Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 175, Demi hari malas!!!


__ADS_3

David kembali membaca kertas yang ditunjuk oleh RedBen sebelum tersenyum. "Ini mungkin sedikit menarik." Ucap David.


"Monster membangun sebuah kerajaan tepat disudut tiga negara yaitu Holytrit Empire, Magiccary Empire dan Fertiland Empire, seperti yang tertera diinformasinya, mereka memiliki tembok setinggi lima puluh meter hingga seratus meter dengan ketahanan super kuat serta puluhan bahkan ratusan ribu monster yang menjaga diluarnya, sampai sekarang belum ada yang tahu apa isi dari tembok besar itu tapi banyak yang berspekulasi bahwa tembok itu melindungi iblis didalamnya." Ucap RedBen menjelaskan.


"Kemudian apa yang dilakukan tiga kerajaan sekarang?" Bertanya David tentang tiga kerajaan yang ditempati oleh kerajaan monster tepat disudut wilayah mereka bertiga.


"Holytrit Empire mempersiapkan diri untuk memusnahkan kerajaan monster, Magiccary Empire mempercepat peroses pengumpulan energi sihir untuk memanggil pahlawan sedangkan Fertiland Empire masih terus fokus untuk melihat situasi dan mempelajari maksud monster disana, tapi dari semua itu ketiga kerajaan sudah mengungsikan semua warganya yang ada dikota terdekat dengan kerajaan monster." Jawab RedBen menjelaskan.


"Lalu apa tanggapan Romulus Empire terhadap Magiccary empire yang ingin mempercepat pemanggilan pahlawan?" David kembali bertanya.


"Semua kerajaan mendukung." Itu jawaban RedBen.


"Apa masih ada informasi lain?" David kembali bertanya karena tidak mungkin Magiccary tergesa gesa seperti itu jika hanya ratusan ribu monster yang dapat diatasi oleh aliansi tiga kerajaan saja.


"Sebenarnya ada informasi yang masih belum jelas mengatakan bahwa dikedalaman Devil Forest ada pergerakan monster yang mencurigakan, sepertinya mereka mulai membangun kekuatan mereka disana." Ucap RedBen.


"Ini sangat berbahaya bagi Romulus, hampir empat puluh persen kota romulus berdampingan langsung dengan Devil Forest, dimulai dari kekuasan keluarga Lugard lurus melewati wilayah Vermilion hingga sampai dikota kerajaan semuanya berbatasan langsung dengan Devil Forest kecuali daratan yang ditarik lurus dari kota kerajaan hingga daratan Allia." David sedikit kesulitan menanggapi hal ini karena masih sangat kekurangan informasi mengenai hutan iblis atau Devil Forest.


"Kalau begitu apa yang akan kau lakukan selanjutnya David?" Bertanya RedBen yang juga khawatir dengan serangan monster yang tiba tiba apalagi kota yang paling dekat dengan wilayah Devil Forest yang ada diwilayah Lugard adalah wilayah David yaitu Dragkolli City.


"Lebih baik aku pulang minum teh sambil menunggu perintah selanjutnya." Ucap David berdiri bersiap meninggalkan ruangan.


"Aku mengerti." RedBen hanya mengangguk saja karena maksud lain dari David adalah dia akan memikirkan tindakan selanjutnya dulu.


...


Setelahnya David hanya bersantai mengelilingi kota selama seharian bersama Merly.


Berusaha mencari ide menarik ataupun menyegarkan pikiran itulah yang David coba lakukan meskipun Merly sangat berisik tapi entah kenapa David merasa sangat nyaman karena sudah lama tidak mendengar ocehan Merly yang tidak bisa direm.


David mencoba untuk melepaskan semua kekhawatiran maupun masalah yang sedang terjadi karena semakin hari semakin banyak pula masalah yang berdatangan membuat David sakit kepala.


"Sepertinya aku masih harus berjuang untuk mendapatkan hari malas seperti ini." Gumam David menyandarkan tubuhnya disebuah bangku pinggir sungai.


"Merly mendukung." Ucap Merly mantap dengan mata berbinar.


"Ya.. aku senang kau mendukungku Merly tapi.. haihh.. baiklah.., untuk mendapatkan kembali hari malas seperti ini mari kita berjuang, aku akan mempertaruhkan segalanya." Ucap David mengepalkan tangannya kedepan.


"Nn demi hari malas!" Mengangguk Merly mengikuti gaya David.


'Entah kenapa slogan ini juga sedikit menarik meskipun konyol.' Batin David.


Menikmati hidup bersama keluarga dan harta yang dikumpulkan adalah tujuan hampir semua orang tapi meskipun mereka telah mengumpulkan banyak harta, ada saja sesuatu alasan yang membuat mereka tidak dapat melakukannya seperti keserakahan yang menginginkan lebih ataupun masalah yang terus berdatangan seperti David saat ini.


David dan Merly duduk menikmati sorenya dibangku pinggir sungai melihat anak kecil yang berenang disungai maupun bermain dilapangan kecil.


Perlahan hari mulai gelap saat matahari terbenam melewati beberapa celah ruma warga yang lumayan tinggi dan hany menyisakan langit yang berwarna orange terang.

__ADS_1


"Pulang?" Ajak David pada Merly yang entah kenapa banyak diam saat menikmati sore seperti ini.


"Baiklah." Merly ikut berdiri dan berjalan mengikuti David.


"Ah iya Merly, apa yang kau lakukan selama beberapa bulan ini?" David bertanya karena merasa aneh dengan mansion Dark Dragon yang tiba tiba semua tumbuhan beracun disana menghilang, mungkin ini juga alasan Merly tidak tinggal dimanson malah tinggal dipenginapan ayahnya.


"Tidak ada, setiap hari hanya memberi makan Scochi." Santai saja Merly menjawab.


"Lalu kenapa kebun racunmu dimansion hilang?" Tanya David.


"Kak Astein menyuruhku menghilangkannya." Jawab Merly.


"Kenapa?" Bingung David.


"Dastein sekarang semakin susah diatur dan kadang menghilang jadi berbahaya jika menanam tumbuhan racun dimansion." Jelas Merly.


"Lalu dimana kamu mendapatkan racun?" Tanya David lagi.


"Kak Astein meminta perajurit untuk mengambilnya dikota Dragkolli dan pulau beracun."


"Jauh juga." David sedikit merasa bersalah karena kurang perhatian dengan Merly.


Mereka terus berjalan hingga akhirnya tiba dimansion dark Dragon.


"Merly kau akan tinggal dimana?" Bertanya David.


"Baiklah." Berjalan David masuk bersama Merly tapi sebelum tiba dipintu David dapat melihat Dastein yang sedang berlari sana sini dan merepotkan Lousi ditaman.


"Dastein!" Teriak Merly berjalan kearah Dastein.


"Aa... Mechi." Dibalas pula teriakan oleh Dastein yang mulai berlari kearah Merly.


"Mechi? Ini jelas bukan Dastein yang membuatnya aku rasa Merly yang ingin dipanggil seperti itu." Gumam David -_-.


"Scochi keluarlah." Ucap Merly sebelum seekor scorpion berwarna putih salju dengan beberapa garis ungu keluar sepanjang dua meter.


"Scochi!" Dastein mulai menaiki Scochi.


"Tuan muda hati hati." Lousi semakin kesulitan saat Dastein dibawa pergi oleh Scochi dan Lousi harus mengejarnya.


"Aku mengerti sekarang kenapa Dastein terlihat sangat senang saat melihat Merly bahkan lebih menyambut Merly dari pada aku." Ucap David memukul jidatnya.


"Merly lapar." Ucap Merly tiba tiba memegang perutnya.


"Sebelum makan malam sebaiknya kau panggil Dastein dan Scochi dulu, ini sudah malam dan saatnya Dastein beristirahat, jangan merepotkan Lousi." Ucap David sedikit menegur.


"Baiklah." Merly menurut dan memanggil Scochi sebelum masuk kedalam mansion.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk dan Dastein juga menurut pada Lousi karena dibujuk oleh Merly dan David.


...


Malam hari


Meja makan


"Akhirnya kenyang juga." Ucap Merly yang menggosok perutnya yang sedikit bengkak karena kebanyakan makan.


"Kau makan kebanyakan Merly." Ucap David.


"Merly ingin ketolet dulu." Cepat Merly pamit.


"David." Panggil Astein saat Merly sudah tidak ada.


"Apa?"


"Bukankah sudah saatnya kau menikahi Merly?" Bertanya Astein mengusulkan.


"Hmm.. aku juga memikirkan hal yang sama, hanya saja aku tentu masih harus bertanya padamu dulu." Ucap David.


"Aku tidak masalah kau menikah lagi, selama kau masih mencintaiku dengan Dastein itu sudah cukup, dan lagi Merly sudah tujuh belas tahun loh David, aku sedikit tidak enakan dengan paman Herly." Ucap Astein yang mendukung David.


"Nn aku akan mengunjungi paman Herly besok." Mengangguk David tapi terlihat jelas jika dia masih ingin menyampaikan hal lain.


"Oh iya kudengar kau dekat dengan puteri Vermilion?" Ucap Astein sedikit menyipitkan matanya.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Eko Arliansyah


-QUEEN


-Lutfan


-Gerald


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_

__ADS_1


-[M.S.R]


__ADS_2