Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
39.Memperkerjakan Keluarga Margaretha


__ADS_3

"Angkat tangan kalian Lebih Tinggi!."


"Siap!."


Itu adalah suara seorang Wanita cantik yang dipenuhi Amarah terhadap anak-anaknya yang bersikap kurang ajar Pada Tamunya.


anak-anaknya sedang dalam posisi berlutut dengan Tangan diangkat keatas, Mereka disuruh meminta maaf sebanyaknya sampai Ares memaafkan mereka, Walaupun Ares sudah memaafkan mereka tetap saja Hal yang diperbuat mereka terlalu tidak sopan.


Dia menjadi jauh lebih marah ketika Ares memberitahu agar Margaretha untuk tidak meminum teh yang disajikan, Margaretha yang saat itu mau meminum teh yang disajikan itu bertanya kenapa Tidak boleh diminum Ares lalu menjelaskan didalam teh itu terkandung racun yang dapat melumpuhkan seseorang.


Margaretha amat murka bahkan Ares sendiri tidak mau ikut campur ketika Margaretha memarahi anak-anaknya, Ia merasa amat bersalah karena hal itu dan terus meminta maaf kepada Ares.


"Haaaa......... Maafkan saya sekali lagi atas perlakuan tidak sopan anak saya, Maaf tuan Zero."Ucap Margaretha Sambil menundukan kepalanya.


ares menghela nafas pelan melihat permintaan maaf yang sudah dilakukan beberapa kali ini"Tidak apa-apa Nyonya Margaretha, namanya juga anak-anak Wajar mereka sedikit nakal dan lagi jangan terlalu banyak memarahi anak-anakmu."Ucap Ares, Ia lalu menyuruh Anak-anak itu untuk ikut duduk dan ikut mengobrol dengannya.


Mereka semua dengan kaku berjalan pelan lalu duduk berjauhan dengan ibu mereka, Dimata mereka terdapat ketakutan Absolut terhadap sesosok seorang ibu yang membuat berpikir, Jika ia Kehidupan sebelumnya memiliki seorang ibu apakah ia akan memiliki ketakutan seperti itu juga? Dan jika Ibunya dikehidupan kali ini masih hidup apakah dia memiliki ketakutan seperti itu juga?. Jawabannya 'Entahlah.'


"Kalau begitu, mari kita memperkenalkan , diri masing-masing, Dimulai dariku, Ehem..."


"Namaku Zero aku seorang Hunter Rank God's Knight yang bekerja Diasosiasi Hunter sebagai Supreme Executive, tahun ini aku berumur Eemm.... 56 Tahun dan salam kenal."Ucapnya sambil tersenyum tulus.


Margaretha terlihat amat terkejut ketika Ares menyebutkan Umurnya"Jadi umur anda Sepantaran dengan saya? sewaktu pertama kali bertemu saya kira umur anda Sepantaran anak-anak saya rupanya kita sepantaran toh. Hehehehe...."Ucap Margaretha Sambil tertawa kecil.


Ares juga ikut tertawa dan beralasan karena waktu itu ia memakai Penutup wajah makanya ia kelihatan lebih muda, Perkenalan dilanjutkan kali ini anak-anak Margaretha satu persatu memperkenalkan diri.


Mereka semua adalah Kembar Lima yang lahir secara bersamaan, Ares cukup terkejut ketika mengetahui mereka adalah Anak-anak yang dikandung satu rahim secara bersamaan, kejadian ini jarang Terjadi bahkan diduniannya sendiri kejadian seperti ini Amat jarang terjadi.


Mereka semua memiliki penampilan yang mirip satu sama lain, yang membedakan adalah Warna Rambut, Gaya rambut dan warna mata yang mereka miliki, Jujur jika Ares tidak teliti ia mungkin sulit membedakan mereka karena tampilan mereka hampir sama satu semua.

__ADS_1


"Kalau begitu perkenalkan dari kalian satu persatu, Silahkan yang tertua."Ucap Ares lalu mempersilahkan Rosse untuk memperkenalkan dirinya kembali.


Rosse adalah Remaja yang paling mirip dengan Margaretha, Gaya rambut, warna rambut dan Warna mata semuanya sama dengan ibunya.


"Perkenalkan nama Saya Rosse Margaretha anak pertama dari lima bersaudara, Saya berumur 17 tahun Dan saya memiliki Lvl 7."Ucapnya sambil mengangkat sedikit roknya.


Yang tertua kedua mulai memperkenalkan diri, Dia adalah seorang Remaja yang memiliki warna rambut Pirang Dengan Mata berwarna Coklat, ia memiliki rambut yang terikat dan memiliki sinar mata yang dipenuhi Keteguhan.


"Perkenalkan nama Saya Alice Margaretha anak kedua dari lima bersaudara, saya berumur 17 tahun Dan saya memiliki Lvl 6."Ucapnya sambil mengangkat sedikit roknya.


Yang tertua ketiga mulai memperkenalkan diri, Dia adalah Remaja yang memiliki rambut pirang dengan mata berwarna Cokelat tua, dia memiliki rambut pendek dengan kacamata diwajahnya.


"Pe-perkenalkan Nama saya Grace Margaretha anak ketiga dari lima bersaudara, saya berumur 17 tahun Dan saya memiliki Lvl 7."Ucapan memegang gugup tapi dia sudah berusaha semaksimal mungkin.


Yang tertua keempat mulai memperkenalkan diri, Dia adalah seorang Remaja yang memiliki rambut berwarna Coklat tua dengan Mata berwarna Hitam legam. Dia memiliki rambut panjang terurai dan memiliki ekspresi wajah datar.


Yang termuda mulai memperkenalkan diri, Dia adalah seorang remaja yang memiliki rambut berwarna Coklat Tua dengan mata berwarna Hitam legam, Dia memiliki rambut pendek dan dengan memiliki tinggi badan paling pendek diantara Saudari-saudarinya yang lain.


"Perkenalkan! Namaku Regina Margaretha! Aku anak kelima dari Lima bersaudara! Umurku 17 tahun Dan memiliki Lvl 6!."Ucapnya dengan nada cempreng.


Ares lalu menjelaskan maksud kedatangan kemari, ia ingin memberitahukan tentang hilangnya bahaya yang mengincar keluarga Margaretha dan Ares menambahkan jika ia ingin mempekerjakan seluruh keluarga Margaretha.


Ia mengambil kertas kontrak yang ia buat lalu memberikannya pada Margaretha, Margaretha yang melihat isi dari kontrak itu seketika terbelalak dan melihat Ares dengan mata Bergetar.


"Apa benar anda akan menggaji kami Seribu keping emas perbulan dan akan memberikan kami liburan Seminggu yang bisa diambil setiap bulannya?."Ucap Margaretha dengan nada tidak percaya.


Ares mengangguk menanggapi Pertanyaan Margaretha"Ya, saya juga akan memberikan Bonus kepada kalian setiap bulannya, dan lagi keselamatan kalian akan Dijamin olehku dan Juga Asosiasi Hunter, Kalian juga bisa tinggal diistana ku selama yang kalian mau dan itu semua Gratis."Ucap Ares sambil tersenyum Tulus.


Mereka semua melihat Ares dengan mata berkaca-kaca, Selama ini mereka hidup dalam ketakutan dan tidak ada yang menjamin keselamatan mereka, Mereka harus melakukan segala macam cara agar uang yang terkumpul cukup untuk kebutuhan mereka, namun seberapa kerasnya mereka bekerja Uang yang mereka kumpulkan selalu saja kurang yang membuat mereka sering menahan kelaparan.

__ADS_1


Meski baru-baru ini ibu mereka mendapatkan bantuan dari Asosiasi Hunter itu tetap membuat mereka khawatir, apa lagi dengan kondisi ibu mereka yang makin lama makin memburuk.


Margaretha melihat Ares dengan tatapan heran"Kenapa, Kenapa anda membantu saya sejauh ini? Padahal kita baru bertemu dan itupun saya sudah menyusahkan tapi kenapa anda tetap membantu saya?."Ucapnya yang dipenuhi perasaan heran.


orang-orang yang mendekati Margaretha adalah Orang-orang yang hanya ingin tubuhnya dan anak-anaknya, Mereka semua adalah manusia dengan tangan kotor yang selalu mencoba merayu dan memperdaya Margaretha, namun karena keteguhan hatinya ia bisa melewati semua itu dengan mudah.


Dan sejak saat itu ia juga memiliki kemampuan yang tidak ia ketahui, ia bisa melihat Niat dari orang lain, Semakin Terang Cahaya yang menyelimuti mereka semakin baik mereka, namun jika orang itu memiliki niat lain maka semakin gelap Cahaya yang menyelimuti mereka semakin jahat dan bengis mereka.


Namun saat pertama kali Margaretha bertemu dengan Ares, Warna yang ia lihat bukanlah Gelap namun, sangat terang sampai menyilaukan mata. Ini membuatnya Pernah berpikir apakah Ares seorang ArchBishop?.


Margaretha larut dalam pikirannya dan dipecahkan Oleh jawaban Ares, Ares Tersenyum Lebar dan dari senyuman itu Margaretha bisa tahu Ares telah melewati banyak sekali cobaan.


"Alasan saya membantu anda karena Saya itu sudah kewajiban saya, Saya akan membantu setia anak-anak yang kesulitan dan baru-baru ini saya berencana membangun Sebuah Panti Asuhan berukuran besar yang bisa menampung semua Anak yatim dari kota ini ataupun luar kota ini, Dana yang disalurkan berasal dari gaji yang saya terima dari Asosiasi Hunter, Dan saya berniat Memperkerjakan Ibu rumah tangga dan Janda untuk bekerja di panti asuhan saya. dan kebetulan saya baru pindah kesini dan Memerlukan beberapa pelayan untuk bekerja dirumah baru saya."tutur Ares sambil mengeluarkan Raut Wajah bahagia dan senang.


Itu bukanlah sebuah kebohongan, Ares Benar-benar berniat untuk membangun Sebuah Panti Asuhan berukuran besar yang bisa menampung banyak Anak-anak didalamnya, Alasan kenapa yang ingin membangun panti asuhan karena ia tidak tega melihat Banyak anak-anak yang mati kelaparan dikota ini dan Niat aslinya adalah untuk menemukan Anak-anak yang memiliki potensi besar untuk ia latih dan dijadikan bawahan.


Ia tidak segan-segan untuk menggunakan Gajinya yang ia dapat dari Asosiasi Hunter untuk membangun Panti Asuhan ini, Dan dia juga meminta bantuan Ketua Abraham untuk menemukan tempat yang pas dan mengumpulkan Data anak-anak yatim dan Data ibu-ibu yang telah menjanda.


'Kukuku..... jika Panti Asuhan ini berhasil dibuat maka aku akan mendapatkan Banyak Anak-anak yang Memiliki potensi besar untuk dijadikan Bawahan, Hahahah.... Akus tidak sabar Melihatnya nanti.'Batin Ares sambil tersenyum tulus.


Margaretha sendiri dibuat tercengang melihat Sinar disekeliling Ares menjadi Terang benderang layaknya matahari, Margaretha mengigit bibirnya dan meneguhkan Hatinya'Tuan Zero adalah orang dengan cahaya paling terang yang pernah ketemui, bahkan almarhum suamiku saja tidak memiliki cahaya seterang dirinya, Tidak ada salahnya menyetujui kontrak kerja ini, Namun, Aku perlu persetujuan anak-anak terlebih dahulu.'Batinnya sambil melirik anak-anaknya yang sedang menatap Ares dengan mata kagum dan berbinar-binar.


"Saya menyetujui Kontrak kerja ini, namun saya perlu persetujuan Anak-anak saya Terlebih dahulu, Anda bisa kembali lagi besok dan besok kami akan memberikan jawabnya."Ucap Margaretha dengan nada tulus.


Ares Mengangguk setuju"Baiklah kalau begitu saya jumpa besok dan Sampai bertemu besok anak-anak."Ucapnya sambil melambaikan tangannya keanak-anak itu, anak-anak itu membalas lambaian tangannya yang membuatnya tersenyum.


Ares memakai kembali Penutup wajahnya lalu ia pamit undur diri dari. Ares melesat pergi dengan cepat dan memperhatikan Rumah Margaretha dari Atas Gedung disana.


"Semoga beruntung Saintess ku."Ucapnya lalu menghilang dari atas Gedung.

__ADS_1


__ADS_2