
Mansion Lord kota
Setelah semuanya beres David segera pergi dari ruang kerjanya dan menuju kemeja makan karena sekarang sudah waktunya makan malam.
David kali ini duduk bersama Astein dan Merly sedangkan Dastein sekarng sedang tertidur.
"Ekhem! putri Arfenit saya mendengar kabar bahwa kapal dipelabuhan sudah siap jadi mungkin kita akan berangkat kekota pelabuhan dalam dua hari lagi karena saya masih harus mengurus beberapa keperluan kota."
David membuka suara ditengah makan malam yang tenang berbeda dengan sebelumnya yang super ribut.
"Baiklah." Putri Arfenit agak tampak kecewa.
"Astein dan Dastein juga akan pindah kekota Green disana akan tinggal dimansion Dark Dragon untuk satu alasan kuharap kalian tidak bertanya lagi." Berkata David.
Sebenarnya alasannya adalah karena David tidak ingin jika perang nanti yang kabarnya akan mengendalikan banyak monster akan ada serangan monster dari dalam Devil Forest yang tiba tiba menyerang kota Dragkolli walaupun David percaya pasukan serigalanya dapat menahannya.
Walaupun begitu David hanya memiliki keyakinan sembilan puluh persen untuk pasukan serigalanya akan menahan monster tapi sepuluh persenya David berspekulasi bahwa mungkin akan ada monster tingkat tinggi yang menyerang.
Itu akan lebih aman jika Astein dan Dastein kembali kekota Green karena disana ada lebih bayak death knight yang menjaga mansion Dark Dragon yang sejatinay merupakan tempat penyimpanan harta terbesar David dimana hanya David dan Virinda yang memiliki akses masuk kedalam gudang penyimpanannya.
Walaupun dua pengawal berlevel lima puluh masih tetap berjaga didepan mansion Dark Dragon dan masih tetap terus digaji dengan lima puluh koin emas perbulan tapi itu hanya sebuah kedok untuk memancing siapa yang memiliki keberanian untuk datang mengacau pada kediaman Guild Dark Dragon yang notabelnya memiliki banyak Death Knight bersembunyi didalamnya.
Kembali kecerita, makan malam mereka berjalan dengan lancar dan David segera kembali kedalam kamar bersama Astein untuk menjaga Dastein meskipun kemarin malam David sudah merasakan bagaimana susahnya mengurus Dastein yang meskipun masih berumur satu bulan tapi sudah sangat aktif untuk meminta ini itu dan menangis tanpa henti.
Besoknya Forts sudah menerima surat perintah David dan pesanannya tapi ada satu hal yang mengganjal pikirannya sehingga datang langsung keruang David saat siang hari.
"Ada apa Forts?" Bertanya David saat melihat Forts begitu masuk langsung melemparkan tubuhnya diatas sofa dengan wajah yang dilipat lipat. "Apa pesanan ku terlalu berat?"
__ADS_1
"Bukan pesananmu, semua susunanmu sudah naik tapi kamu masih melupakan satu hal. " Forts mengankat satu jarinya kearah David.
"Apa itu?"
"Ingot besi dan baja." Jawab Forts.
"Kenapa dengan itu?" David merasa aneh karena jika hanya kekurangan bahan ingot maka tinggal membelinya, David tidak kekurangan uang smaa sekali.
Tentu Forts tahu apa isi pikiran David yang mempermudah semuanya dengan uang. "Ini bukan masalah uang tapi semua kerajaan sekarang membutuhkan ingot jadi semua tambang besi sedang sibuk meladeni pesanan para kerajaan." Jelas Forts dengan sesuatu yang jelas tidak dapat diselesaikan dengan uang.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Bertanya David karena dia pun tidak memiliki solusi.
"Aku hanya bisa memberimu solusi datanglah kekerajaan Beaster Empire disana adalah negeri para penambang dan banyak tambangan disana aku yakin mereka tidak akan kehabisan batang besi." Saran Forts.
"Berarti aku harus pergi kesana." David menyimpulkan.
"Kamu bisa mengirim orang untuk kesana dan tidak perlu datang sendiri." Jawab Forts.
Alasannya adalah karena Beaster Ampire terletak diseberang Devil Forest tapi akan sangat berbahaya jika David melintasi Davil Forest dengan kekuatannya sekarang jadi dia tidak memiliki pilihan lain selain memutarinya melewati kota kerajaan sekalian mengantar putri Arfenit.
"Baiklah terserahmu saja yang jelas aku hanya menerima ingot tidak peduli kau mendapatkanya dari mana." Forts
berjalan meninggalkan ruangan.
"Tapi untuk sementara kau masih bisa bekerja sampai ingot itu tiba bukan?." David bertanya.
"Yah sekitar dua minggu sampai ingot besi dan baja habis. " Forts menjawab begitu sudah berada didepan pintu.
__ADS_1
Setelah semuanya David kembali merencanakan perjalanannya ke Beaster Empire yaitu kerajaan para Beaster atau para penjinak monster dan merupakan kerajaan yang memiliki tambang besi terbanyak.
Besoknya David kembali berangkat menuju kekota Green sebelum menuju kekota pelabuhan.
Singkat cerita saat David sudah mengantar Merly serta Astein dan Dastein kemansion Dark Dragon juga menwmpatkan selartain dan Teador dsisinya sebagai penjaga dan Lousi yang akan mengurus segala keperluan memasak untuk Astein dan Merly disana.
Merly tidak langsung pergi kemansion tapi memilih untuk pergi kepenginapan ayahnya dimana sudah begitu lama merek tidak bertemu, David kembali melanjutkan perjalanan karena sedang terburu buru dan tidak lagi menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan paman Herly ayah Merly.
Yang akan David bawa dalam misi mengantar putri Arfenit dan menuju ke Beaster Empire kali ini hanya Virinda dan timnya yang sudah dia beri nama dengan pasukan banyangan juga Wolf yang mungkin akan membantu.
Dalam perjalanan menuju kota pelabuhan David bertemu dengan prajuritnya yang dipimpin oleh Tiger yang dalam perjalanan pulang, mereka langsung memberikan hormat dan memberi jalan pada David yang terlihat sedang buru buru.
Beberapa pedagang terlihat jelas menyusul dibelakang rombongan prajurit karena mereka ingin mendapatkan keuntungan dari perlindungan prajurit dan tidak perlu lagi menyewa petualan dalam perjalanan mereka.
David tidak memperdulikannya karena dia harus cepat mendapatkan ingot besi dan baja karena tidak ingin proyek pembuatan senjatanya malah berhenti karena kehabisan bahan utama.
Meskipun sudah dilewati oleh para prajurit tapi tetap saja masih ada beberapa monster yang mencari mati dengan menghadang jalan David tapi mudah bagi pasukan bayangan Virinda untuk membereskan mereka.
Setelah sampai dikota pelabuhan dengan istirahat yang kurang David segera memasukkan mobilnya kedalam Ocean Dragon dan meminta kru untuk memberangkatkan kapal.
Diatas kapal Ocean Dragon masih terdapat sekitar seribu prajurit yang dikerahkan untuk tetap menajaga pelabuhan tapi David segera mengusir setengahnya sebelum berangkat menuju kekota kerajaan.
"Kau terlihat terburu buru ada apa? Yah seharusnya aku tidak bertanya karena memang menjadi seorang jendral pasti akan sibuk." Sedikit terdengar kata ejekan dari putri Arfenit saat melarat kata katanya yang semula terlihat khawatir.
"Bukan apa apa, sebaiknya putri kembali kekamar untuk beristirahat karena tentu perjalanan beberapa hari ini membuat putri sangat kelelahan." Meskipun David berkata sopan tapi dia bahkan tidak melirik puteri Arfenit dan menuju kekamarnya.
"Cih terserahmu saja." Putri Arfenit agak kesal karena diabaikan oleh David dan berjalan kearah kamarnya diantar oleh salah satu bawahan Virinda dengan menghentakkan kakinya membuat suara keributan dilantai.
__ADS_1
Baru kali ini putri Arfenit merasa kesal saat diabaikan oleh David dan itu membuatnya semakin kesal lagi karena timbul perasaan khawatir dan peduli pada David dari dirinya.
Semua pasukan bayangan Virinda selalu mengguankan pakaian Maid karena memang itu sudah menjadi moto mereka sebagai pelayan dan David tidak pernah menetapkan peraturan itu ataupun melarangnya tapi itu semua diatur oleh Virinda.