
Tenda rapat
"Semua kota telah berhasil dibersihkan dari pasukan monster, apa yang harus kita lakukan selanjutnya tuan?" Bertanya Tiger yang sedang bersantai diatas sofa.
Tenda yang tadinya hanyalah untuk rapat dengan meja bundar didalamnya sekarang berubah menjadi ruangan bersantai karena misi telah selesai bahkan semuannya sekarang tampak tidak lagi formal tapi seperti biasa biasa saja bagai dimansion Dark Dragon.
"Misi dari raja Artur hanya untuk membersihkan kota dari para monster saja, jadi misi bisa dianggap selesai kalian bisa bersantai setelah ini." Ucap David kembali menyeruput teh buatan Virinda.
"Lalu bagaimana dengan keadaan kota ini selanjutnya tuan?" Pertanyaan Lily tiba tiba menghentikan David menikmati tehnya.
David menaruh gelasnya dimeja. "Virinda menemukan berbagai bahan pangan yang ditimbun oleh bangsawan Vermilion dibawah mansionnya untuk kondisi buruk seperti ini, kalian bisa mengambilnnya untuk dikirim ketempat puteri Stella yaitu kota pengungsian, setidaknnya itu dapat membantu mereka untuk bertahan hingga beberapa hari, selanjutnnya serahkan semuannya pada raja Artur saja." Jelas David.
"Walaupun tuan mengatakan menyerahkan semuanya pada raja Artur tapi kami merasa bahwa tuan akan ikut campur dikota pengungsian lagi." Ucap Lily sedikit meralat perkataan David karena jelas David bukanlah orang yang akan tutup mata saja melihat situasi kota pengungsian apalagi dia telah mengenal Stella.
"Aku pun berpikir begitu." Gumam Tiger mengangguk bersamaan dengan yang lainnya.
"Terserah kalian saja." Ucap David kembali menyeruput tehnya.
"Bagaimana dengan bangsawan tetangga tuan?" Bertanya Virinda.
"Ini sedikit merepotkan, jika kita membunuh mereka tanpa penjelasan bisa saja aku dicap sebagai pemberontak, tapi kita harus membunuh mereka sebelum menimbulkan masalah yang rumit seperti ini." Ucap David mengerutkan dahinnya.
"Memangnnya ada apa dengan bangsawan tetangga tuan?" Tiger bertanya.
"Beberapa dari mereka telah digantikan oleh iblis, kota mereka akan kacau jika pemimpin mereka tiba tiba menghilang." Ucap David yang tidak ingin terlibat dalam hal merepotkan.
"Itu diluar misi tuan, kita tidak perlu mengurusnnya." Ucap Ahrul memberi solusi.
"Jika aku membiarkannya bisa bisa kita akan mendapatkan misi seperti ini lagi dimasa depan." Tapi David terlalu malas untuk memikirkan misi yang sama.
"Kalau begitu kita bunuh saja lalu mengirim surat keraja Artur saja tuan." Virinda memberikan solusi lain.
"Itupun jika aku tidak dipanggil untuk menjelaskannya secara peribadi didepan raja, sudah pasti itu sangat merepotkan." Ucap David mendesa panjang.
"Lalu apa yang akan tuan lakukan?" Tiger bertanya karena melihat David terlalu malas untuk bergerak dan berpikir.
"Selartain." Panggil David.
"Tuan memanggilku." Ucap Selartain yang tiba tiba muncul dari dinding tenda dengan sebuah kabut merah darah.
"Bunuh iblis yang tersisa dan usahakan agar meninggalkan jejak iblis disana, dengan begini mereka akan terbunuh oleh iblis bukan manusia." Ucap David dengan solusi yang paling mudah.
"Baik tuan." Mengangguk Selartain sebelum menghilang dengan kabut merah darah yang belum sepenuhnnya membentyk tubuhnnya tadi.
'Kalau tuan memiliki ide seperti itu lalu untuk apa tuan bertanya dan mengeluh pada kami tadi?' Batin semuannya yang memandang David aneh.
"Apa ada yang aneh diwajahku?" Tanya David menunjuk wajahnnya.
__ADS_1
"Ah tidak tuan!" Cepat semuannya menjawab.
"O-oh baiklah, ukhhum! Besok kita akan kembali kekota pengungsian jadi usahakan untuk menyelesaikan urusan disini sebelum besok." Ucap David akan perintah selanjutnnya.
"Baik tuan."
Keesokan harinnya semuannya kembali menuju kota pengungsian untuk mengantar bahan makanan dari ibu kota untuk warga, setidaknnya itu mampu untuk mereka bertahan sebelum bantuan dari kerajaan tiba.
Selain bahan makanan dari ibu kota, berbagai daging monster yang dapat diolah dan dimakan dari monster yang dibunuh oleh perajurit juga digabung kebahan pangan untuk diberikan pada warga.
Perjalanan menuju kekota sangatlah lancar tanpa hambatan meskipun harus melintasi hutan karena tidak ada jalan pintas tapi para perajurit lebih memilih untuk memotong jalan dari pada harus memutar.
Perjalanan mereka tidak membutuhkan waktu lama dan hanya menggunakan beberapa hari saja hingga akhirnya didepan gerbang kota pengungsian dimana banyak perajurit dan Warga yang menyambut mereka termasuk Stella yang ada didepan gerbang dengan gaun merahnnya.
Berjalan David bersama kelima pemimpin pasukannya dan Virinda saat semua pasukan berhenti.
"Selamat datang kembali, kukira kau akan mati diibu kota." Ucap Stella menyambut David dengan nada yang sedikit meledek.
"Jangan berkata begitu, itu seperti kau mengharapkan aku mati didalam misi." Ucap David menggaruk bagian belakang kepalannya dan berhenti didepan Stella.
"Aku memang berharap orang yang sok pintar sepertimu mati saja." Ucap Stella meskipun niatnya tidak begitu tapi dia agak kesal saat melihat Virinda dibelakang David.
"Kau yang lebih baik mati dasar gunung dua." Virinda meledek Stella saat Stella meliriknya.
"Apa yang kau katakan dasar tante tanta!" Stella balas berteriak.
"Sudahlah sudahlah kita telah menang tolong kalian jangan membuat pertempuran baru." Ucap David yang segera memisahkan mereka berdua.
"Hmph! Seharusnya kau yang bersukur bocah." Virinda pun menenangkan diri.
"Sudah sudah! Stella bagaimana keadaan kota pengungsian apa ada hal laon yang terjadi?" David bertanya memisahkan dan mengubah topik.
"Kota aman tapi kau seharusnya memberikan salam saat bertemu dengan puteri bangsawan." Jawab Stella menjukurkan tangannya untuk dicium oleh David.
"Aku tadinya berniat begitu tapi aku mengurungkan niatku." Tapi David berjalan melewati Stella.
"Eh?" Stella sedikit malu karena diabaikan.
"Blwee.." Virinda menambahkan dengan menjulurkan lidannya pada Stella.
"Kengengenge..." kuat Stella menggenggam tangannya untuk menahan emosi. 'Tapi aku bersyukur kamu pulang dengan selamat.' Batin Stella tersenyum dan dirinya langsung tenang saat mengatakan kalimat tersebit.
'Hm? Tumben anak ini tidak marah.' Disisi lain Virinda yang mencoba memancing emosi Stella jadi bingung.
"Oh iya Stella kami mungkin akan segera pulang besok agar tidak menghabiskan terlalu banyak bahan pangan disini, untuk hari ini kami akan membantu kalian sebisa kami." Ucap David sebelum lanjut berjalan dimana para perajurit langsung kembali bergerak dan berjalan menuju gerbang kota untuk masuk kedalam kota.
"Eh secepat itukah?" Stella berlari menyusul David dengan wajah terkejut karena berharap David dapat tinggal disini beberapa hari lahi untuk mengobati ibunnya tapi sebenarnya dari dalam hatinya ia ingin tetap berada disisi David.
__ADS_1
"Oh iya masalah ibumu aku bisa mengutus seseorang untuk mengantar kalian pada puteri Arfenit agar kutukannya diangkat." Ucap David yang sedikit mengerti dengan pikiran Stella meskipun hanya setengah saja.
"Iya tapi.." Stella sedikit tidak rela.
"Masalah mau atau tidaknya kamu bisa bernegosiasi sendiri dengan puteri Arfenit tapi aku yakin dia pasti mau karena class nya memang God Healing dan sangat membenci iblis." Jelas David menambahkan.
"Baiklah." Ucap Stella mengiyakan.
"Kami membawa bahan pangan dari mansion keluargamu dan beberapa daging monster yang dapat diolah dan dimakan itu akan cukup hingga bantuan tiba." Tambah David.
"Nm." Stella hanya mengangguk.
"Rasannya kau tidak terlalu senang." Ucap David yang masih tetap berjalan menuju mansion Lord kota.
"Aku senang." Jawab Stella tapi masih agak murung.
"Aku akan menemanimu malam ini." Ucap David setelah berpikir beberapa saat sebelum memberikan Stella tawaran.
Wajah Stella langsung memerah. "Menemani? Malam ini?" Ucap Stella yang pikirannya sudah kemana mana.
"Aku akan beristirahat sebaiknya kau juga beristirahat karena malam ini mungkin kau akan sangat kelelahan." Ucap David sebelum menghilang.
"A-apa maksudmu!? Eh dia sudah menghilang." Teriak Stella sebelum menyadari bahwa David sudah tidak ada.
......................
guys ini udah up perhari loh, dimana votenya guys? kok itu itu aja, divote dong.. hari ini kan kalian mendapatkan kartu Vote dari sistem MT/NT. gunakanlah untuk vote novel ini yah guys yah.
Masuk ranking 200 vote kita up 2 Chapter perhari guys
...----------------...
Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.
-Loner
-Galih
-Pryde
-R3
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
__ADS_1
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]