
Ares bisa dengan cepat ditempat Kelompok utama berada dan terlihat dari kejauhan terdapat beberapa kelompok Kstaria yang bergabung dengan Pasukan utama.
Didepan mereka terdapat seorang Pemuda yang memiliki telinga seperti rubah putih dengan seorang anao kecil yang mirip dengannya, pemuda Itu memiliki ekor yang sama seperti Rubah putih. Ditangannya terdapat kuku-kuku yang terlihat sangat tajam dan dapat mengoyak daging dengan mudah.
"Jadi mereka yang diincar Sibangs***."Ares menyipitkan matanya.
Rambut putih pendek dengan wajah tampan dan mata yang dipenuhi niat membunuh, Pemuda itu mencoba melindungi dirinya dan adiknya dari para ksatria yang sedang mengeroyoknya dan mencoba menangkap adiknya. Tapi instingnya sebagai seorang Beastman membuat dia bisa bertahan sampai sekarang walaupun tubuhnya dipenuhi luka.
"Mari kita lihat bakat apa yang mereka miliki."Mata Ares bersinar dan tidak lama kemudian muncul dua Status Windows dari Pemuda itu dan adiknya.
[ Nama : Yuto Nagatomo
Ras : Beastman ( Snow Fox )
Title : Talented Youth
Level : 178
Star Circle : 3
JobClass : Fighter Lvl 3. Brawl Lvl 2. Ice Warrior Lvl 4. Eternal Ice Lvl 0 ( Tersegel ). ]
[Nama : Ryuu Nagatomo
Ras : Beastman ( Snow Fox )
Title : Talented kid
Level : 36
Star Circle : 1
JobClass : Beginner Fighter Lvl 3. Fighter Lvl 1. Ice Warrior Lvl 2. ]
Ketika Ares melihat nama Yuto matanya Membelalak, tangannya bergetar dan tubuhnya membeku, Sedikit demi sedikit senyum mengerikan terbentuk diwajahnya.
"Yuto, Yuto Nagatomo tak kusangka aku akan bertemu secepat ini denganmu."Ares menatap Pemuda bernama Yuto itu dengan Tajam.
Yuto Nagatomo adalah salah satu karakter Dinovel yanh dijelaskan memiliki Kekuatan setara Dengan Dewa, DemiGod, Monarch dan Para True Dragon Lord. Alasan dia memiliki kekuatan sehebat itu karena dia memiliki Sebuah JobClass bernama Eternal Ice yang merupakan sebuah JobClass yang setara langkanya dengan JobClass World Disaster miliknya.
dengan JobClass itu dia mampu membuat dan mengendalikan Es abadi yang sangat dingin dan tidak akan pernah mencair tanpa seizinnya. Dengan JobClass itu juga dia mendapatkan Special Ability yang dapat membuat memiliki Imunitas mutlak terhadap Elemen Es. Namun sepertinya Saat ini JobClass itu belum Bangkit dan masih tersegel, sama seperti yang dijelaskan Dinovel.
Saat ini prioritasnya adalah untuk membuat Yuto berpihak padanya tapi selama Jobclassnya belum terbangkit dirinya tidak bisa bertindak gegabah, Karena Jobclassnya masih belum Bangkit.
Dimatanya saat ini Yuto memiliki Potensi untuk menjadi Ksatria Star Circle Ke-6 dan ini jelas sangat berbeda jika JobClass Eternal Ice Terbuka. salah satu Special Ability JobClass itu adalah membuka dan melebarkan semua Potensi yang dimiliki penggunanya yang membuat Memiliki Potensi yang jauh lebih Besar dan lebih baik.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya aku membuka Segel Jobclassnya?."Ares mengobrak-abrik isi otaknya.
"Jika aku ingat Dinovel dijelaskan Alasan Jobclassnya bangkit karena kehilangan orang yang paling dia sayangi, tapi siapa orang yang paling Dia sayangi?!."
Ares sama sekali tidak habis pikir, Yuto adalah tipe orang yang benar-benar mengganggap temannya sebagai orang yang paling dia sayangi, dia tidak akan pernah membiarkan teman-temannya terluka dan akan selalu membuat dan melindungi mereka bagaimanapun caranya. bahkan Dinovel dijelaskan jika dia sering hampir mati beberapa kali karena sifat yang dia miliki ini.
Ares mengusap dagunya dan matanya tertuju pada Anak kecil yang ada dibelakang Yuto, Itu adalah Adiknya Yuto dan jika Ares lihat dia jauh berbeda dengan kakaknya, Dia sama sekali tidak memiliki Potensi dan batas potensi hanya sampai Star Circle Ke-3 dan dia tidak memiliki Jobclass yang membuatnya cukup tertarik.
"Dengan kata lain, dia tidak lebih dari sampah tapi dia setidaknya memiliki potensi."Ares terdiam sesaat dan otaknya berputar dengan kecepatan luar biasa.
Tidak lama kemudian dia menyeringai tajam"Apa yang terjadi jika adiknya mati?."pertanyaan itu dia tujukan Kediri nya sendiri.
"Tentu saja Jobclassnya akan bangkit karena salah satu syarat pembangkitannya adalah melihat kematian orang terdekatnya dan merasa bertanggung jawab atas kematian tersebut."Ares kehilangan senyumnya dan menatap Adik Yuto dengan maya sedih.
"Maaf anak muda, kau harus mati demi keberlangsungan hidupku."Senyuman kembali lagi dan malah senyuman lebih lebar dari yang tadi, Dia menutupi senyuman itu dengan tangannya.
Seluruh bawahannya bergidik ngeri melihat senyum Ares, Bahkan Ulbert yang merupakan Undead yang memiliki penahanan Emosi langsung ketakutan dan bergidik ngeri melihat senyum itu. mereka tahu jika tuan mereka mengeluarkan Senyuman seperti itu maka pasti dia pasti sudah membuat sebuah rencana.
"Hey menurutmu apa yang Tuan Rencanakan?."Mary berbisik kepada mereka.
"Tidak tahu, tapi yang pasti Tuan membuat sebuah rencana besar."
Mereka semua mengangguk setuju, Tuan mereka adalah orang yang akan selalu bisa membuat rencana dikeadaan apapun dan selalu bisa bersikap tenang apapun yang terjadi. Mary yang merupakan Mantan Ratu mengagumi sikap Ares karena dia sendiri sulit bersikap seperti Ares.
Disatu sisi yang lain Yuto mempertahankan dirinya dari gempuran Para Ksatria yang menyerangnya. setiap serangan yang dilancarkan Kstaria-kstaria itu sangat kuat dan sulit untuk dia hindari atau tahan. yang membuat dirinya dalam sekejap langsung babak belur dikeroyok Para Ksatria-ksatria itu.
Tubuh kakaknya dipenuhi oleh bekas luka yang tidak terhitung jumlahnya yang membuat darah mengalir deras dari setiap luka-luka yang dia dapatkan. meski begitu dia masih terus melawan walaupun dia tahu dia kalah jumlah dan kekuatan.
Borg dan Alphonse yang melihat semua itu dari belakang cukup mengkhawatirkan Yuto, karena jika Yuto mati mereka juga akan ikut mati.
"Hey! Cepat lumpuhkan anak Itu! kita tidak punya banyak waktu disini!."Borg terlihat cukup kesal.
Dia kesal karena anak itu lebih gigih dari yang dia duga, dia masih bisa bertahan setelah dikeroyok beberapa Ksatria elit yang levelnya cukup jauh dari levelnya sekarang, tapi dia masih bertahan dan terus melancarkan serangan-serangan mematikan.
Beberapa Ksatria yang menyerangnya juga ikut terluka dan kebanyakan luka yang mereka alami Cukup fatal karena mengenai Titik-titik Vital.
"Alphonse apa kau tidak memiliki Sihir pelumpuh?."
"aku tidak bisa menggunakan sihir itu, jika aku menggunakan sihir pelumpuh padanya maka dia akan terkena Damage cukup besar. sementara kondisinya saja sudah begitu."
Alphonse tidak mau mengambil Resiko jika Yuto mati. Borg masih terlihat tidak sabaran dan Matanya tertuju pada anak kecil yang ada dibelakang Yuto.
"Kalau begitu kau gunakan Sihir Pelumpuh keanak itu lalu kita jadikan dia Sandera agar dia mau menyerah."Borg Tersenyum penuh kelicikan.
Alphonse mengangguk pelan lalu menyuruh salah satu Ksatria yang memiliki kemampuan Assassin untuk bersiap didekat Yuto.
__ADS_1
Alphonse berjalan mendekat karena dia harus cukup dekat dengan lawan untuk menggunakan Sihir Pelumpuh, dengan perlindungan dari ksatria-ksatria disana dia bisa dengan mudah mendekat.
"{ paralysis }."Dia menggunakan sihir itu pada adiknya Yuto.
Yuto sama sekali tidak menyadari keberadaan Seorang Mage disana, Tubuh Ryuu terasa sangat lemas dan dia Terjatuh lemas disaat yang bersamaan seorang Ksatria dengan cepat langsung menarik Ryuu dari sana dan membawa menuju Borg.
"KALIAN SIALAN! KEMBALIKAN ADIKKU BAJING***!!!."Yuto menjerit keras ketika melihat Ryuu berada disana dengan keadaan lemah.
Borg dan Alphonse tertawa kecil"Kenapa kau tidak kesini langsung saja?."Borg tersenyum Licik.
Mata Yuto melotot tajam sementara Rahangnya mengeras dan Kuku-kukunya Bergetar, Dia saat ini dipenuhi oleh amarah dan kemurkaan yang membuat dia langsung menerobos Barisan Ksatria didepannya tanpa pikir panjang.
Yuto melesat Menembus para ksatria sambil menyerang mereka Secara membabi buta. semua serangannya tanpa arah namun setiap kali dia menyerang pasti kena karena saat ini dia dikepung Oleh ksatria-ksatria itu.
"KEMBALIKAN ADIKKU BAJING***!!!..."Yuto tanpa pikir panjang menerjang Barisan Ksatria yang melindungi Borg dan Alphonse.
Tapi begitu dirinya sampai disana dia langsung dilumpuhkan dengan mudah oleh para Ksatria-ksatria disana. para Ksatria disana Menahan Serangannya sementara ksatria-ksatria lain menindihi Yuto dengan tubuh berat mereka.
tangan Yuto dikekang dan dia disuruh berlutut dengan paksa, Yuto menatap Borg dan Alphonse dengan penuh Kebencian namun Mereka hanya mentertawakan Yuto. Disamping Borg terdapat adiknya yang diikat.
"Hahahaha..... tertangkap juga Hewan! Beraninya kau membuatku menunggu selama ini."Borg menendang Wajah Yuto.
"Kakak!."Ryuu mencoba menghampiri kakaknya namun dia ditahan oleh Borg.
Yuto hanya menatap Borg dengan penuh kemarahan.
"Cih! Tahan Dia!."Borg melemparkan Ryuu kearahnya dan Ryuu langsung menghampiri Kakaknya yang masih ditahan oleh kstaria itu.
"Kakak! Kakak tidak apa-apakan?!."Ryuu terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi Yuto.
meski tangannya terikat dia masih berusaha untuk memeriksa luka-luka yang ada ditubuh Yuto, Yuto terharu dengan Apa yang dilakukan Ryuu dan kecewa dengan kekuatan yang dia miliki.
jika dia memiliki kekuatan yang lebih besar pasri mereka tidak akan seperti ini, ini semua terjadi karena dirinya lemah sampai tidak bisa melindungi adik dan dirinya sendiri.
"Ryuu, maaf aku tidak bisa melindungimu."Wajahnya tertunduk.
Sebagai seorang kakak dia sangat malu karena tidak bisa melindungi adiknya sendiri. Ryuu yang melihat kakaknya mengerti dan hanya bisa tersenyum lalu berkata"Jangan salahkan dirimu Kak. aku juga salah kok, jika aku tidak lemah pasti kita tidak akan seperti ini, jadi jangan salahkan Dirimu ya."Ryuu tersenyum cerah.
Yuto menghela nafas pelan dan tersenyum"Terimakasih Ryuu."Dia tersenyum tipis.
Para ksatria yang ada disana memasang wajah Jijik melihat Mereka berdua, mereka semua seperti melihat sebuah drama sabun yang pernah mereka tonton sewaktu kecil.
"Sudah bawa mereka."Salah Satu Ksatria menyuruh teman-temannya yang lain untuk membawa Yuto dan Ryuu.
Namun seorang Ksatria menarik pedangnya dan langsung menusuk Ryuu tepat Didadanya, Pedang Itu tembus keluar dan menusuk jantung Ryuu. Ryuu langsung terjatuh lemas didepan Mata Yuto sementara Ksatria yang menusuk Ryuu tersenyum lebar seperti orang Gila.
__ADS_1
Sementara itu Ares berada cukup jauh dari sana dengan dua lingkaran Magic berwarna Oranye menyala ditelapak tangannya dan Buku Goddess of Chaos Spell Book ditelapak tangannya yang lain. Ares memasang wajah datar sambil memandangi mereka semua"{ Seelenpuppe }."Suaranya dingin dan berat tidak seperti biasanya.