Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 91,Tiba Di Livius Empire


__ADS_3

Depan Guild petualang kota kerajaan.


"Begini kah Guild mereka." Alfa melihat dari segala penjuru Guild yang mana lebih mirip bar dari pada Guild.


"Sepertinya begitu." Ririn memestikan setelah melihat tulisan diatasnya.


"Ayo kita masuk terlebih dahulu." Alfa segera membuka pintu dan masuk diikuti oleh Ririn.


Kriek...


'Situasi yang klise' batin David saat melihat semua orang berhenti dan menatapnya saat melangkah menuju ke arah resepsionis.


"Dia itu petualang atau kesatria? Kenapa armornya lengkap sekali." Bertanya seseorang petualang kepada temanya yang sedang minum bir.


"Kapan apra kesatria sombong itu akan datang keguild sudah pasti dia petualang." Yang lain pun menjawab kemudian lanjut minum.


"Lalu bagaimana dia bisa memiliki armor lengkap begitu saat dia bahkan belum memiliki rank" yang lain kembali bertanya.


"Dari mana kau tahu kalau dia tidak memiliki Rank bisa saja dia menyembunyikanya kan" yang lain acuh tak acuh.


"Itu sepertinya mereka baru daftar." Mereka menunjuk kearah Alfa yang sedang mendaftar bersama Ririn.


"Pasti dia itu hanya anak orang kaya yang bodoh karena memilih menjadi petulang dengan menggunakan armor pull begitu" yang lain menjawab.


Jelas Alfa mendengar semua ocehan mereka termasuk Ririn yang terkadang sedikit bangga saat ada yang memuji tuannya tapi terkadang langsung emosi saat ada yang menghinanya.


'Kumohon kalian semua jangan berbicara lebih dari ini atau kepala kalian akan putus malam nanti.' Alfa tidak tahu nasib para petualang itu besok apa lagi level mereka hanya berkisar ddi dua puluhan sampai lima puluhan Alfa hanya dapat menahan Ririn agar tidak berburu manusia nanti malam apa lagi terlihat jelas kalau Ririn masih memiliki dendam pribadi dengan seluruh manusia di Livius Empire bahkan dia tidak dapat membedakan mana orang baik dan mana orang jahat semuanya sama dimata Ririn.


"Untuk Rank anda sekarang masih berada pada rank Copper kami akan menaikkan rank anda tergantung konstribusi anda dan kekuatan anda pada guild" ucap resepsionis itu setelah menerima seluruh catatan identitas Alfa yang pastinya palsu.


"Ini adalah plat Rank kelompok anda dengan ini anda bebas masuk keluar dari kota tapi anda harus membayar satu keping perak untuk ini." Resepsionis itu memberikan sebuah kalung plat Copper kepada Alfa.


"Ini untuk kedepanya aku maaih memerlukanmu." David memberikan satu koin emas pada resepsionis itu.


"Terima kasih tuan." Yang tadi cuek cuek saja berubah jadi ramah.


'Ternyata di Livius empire tidak membutuhkan kartu identitas dan hanya perku menujukkan kalung milik ketua kelompok.' Batin Alfa memasang kalungnya.


"Lihat dia hanya rank Copper tapi sudah memiliki armor lengkap class atas begitu." Seorang petualang mulai mencari masalah.


"Sudah kubilang pasti hanya anak orang kaya yang memiliki banyak uang dan cari mati."

__ADS_1


"Mereka akan jadi incaran empuk para bandit petualang." Berbagai komentar melayang pada Alfa saat dia sedang mengesek beberapa misi untuk mwningkatkan level konsgribusinya.


Sementara ditempat Alfa dia masih terus memilih dan Ririn dibelakangnya berdiri dengan twnang tapi dihatinya sudah ingin menebas semua orang disana.


"Baiklah ini dia membasmi seratus undead." Alfa mencabut salah satu kertas misi.


Brak!..


David meletakkan kertas misi itu diatas meja lebih tepatnya menggebraknya.


"Aku ingin misi ini." Ucap David percaya diri.


"Maaf tuan ini adalah misi untuk kelompok rank iron jadi anda belum bisa melakukannya." Resepaionis langsung menolak.


"Kenapa begitu. saya adalah seorang ahli pedang dan dia adalah penguasa pedang ringan jadi misi ini akan mudah." Alfa tetap kekeh.


"Maaf tua. tapi jika misi gagal mungkin akan membahayakan orang lain." Siresepsionos memberikan alasan.


"Baiklah berikan aku misi paling sulit yang bisa aku lkukan." Alfa memyerah.


"Biasanya rank Copper akan melakukan misi untuk memburu orge atau goblin tapi mereka biasanya bergerak lebih banyak tapi tim anda hanya memiliki dua tim apa perlu saya rekomendasikan tim anda untuk bergabung dengan tim lain?" Bertanya resepsionis.


"Haha kebetulan di tim kami ingin pergi berburu orge besok jadi kenapa kita tidak bergabung dalam misi saja." Seseorang petualang datang pada Alfa.


"... kamu urus saja." Alfa memikirkan baik baik sebelum akhirnya memilih untuk bergabung dengan mereka.


"Sebelum itu perkenalkan aku Eden dia Zerav Louis dan Dom kami tim rank silver tapi kalian bisa ikut dengan kami jadi tenang saja." Eden menjelaskan dan menunjuk satu persatu nama kelompoknya.


"Aku Alfa dia Ririn." Singkat saja Alfa menjawab.


"Apa dia kekasih tuan Alfa." Aden jadi agak canggung karena Alfa hanya menjawab singkat dan memiliki suara seperti pria tiga puluh tahunan jadi dia memanggilnya tuan walaupun rank nya lebih tinggi tapi Alfa suka dengan orang ini juga Alfa memang sengaja mengubah suaranya.


Begitu Eden berkata ntah kenapa Ririn yang biasanya selalu tegas lamgsung salah tingkah.


"I-itu tu-tuan Alfa sudah memiliki nona Aste-" Ririn gugup parah tapi ucapanya terpotong.


"Ririn!" Tegas Alfa memperingati karena bisa saja ada orang yang mengenal Astein dan dia sebagai suaminya.


"Maaf tuan!" Ririn hampir berlutut.


"Maaf menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya saya tanyakan." Suasana menjadi canggung dan Eden meminta maaf.

__ADS_1


"Hey nona kenapa kamu tidak menjadi kekasihku saja." Zerav datang dengan lebaynya membawa bunga dimukutnya saat mendengar Ririn bukan milik Alfa.


"Jika tidak ingin ***** mu pecah sebaiknya menghindar!" Ririn kembali kemode dinginnya dengan menatap Zerav tajam yang membuat Zerav merinding.


"Baiklah kalau begitu kita akan bertemu disini besok byby!" Cepat Eden menyeret Zerav keluar sebelum membuat masalah.


"My Lady kita akan bertemu besok ak- ukh!" Belum sembat dia meneruskan perkataannya satu pukulan melayang dikepala yaitu louis.


"Kita cari penginapan." Alfa berjalan keluar Guild.


Ririn segera menyusul.


**********


Didepan penginapan.


"Kenapa tuan harus mengunjugngo penginapan bobrok ini tuan? Ini sama sekali tidak cocok untuk tuan." Ririn agak risih dengan penginapan ini.


Penginapan tersebut besarnya kurang lebih sama dengan penginapan milik paman Herly tapi yang membedakan adalah banyak petualang sedang minum dan mabuk mabukan bau lagi.


"Sekarang kita harus menginap dimana memiliki lebih banyak petualang maka disitu tempat yang bagus untuk kita sekarang." Alfa melangkah masuk.


Benar benar adegan klise dimana lagi lagi Alfa harus dipandangi oleh sekelompok petualang yang lebih mirip preman saat dia sedang berjalan menuju resepsionis.


"Armor nya lengkap cui." Lagi lagi masalah Armor.


"Bukan itu tapi lihat perempuan dibelakangnya itu lebih cantik dari pada yang dirumah bordil." Yang lain malah lebih tertarik dengan Ririn.


"Dia itu hanya anak orang kaya yang menarik perempuan lewat uang lihat rank dilehernya." Petualang lain menyadari kalung rank Alfa.


"Ternyata hanya rank Copper nanti pasti bakal dijadikan target penjarahan oleh para petualang lain." Berbagai komentar berhasil masuk ketelinga Alfa dan Ririn.


'Kumohon kalian jangan diteruskan atau aku tidak dapat menjamin kalian masih bisa hidup besok atau tidak.' Batin Alfa berkeringat dingin saat perlahan lahan hawa keberadaan Ririn menghilang padahal jika dilihat dia masih ada ditempat.


"Ini tuan kunci kamar anda dengan dua tempat tidur." Resepsionis itu memberikan kunci setelah Alfa membayar.


"..." Alfa cepat dia mengambilnya dan berjalan menuju kamar yang resepsionis itu maksud tapi masalah tetap datang.


Seseorang petualang botak tiba tiba meletakkan kakinya didepan langkah Alfa.


'Aku sudh menahan untuk tidak mencari masalah dengan kalian tapi kalian sepertinya memang cari mati.' Alfa menginjak kaki petualang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2