
"Jadi kau berniat membunuh ku?." Bertanya David saat rasa sakit yang sudah lama ia tidak rasakan kembali ia rasakan hari ini.
"Kau itu yah." Entah kenapa malah Aron yang emosi. "Apakah pukulanku masih kurang untuk menyadarkanmu?" Aron bertanya.
"..." terdiam David dimana David sendiri menyadari maksud dari Aron yaitu belum juga memberitahukan kenyataannya pada Rina.
Aron sebagai orang yang mengenal Rina serta pernah berjuang bersama tentu mengetahui bagaimana rasa sayang Rina terhadap David namun saat ini David berperilaku seakan tidak tahu itu.
"Kau itu membuatku kesal, terus membahas masah dibumi dan mengenang masa lalu, itu membuat Rina sedih David!!." Berteriak Aron yang mulai muak melihat tingkah David.
Memang setiap hari David membahas masa lalu Rina karena David juga rindu akan saat saat tersebut namun itu tentu membuat Rina semakin sedih karena merindukan sang kakak yaitu David.
"Maaf." Secara tidak sadar David mengatakan maaf.
"Minta maaflah pada Rina, Cih!." Aron masih berusaha menahan diri dan memilih untuk pergi agar membiarkan David kembali bertindak sendiri namun jika David terus seperti ini mungkin Aron akan mengambil langkah sendiri.
".. terima kasih." David memikirkan apa yang dikatakan Aron dan kembali tersadar akan ekspresi Rina saat mengenang masa lalunya, disaat itu David merasa sangat bahagia namun tidak menyadari perasaan Rina. 'Aku gagal sebagai kakak.'
Berjalan David untuk menemui Rina diperpustakaan istana kerajaan, saat sampai David dapat melihat Rina yang masih menunggu.
"Kau menunggu lama?" Bertanya David.
"Tidak yang mulia." Jawab Rina.
David menarik napas dalam dalam sebelum tenang. "Rina ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." David memberanikan diri.
"Ada apa yang mulia? Tiba tiba menjadi serius." Rina sedikit bingung dimana biasanya David selalu bersikap santai dan mudah diajak ngobrol tapi saat ini tiba tiba menjadi sangat serius.
"Lihat ini." David menghilangkan penyamaran serta penghalang statusnya.
Bersamaan dengan warna rambut David yang kembali seperti semula statusnya juga yang terhalang dimana tadi namanya adalah Alfa Van Vircherry berubah menjadi David Von Dark.
__ADS_1
Bukan hanya itu namun David mengirimkan title reinkarnasinya pada sistem Hunter Rina, David telah mencoba hal tersebut pada Aron dan ternyata berhasil meskipun tampilan sistem mereka berbeda.
"David Von Dark? ... Reinkarnator? Yang mulia apa maksudnya ini." Rina bertanya saat matanya mulai berkaca kaca dengan air mata yang sedikit lagi akan tumpah.
"Maafkan kakakmu ini, Rina." David sangat menutup matanya tidak ingin melihat wajah marah adiknya Rina.
"Kakak Bodoh!" Teriak Rina sebelum memeluknya.
"Eh?." David terkejut saat merasakan pelukan Rina dimana bau sampo yang sangat nostalgia kembali ia rasakan itu adalah sampo mint favorit Rina dari saat ia masih kecil.
"Ini benar benar kak David kan." Rina jauh lebih terkejut namun saat ini dihadapannya berdiri sosok yang ia yakini sebagai kakaknya tanpa ada keraguan sama sekali dan langsung mempercayainya.
"Nn." David menjawab dengan anggukan.
Cukup lama Rina memeluk David saat David mulai mengelus rambut halus Rina yang membuatnya teringat saat saat dibumi, disisi lain Rina merasakan sosok yang selalu ia rindukan meskipun dalam tubuh yang berbeda namun ia merasakan kuat kehadiran David disana.
Rina memeluk erat David seakan tidak ingin melepaskannya lagi dimana selama ini ia selalu merindukannya dan berharap dapat bertemu lagi tapi itu adalah hal mustahil dan Rina tau, namun saat ini kemustahilan tersebut pecah dimana Rina berhasil memeluk erat David sang kakak.
"Maafkan Rina kak." Rina meminta maaf. "Rina telah merepotkan kakak sampai harus bekerja keras seperti itu." Rina menganggap bahwa penyebab kematian David adalah dirinya sendiri.
Akhirnya David mendapatkan lowongan dengan gaji besar untuk menjadi target uji coba mesin VR namun disitulah tragedi terjadi dimana kebakaran besar melanda perusahaan tersebut, David dinyatakan meninggal dunia saat itu juga.
"Tidak kakaklah yang salah seharusnya kakak bisa terus menjagamu, kau sudah berusaha keras yah." David meminta maaf dan memuji Rina yang telah bekerja keras melewati tragedi dibumi tepat setelah kematian David.
Yah itu sangat berat bagi anak perempuan berusia empat belas tahun dimana baru saja kehilangan kakak keluarga satu satunya sekarang bumi menjadi aneh dimana muncul banyak monster yang menyerang manusia namun Rina berhasil melewati itu semua dan menjadi seorang hunter atau pemburu monster yang terkenal.
"Kakak." Rina menangis keras melepaskan segala hal yang Rina tahan selama ini.
Dari jauh Aron memperhatikan. "Seharusnya aku memotret saat saat seperti ini tapi ponsel ku malah kehabisan baterai." Gumam Aron saat meluhat Rina yang terkenal ditimnya sebagai wanita yang tidak pernah mengeluh sekarang menangis keras saat bertemu dengan kakaknya.
Rina yang merupakan seorang Assassin dan tidak pernah melepaskan penjagaannya tiba tiba tertidur pulas setelah menangis dimana ia merasa aman dipelukan David.
__ADS_1
"Kau masih belum berubah yah Rina." Tersenyum David melihat salah satu kebiasaan adiknya yang akan tertidur saat setelah menangis.
Disisi lain Vexana dan Virinda tersenyum memperhatikan David yang akhirnya mengungkapkan kebenarannya pada adiknya.
"Aron apa yang kau lakukan?" Selartain tiba tiba muncul dan bertanya pada Aron.
"Bukan apa apa ayo kita cari makan." Aron tidak berniat menjelaskan dan langsung pergi.
"Nn baiklah." Selartain langsung mengangguk setuju tanpa memperdulikan alasan Aron.
Alasan Selartain mengikuti David keMagiccary Empire sendiri karena adanya Aron, Aron terus menjahili Selartain selama mendapatkan kesempatan maka dari itu Selartain terus mengikuti Aron untuk mencari celah agar dia juga dapat membalasnya.
Selartain bahkan sesekali mendatangi Aron saat Aron masih mengawasi peroyek kereta David namun sampai saat ini Selartain bukannya mendapatkan celah malah selalu memberikan kesempatan bagi Aron untuk menjahilinya.
Saat ini Selartain mulai dekat dengan Aron dan selalu bermain bersamanya.
Keesokan harinya saat David berjalan diistana bersama Virinda, Rina tiba tiba mendatanginya.
"K-kak David." Rina sedikit gagap dimana srlama ini dia banyak bercerita pada David tentang keseharian mereka dan menurutnya itu sangatlah memalukan.
"Ada apa Rina?" David membalas seakan tidak ada masalah.
"Bisa ceritakan bagaimana kakak bisa ada disini?" Bertanya Rina.
"Apa Aron belum menceritakan nya?."
"Aku ingin mendengarnya langsung dari kakak." Rina menjawab dengan serius tapi itu yang membuatnya menjadi imut.
"Baiklah tapi bagaimana jika kita mengganti tempat dulu." David tidak keberatan dan ingin mencari tempat yang bagus. "Di kota ada sebuah restoran yang cukup enak, mau makan disana?" Saran David.
"Baik kak." Rina menyetujui.
__ADS_1
Mereka berdua pun keluar istana kerajaan secara diam diam agar tidak repot dimana harus ditemani oleh pengawal sedangkan Virinda yang mengerti situasi memilih untuk tidak ikut.
Saat sampai di restoran mereka langsung memesan menu makanan yang mereka pilih, David belum juga mulai menceritakan dirinya hingga akhirnya separuh makanan Rina sudah habis.