Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 177, Pernikahan Merly


__ADS_3

Satu minggu kemudian, hari pernikahan Merly dan David akhirnya tiba, terlihat jelas bahwa mansion Dark Dragon telah ramai oleh tamu undangan maupun perajurit yang berjaga didepan gerbang maupun perajurit yang menggunakan baju pelayan agar terlihat lebih sopan.


Beberapa warga juga banyak berkumpul didepan gerbang saat mengetahui acara pernikahan David, yang tadinya ingin mengadakan acara yang tidak terlalu ramai sekarang malah tambah ramai.


Acara pernikahan dilakukan ditaman mansion dimana sudah terlihat panggung kecil tapi mewah yang ada didepan semua tamu undangan.


Terlihat David berdiri berdampingan dengan Merly yang menggunakan gaun putih indah buatan Sina diatas panggung melakukan upacara pernikahan dan mengucapkan janji nikah dalam keheningan semua tamu yang menjadi saksi pernikahan mereka.


"Terlepas dari apa pun yang terjadi ... Di saat sakit dan di saat sehat ... Di saat kaya dan di saat miskin ... apa kau bersedia mencintai suamimu dan tetap setia kepadanya?"


"Aku bersedia." Ucap Merly meskipun tidak terdengar oleh orang lain tapi jelas didengar oleh David dengan sebuah senyum Merly yang tipis dibalik penutup wajahnya.


"Baiklah, silakan mencium pasangan kalian."


Dung..! Dung..! Dung..!


Suara dentungan lonceng terdengar saat David mulai membuka penutup wajah Merly dan sebuah ketegangan yang entah datang dari mana langsung menerjang semua orang.


"Merly." Ucap David kecil mendekatkan wajahnya pada Merly.


" ya." Merly pun sama tanpa memikirkan sekitar akhirnya Merly lebih dulu menarik wajah David untuk menciumnya.


"Mm." Sedikit David terkejut sebelum menikmati sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirnya.


"Terima kasih." Ucap Merly setelah melepaskan ciumannya.


"Ya."


Prok! Prok! Prok!


Disusul oleh tepuk tangan para tamu undangan yang hadir setelah ketegangan sementara yang akhirnya lepas setelah David mencium Merly.


Baik itu ayah dan ibu Astein maupun Astein sendiri dan ayah Merly menyaksikan langsung pernikahan David yang kedua ini dan syukurnya acara berjalan dengan baik tanpa masalah, semua anggota Guild Dark Dragon pun hadir termasuk Forts dan Tiger yang datang dari jauh.


Beberapa petinggi guild Bomvlest juga hadir mengikuti Mark, adapun beberapa ketua guild lain dan bangsawan terdekat yang David undang untuk meramaikan acara atau membantunya menghabiskan kue dan wine saja.


Setelahnya para tamu undangan kemudian memberikan selamat pada David dan beberapa hadiah pernikahan yang semuanya bisa dibilang mewah karena tentu mereka tidak ingin dikatakan miskin.


Meskipun David tidak terlalu membutuhkannya sekarang tapi David tetap harus menerima ketulusan orang lain.


"Tidak kusangka kau mendahuluiku bocah." Ucap Erik Lugard yang seakan ingin menangis memegang pundak David.


"Jangan memasang ekspresi seperti itu pak tua, sangat menjijikkan, para tamuku bisa pulang semua nanti." Ucap David menyingkirkan tangan Erik Lugard dari pundaknya.


"Andai saja Aslein mengizinkanku menikah lagi." Tapi Erik Lugard seakan tidak memperdulikan ucapan David dan lanjut curhat.


"Heh itu karena kau kurang bisa diandalkan." David malah meledek.


"Jangan seperti itu David, pokoknya aku senang karena kau senang tapi ingat ... Astein tetaplah istrimu, perlakukan dengan adil." Ucap Erik sedikit memberi nasihat sederhana.

__ADS_1


"Pasti." Jawab David mantap.


"Tidak kusangka Astein bisa berbagi.. haih.. sepertinya kau memang bisa diandalkan David." Ucap Aslein ibu Astein tiba tiba.


"Aa.. begitulah." David hanya tersenyum canggung karena tidak tahu menanggapi ucapan mertuanya itu.


"Jangan berkata seperti itu ibu." Ucap Astein yang tidak ingin membahasnya.


"Baiklah baiklah.. yang jelasnya, selamat atas pernikahanmu dengan Merly, Merly juga selamat yah." Lanjut Aslein mencium pipi Merly.


"Ya tante." Mengangguk Merly.


"Biarpun Merly adalah istri keduamu tapi kau juga harus memperlakukannya sama seperti Astein yah." Ucap Herly yang juga datang memberi selamat tapi memang dia dari tadi berdiri paling dekat dengan pengantin.


"Serahkan padaku."


"Selamat atas pernikahannya tuan." Tiger pun juga datang memberi selamat bersama adiknya Lily dan yang lainnya.


"Ya terima kasih sudah datang jauh jauh."


"Ini adalah hari istimewa tuan jadi tentu kami harus hadir."


"Oh selamat David." Ucap Forts yang juga datang bersama RedBen.


"Ah Forts, terima kasih juga karena sudah datang kesini tapi aku sebenarnya selalu menunggu kapan aku bisa mengucapkan 'selamat atas pernikahanmu' padamu Forts." Ucap David yang seakan meledek Forts.


"Hehe.. selama ada RedBen, aku tidak perlu menikah." Tapi Forts seakan tidak menanggapi ledekan David dan malah berbangga diri atas adiknya itu.


"Nona tolong tenang lah, ini acara tuan David." Gal dan Gel segera menenangkan RedBen karena biasanya itu adalah kode sebelum kaki RedBen melayang diwajah Forts.


"Huhh.. David sebaiknya kau memberikan kursus pada kak Forts agar dia cepat menikah dan juga selamat atas pernikahanmu." Ucap RedBen menenangkan diri dengan kembali memasang sepatunya.


Dan begitulah acara pernikahan David dan Merly berlangsung sebelum semuanya bubar saat acara sudah selesai.


...


Malam hari


Baru saja David ingin beristirahat saat selesai makan malam Virinda tiba tiba datang memberi kabar buruk.


"Tuan, kota Dragkolli diserang monster, bukan hanya itu beberapa kota yang dekat dengan Devil Forest juga mendapatkan serangan termasuk salah satu kota milik keluarga Vermilion." Ucap Virinda melaporkan.


"Minta semuanya berkumpul diruang kerjaku sekarang." Ucap David yang belum sempat membuang berbaring sekarang malah mendapat kabar buruk.


"Baik tuan." Ucap Virinda sebelum menghilang.


"Sial, kenapa harus sekarang coba?" David segera menuju keruang kerjanya meninggalkan Merly yang masih mandi.


...

__ADS_1


Ruang kerja David


"Semuanya sudah datang?"


"Iya tuan." Jawab Virinda.


"Baiklah, Virinda jelaskan situasinya." Ucap David duduk dengan santai dimana hampir semua anggota guild Dark Dragon hadir hanya tinggal Astein dan Merly sajalah yang tidak ada.


Virinda mengangguk sebentar sebelum membuka suara. "Sekarang kita memasuki situasi darurat, beberapa kota yang berdekatan dengan Devil Forest mendapatkan serangan monster, beberapa kota berhasil ditumbangkan dan seperti perkiraan semuanya kota Dragkolli tetap aman." Ucap Virinda menjelaskan sesingkat mungkin.


"Bagaimana dengan wilayah Vermilion?" Bertanya David.


"Kota yang baru saja akan mereka tempati mendapatkan serangan tuan jadi ada beberapa warga yang menjadi korban tapi yang lainnya masih sempat melarikan diri dibantu oleh perajurit yang ada." Jawab Virinda.


"Kotanya?" Lagi David bertanya tentang kondisi kota tersebut.


"Sayangnya rombongan monster terlalu besar sehingga nona Stella tidak dapat mengirim perajurit untuk mengambil alih kembali kota, sekarang kota tersebut diduduki oleh pasukan monster." Jelas Virinda.


"Baiklah, Moar." Panggil David.


"..." seperti biasa Moar hanya datang menghadap tanpa mengatakan apapun.


"Kirim squad Assassin untuk membantu Stella." Perintah David.


"Baik." Ucap Moar sebelum menghilang.


"Lanjutkan." Ucap David meminta Virinda untuk melanjutkan penjelasan, meskipun mereka sedang rapat tapi David malah selalu bertanya dan memotong penjelasan Virinda.


"Beberapa kota yang diambil alih oleh monster akan segera mendapatkan bantuan dari ibu kota mereka masing masing, pasukan serigala juga sedang berusaha untuk membersihkan monster yang tersisa diwilayah Devil Forest yang dekat dengan Dragkolli City dan Vulgata Town." Lanjut Virinda menjelaskan.


"Bagaimana menurutmu Tiger?" David bertanya.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Eko Arliansyah


-QUEEN


-Lutfan


-Gerald


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2