Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 27, Misi pertama & Bandit


__ADS_3

Keesokan harinya


Guild petualang


Lebih dari satu jam mereka diguild petualang untuk mempersiapkan segalanya termasuk juga kereta pedagang dan kuda, serta segala Bekal persiapan termasuk makanan karena mereka akan sampai dikota pelabuhan dalam dua hari perjalanan jika Menunggangi kuda.


"Semuanya sudah lengkap.. kita akan segera berangkat" ucap seorang pedagang yang sepertinya adalah pemimpinya.


"Baik" semua pedagangpun juga mulai menaiki kereta mereka jumlahnya adlaha lima kereta pedagang dan lima pedagang yang mengendarai setiap Keretanya.


"Petualang tolong bantuannya" Ucapnya kepada David.


"Pangil saja saya David" David pun memperkenalkan diri dan mulai menunggangi kuda walau awalnya agak kesusahan karena belum pernah menunggangi kuda tapi berkat belakangan ini sering menunggangi wolf Davidpun sudah bisa menyeimbangi kuda.


"Baiklah David perkenalkan saya adalah Suli" Pemimpin pedagang itu memperkenalkan diri yang sepertinya berumur 30an.


"Yah mohon kerja samanya" David membalas nya dan mulai berangkat.


Mereka akhirnya berangkat dengan Tiger dan Bord memimpin didepan, Merly Scoshi dan Lily berada dalam kereta sedangkan Moar dan Ahrul berada disamping kereta, David sendiri berada dibelakang bersama Wolf yang berjalan didekatnya.


Setelah keluar dari gerbang kota mereka tidak menemukan halangan apapun hingga akhirnya mereka beristirahat untuk makan siang dan kedatangan tamu tak diundang yaitu rombongan Wind Wolf berlevel 20 hingga 25.


"Pas sekali aku membutuh kan kalian untuk membuat senjata" David segera menyuruh Wolf untuk memburu mereka dang segera mengumpulkan mayatnya.


Tapi belum lama setelah Wolf membasmi mereka, kelompok David kembali kedatangan Silver Fang Wolf dan Davidpun ingin mencoba skill Wolf yang bisa menjinakkan serigala.


"Wolf!" David memberikan isyarat kepada Wolf agar segera menjinakkan lima kawanan serigala yang mendekati mereka.


Awoo...


Setelah Wolf mengaung segera saja para serigala itu tunduk pada Wolf.


"Sungguh peliharaan yang sangat berguna" puji Suli yang jelas melihat Wolf beraksi sendiri dari tadi.


"Apa memang sering muncul Wolf jika kalian dalam perjalanan kekota pelabuhan?" Tanya David.


"Memang sering tapi mincul dua krlompok sekaligus seperti ini itu sangat jarang" jelas Suli.

__ADS_1


"Begitu yah" David pun mencoba memahami" Jelas David memiliki keuntungan jika memang memiliki banyak monster diperjalanan tapi itu juga akan merepotkan karena itu akan memperlambat misis mereka.


"Memang aku pernah mendengar laporan dari beberapa pedagang bahwa dijalur Garam ini monster mengalami peningkatan" jelas kembali Suli.


"Yah kuharap semua monster yang akan kita hadapi masih bisa kita tangani" berharap David.


Setelah beristirahat sebentar mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kota belabuhan dengan rombongan serigala mengikuti mereka 100 meter dibelakang.


Dalam perjalanan mereka tidak mendapatkan serangan dari bandit sama sekali, mereka hanya sesekali harus mendapatkan serangan dari Beberapa kelompok serigala tapi dengan cepat Wolf tangani, beberapa serigala angin Wolf bunuh untuk Mayatnya David ambil sedangkan Untuk Silver Fang Wolf, Wolf jinakkan untuk menjadi pasukan mereka diperjalanan, sekarang 20 serigala sudah Wolf jinakkan.


Tepat saat sore hari ingin menjelang malam tiba tiba Wolf mendekat kearah David, David pun juga mengerti apa yang sedang Wolf sampaikan.


"Ada apa tuan?" Tanya Mark saat melihat David menekuk wajahnya serius melihat kedepan.


"Wolf menciun bau darah manusia didepan.. segera beritahu yang lain untuk bergegas" David pun tanpa pikir panjang ingin menolong.


Mereka langsung memperlaju Kuda mereka dan benar saja Saat David melihat Map nya Dia dapat melihat bahwa ada beberapa manusia yang sedang bertempur didepan.


Setelah mendekat David segera dapat mengetahui bahwa beberapa pedagang sedang diserang oleh sepuluh kawanan bandit.


"Mundur!" Setelah merasa pihak mereka kalah Bandit segera berlari dan mereka hanya tersisa empat orang saja.


"Merly! Ahrul!" Teriak David memberi isyarat.


Merky dan Ahrul segera mengeluarkan Crosbow mereka karena sudah tidak dapat terjangkau oleh Panah biasa.


Shut.. shut..


"Sial!" Teriak salah satu bandit yang selamat.


Dua orang segera saja Mati dan David pun membantu Msrly untuk mengisi uluang Crosbow nya bersama dengan Bord yang membantu Ahrul walaupun level Merly dan Ahrul agak tinggi tetap saja memerlukan Bantuan untuk sekedar menarik Crosbow tingkat Rare.


Shut.. shut..


Dua anak panah kembali meluncur dan pecah tepat didada mereka.


"Senjata kalian sangatlah bagus.. cepat dan tepat aku belum pernah melihatnya"Suli kembali kagum dengan kelompok David.

__ADS_1


"Ini adalah salah satu senjata Utama Guild kami" David pun membanggakan dirinya.


"Tiger segera berikan potion kepada mereka" tunjuk David kearah beberapa petualang yang sudah sangat sekarat.


"Baik tuan" Tiger juga langsung menuruti David.


Setelah Tiger danlainya memberikan Potion kepada mereka Secara beranaur ansur memulihkan Hp mereka juga.


"Terima kasih karena telah menyelamatkan kami tuan" ucap seorang pedagang yang masih selamat kepada David.


"Tidak apa apa kami juga kebetulan lewat saja" David mencoba rendah hati.


"Kami adalah pedagang yang mengantarkan potion kekota pelabuhan tuan, saat diperjalanan kami sudah kelelahan karena para bandit bandit itu terus saja menyerang kami dan mundur begitu saja" ucap si Pedagang.


"Berarti tujuan mereka memang dari awal adalah membuat kalian kelelahan dan merampok kalian, tapi saat kami diperjalanan kami tidak menemukan bandit satu pun.. apa mereka tau kalau kami tidak memiliki barang bawaan dikereta? Dengan kata lain mereka memiliki mata mata dikota" itulah kesimpulan David.


"Saya rasa juga begitu tuan" ucap pedagan tersebut.


"Baiklah sejauh itu aku mengerti dan juga kami telah membunuh Beberapa orang mereka, mereka pasti akan lebih waspada dengan kita jadi lebih baik kita berangkat bersama saja menuju kekota pelabuhan" usul David.


"Saya rasa juga begitu tuan, dengan begitu mereka akan berpikir dua kali sebelum menyerang kita" jelasnya setuju.


"Hari sudah mulai malam kita akan beristirahat disini!" ucap Suli dengan suara keras.


"Baiklah semuanya kita kumpul dulu untuk menentukan jadwal jaga!" Teriak David.


Pada akhirnya tidak ada yang berjaga malam karena semuanya setuju agar hanya pasukan serigala saja yang berjaga meski begitu David tetap meminta Mark untuk berjaga hingga tengah malam, sebagai seorang assasint tentunya dapat memiliki keterampilan yang bagus saat malam hari.


"Tuan apa anda tidak tidur?" Tanya Mark saat melihat David sedang duduk didepan api unggun setelah makan malam mereka.


"Aku masih belum mengantuk Mark" jawab David.


"Baik kalau begitu saya akan lanjut berjaga tuan" Ucapnya kemudian naik keatas pohon.


"Wolf!" Panggil David


"Awo.." Wolf melolong ringan saat berjalan mendekat kepada David dan seperti hantu yang hanya memperlihatkan Mata karena bulu hitamnya menyatu dengan gelapnya malam.

__ADS_1


__ADS_2