Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 178, Serangan Monster


__ADS_3

Malam Hari


Mansion Dark Dragon


Ruang Kerja David


"Mungkin kita harus lebih mewaspadai Devil Forest dan mengirim tim pencari untuk mencari kelompok monster didalam hutan tuan. Jangan sampai ada ancaman seperti ini lagi tuan." Jawab Tiger memberi usulan.


"Tidak, mengirim tim itu terlalu berbahaya sebelum kita mengetahui kekuatan musuh, terpicunya serangan monster seperti ini juga sudah pasti bukan karena monster itu sendiri yang ingin menyerang karena tidak mungkin mereka bisa mengumpulkan banyak pasukan tanpa pemimpin yang kuat." Ucap David.


"Maksud tuan?"


"Ini masih belum jelas tapi Devil Forest memiliki terlalu banyak misteri yang masih belum kita ketahui, kemungkinan disana ada iblis atau portal penghubung menuju dunia iblis, yang jelasnya kita tidak bisa sembarang memasuki kedalaman Devil Forest." Ucap David menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada kursi kerjanya sambil memijat keningnya.


"..."


"Untuk sekarang kalian sebaiknya lebih mengawasi bagian luar Devil Forest, kali ini kita beruntung karena masih ada pasukan serigala yang menahan monster, jika tidak mungkin ladang anggur Dragkolli City sudah rata dengan tanah." Lanjut David.


Meskipun perajurit dapat membersihkan monster dengan mudah tapi pastinya ladang warga yang ada diluar tembok akan menjadi medan pertempuran.


"Saya mengerti tuan."


"Kecuali Forts dan Red segera bersiap! kita akan berangkat menuju Dragkolli City dalam dua puluh menit. Aku sudah terlalu lama meninggalkan Dragkolli City." Tegas David.


"Baik!" Jawab semuanya sebelum membubarkan diri.


...


Malam Hari


Halaman Mansion Dark Dragon


"Apa harus malam ini juga kau berangkat?" Bertanya Astein pada David karena mereka berangkat terlalu tiba tiba.


"Sebenarnya tidak harus hanya saja apa yang akan dikatakan warga jika aku menunda waktu saat Dragkolli mendapat masalah." Jelas David.


"Kalau begitu hati hati, aku akan menyusul besok bersama Dastein setelah memberi tahu ayah." Ucap Astein.


"Baiklah." Mengangguk David sebelum berbalik.


"Merly ikut." Ucap Merly yang datang dengan rambutnya masih basah karena baru saja selesai mandi.


"Kamu besok saja Merly, Teador akan mengantar kalian besok." Ucap David yang berbalik dan menempelkan handuk pada kepala Merly.


"Mm baiklah." Merly menunduk menurut.


David kembali berbalik. "Semuanya! Kita berangkat sekarang!" Teriak David sebelum memasuki mobilnya dan menancap gas.


Segera yang lainnya menyusul dengan kendaraan mereka masing masing, Gal dan Gel juga tentu ikut karena mereka memang dari awal bertugas diDragkolli City berbeda dengan Forts yang bertugas dikota pelabuhan.

__ADS_1


Tidak ada perajurit yang ikut karena memang saat Tiger datang mereka tidak membawa banyak perajurit, para perajurit akan berangkat besok bersama dengan Astein dan Merly.


Dengan kecepatan mereka dan tanpa adanya hambatan akhirnya rombongan David tiba keesokan harinya tepat sore hari.


Kota Dragkolli tetap terlihat seperti biasa dengan banyak warga yang beraktifitas dan mulai menyambut rombongan David, yang berbeda adalah kesannya dimana jelas penjagaan perajurit sangat diperketat mulai dari luar tembok hingga didalam kota.


Para perajurit mulai berlalu lalang karena sore hari adalah waktu ganti jaga jadi beberapa perajurit yang berjaga siang hari akan segera beristirahat sedangkan yang bertugas dimalam hari lah yang akan lanjut berjaga.


Rombongan David tetap jalan dan melewati pinggir danau yang ada ditengah kota sebelum tiba dimansion Lord kota.


David segera menyuruh Wolff untuk menghubungi pasukannya agar mendapatkan informasi mengenai monster yang menyerang kemarin.


...


Ruang kerja David


"Baiklah mari kita langsung keintinya saja." Ucap David langsung memimpin rapat. "Dari informasi para serigala yang kudapatkan, level monster yang menyerang tidaklah terlalu tinggi, levelnya tidak ada yang diatas seratus namun jumlahnya lebih dari sepuluh ribu yang menyerang kota Dragkolli, untuk yang menyerang kota lain masih belum jelas jumlahnya." Sambung David.


"Dari mana datangnya monster sebanyak itu?" Tiger langsung kebingungan karena untuk mengumpulkan monster sebanyak itu membutuhkan waktu yang lama apa lagi setelah melihat beberapa kota yang mendapatkan serangan kemungkinan jumlah keseluruhannya melebihi seratus ribu.


"Ini merupakan peringatan untuk kita semua agar lebih meningkatkan kekuatan militer, kita tidak bisa mengandalkan militer dari bangsawan lain." Ucap David.


"Tapi para perajurit entah kenapa mulai melambat dalam peningkatan level sejak memasuki level dua ratus tuan." Ucap Tiger.


"Ini memang sangat disayangkan, untuk sekarang kalian tidak perlu terlalu fokus pada peningkatan level perajurit, fokuslah untuk melatih teknik dan mental mereka dalam perang." Ucap David yang juga mengetahui bahwa level perajurit mulai melambat dalam peningkatan.


"Baik tuan."


Itu membuat David bingung karena anggota inti Dark Dragon tetap mendapatkan exp dua kali lipat walaupun sudah lebih dari level dua ratus.


"Lalu bagaimana dengan perkembangan persenjataan perajurit?" Bertanya David dan memilih untuk mengesampingkan serangan monster terlebih dahulu.


"Untuk manuver kalaveri dan barisan perajurit sudah lengkap tuan, tapi masalah kendaraan masih belum mencukupi target tuan." Jawab Gal.


"Berapa kendaraan darat yang kita punya sekarang?" David bertanya.


"Lima ribu truk tempur dan dua puluh ribu kuda tuan." Jawab Gal lagi.


"Yang lain?" Lagi David bertanya.


"Kendaraan darat lainnya yang dikerjakan oleh tuan Forts kami masih belum mengetahui jumlahnya tuan."


'Ya sudah jelas kalian tidak tahu karena pekerja mereka sangat dirahasiakan.' Batin David. "Oke cukup, aku akan melihatnya sendiri besok." Ucap David.


"Baik tuan."


"Bubar."


...

__ADS_1


Keesokan harinya David berkeliling kota untuk melihat perkembangan kota bersama Virinda, tentu David tidak ingin menarik perhatian dan menggunakan Hidden Cloak karena hampir semua warga mengenalnya jadi David harus menutupi wajahnya dengan jubah.


David terus berkeliling dan sampai dipabrik persenjataan atau tempat para Blacksmith nya bekerja, terlihat jelas dari jauh sebuah gedung baja yang didalamnya ada banyak mobil disetiap tingkatnya terparkir serta dengan penjagaan ketat oleh perajurit level tinggi disetiap penjuru pabrik.


"Tidak jadi masuk tuan?" Tanya Virinda saat David berbalik.


"Aku sudah cukup melihatnya, mereka bekerja dengan sangat baik." Ucap David melanjutkan perjalanannya.


Sesekali David mencoba beberapa makanan didalam kota yang berasal dari pedagang luar kota yang memasuki kota Dragkolli untuk membuka dagang makanan kuliner karena dikota Dragkolli tidak ada kuliner sama sekali dan semua warganya hanya fokus pada perkebunan.


"Jangan hanya berdiam Virinda, cobalah." Ucap David memberikan sate pedas pada Virinda.


"... baik tuan." Virinda menurut saja dan mulai mencicipi sate yang David berikan sambil terus mengikuti David.


"... apa tidak pedas?" Bertanya David karena perasaan dia memberikan sate yang super pedas pada Virinda.


"Ini terlalu biasa untuk dikatakan pedas tuan." Jawab Virinda dengan wajah datar mengangkat jempolnya tapi jelas wajahnya sudah memerah karena kepedisan.


"Woi! Jelas wajahmu terbakar!" Teriak David segera memberikan air pada Virinda.


"..." Virinda lagi lagi menurut dan meminun sebotol air yang David berikan hingga habis.


"Anu ya.. kalau ada yang kau inginkan bicaralah Virinda." Ucap David menepuk jidatnya.


"..." Virinda tidak menjawab.


"Ah sudahlah." David lanjut berjalan tapi semakin jauh dan menelusuri beberapa lapak David merasakan jika Virinda tidak lagi mengikutinya.


Segera David berbalik dan melihat Virinda yang berhenti disebuah lapak yang menjual beberapa batu giok dan aksesoris menarik lainnya.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Eko Arliansyah


-QUEEN


-Lutfan


-Gerald


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_

__ADS_1


-[M.S.R]


__ADS_2