Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 160, Kedatangan Puteri Arfenit


__ADS_3

Mansion lord kota


David berjalan menuju keruang makan saat selesai bersiap untuk memulai hari yang baru dengan celana hitam panjang dan hanya menggunakan kaos putih biasa.


David dapat melihat Stella yang sedang menikmati roti lapis dengan dua potong roti lapis yang tersisa dipiring didepannya.


"Kau sudah bangun, makanlah." Ucap Stella menyodorkan piring yang berisi dua potong roti pada David.


"Kau yang membuatnya?" David bertanya sebelum duduk dan memakannya.


"Ya." Stella tidak terlalu banyak bicara karena sedang menikmati sarapannya.


"Ini enak." Ucap David memuji roti berlapis daging setengah matang dan beberapa sayur buatan Stella.


"Begitukah? Kukira hanya aku yang menyukai daging setengah masak begini." Stella tidak terlalu senang dengan pujian David.


"Yah jika diolah dengan baik hasilnya juga pasti akan beda." David masih terus mengunyah rotinya.


"Kau ternyata lumayan paham kalau soal makanan."


"Sedikit."


Setelah menikmati sarapan Stella segera pergi untuk mengurus warga sedangkan David tetap di mansion dan memperbaikinya secara manual.


Dimulai dari beberapa tembok yang rusak, David harus memulainya dengan coran baru dan menutupi tembok yang bolong dan mengganti tembok yang retak.


David melakukannya secara manual dan hanya mengandalkan tubuh fisik dengan beberapa peralatan seadanya, ini sedikit mengingatkannya saat dibumi menjadi seorang kuli bangunan saat liburan panjang.


Dengan hanya mengandalkan tubuh fisik dan alat seadanya tanpa sihir dan skill, akhirnya David harus bekerja setiap hari tapi hari kedua bantuan dari guild Dark Dragon akhirnya tiba berupa pangan dan alat pembangunan kota bahkan bibit dan alat bertanam lainnya.


"Aku berterima kasih, ini sangat membantu untuk kami kedepannya, kebetulan kami sangat lah membutuhkan bahan bahan yang kau siapkan." Ucap Stella pada David.


"Sebenarnya itu bukan aku juga yang menyiapkannya." Ucap David menggaruk pipinya sembari melihat kearah lain.


"Ya.. aku tahu itu tapi untuk sekarang aku hanya bisa berterima kasih padamu." Ucap Stella.


"Baiklah terserah kamu saja, aku sudah berbicara pada perajuritku yang mengantarkan bahan tadi, dua kota sebelumnya sudah diantarkan bahan sesuai kebutuhan mereka dan perkembangan mereka tidak jauh berbeda dengan kota kita disini." Ucap David.


"Mereka bekerja dengan sangat baik." Mengangguk stella tersenyum.


"Kau bisa menitipkan surat lewat perajurit." Saran David.


"Good idea!" Ucap Stella sebelum berlari kearah ruang kerja untuk menulis surat.


"Dari mana dia mempelajari kata kata itu." David menggeleng.

__ADS_1


Setelah bantuan datang para warga mulai kembali semangat bekerja dan membangun kota mereka dengan alat yang sudah lengkap.


David sendiri melanjutkan pekerjaannya setelah para perajuritnya pulang karena tidak ingin ada rumor memalukan saat David terlihat bekerja kuli bangunan oleh para perajuritnya.


Setelah beberapa hari akhirnya semua tembok sudah David perbaiki dan bersiap untuk memperbaiki atap mansion yang hanya ditutupi oleh beberapa tambalan tenda untuk sementara.


Tapi lagi lagi ada tamu yang datang yaitu utusan kerajaan dengan seratus perajurit yang dipimpin oleh seorang jendral dan kereta mewah yang mereka kawal.


"Sepertinya kerajaan menanggapi suratmu." Ucap Stella pada David.


"Yang aku tahu mereka sangat sulit untuk mengabaikanku." Ucap David dengan percaya diri.


"Aku pun berpikir begitu." Ucap Stella santai saja.


Seorang jendral yang David kenal maju menghadap.


"Selamat siang puteri Stella Von Vermilion dan selamat siang jendral Dark." Ucap jendral tersebut.


"Siang jendral salamo." Ucap David dan Stella bersamaan.


"Terima kasih sudah datang jauh jauh kesini untuk melihat keadaan kami jendral." Ucap Stella sedikit menundukkan kepannya.


"Ini adalah wilayah Vermilion dan saya sangat dekat dengan tuan Vermilion sebelumnya sayangnya sekarang haih.." ucap jendral Salamo tidak meneruskan kata katanya.


Melihat Stella juga langsung mengingat ayahnya, jendral Salamo segera mengganti topik. "Puteri Stella, kami datang atas utusan raja artur untuk mengantar puteri Arfenit pemilik elemen suci untuk menyembuhkan nyonya Vermilion sesuai oleh permintaan jendral David Von Dark dan puteri Stella Von Vermilion." Ucap jendral Salamo mantap.


"Selamat datang puteri Arfenit!" David dan Stella langsung menundukkan kepalannya karena sekarang berada dalam keadaan formal setelah jenderal Salamo membacakan titah.


Puteri Arfenit sempat tersenyum melihat David tapi langsung merubah raut wajahnya saat Stella begitu dekat dengan David.


"Hmph!" Puteri Arfenit melewati mereka berdua.


"Eh?" Stella dan David langsung bingung.


"Tuan puteri?" Jenderal Salamo pun bingung.


Puteri Arfenit hanya bejalan sambil menghentak hentakkan kakinya masuk kemansion.


"Hmph padahal aku sudah jauh jauh datang kesini untuk melihatnya lalu kenapa dia malah dekat dengan wanita lain cih!" Berjalan puteri Arfenit kearah salah satu kamar yang menurutnya paling bagus dan langsung masuk saja untuk beristirahat.


Disisi lain tempat David.


"Ada apa dengan puteri Arfenit?" Stella bertanya kebingungan. "Apa aku melakukan sesuatu yang salah."


"Ais jangan terlalu dipikirkan puteri Stella." Ucap jenderal Salamo yang sedikit mengerti dengan pikiran puteri Stella.

__ADS_1


"Sudahlah, ... jendral Salamo anda bisa beristirahat didalam, Stella tolong antar jenderal Salamo aku akan mengarahkan perajurit kebarak untuk beristirahat." Ucap David.


"Baiklah." Stella mengangguk.


"Kalau begitu perajurit kuserahkan padamu jenderal Dark." Ucap jenderal Salamo mengikuti Stella.


David hanya mengangguk sebentar sebelum berjalan mendekat kearah para perajurit dan menunjukkan identitasnya sebagai jenderal Dragon Hand.


Para perajurit langsung berbaris dengan baik dan tegak saat melihat David mendekat, para perajurit sangat mengenal jenderal Dragon Hand sebagai kesatria yang sangat patuh dengan hukum dan sangat tegas.


"Haihh.." David langsung membuabg napas panjang begitu melihat ekspresi para perajurit yang begitu tegang. "Kalian bisa beristirahat sekarang, barak militer sudah hancur jadi lebih baik kalian cari tempat sendiri saja atau membangun tenda jika kalian bosan, kalain bisa membantu warga membangun kota, sekian.." ucap David dengan nada yang sangat malas.


"Eh!?" Semua perajurit langsung kebingungan karena ekpektasi mereka sangat berbalik dengan kenyataan.


David berjalan berbalik menuju kedalam mansion dengan membawa palu ditangannya. "Huwaa... aku sudah bekerja seharian, aku harus beristirahat." Ucap David menguap dan meregangkan tubuhnnya.


"Bubar yo." Ajak seorang perajurit yang ikut malas melihat ekspresi malas David.


"Hah aku ingin istirahat."


"Kapan pulang?"


Sementara itu David berjalan kearah kamarnya tapi satu keberadaan didalamnya membuatnya tersadar dan sebuah pikiran jahil tersirat didalam pikirannya.


David mulai menghilangkan hawa keberadaannya sebelum masuk kedalam kamar yang tidak terlihat siapapun tapi terdengar suara air dari kamar mandi.


".mm.. ah." Sebuah suara jelas didengar oleh David dari dalam kamar mandi.


"Apa yang dilakukan puteri ini?" David kemudian perlahan berjalan menuju kekamar mandi yang pintunya setengah rusak.


Yang David lihat adalah puteri Arfenit yang dalam keadaan telanj*ng dan memanikan dua aset berharganya.


'Sepertinya aku menemukan kebiasaan baru dari seorang wanita.' Batin David berusaha menahan diri melihat tubuh cantik bagaikan giok poles tanpa noda.


"Uh..mm... ah David.. mm." Puteri Arfenit semakin kencang memainkan miliknya.


David yang dari tadi berusaha menahan diri langsung lepas saat namanya terucap dimana dia sudah berada dibelakang puteri Arfenit memeluknya.


...----------------...


Thank you untuk para donatur tetap


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2