Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 50, sore tenang, Virinda


__ADS_3

"Tuan" Virinda tiba tiba berjalan mendekat bukan langsung datang mengejutkan.


"Bagaimana?" Tanya David menenangkan diri sambil terus melihat ombak saling mengejar yang lain.


Ingin rasanya David membangun sebuah pondok dipinggir pantai untuk menikmati hidupnya bersama Merly dengan hidup yang santai dan damai seperti ini.


Tapi David sudah mengambil langkah lebih awal yaitu untuk membangun kekuatan karena David paling tidak suka jika harus dikendalikan oleh orang berkuasa seperti dibumi.


"Saya menemukan orang yang ingin menjual pantai didekat rumah tuan" Virinda menjawab.


"Hmm.. kamu atur saja pembelian pantainya dan pembangunan dermaganya aku hanya akan menyiapkan uang yang kamu perlukan" David menyerahkan semua urusan pantai kepada Virinda.


"Saya mengerti tuan" Virinda masih tetap berada didekata David karena merasa tuanya sedang memikirkan sesuatu masalah yang sulit.


"Maaf merepotkanmu Virinda" Ucap David tanpa menoleh.


"Ini adalah tugas saya tuan" Virinda ikut duduk menemani David menikmati waktu sorenya.


"Ya.. kedepanya aku akan merep- mh" Tangan lentik milik Virinda tiba tiba datang kewajah David dan menariknya untuk berbaring dipaha milik Virinda.


David pun seakan tidak bisa menolak karena sebuah kehangatan datang saat kita memikirkan masalah itua akan membuat kita menjadi lebih nyaman.


"Beristirahatlah tuan.. karena besok tuan harus kembali sibuk untuk mengurus kami" bisik Virinda kepada David dengan lembut dan mulai menghusap Rambut Hitan dengan ujung putih milik David.


Hembusan angin sore dipinggir pantai dan usapan lembut dan hangat dikepala David membuatnya merasa jauh lebih nyaman dan akhirnya tertidur.


**********


Malam hari rumah David.


"Maaf lagi lagi merepotkanmu Virinda" ucap David berjalan memasuki rumah untuk makan malam.


"Tidak apa apa tuan" Virinda tidak memprmasalahkanya.


"Aku masih harus minta tolong padamu.. mungkin kamu tidak memiliki banyak waktu untuk berlibur disini karena monggu depang kamu harus pulang kekota Green untuk mengantar Potion sekalian membawakan daging Orc pada para serigala, aku akan meminta Wolf menjemputmu kesarangnya saat kamu kembali kekota Green" ucap David.

__ADS_1


"Tidak masalah bagi saya tuan" Virinda pun menyanggupi.


"Aku masih punya banyak hal yang ingin kubahas denganmu Virinda.. setelah makan malam nanti temani aku keluar jalan jalan dipantai" ucap David.


"Baik tuan"


David memasuki ruang makan dan mulai makan bersama dengan yang lainya, kali ini mereka makan banyak makanan mewah yang berbahan ikan untuk malam pertama karena besok semuanya akan sibuk kecuali Merly dan Lily.


**********


Setelah makan malam David bersama Virinda keluar untuk membahas sesuatu yang dimaksud oleh David.


"Virinda dimana letak desamu?" Tanya David karena merasa jika harta leluhur yang dimaksud Virinda pastilah sesuatu yang sangat berharga atau setidaknya mampu meningkatkan kekuatan Virinda dan timnya karena leluhur mereka berasal dari kaisar pertama dunia ini sudah pasti peninggalan mereka bukan sembarangan, sekalian memenuhi janji David untuk membantunya balas dendam.


"Desa kami terletak diperbatasan kota Loyi dan kota Green, jika menunggangi kuda dari kota Gren menuju kota Loyi hanya membutuhkan waktu satu hari, saya yakin bangsawan Balarak itu sudah mengirim orangnya untuk membangun kembali desa dan berpura pura sebagai warga desa untuk mengecoh kerajaan" jelas Virinda dengan auranya yang mulai meluap luap karena emosi.


"Bangsawan itu pasti menempatkan sebagian prajurit elite nya disana untuk memimpin prajurit biasanya menyamar" David menanggapi ucapan Virinda.


"..." Virinda terdiam.


"Kita akan kedesamu untuk menyelsaikan prajurit mereka yang ada disana setelah itu kita bisa membunuh Baralak saat kita telah mengamankan harta karun keluargamu, jangan sampai dia mengunakannya untuk mengancam kita" jelas David.


"Sudahlah ayo kita istirahat dulu" David berjalan kembali kerumahnya.


David kembali untuk beristirahat tapi Virnanda masih berdiam dipantai menikamati malam, David membiarkanya sendiri karena tidak tahu cara memghibur orang.


Saat David memasuki kamarnya diloteng disana juga sudah ada Merly yang tidur.


"Hmm dasar.. tapi memang kelihatan lebih imut saat seperti ini dari pada saat sedang bangun dan membuat banyak hal yang merepotkan" David tersenyum melihat Merly, walau kadang ngeselin dan tetap serius saat dalam masalah genting tapi itulah yang membuat Merly tiada duanya.


"Selamat malam" pada akhirnya David juga tidur didekat Merly.


**********


"Hmm Merly hey" David tersenyum saat bangun dan langsung melihat wajah Merly dipagi hari yang membasahi lengan David dengan liurnya.

__ADS_1


"Merly bangun" David mulai mengerjai Merly dengan menarik hidungnya.


"Masih tidak mau bangun?" David semakin menjadi mulai menarik hidung pipi dan membuka matanya saat tahu Merly sudah bangun.


"Aku tau kamu sudah bangun Merly" David berdiri dan mengendong Merly kearah jendsla yang membuatnya bangun dengan cepat.


"Ah kak David nggak seru.. seharusnya akan ada ciuman selamat pagi atau semacamnya" Merly mulai mengrutu.


"Oh kau mau" David segera mendekatkan wajahnya kewajah Merly yang membuat wajah Merli langsung memerah dan mendorong David dengan cepat.


"Merly akan sarapan!!" Tanpa melalui tangga Merly langsung melompat dari loteng menuju lantai satu.


"Dasar" David hanya menanggapi sifat Merly dengan senyum, cukup lama David tidak sedekat ini dengan Merly karena terhalang olhe kesibukan sehari hari.


David segera membasuh seluruh tubuhnya karena dirumah ini hanya ada dua kamar mandi dilantai bawah.


Setelah mengunakan baju kaos biasa dan celana panjang segera dia bersiap untuk sarapan dan memulai proyek kapalnya.


**********


Forts mulai menempa bagian bagian kapal mengunakan logam, dan ini akan menjadi kapal pertama berbahan logam didunia ini.


Tiger Bord Ahrul dan Moar pergi kehutan menebang kayu untuk mendirikan tempat merakit kapal dipantai.


David sendiri terus memperhatikan pekerjaan Forts agar tidak ada masalah pada kapal nantinya.


Virinda bersama timnya sedang mengurus berbagai keperluan membangun dermaga, David juga memintanya mencari orang yang bisa membangun tempat untuk Forts menempa kapal yang besar karena dari sketsanya sudah dipastikan panjang kapal yang akan David buat adalah 30 meter dengan bentuk kapal pesiar kecil di bumi bedanya hanya mesinya saja.


Forts terus menempa dengan cepat dan David dengan cepat juga melakukan sesuatu jika Forts memintanya seperti meleburkan logam banyak sekaligus atau yang lain.


Seluruh alat menempa Forts bawa dari kota green jadi tidak akan ada masalah pada kemampuan Forts selama memiliki alat dan bahan.


Hari demi hari terus berlanjut, Virinda dan timnya telah dikirim oleh David untuk menganta Potion dan memberikan daging para Orc pada serigalanya dan memastikan Wolf memakan Daging Orc captain, mereka dikirim setelah mengundang beberapa pekerja kotruksi yang sudah memulai membangun dermaga dipantai milik David juga tempat penempaan Forts yang baru dan lebih dekat dengan tempat menyusun dan membuat kapal.


Hari terus berganti dan satu bulan telah berlalu semua alat bagian luar telah terpasang kecuali berbagai mekanis didalamnya seperti mesin dan kamar serta yang lain, dengan kata lain mirip kepompong kosong yang mdngapung dilaut.

__ADS_1


Semua bahanya sudah selsai dibuat David juga membeli berbagai peralatan untuk membuat orang yang menungganginya merasa nyaman dan tidak mabuk laut.


...****************...


__ADS_2