
Gren Luck City
Mansion Dark Dragon
"Sudah lama aku tidak menginjak kan kaki di mansion ini." Ucap Erik Lugard berjalan masuk ke mansion David.
"Mungkin sejak kau menjual nya pada ku." Ucap David menebak dan baru kali ini ia tidak membalas ucapan Erik dengan balasan yang pedas meskipun bukan dalan keadaan formal.
"Tapi ya.. setelah beberapa tahun aku tidak melihat isi mansion ini sekarang terlihat jauh lebih baik, kau merawat nya dengan baik." Ucap Erik seakan memuji David.
"Yang merawat nya itu kepala pelayan ku, aku tidak melakukan apa apa untuk mansion ini kecuali menambah anggota nya saja." Balas David yang memang sejak awal mansion Dark Dragon adalah markas utama guild nya.
"Jadi apa yang ingin kau sampaikan hati ini sampai mengundangku datang ke sini David?" Bertanya Erik mengubah topik pembicaraan.
"Pertama duduk dulu." Ucap David mempersilah kan mertua nya itu untuk duduk saat sampai di sofa ruang tamu.
"Baik lah." Erik pun duduk
Seorang Maid yang memang memiliki aura berbeda dengan pelayan pelayan di mansion lain nya datang membawa cemilan dan teh, ya itu hanya untuk formalitas dalam menyambut tamu.
"Huh... aku yakin bukan hanya aku saja yang ingin menyampaikan sesuatu, kau juga kan pak tua ingin mengatakan sesuatu pada ku." Ucap David ikut duduk di depan Erik.
"Begitu lah makanya aku langsung datang saat kau mengatakan ingin bertemu." Ucap Erik.
Sebenar nya niat awal David adalah bertemu dengan Erik Lugard di mansion lord kota Green namun Erik mengatakan akan datang sendiri ke mansion Dark Dragon jadi mereka memutuskan untuk berbicara di kediaman David saja.
__ADS_1
"Untuk sekarang aku yakin yang ingin kita bicarakan sama yaitu tentang krisis yang di alami warga saat ini tapi.." David lagi lagi menggantung ucapa nya karena David tidak terlalu berpengalaman dalam mengurus warga.
"Jalur ekonomi tidak berjalan dan semua nya menjadi kacau, benar benar sebuah pandemic." Ucap Erik menyambung ucapan David.
Tanpa ekonomi warga yang berjalan maka tidak akan ada pula uang untuk menggaji perajurit, benar benar sebuah jalan buntu.
"Begitu lah jadi aku meminta saran bagaimana cara agar ekonomi setiap wilayah yang mengungsi tetap bisa berjalan." Ucap David meminta saran pada orang yang lebih berpengalaman.
David memiliki dua wilayah yaitu Dragkolli City dan Vulgata City namun kedua nya menjadi wilayah berbahaya dan semua warga di perintahkan untuk mengungsi ke kota lain.
"Saat ini ada sepuluh wilayah yang berada di bawah naungan ku terpaksa di kosong kan termasuk dua wilayah mu juga, tentu itu memang menjadi masalah untuk setiap warga yang meninggal kan kota dan desa mereka, mungkin kita masih bisa menjamin makanan mereka tapi kita tidak tahu itu berlaku sampai kapan, situasi seperti ini harus segera di akhiri." Ucap Erik menjelaskan
"Kita harus membuat sistem baru?" Bertanya David memastikan maksud dari penjelasan Erik.
"Benar terlebih di antara sepuluh wilayah itu yang memiliki warga paling banyak adalah dua kota milik mu jadi aku paham akan kesulitan mu saat ini." Ucap Erik terlebih selama ini David hanya fokus pada pengembangan senjata nya dan tidak terlalu siap untuk hal seperti ini.
"Bagaimana kalau begini, kita akan mengirim warga laki laki untuk kembali ke kota dan bekerja terutama kota kota seperti milik mu yang mendapatkan penghasilan utama dari perkebunan." Ucap Erik mulai memberi saran.
"Aku sudah sempat memikirkan itu tapi pasti warga akan ketakutan untuk kembali di saat seperti ini." Ucap David namun tidak sepenuh nya memikirkan itu karena masih ada masalah lain yang lebih rumit.
"Huh.. dasar menantu yang merepotkan." Ucap Erik menyandarkan tubuh nya pada sofa mencoba untuk berpikir.
Erik pun paham akan apa yang paling membuat David kepikiran saat ini, produk kota nya adalah bir namun itu memerlukan jalur dagang yang sempurna untuk tetap menjalankan bisnis sedangkan saat ini jalur dagang laut tertutup dan jalur dagang darat menjadi sangat sulit.
"Begini saja, kau bisa mencari tempat yang bagus dan buat kota sementara di sana, kau bisa menanam gandum atau apapun yang dapat di produksi cepat dan dapat juga di komsumsi oleh warga, dengan kekuatan mu aku yakin membangun sebuah kota tidak memerlukan gold kan?" Ucap Erik memberikan usulan terakhir.
__ADS_1
"Boleh?" David terkejut karena dengan begini arti nya ia sudah mendapatkan izin untuk membuka wilayah baru padahal biasa nya selalu tidak di izinkan oleh Erik.
"Ini adalah keadaan sulit, tapi pastikan tempat yang akan kau gunakan untuk membangun kota memiliki tanah yang subur, akan percuma jika tanah nya tidak subur." Ucap Erik memberi saran tambahan.
"Aku mengerti terima kasih." Ucap David sedikit menundukkan kepala nya karena meskipun ia sering mengejek Erik namun mertua nya itu tetap lah salah satu orang yang ia hormati di kerajaan ini.
"Juga tolong atur beberapa perajurit mu untuk ber jaga di setiap kota setidak nya sepuluh perajurit di setiap kota juga tidak masalah." Ucap Erik meminta.
"Aku bisa menyerahkan beberapa lagi." David bingung kenapa hanya sepuluh saja padahal ia masih bisa memberikan lebih banyak lagi.
"Itu tidak perlu, ini hanya untuk menenangkan warga, selama warga melihat lambang yang di gunakan perajurit mu maka warga akan merasa aman jadi cukup sepuluh saja lagian tidak mungkin kita memecah seluruh kekuatan perajurit berpotensi." Ucap Erik menjelaskan.
"Baik lah aku mengerti, aku akan segera mengatur nya." Ucap David memanggil seorang pelayan yang sedari tadi berdiri tidak jauh di belakang nya.
David mulai memberi perintah pada pelayan tersebut tentang beberapa hal yang harus ia sampaikan pada petinggi pasukan yang lain nya untuk mengirim pasukan sesuai permintaan Erik.
Namun David lebih memprioritaskan pesan ke pada Moar untuk mengirim perajurit Assassin mencari tempat yang memiliki tanah subur dan berpotensi membangun sebuah kota yang jauh dari perbatasan dan ancaman akan serangan bangsa iblis.
Saat David sedang mengobrol dengan pelayan teraebut, Erik tiba tiba saja bertanya.
"Bagaimana keadaan Astein dan Dastein?" Bertanya Erik mengubah topik setelah menyeruput teh nya karena tentu ia juga merasa khawatir terhadap putri satu satu nya itu dan cucu nya setelah tidak bertemu beberapa bulan ini.
"Astein dan Dastein baik baik saja, kau tidak perlu terlalu mencemaskan nya dan maaf karena saat ini aku belum bisa mempertemukan kalian." Ucap David menjawab.
David yang dulu pasti tidak akan mengerti rasa cemas Erik namun saat ini David telah memiliki dua anak dan ia mulai paham akan rasa orang tua yang ingin menyerahkan segala nya pada anak mereka.
__ADS_1
"Tidak masalah, selama mereka baik baik saja." Ucap Erik memutar mutar gelas teh nya secara perlahan.