Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 29, Restoran Monetti


__ADS_3

"Permisi tuan saya ingin seluruh tumbuhan beracun ditokoh ini" David langsung mendatangi pelayan toko.


"Eee...?!" Sontak saja pelayan toko dan Lily terkejut, sedangkan Merly yang mendengarnya langsung memasukkan semuanya kedalam cincin penyimpananya.


"Tolong tunggu sebentar.. sebenarnya Tumbuhan racun kami juga tidak terlalu banyak dan berdasarkan Daftar disini, jika tuan ingin membeli semuanya.. maka tuan harus membayar 10 koin emas" jelas pelayan toko.


"Baik 10 koin emas ini" David langsung memberikannya.


"Apa anda tau diaman restorant yang paling bagus untuk masakan jenis ikannya disini?" Tanya David mencari informasi.


"Hm.. restorant yah.. tuan bisa datang kerestoran tengah kota tapi jika tuan ingin makan ikan segar maka tuan bisa datang kerestoran dipelabuhan, disana ada sebuah restoran yang mengapung diatas laut, anda bisa memilih ikanya sendiri disana, nama retoranya adalah Retoran Monetti." jelas pelayan tersebut.


"Terima kasih informasinya" David berterima kasih sebelum pergi bersama Lily dan Merly yang sudah mengambil habis seluruh tumbuhan beracun di sana.


"Kita mampir ketoko aksesoris dulu, aku melupakan sesuatu untuk dibeli" Davidpun baru mengingat sesuatu.


Toko Perhiasan.


"Merly apa kamu tidak ingin mengganti cincin penyimpananmu?" Tanya David.


"Tidak ini adalah cincin yang diberikan Kak David untuk melamar Merly" jawab Merly.


"Melamar?!" Sontak saja David dan Lily terkejut.


"Eh bukan begitu-" David baru saja ingin menjelaskan tapi terpotong oleh Merly.


"Kak David sendiri yang memasangnya kejari Merly, itu pasti kakak melamar Merly kan" ucap Merly yang mulai memasang muka sedih.


"Taun David melamar Merly dan tidak mengakuinya.. tuan apa kamu ini.." Lily tidak melanjutkan perkataanya karena dia pun sudah memandang David seperti seongoj sampah masyarakat.


"Lily aku tidak begi- ah nanti akan kujelaskan sekarang kita dilihatin banyak orang. Merly kalau kamu nggak mau mengganti cincinmu maka tidak usah buat orang salah paham" David pun merasa malu karena sedang berada dalam tokoh perhiasan dan banyak orang kalangan atas yang kebetulan sedang mampir.


"Salah paham?" Tersentak Merly karena kaget tentang perkataan David dan sudah bersiap untuk berteriak.


"Baikalah kita tunangan" cepat David menghentikan Merly untuk berteriak.


"Baiklah^-^" sebuah perubahan yang sangat cepat dimana Merly langsung berubah dan cengegesan sendiri.


"Kesampingkan itu Aku akan membeli Cincin ruang untuk yang lainya yang elbih besar penyimpanannya daei pada milikmu Merly, apa kamu benar benar tidak ingin menggantinya?" Tanya kembali David untuk memastikan.

__ADS_1


"Tidak akan" jawab Merly sambil mengelus Cincinya.


"Baiklah" ucap David segera membeli lima cincin ruang dengan harga 1.000 koin emas percincinya, dan itu adalah kualitas dengan penyimpanan terbesar dikerajaan yang hanya akan dibeli oleh bangsawan tingkat marquis keatasnya.


Alasan David membeli cincin ruang untuk mereka adalah agar Tiger tidak terlalu repot untuk membawa semua bawaan mereka dikantong penyimpanan yang hanya ada pada Tiger.


"Tuan.. apa anda berencana melamarku dengan cincin ini?" ntah kenapa Lily terlihat malu malu saat menerima cincin pemberian David walau sebenarnya semua pembaca sudah menebaknya kenapa dia malu malu.


"Tidak akan-_-" David sudah sangat kerepotan berurusan dengan perempuan.


"Ya.. Lily juga berpikir begitu tadi" Lily pun menghibur diri sendiri walau sangat kelihatan memaksa.


"Kita akan menuju Kerestoran Monetti dan Lily berikan cincin ini kepada yang lain saat sudah berkumpul nanti" David memutuskan untuk segera kepelabuhan karena ingin segera makan ikan.


"Baik tuan" Lily segera menyimpan cincin tersebut didalam cincin penyimpanannya.


Mereka bertiga langsung menuju pelabuhan untuk mencari restoran Monetti dan seperti yang dikeatakan penjaga toko tadi memang restoran itu mengapung karena berada diatas perahu tapi diatasnya dirancang seperri rumah makan biasa dantertulis jelas diatas pintu nama restorantnya.


"Sepertinya yang ini" David berhenti didepan restoran tersebut.


"Yah" Merly menjawab dan segera berjalan masuk.


"Vip" singkat saja David menjawab.


"Maaf tuan.. restoran kami tidak menyediakan ruangan Vip" pelayan itu menanggapi David.


"Baiklah tolong meja untuk Tiga orang tapi yang lebih besar" David pun memesan tempat yang memiliki meja yang luas karena ingin memesan berbagai makanan jenis ikan dan mungkin saja akan ada juga jenis sifut yang berada direstorant ini.


"Baik silahkan ikuti saya" pelayan itu segera mengantar David dengan sopan.. mungkin karena melihat pakaian Merly yang sudah mirip nyonya besar.


"Silahkan tuan" ucapnya mempersilah kan David dan yang lainya duduk.


"Terima kasih" David segera duduk.


"Silahkan dipilih" Pelayan itu memberikan David sebuah buku menu tapi hanya ada tulisan dan tidak ada gambarnya yang membuat David agak bingung karena baru kali ini dia datang kerestorant didunia ini.


"Ambilkan saja semua makanan yang paling direkomendasikan disini" David pun malas memilih dan langsung memesan asal saja.


"Baik tolong ditunggu sebentar" pelayan itu segera mengambil bukunya dan unduru diri.

__ADS_1


"Nah Lily.. apa ini pertama kalinya kamu kesini?" Tanya David.


"Ya kami berlima baru kali ini keluar dari Green Luck City jadi saya agak merasa senang" Lily pun masih menikmati pemandangan laut dan angin sepoi sepoi.


Stelah menunggu selama 15 menit beberapa pelayan pun datang mengantar makanan kemeja David dan Membuatnya penuh dengan makanan.


Berbagai makanan disajikan dimeja David seperti ikan bakar biasa sampai yang super pedas dan berbagai masakan yang berbahan ikan serta cumi dan siput seperti udang dan kepiting.


"Selamat makan" kali ini David lah yang paling antusias.


David menghabiskan 20 koin emas untuk sekali makan direstoran tersebut, setelah menyelsaikan masalah perut tepat disiang hari David juga ingin membeli satu rumah yang dekat dengan pantai agar mempeemudahnya jika ingin berkunjung kekota ini.


"Selanjutnya kita akan mampir diguild sebentar" ucap David.


Mereka berjalan kearah Guild petualang yang ada dikota ini dan jelas bahwa warna gedung Guild tersebut berwarna biru.


"Mari masuk" ajak David sembari melangkah masuk.


David ingin menjual beberapa potion agar dapat menarik perhatian Guild dan dapat direkomendasikan rumah yang bagus dipinggir pantai.


"Permisi.. apa disini saya bisa menjual potion?" Tanya David kepada seorang resepsuonis.


"Kami akan membelinya jika penjualan anda melebihi 10 botol potion" ucapnya dengan senyum profesional.


"Bagaimana jika 100 lebih?" Tanya David.


"Maka anda bisa menjualnya kemeja ssbelah saya. Disana lah yang akan melayani anda" walau sempat terkejut tapi dengan cepat dia mengubah kembali ekspresinya dan mempersilahkan David kemeja sebelah untuk melakukan transaksi.


"Baik terima kasih" David pun langsung pindah tempat.


"Apa yang bisa saya bantu?" Tanyanya ketika melihat David berdiri dimejanya.


"Seseorang meminta saya untuk menjual beberapa potionnya keGuild" David juga langsung mengambil Pena dan menulis angka yang ingin dia jual.


"1.000 potion tingkat dua dan 400 potion tingkat satu!.. ekhem.. ini adalah jumlah yang besar silahkan ikuti saya keruangan untuk memindahkan potionya" Terkejut? Jelas terlihat diwajahnya tapi juga cepat pula dia menenangkan diri.


"Baik" David juga ikut saja sedangkan Lily dan Merly ntah apa yang dia lakukan didepan papan informasi misi.


"Silah kan anda mengekuarkanya disini" tunjuk sang Resepsionis kelantai saat memasuki ruangan.

__ADS_1


Swosh...


__ADS_2