
Setelah satu minggu David berada di Angse City akhir nya David memutuskan untuk kembali ke wilayah nya yaitu Dragkolli City karena masih ada hal yang harus ia selesaikan, selain itu David juga tidak boleh terlalu jauh dari kota nya setelah menggemparkan seluruh dunia akan kedatangan Castile Disaster.
David terlebih dahulu meninggalkan satu unit perajurit terbaik nya untuk menjaga Stella dan di tambah perajurit yang lain yang akan di bagi oleh David untuk datang ke Angse City sebelum David meninggalkan Angse City.
Tentu David harus mengutamakan keselamatan Stella dan puteri nya Eris, karena David masih tidak bisa membawa Stella bersama nya di mana Stella masih memiliki tugas yaitu memimpin warga nya.
Situasi Stella hampir mirip dengan Vexana namun saat ini ada Eris yang juga belum dapat David bawa di mana Stella sangat tidak mengizinkan nya.
Akhir nya David hanya memberikan syarat untuk Stella dengan menambahkan sebagian perajurit nya di wilayah Angse City atau lebih tepat nya di sisi Stella.
Dengan persyaratan tersebut membuat David merasa sedikit lebih tenang untuk meninggalkan Stella sementara.
...
Dragkolli City
Mansion Lord kota
"Tuan ku apa ini?" Bertanya Virinda saat ia baru masuk keruang kerja David namun di sana juga ada pintu gate yang sedang terbuka namun David terlihat menunggu sesuatu dari dalam sana.
"Ah! Aku membuka pintu gate untuk menjemput Celina dan Celicia tapi mereka belum juga datang setelah aku membuka gerbang ini selama satu jam." Ucap David.
"Berani sekali mereka membuat tuan menunggu, akan saya berikan mereka hukuman tuan." Ucap Virinda meminta izin untuk memberi pelajaran pada Celina dan Celicia.
"Sebaik nya kau panggil Astein." Ucap David.
"Baik tuan." Ucap Virinda sebelum keluar ruangan menenangkan emosi nya.
"Haih.. seperti nya aku sendiri lah yang harus melihat jya langsung." Ucap David karena merasa ada hal lain yang terjadi pada Celina dan Celicia.
Sepuluh menit kemudian Astein datang dari pintu bersama Virinda.
__ADS_1
"Maaf aku lama, tadi aku menyuruh puteri Arfenit untuk mengawasi Dastein dulu." Ucap Astein.
"Tidak apa apa aku hanya ingin pergi selama satu minggu saja jadi aku harus memberi tahu mu terlebih dahulu." Ucap David.
"Kemana?" Meskipun Astein sudah sering melihat David pergi dan berpamitan pada nya tapi setiap kali itu pula lah Astein selalu bertanya tujuan David.
"Ketempat para Kobold, minggu lalu aku mengirim Celina dan Celicia kesana tapi belum juga ada kabar jadi aku ingin melihat nya sebentar." Ucap David meskipun ia harus menunggu coldown skill nya selama satu minggu untuk kembali.
"Baiklah." Mengangguk Astein mengizinkan meskipun sebenarnya Astein tahu David tidak memerlukan izin nya untuk pergi.
"Tolong jaga Dastein yah." Ucap David.
"Kau selalu mengatakan itu sebelum pergi, aku ini ibu nya pasti aku akan menjaga nya, tenang saja." Ucap Astein.
"Ayo Virinda." Ucap David memasuki gerbang teleportasi.
"Baik tuan." Virinda berjalan mengikuti David.
Mereka memasuki gerbang teleportasi dan tiba di wilayah tambang para Kobold yang sudah jauh berkembang pesat di mana terdapat sebuah benteng besar di atas gunung tinggi yang di bawa benteng adalah tebing yang sangat curam yang setiap orang pasti bingung bagaimana cara memasuki benteng tersebut.
Namun bukan itu yang menarik pandangan David karena sudah sering melihat nya tapi, saat ia berteleportasi ke atas benteng, David dan Virinda dapat melihat gunung tempat castile nya berdiri sedang dikerumuni oleh monster yang sangat banyak bahkan terlihat banyak pula bangsa iblis.
'Celina, Celicia apa yang kalian lakukan?' Bertanya David melalui telepati saat melihat Celina dan Celicia sedang memimpin ribuan pasukan Kobold dan berhadapan dengan bangsa iblis tersebut.
'Tuan David!' Terkejut Celicia.
'Syukurlah tuan datang, ras Demon Kobold mengetahui jika di sini ada banyak Kobold yang telah berevolusi menjadi Chief tuan, kemungkinan mereka ingin merekrut para Kobold tuan.' Ucap Celina melaporkan.
'Ras Demon Kobold? Bukan kah itu..' David pun menyadari dendam antara keluarga serigala Sirius dan ras Demon Kobold.
'Benar tuan, mereka lah yang telah memusnahkan keluarga kami.' Balas Celicia yang penuh penekanan karena memang amarah nya tidak dapat lagi di bendung.
__ADS_1
'Mereka adalh ras Kobold di bawa pimpinan raja Iblis Greed atau saat ini di sebut yang mulia Mammon tuan.' Sambung Celina.
'Hmm.. aku ingin menyerahkan masalah keluarga kalian pada kalian ber dua tapi itu tidak mungkin, level kalian sama dengan mereka, meskipun mungkin jumlah kalian sama namun monster Kobold tidak se pintar ras demon Kobold.' Ucap David.
'Maaf atas kelemahan kami tuan.' Ucap Celicia.
'...' Celina tidak lagi membalas dan memilih diam.
David sebenar nya ingin membuat Celina dan Celicia membalaskan dendam keluarga mereka sendiri namun di saat seperti ini bisa di pastikan mereka ber dua akan meninggal maka dari itu David tidak memiliki pilihan lain selain membantu nya.
'Coba lah bernegosiasi sebentar dengan pemimpin ras Demon Kobold, aku akan mendengar kan nya.' Ucap David.
'Maaf tuan tapi yang ada di sini hanya lah pemimpin perajurit dari ras demon Kobold saja.' Ucap Celina.
'Apa kah pemimpin ras sedang tidak ada?' Bertanya David.
'Seperti nya begitu tuan.' Jawab Celicia.
'Jadi ini hanya sebagian dari ras demon Kobold yah.. ajak saja bernegosiasi sebentar aku hanya ingin mendengarkan suara mereka.' Ucap David yang tidak ingin membunuh sebuah ras tanpa melihat sendiri kesalahan mereka.
'Saya mengerti tuan.' Mengangguk Celina yang kemudian maju ke depan bersama Celicia.
"Siapa pemimpin kalian!? Keluarlah!" Berteriak Celicia.
"Ras Sirius, aku tidak menyangkan waktu itu kami masih menyisahkan dua anak serigala di sini, tapi tenang saja kalian akan segera menyusul ras kalian yang lain." Ucap satu sosok Kobold yang memiliki bulu merah berbeda dengan yang lain nya.
"Kau pemimpin nya, apa tujuan mu?" Bertanya Celina mengabaikan ocehan dari pemimpin Kobold yang memiliki level tiga ratus tersebut.
"Berani juga kau mengabaikan ku, tapi sudah lah biar aku memberi tahumu, aku datang kesini hanya untuk menjemput ras Kobold rendahan dibelakang mu itu, kalian berbahagia lah karena dapat bergabung dengan ras demon Kobold! Ya.. meskipun pasti nya hanya sebagai pedang sih hahahaha!" Ucap nya berteriak lalu menertawai.
"Kami menolak!" Seorang monster Kobold di bawah kekuasaan David berteriak karena ia telah memiliki kemampuan untuk berbicara dan akal sendiri.
__ADS_1
"Tuan kami hanya satu yaitu tuan Dark!"
"Kalian tidak akan pantas menjadi tuan kami!" Teriak para Kobold.