
Swosh...
Langsung saja David mengeluarkan semuanya dan Resepsionis juga memastikan kembali jumlahnya.
"Memang benar ini 1.000 potion tingkat dua dan 400 potion tingkat satu.. kami akan membelinya dengan harga normal, silahkan ikuti saya untuk mengambil uanga anda" dia kembali berjalan menuju mejanya.
"Ini uang anda dan bukti transaksinya tuan" ucapnya menyerahkan 6 koin Ruby dan 200 koin emas.
TL note : 1 koin Ruby \= 1.000 koin emas.
"Baik terimah kasih.. nona apa saya bisa minta tolong?" David kembali bertanya.
"Ada apa tuan" tanyanya.
"Saya membutuhkan rumah yang besar minimal memiliki dua lantai dipinggir pantai, apa nona bisa membantuku" tanya David.
"Tentu tuan.. kebetulan kami memiliki beberapa rumah dipinggir pantai yang bagus untuk tuan dan memiliki pemandangan yang bagus" resepsionis itupun mulai mengeldah beberapa berkas yang ada diatas mejanya.
"Tolong bantuangnya" David juga mulai merendah.
"Ini adalah rumah terbaik kami yang ada dipinggir pantai, jika tuan mau kami bisa memberikan diskon 20% kepada tuan" ntah apa yang dipikirkan resepsionis ini ataukah memang sipemilik rumah lah yang ingin memberikan diskon.
"Boleh saya lihat" tanya David.
"Boleh tuan" ucapnya memberikan sebuah berkas kepada David tapi tidak sengaja berkas lain pun tercecer disana.
"Sebenarnya rumah ini terlalu besar jika hanya untuk berlibur saja.. ah ini lebih baik.. berlantai dua, dekat pantai dan restorant Monetti juga dan tidak terlalu besar" ucap David melihat sebuah rumah yang sangat sederhana lantai duanya pun hanya lotengnya saja.
"Ee baiklah tapi kami tidak akan memberikan diakon dan penawaran kepada eumah tersebut karena seluruh properti yang diserahkan keguild kami sudah ditetapkan harganya kecuali rumah yang tadi" jelasnya.
"Baik saya akan membayarnya" David segera mengeluarkan 700 koin emas persis dengan yang tertulis diharga.
__ADS_1
"Terima kasih tuan, tuan hanya perlu menanda tangani dibawah sini maka rumah tersebut milik anda" ucapnya menyerahkan sebua gulungan yang mirip seperti surat tanah dunia ini.
Setelah membacanya secara teliti David segera menandatanganinya dan mengambil kunci rumah tersebut, setelah itu David segera keluar menuju pandai besi dan menduplikat kuncinya menjadi tiga. Satu untuknya dan dua lainya untuk Merly dan Tiger.
"Aku dan Merly akan menuju kerumah yang baru kubeli sedangkan Lily kembalilah kepenginapan untuk memberitahu Tiger dan yang lainya kalau kita akan menginap dirumah baru malam ini, dan berikan kunci ini pada Tiger" David segera saja berjalan menuju pantai setelah menyerahkan kunvi dan peta rumahnya kepada Lily sedangkan dia menggunakan Map sistem.
"Baik tuan" Lily juga berjelan kembali kepenginapan.
Malam hari Rumah David.
"Rumah ini akan kunamai Black Home" walau hanya atapnya saja yang berwarna hitam dan didingnya berwarna coklat tapi David malas memikirkan nama dan asal saja dia menamai rumahnya.
"Tuan David.. makanan yang kami beli di Restorant Monetti telah diantar tuan" Suara Lily terdengar dari tangga, karena memang kamar David diloteng kali ini tidak memiliki tanga layaknya dipenginapan paman Herly tapi hanya memiliki tangga yang menghubungkan lantai kamar David dan lantai satu.
"Yah aku akan segera turun" David segera bersiap, walau begitu masih ada yang menganjal pikiran David, sejak Lily sering bergaul dengan Merly, Lily juga semakin terbuka dan tidak terlihat malu malu lagi pada David.
David segera turun kelantai bawah dan langsung bergammbung dengan yang lainya untuk makan disatu meja, mereka mulai bercanda ria karena Tiger dan yang lainya juga muali tidak terlalu kaku apda David tapi tetap menunjukkan hormat sebagai Leader mereka.
Gerbang kota.
"Maaf kami terlambat, tadi malam kami terlalu banyak makan sehingga hari ini kesiangan" David datang dengan rombongannya menunggangi kuda, David bersama Merly dan Tiger bersama Lily yang memang mereka adalah adik kakak, David segera menghampiri Suli dan meminta maaf.
"Tidak apa apa.. kami juga baru saja siap" ucap Suli Kemudian naik kekereta yang sudah penuh dengan karung garam untuk mengemudikan keretanya.
"Ayo jalan" Mereka mulai perjalanan setelah Suli memberi aba aba.
Merly dan Lily kembali kekereta dan David kali ini berada didepan karena ingin berbicara dengan Suli.
"Ada apa David?" Tanya Suli yang melihat David seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Tuan Suli jika dikota ini para bandit itu memiliki mata mata maka kemungkinan besar kita akan diserang oleh bandit saat ditengah jalan" Ucap David memberitahukan kegelisahanya.
__ADS_1
"Memang benar apa yang kamu khawatirkanbisa saja terjadi apa lagi mereka sudah mengetahui kita membunuh angota mereka jadi kemungkinan mereka juga akn mengirim orang yang lebih banyak" ucap Suli yang merasakan hal yang sama.
"Aku sudah mengutus Wolf untuk memata matai mereka jadi jika kita dalam bahaya kemungkinan wolf akan datang bersama pasukanya" David mencoba menenangkan diri.
"Kuharap juga begitu" Suli pun juga menenagkan diri.
"Jika mereka menyerang cobalah kalian untuk berlindung disatu kereta saja agar dapat mempermudah pekerjaan kami" David pun mengantisipasi danbtidak ingin timnya terpisah pisah karena Menurut laporan Para babdit itu memiliki level 30 sampai 60 sedangkan pemimpinya memiliki level 70.
"Baik David" ucap Suli.
"Tuan Suli tolong bagikan ini keangota anda yang lainya, jika anda merasakan ada kabut beracun maka segeralah meminumnya" David menyerahkan sebuah potion anti racun yang dibuat oleh Scochi, David mungkin akan meminta Scochi membuat kabut bercun nanti yang dapat melemahkan pergerakan musuh jika mereka terkepung.
"Saya akan mengingatnya" Sulilangsung mwngambil lima botol Potion yang David berikan dan David juga sudah membekali mereka dari awal berangkat dari kota Grenn masing masing lima Helath potion tingkat satu.
David kembali kebelakang untuk berjaga sedangkan mereka semua juga memang sudah merapatkan strategi mereka saat segala kemungkinan terjadi diperjalanan.
Diperjalanan mereka terus menghabisi kelompok Orc yang menghadang mereka dan berkat itu pula mereka mulai mengalami peningkatan level.
Setelah seharian beejalan dan hanya beristirahat saat siang hari untuk makan dan lanjut lagi juga tidak ada bandit yang menyerang, sekarang mereka kembali memutuskan untuk istirahat karena haris sudah gelap dan tidak ingin mengambil resiko terlalu banyak.
Kali ini David lah yang berjaga selama 2 jam untuk mulai berganti tapi sebelum itu David juga mengirim Moar untuk melihat keadaan sekitar untuk melihat apakah ada kelompok monster.
"Bagaimana?" Tanya david saat melihat Moar kembali.
"Ini aneh tuan karen saya tidak menemukan monster apapun termasuk slime tapi saya menemuka Beberapa Core slime diarah selatan dan jejak darah di arah utara, kemungkinan itu adalah jejak darah serigala karena memiliki beberapa sisa bulu didekat jejak darah tersebut" itulah lapkran hasil analisis Moar.
"Moar segera bangunkan semua orang secara diam diam.. kita terkepung sekarang dan suruh Merly untuk bersiap melepaskan Kabut beracun milik Scochi begitu aku memberikan aba aba" David berbicara pelan sambil selalu meilirik kearah sekitar dan segera saja dia membuka map dan ternyata betul bahwa mereka terkepun.
...****************...
TL note : jika didungeon monster tidak akan mati walau diserang kepalanya karena mereka hanya akan mati jika bar hpnya habis tapi tetap akan menimbulkan Critical Damage saat menyerang titik Vitam, sedangkan permukaan monster dapat mati jika bagian Vitalnya terluka seperti Leher kepala dan jantung begitu pula manusia.
__ADS_1