia masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Karena dia leader guild kami." Jawab Rina jelas.


"Jadi seluruh pahlawan itu satu guild dan ketuanya adalah Aron." David menyimpulkan.


"Yah.. semua penghuni guild aneh aneh hanya Rina yang berasal dari jakarta." Ucap Rina.


"Aron memang sempat cerita itu katanya di indonesia yang menjadi pusat bencana adalah palu sulawesi tengah dan Aron berasal dari sana." David mengingat ingat apa yang telah diceritakan Aron.


"Rina dari tadi penasaran kak saat kita kekota pelabuhan Rina melihat ada kota didalam hutan dan lagi semua penghuninya adalah perajurit kuat, tempat apa itu?" Rina menanyakan kota para Dwarf yang sempat ia lihat dari atas saat menuju kota pelabuhan.


"Ah itu adalah perajuritku, disana ada sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh orang lain jadi kakak hanya menempatkan perajurit ter elit dan terpercaya disana." Jawab David.


"Apa yang ada disana kak?" Rina semakin penasaran.

__ADS_1


"Kamu tahu ras Dwarf?" Bertanya David.


"Kalau tidak salah itu adalah suku yang mahir dalam membuat senjata, dikatakan dalam legenda roma mereka bertubuh pendek dan sering dipanggil sebagai suku kurcaci." Jawab Rina menjelaskan.


"Kakak menemukan ras Dwarf dan membuat kontrak dengan mereka, kakak menyediakan tempat dan perlindungan dan mereka menyediakan senjata untuk kakak." David tidak memiliki alasan kuat untuk menyembunyikan ini dari Rina.


"Wah.. Rina ingin melihatnya apa kakak juga sudah menemukan ras Elf?" Rina sangat antusias.


"Ras Elf? Hmm.. kakak belum pernah melihatnya tapi dikatakan dibuku kuno kerajaan ras Elf benar benar ada didunia ini sayangnya mereka menghilang saat perang raja iblis seribu tahun lalu."


"Sayang sekali padahal Rina sudah berharap melihat ras Elf didunia fantasi ini." Rina memasang wajah kecewa.


"Mau mendengarkan cerita kakak saat membasmi bandit di jalur garam ini?" David mengusulkan.


"Nn Rina akan mau!" Rina kembali antusias.


Pada akhirnya David terus bercerita dan tidak membiarkan Rina bosan selama perjalanan, dimulai dari membasmi kelompok bandit kecil sampai bandit besar hingga menyelamatkan Virinda, semuanya David ceritakan.


Setelah tiga hari akhirnya David dan Rina tiba di Dragkolli City dengan kecepatan tinggi, selama diperjalanan mereka hanya memakan daging yang dipanggang oleh Rina ditempat panggangan khusus didalam mobil.


...


Dragkolli City


Mereka berdua langsung menuju kemansion Lord kota namun Rina menyadari betapa di hormatinya kakaknya David saat berada diperjalanan menuju mansion.


Selama didalam kota semua warga yang melihat mobil khusus yang selalu digunakan oleh jendral Dark mereka langsung menunduk penuh hormat.


Kembali kecerita, berjalan David dan Rina kedalam mansion sebelum seorang anak kecil berlari kearah mereka.


"Ayah!" Teriak Dastein dari jauh datang memeluk kaki David seraya meminta untuk digendong.


"Hmm.. anak ayah, apa yang dilakukan?" Bertanya David saat melihat sebuah pedang kayu kecil ditangan Dastein seukuran tangan Dastein yang jelas anak seumurannya tidak akan dapat mengangkatnya.


"Hia!." Satu ayunan pedang kayu langsung Dastein pukul kan kekepala David.


Tak!


-3


"Uwa! Damagenya cukup besar untuk sebuah pedang kayu." Ucap David menurunkan kembali Dastein yang tampak masih ingin bermain pedang.

__ADS_1


"Hey Dastein." Rina menyapa saat Dastein menatapnya dengan ekspresi bingung.


__ADS_2