Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 171, Uang Jajan


__ADS_3

Singgasana raja


"Selesai." Puteri Arfenit yang merasa tersinggung langsung menjawab pertanyaan saat David ingin angkat bicara.


"Ah.. begitu kah haha.. jadi hadiah apa yang ingin puteriku dapatkan?" Raja Artur tertawa garing karena tahu telah menyinggung perasaan puterinya dan segera menanyakan hadiah yang ingin ia minta.


Sekilas puteri Arfenit melirik David yang membuat David mengeluarkan keringat tanpa henti sebelum puteri Arfenit melangkah pergi. "Hmph! Tidak perlu, saya pamit." Meskipun berkata begitu tapi puteri Arfenit jelas menghentak hentakan kakinya keluar dari ruang singgasana.


"Apa aku mengatakan sesuatu yang buruk?" Bertanya raja Artur sambil menunjuk wajahnya.


"Sepertinya begitu yang mulia." Meskipun semua menteri yang kebetulan ada didalam ruangan menggeleng tapi David malah meng iyakan.


"Haihh.. baiklah selanjutnya, jenderal Dark sekali lagi ku ucapkan terima kasih karena telah mengantar puteri Arfenit pulang dan selamat karena misi mu telah selesai silahkan terima ini sebagai hadiah." Ucap raja Artur menyerahkan lima peti emas yang tiba tiba datang dengan beberapa perajurit yang membawanya.


Sebenarnya David tidak memerlukannya sama sekali tapi akan tidak sopan juga jika tidak menerimanya. "Hamba berterima kasih yang mulia." Ucap David.


Raja Artur pun tahu jika David tidak kekurangan uang sama sekali tapi untuk saat ini dia hanya kepikiran untuk memberikan uang sebagai hadiah karena jika tidak mungkin akan ada beberapa jenderal lain yang malas mengerjakan misi.


Setelahnya David akhirnya pamit undur diri dan lima peti emas akan segera diantar kekediamanya yang ada diibu kota.


David berencana untuk pulang besok karena merasa sudah tidak ada lagi yang harus ia kerjakan diibu kota, selain itu ia juga ingin melihat bagaimana perkembangan proyek tempurnya.


Meskipun David sesekali mendapatkan surat tentang hasil yang sudah siap dan hasil percobaan kekuatan tapi tetap saja David ingin menyaksikannya sendiri.


Baru saja David ingin memasuki kediamannya kereta puteri Arfenit juga datang menyusul dari belakang.


"David!" Teriak puteri Arfenit yang tiba tiba melompat dari keretanya dan mengetuk pintu kereta David.


"Ada apa puteri?" David membukanya setelah kereta berhenti dan bertanya.


"Turun."


"Baiklah." David menurut.


"Temani aku sebentar." Puteri Arfenit langsung menarik tangan David.


"Iya tapi kemana?" David pasrah saja tangannya ditarik tapi masih berusaha untuk bertanya.


"Kepasar." Singkat saja puteri Arfenit menjawab.


"Pasar?" Sebuah jawaban yang tidak pernah David perkirakan keluar.


"Ada apa memangnya?" Puteri Arfenit malah berhenti dan bertanya.


"Tidak, harusnya aku yang bertanya kenapa kita harus kepasar?" David bertanya balik.


"Oh.. tidak hanya saja aku membaca beberapa novel dan cerita rakyat yang mengatakan jika pergi kepasar bersama pasangan adalah hal yang baik untuk memulai hubungan." Jelas puteri Arfenit tanpa sadar atas apa yang ia ucapkan.


"Oho.., jadi puteri ingin memulai hubungan seperti apa?" David menemukan cela untuk menggoda.


"Bukan itu maksudku! Yang jelasnya aku hanya ingin sesekali berjalan kepasar saja." Ucap puteri Arfenit malah memukul dada David sebelum menutupi kepalanya menggunakan penutup kepala yang ada dijubahnya.

__ADS_1


"Baiklah terserah puteri saja." David ikut saja dimana pakaiannya tiba tiba berganti menjadi pakaian biasa dan bukan lagi pakaian seperti tadi yang terlihat seperti jenderal tingkat tinggi padahal hanya kelas baron.


Mereka berjalan melewati gerbang tembok kawasan bangsawan keluar menuju pemukiman penduduk, perlahan beberapa jalan dan belokan mereka telusuri hingga akhirnya tiba disebuah pasar yang sangat ramai dan luas.


"Tidak ada pengemis dan tidak ada yang mengganggu pemandangan, benar benar kota yang damai." Ucap David.


"Tentu saja, pengemis disini hanyalah orang yang bermalas malasan saja karena kerajaan selalu memantau penduduknya apa lagi ini kota kerajaan." Ucap puteri Arfenit menjelaskan.


"Ya.. jadi apa yang ingin puteri beli?" David mengalihkan pembicaraan.


"Aku mendengar ada sesuatu yang sedang populer disini tapi aku bingung dimana tempatnya, seharusnya aku menanyakannya lebih jelas." Ucap puteri Arfenit masih bejalan menelusuri pasar.


"Sesuatu yang populer dikalangan wanita hmm.. pakaian, perhiasan atau aksesoris?" Ucap David masih menebak nebak.


"Apa bedanya perhiasan dan aksesoris?" Puteri Arfenit masih fokus pada sekelilingnya.


"Mungkin huruf atau katanya, ah maknanya juga."


"Ketemu!" Ucap puteri Arfenit menunjuk kearah sebuah toko yang lumayan ramai.


"Ha?" David semakin bingung setelah melihatnya.


Toko yang semua barang dagangannya hanyalah pajangan dengan berbagai bentuk bahkan beberapa bentuk sangat familiar bagi David.


Mereka berdua segera menuju ketoko tersebut.


"Hei nona ini adalah barang terbaru kami, ini merupakan minatur bentuk kapal terbaru dari jenderal Dark dan hanya tersisa satu ini saja." Ucap penjualnya saat melihat puteri Arfenit berlari kearah tokonya, tentu dia tidak tahu jika itu puteri Arfenit.


"Aku akan membelinya!" Tiba tiba dari arah lain ada seorang laki laki yang ingin membeli barang tersebut.


"Baiklah baiklah miniatur kapal ini kami jual dengan harga seratus koin emas." Ucap penjualnya.


'Seratus koin emas? Woi! Udah plagiat mahal lagi!' David rasanya ingin berteriak seperti itu karena jelas harga tersebut sangat susah untuk kalangan rakyat.


"Baiklah aku beli." Laki laki tersebut langung mengeluarkan sekantong uang.


"Aku duluan yang disini! Siapa yang mengizingkanmu untuk membelinya!?" Puteri Arfenit tiba tiba marah.


"Maaf tapi aku duluan yang mengeluarkan uang." Santai saja laki laki tersebut berkata dan memberikan uangnya.


"Berhenti! Aku beli dengan harga seribu koin emas!!" Puteri Arfenit malah terbawa emosi dan langsung membanting sekantong koin emas kearah meja hingga meja tersebut terbelah dua.


"Sepertinya nona ini yang mendapatkannya duluan." Pedagang tersebut langsung berbinar saat melihat koin emas yang berhamburan diatas mejanya.


Tapi laki laki tadi sudah menghilang dengan miniatur kapalnya dan hanya menyisahkan sekantong uangnya.


"Dimana kapalnya!?" Teriak puteri Arfenit menarik kerah baju pegangan tersebut.


"Maaf nona tapi sepertinya orang tadi sudah membawanya pergi." Cepat pedagang itu minta maaf karena puteri Arfenit terlihat sangat menakutkan.


"Sudahlah maaf mengacaukan toko anda." David segera menarik puteri Arfenit menjauh karena mereka mulai menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Kenapa kau menarikku!? Biarkan aku membunuhnya dulu!!" Teriak puteri Arfenit yang mencakar dan gigit sana sini berusaha meronta ronta untuk melepaskan diri saat David mengangkat tubuhnya yang ramping menjauh dari toko.


"Bagaimana dengan uangnya!?" Berteriak pedagang tadi.


"Anggap saja konpensasi!" Balas David berteriak sebelum benar benar membawa puteri Arfenit pergi dan masuk kesalah satu gang untuk menenangkan puteri Arfenit yang masih berusaha mencakar gigit sana sini.


"Rrrar!" Puteri Arfenit masih terlihat sangat emosi saat David menurunkannya terlebih uang tadi adalah jajannua selama satu bulan ini.


"Apa sepenting itu?" David bertanya.


Puteri Arfenit segera sadar dan memperbaiki penampilannya. "Sebenarnya tidak terlalu penting hanya saja.. bukan apa apa." Ucap puteri Arfenit menghentakkan kakinya hingga lantai dibawahnya pun retak.


'Sepertinya dia benar benar marah.' Batin David. "Aku akan menyuruh penempaku untuk membuatkan miniatur yang lebih bagus lagi." Tawar David.


"Benarkah?" Puteri Arfenit langsung berbinar.


"Itu hal mudah." Ucap David mengiyakan.


"Bukan berarti aku menginginkannya yah, aku hanya ingin melihatnya saja." Puteri Arfenit segera kembali kesifat biasanya.


'Kau sudah melihatnya tadi.' Batin David. "Baiklah sekarang kita tidak mendapatkan apa apa, bagaimana jika aku membawamu kesuatu tempat?" Ucap David mengajak.


"Terserah kamu saja." Ucap puteri Arfenit yang sebenarnya sangat penasaran.


"Baiklah ayo."


David segera menuntun puteri Arfenit hingga akhirnya tiba disebuah toko pakaian yang terlihat sangat mewah.


"Hm?" Puteri Arfenit sedikit kebingungan sebelum tangannya ditarik oleh David untuk masuk.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Gerald


-Lucas Ray


-Silver


-Muhammad Isyam


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]

__ADS_1


__ADS_2