Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 197, Masakan Astein


__ADS_3

Magiccary Empire


Istana kerajaan


"Secepat itu kah!?" Terkejut Vexana saat David berkata akan segera kembali keRomulus Empire.


"Pemanggilan pahlawan akan segera dilakukan dan aku harus ada diistana kerajaan menyambut pahlawan sebagai jendral Romulus Empire." Jelas David.


"Aku mengerti itu tapi.." ratu Vexana kebingungan karena seharusnya dia membiarkan David kembali kekerajaannya namun ada sesuatu yang tetap saja menjanggalnya dan susah untuk diungkapkan.


"Tenang saja aku akan berkunjung kesini sesekali." David berusaha meyakinkan.


"..." Vexana tidak berkata lagi dan hanya mengangguk kecil.


"Tenang saja kamu adalah ratu yang baik." Ucap David mencium kening ratu Vexana.


"Nn hm." Vexana sedikit tersenyum untuk melepaskan David sementara waktu.


Skip malam terakhir~


...


Romulus Empire


Green Luck City


Mansion Dark Dragon


"Nona Astein ada surat dan pesan dari raja Artur." Ucap Teador menghampiri Astein sedang merajut karena merasa bosan.


"Hm apa pesannya?" Astein bertanya saat menerima surat tersebut. "Ini surat untuk David. Biarkan David saja yang membukanya." Astein meletakkan surat tersebut dimeja disampingnya.


"Raja Artur berpesan kepada seluruh jendral dan bangsawan Romulus Empire agar berkumpul diistana kerajaan satu bulan lagi." Jawab Teador.


"Mungkin suratnya hanya surat perintah untuk David datang saja kan." Santai Astein melanjutkan rajutannya.


"Disitu masalahnya nona Astein, tuan David belum juga kembali hingga saat ini." Teador kawatir jika David tidak ada sebelum hari berkumpulnya para petinggi kerajaan.


"Tenang saja Teador, biasanya juga selalu seperti ini, David pasti akan kembali sebelum hari itu tiba." Ucap Astein sebelum merasakan sebuah gumpalan mana yang cukup pekat berkumpul didalam mansion.


Teador yang ikut merasakannya juga menyadari apa yang akan terjadi dimana sebuah pintu gerbang tranportasi terbuka disana.


"Baru saja dibicarakan orangnya sudah muncul." Berdiri Astein untuk menyambut sosok yang datang tersebut.


"Selamat datang kembali tuan David." Ucap Teador langsung menyambut.


David Merly Lily dan Virinda keluar dari gerbang teleportasi tersebut dengan sambutan para maid yang tiba tiba berkumpul diruangan untuk menyambut David.


Entah skill apa yang digunakan Teador hingga semua Maid disini ia ubah menjadi manusia setengah Vampir, David juga tidak ingin terlalu ikut campur karena semua Maid direkrut oleh Teador sendiri dan nasib mereka tidak berbeda jauh dengan Lousi.


"Aku mendengar beberapa berita besar dari Magiccary Empire, pasti kamu melakukan hal aneh lagi bukan?" Astein langsung menyinggung David dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Yah.. entah kenapa aku terlibat dengan banyak hal aneh." David memalingkan pandangannya.


"Sudahlah baru kembali artinya butuh makan dan sebagai istri kali ini biarkan aku yang memasak." Ucap Astein bersemangat.


"Bisa?" David agak ragu karena terakhir kali ia memakan masakan Astein adalah saat ia memanggang roti hingga hangus.


"Tenang saja aku sudah belajar dengan Lousi akhir akhir ini" Astein terlihat percaya diri.


Biasanya David pasti akan meminta Virinda untuk membantunya tapi kali ini David memilih membiarkan Astein memasaknya sendiri. "Baiklah aku sendiri yang akan mencicipinya." Ucap David tersenyum.


"Oke aku akan segera membuatnya." Cepat Astein berjalan menuju dapur.


"Dastein dimana?" David bertanya pada Teador.


"Tuan muda sedang bersama Lousi dibelakang tuan." Jawab Teador.


"Nn." Mengangguk David sebelum melihat kearah Lily. "Lily aku tahu kamu lelah tapi tolong sampaikan surat ini pada Forts dan Kihai." Ucap David menyerahkan dua surat.


"Baik tuan." Jawab Lily mantap sebelum pergi.


David telah meminta Lily untuk membiarkan Divisi penelitian sihirnya bergabung dengan Divisi persenjataan milik Forts dan Kihai untuk membuat sesuatu melalui formasi sihir yang Lily temukan diperpustakaan Magiccary Empire.


Memang David dapat membuat sketsa terbaik tapi itu semua adalah hasil copy dan hanya sedikit direnovasi saja sedangkan Forts memiliki bakat alami dalam merancang sesuatu dan menemukan ide baru serta Kihai yang dapat menempa item hingga ke tingkat tertinggi.


Dengan gabungan mereka bertiga David yakin mereka akan menciptakan sesuatu yang luar biasa.


"Merly kemana?" David bertanya saat ia tidak melihat Merly lagi.


"Nona Merly berkata ingin beristirahat dikamarnya." Jawab Virinda.


...


Tersenyum David saat melihat putranya yang sudah berusia dua tahun berlari kesana kemari dengan riangnya ditaman membiarkan rambut hitam dan emasnya berkibar tertiup angin.


Wajah Dastein tambah gemas saat ia mata hitam emasnya melihat David dan segera berlari kearahnya yang disambut oleh pelukan David.


"Ayah!" Teriak Dastein.


"Kau sudah besar yah sekarang." Tersenyum David saat ia tidak menyangkan akan sering berpisah dengan putra pertamanya seperti ini dan jauh dilubuk hatinya dia memintaa maaf.


"Ayah." Dastein mengangkat kedua tangannya meminta digendong oleh David.


"Baiklah baiklah." David langsung mengangkat Dastein keatas pundaknya.


"Haha ha!" Tertawa Dastein saat wajahnya terlihat tampak sangat senang.


David berjalan mengitari taman bunga serta kolam air dimana terisi banyak ikan, David berjalan diatas sebuah jembatan kecil sambil terus menggoyang goyangkan Dastein untuk membuatnya tetap senang.


Berbagai suara burung yang lewat disekitar David menambah kesan indahnya taman yang dirawat oleh Teador ini.


Jika orang yang hanya mengenal David sebagai jendral yang sangat menakutkan maka pikiran mereka akan sepenuhnya berbalik saat melihat David yang seperti ini.

__ADS_1


"Benar juga yah.. sudah lama aku tidak merasakan ini.. rasanya seperti ini selamanya juga tidak masalah.. usiaku juga semakin bertambah, sekarang aku sudah berumur dua puluh tahun." Gumam David kemudia terdiam.


Cukup lama David terdiam sebelum tersadar. "Eh kenapa aku berkata seperti om om, ahh.. tidak boleh tidak boleh masih ada banyak hal yang harus aku selesaikan sebelum bisa hidup damai." Kembali David menetapkan semangatnya.


"Tuan David, nona Astein telah memanggil anda." Ucap Teador.


"Iya baiklah aku akan segera kesana!" Teriak David meskipun dia tidak yakin Astein yang ada didalam mansion dapat mendengarnya atau tidak. "Nah Dastein mama sudah memanggil loh, ayo kita mencoba makanan mama." Ucap David bertingkah semangat.


"O!" Dastein juga semangat dengan mengangkat satu tangannya namun tangan lainnya semakin keras menarik rambut David.


...


"Nah silahkan dimakan." Ucap Astein setelah menata semua makanan diatas meja didepan David.


"Kenapa hanya aku yang duduk?" David bertanya meskipun jawabannya sudah terlintas dipikirannya.


"Dastein baru saja selesai makan dan makanan ini aku masak spesial untukmu." Ucap Astein tersenyum.


'Spesial? Katakan saja kalau kamu ragu membiarkan Dastein mencicipinya kan?' Batin David sebelum mengambil garpu untuk mencicipi sayuran buatan Astein.


Satu sendok berhasil masuk kedalam mulut David. "Mm..mn..m hmm.." David mengunyahnya secara pelan dan sekan memastikan rasanya.


"Bagaimana?" Astein bertanya.


"Ini enak mnmm.. mm." Kembali David mengunyahnya. 'Sebenarnya masih banyak yang kurang tapi Astein sudah berusaha keras, cukup sulit bagi Astein untuk meningkatkan skill memasaknya jadi aku harus memujinya.' Batin David.


"Huhh.. syukurlah, kalau begitu aku juga akan menemanimu untuk makan." Astein membuang napas lega sebelum membalik sebuah piring dan duduk dikursi depan David.


"Ini adalah makanan spesial untukku jadi biarkan aku menghabiskannya nyaa...m." Hanya perlu sekali tuang lima piring makanan berbagai jenis ludes kedalam perut David.


"Eh?" Terkejut Astein dengan wajah yang sekan tidak mengetahui apa apa.


"Masakanmu sangat enak dan aku akan lebih suka jika kamu lebih banyak belajar lagi." Ucap David memberi motivasi namun ada satu piring makanan yang ludes didalam perutnya terasa sangatlah asin.


"Nn aku akan lebih banyak belajar pada Lousi lagi, jadi tetaplah untuk selaku mencicili masakanku." Ucap Astein mengepalkan tangannya.


"Yah aku sangat jarang berada dimansion jadi minta Teador saja oke?" David melemparkan tanggung jawab pada Teador.


"Serahkan pada saya nona, saya lebih suka makanan yang asin-" Belum selesai Teador berbicara David sudah membungkamnya.


"Yang jelasnya Teador akan membantumu." Ucap David merangkul Teador.


"Nn nn." Teador mengangguk berkali kali.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-MR.AZRI


-Gerald

__ADS_1


-Aiman Yussof


-Dest


__ADS_2