
Ares mengambil item lalu lalu memperhatikannya dari dekat, itu adalah sebuah cincin emas kuno dengan permata berwarna hijau tua terpasang, Cincin itu terlihat seperti akar pohon yang melilit permata hijau tua itu dan Ares bisa merasakan permata hijau tua, mengeluarkan Energi Kehidupan pekat.
"Drop item?."Ares memberi kesimpulan jika mungkin, cincin ini merupakan drop item Dari membunuh Sylvester karena cincin ini berada ditempat tidurnya. Ares tidak mau ambil pusing lalu mengecek Opsi efek cincin itu.
[ Yggdrasil Ring
Tingkat : Mytich
Persyaratan : Lvl 100+ dan JobClass World Tree Priest.
Cincin yang terbuat dari kayu pohon dunia dan permata kehidupan yang dibuat oleh Legendary Blacksmith ( P ). Cincin ini hanya bisa digunakan oleh orang dengan JobClass World Tree Priest.
Efek :
- Stat Vitality + 5000
- Stat Stamina + 900
- Stat Strength + 1000
- Stat Agility + 500
- Stat Magic + 1000
- setiap serangan anda dapat memulihkan 1.5% Hp anda.
- Imun terhadap Magic Instan death.
- Semua skill JobClass World Tree Priest + 1.
- Saat mengahadapi musuh Tipe Undead, Demon atau sejenisnya, seluruh stat anda meningkat 500%.
- Dapat menggunakan Skill Throwing Hundreds of Spears of Life.
- Damage yang anda hasilkan meningkat seiring bertambahnya serangan yang anda berikan.
- Dapat menyalurkan energi kehidupan.
- ?????????????. ]
Ares mengangguk Puas melihat Opsi Efek Cincin ini"Cukup bagus untuk ukuran Item rank Mytich, ya setidaknya aku mendapatkan satu item berguna walaupun aku memiliki banyak yang seperti ini."Ares memasang cincin itu disalah satu jarinya dan notifikasi System muncul didepannya.
[ Hp 254.976 → 273.826 ]
[ Mp 63.875 → 75.245 ]
Ares tersenyum puas melihat peningkatan Kekuatannya lalu keluar dari sana dengan senyum diwajahnya.
*************************
Berdasarkan apa yang dijelaskan Sylvester, dia harus terlebih dahulu menemukan tempat dimana sebuah telur besar disimpan dan Disana terdapat seseorang yang menunggu dirinya cukup lama.
__ADS_1
entah apa arti kata menunggu cukup lama tapi ketika dimintai penjelasan, dia hanya berkata dia sudah menyelesaikan tugasnya lalu menolak untuk memberikan penjelasan lainnya. Ares juga masih bingung apa dan siapa yang harus dia jaga.
Apakah anak Kecil atau orang dewasa dia tidak tahu, karena dirinya memang tidak diberi tahu informasi apapun tentang orang yang akan dia jaga. dan lagi dia perlu waktu cukup lama untuk bisa menemukan ruangan yang dimaksud karena istana ini memiliki banyak sekali ruangan.
setelah beberapa kali nyasar Ares akhirnya bisa menemukan ruangan yang dimaksud, didepannya terdapat sebuah pintu raksasa dengan ukiran kuno didalamnya.
"Kenapa sih pintu-pintu disetiap istana haris terdapat ukiran-ukiran kuno? jika dibilang estetik memang tapi bukannya malah bikin pusing?."Ares mendengus kesal lalu mendorong pintunya.
dia mendapati terdapat seorang wanita yang wujudnya sama sekali tidak jelas, itu adalah Glitch yang menutupi seluruh tubuhnya namun Ares bisa merasakan dia tersenyum padanya. dia secara Refleks menarik pedangnya lalu mengarahkannya kepadanya.
"Siapa kau?! kenapa kau bisa ada disini?!."
Ares jelas bertanya-tanya kenapa wanita itu dipenuhi Glitch yang menutupi seluruh tubuhnya, dan lagi anehnya Ares sama sekali tidak bisa melihat status Windows atau karma yang dia miliki. ini jelas cukup aneh karena hanya benda atau makhluk tertentu saja yang bisa seperti ini. itupun kebanyakan dari mereka benda mati atau musuh-musuh kuat.
'Sial sekali aku, baru dikasih permen langsung dikasih mahoni? apa ini yang namanya karma dibayar kontan?.'Ares tersenyum miris pada dirinya sendiri.
jika wanita didepannya benar-benar menyerangnya, maka dia tidak dapat menang sama sekali. karena instingnya memberitahunya untuk lari sejauh mungkin dari sana. walupun wanita didepannya sama sekali tidak mengeluarkan aura permusuhan sama sekali.
"Tenang saja, aku tidak akan menyerang kok. harusnya Sylvester sudah memberitahumu, bukan?."Dia memiringkan kepalanya, ares bisa merasakan dia tersenyum manis.
dia tiba-tiba teringat perkataan Sylvester sebelumnya, yang berkata akan ada orang yang menunggunya disini. dia memasukkan kembali Pedangnya lalu membungkuk tubuhnya.
"maaf sudah bertingkah tidak sopan!, saya hanya kaget melihat anda tadi, maaf!."Ares benar-benar merasa malu karena langsung mengarahkan Pedangnya pada dia.
Dia mengangguk pelan"Tidak apa-apa, kebanyakan orang juga begitu saat melihat wujud asliku, aku sudah terbiasa kok jadi tidak apa-apa. agak tidak enak jika mengobrol dengan wujud seperti ini."
Wujudnya berubah, dia sekarang terlihat seperti seorang wanita muda yang sangat cantik dengan rambut emas dan mata oranye.
dia tertawa kecil"ini bukan wujud asliku, aku belum bisa memperlihatkan wujud asliku padamu."dia berjalan dan Ares mengikutinya dari belakang.
melihat dia berjalan didepannya. membuat ares entah kenapa merasa mengingatkan pada suatu kenangan, tapi dia merasa asing dan tidak bisa mengingatnya dengan jelas. seolah-olah terdapat sesuatu yang menghalanginya.
mereka berdua berjalan dalam keheningan, tidak ada yang berniat untuk berbicara satu sama lain karena suasana disana sudah cukup berat, Ares hanya memperhatikan sekelilingnya sambil mengusap dagunya dan tidak lama kemudian mereka Berdua sampai ketempat yang dituju.
"Inilah orang yang harus kau jaga."Wanita itu menunjuk kearah telur raksasa.
Ares melihat Kearah yang dia tunjuk, itu adalah sebuah telur raksasa yang disekelilingnya terdapat akar-akar pohon yang membentuk seperti sarang burung, dari akar-akar itu dia bisa merasakan energi kehidupan yang mengalir masuk kedalam telur tersebut.
"Telur? apa aku disuruh menjaga sebuah telur?."Ares belum bisa mencerna Informasi yang baru saja dia dapatkan. seolah-olah otaknya dimasukkan lumpur yang sangat kental sampai otaknya perlu waktu untuk mencerna semuanya.
wanita itu tertawa kecil"hahahahah....kau bisa saja."wanita itu berjalan kesana, lalu dari bawah keluar sebuah meja batu yang ditengahnya terdapat batu dengan cetakan telapak tangan.
"Kau harus menetaskan telur ini terlebih dahulu, namun untuk bisa menetaskan telur ini kau perlu darahmu yang harus kau letakan disini. darahmu akan langsung terserap kedalam telur dan kaboom! telur ini akan menetas."Dia menjelaskan secara singkat sambil tersenyum.
Ares hanya bengong sambil mengusap dagunya, dia tersenyum lalu melukai tangannya dengan pedang lalu meletakkannya disana tanpa banyak tanya. Ares sekarang hanya kau dia cepat keluar dari sini makanya dia tidak banyak tanya.
darahnya keluar lalu lalu mengalir kelubang-lubang yang ada dimeja itu, lalu Terarah entah kemana tapi Ares bisa merasakan darahnya masuk kedalam telur tersebut. telur yang tadi terlihat mati sekarang terlihat perlahan-lahan mulai hidup kembali.
Energi kehidupan kehidupan mulai terasa dari telur itu padahal sewaktu dia kemari dia sama sekali tidak merasakan energi kehidupan dari telur tersebut. Ares melihat kearah wanita itu.
wanita itu hanya diam dengan senyum diwajahnya dengan tatapan mata, yang terarah ketelur itu. rasanya seperti melihat seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh besar atau baru lahir.
__ADS_1
Setelah beberapa saat telur itu berhenti menghisap darahnya, dan meja batu itu juga masuk kembali. sekarang dirinya hanya tinggal menunggu telur itu menetas saja.
"Berapa lama kita harus menunggu?."ucapnya sambil mengusap dagunya.
Wanita itu mengangkat kedua bahunya"Tidak tahu, itu tergantung dengan takdir dan hanya waktu yang bisa menjawabnya."Dia tersenyum pada Ares.
senyuman selalu membuatnya seperti teringat kepada seseorang, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat siapa itu.
"Hmm?."Ares merasakan getaran dari storage Boxnya. itu berasal dari Telur naga yang dia dapatkan dulu.
"Sejak kapan telur ini menjadi sebesar ini?."Ares menatap telur besar ditangannya dengan heran.
seingatnya telur ini dulu tidak sebesar ini, namun sekarang telur ini jauh lebih besar dari Telapak tangannya sampai sulit dipegang. wanita disampingnya hanya tersenyum seperti biasa namun Ares bisa merasakan dia menelan ludah.
Ares yang sibuk memperhatikan telur ditangannya, sampai tidak menyadari darah ditelapak tangannya diserap oleh telur ditangannya dan disaat yang bersamaan telur raksasa yang tidak jauh darinya ikut bergetar.
telur ditangannnya secara tiba-tiba terbang kearah telur yang didekatnya, sedetik setelahnya telur itu juga ikut-ikutan terbang dan berputar seperti baling. kedua telur itu berputar searah jarum jam.
Ares maupun wanita itu tidak bisa tidak kaget melihat pemandangan didepan mereka, kedua Telur itu terbang dan menyerap energi kehidupan yang ada disekitar mereka dan tanpa ares sadari.
Sedikit Chaos Energy juga ikut tersedot kedalam Telur Naga itu, hanya telur naga itu yang menyerap Chaos Energy sementara telur yang satunya lagi tidak. kedua Telur itu berhenti berputar-putar dan terbang kearahnya.
Ares berada disituasi Kebingungan, dia Secara reflek memegang kedua telur itu dengan kedua tangannya dan untuk beberapa saat. Ares bisa merasakan detak jantung dari kedua Telur tersebut.
Ares melihat kearah wanita itu"Apa kedua telur ini akan menetas?."Ares terlihat seperti orang Oon sekarang.
Wanita itu memegang dagunya"Entahlah? sepertinya iya?."Dia tersenyum tapi Senyuman penuh ketidaktahuan.
Ares mendengus kesal mendengar jawaban itu dan mengalihkan pandangannya kepada kedua telur didepannya, Kedua telur itu mulai retak dibeberapa bagian yang merembet dengan cepat kemana-mana. lalu dalam hitungan detik cangkang telur itu pecah lalu cahaya yang menusuk mata tiba-tiba terbuat.
Ares Secara refleks menutup kedua matanya dan beberapa saat kemudian baru membukanya setelah sinar terang itu perlahan-lahan menghilang. dan didepannya terdapat dua orang bayi.
kedua anak itu memiliki rambut hitam legam dan perlahan-lahan turun kebawah, Ares Secara refleks menggendong kedua anak itu lalu kedua anak membuka matanya.
Ares menyadari satu hal, telur naga tadi menetaskan seorang anak perempuan berambut hitam legam dengan dua tanduk seperti bilah pedang, mata anak itu seperti mata seekor Dragon yang berwarna merah darah seperti matanya.
sementara telur satunya lagi, menetaskan anak laki-laki berambut hitam legam dengan pola pohon hijau dipunggung telapak tangan kanannya, mata kanannya berwarna merah darah sementara mata kirinya berwarna Hijau muda dan merah darah. lebih tepatnya mata Kiri bagian Iris berwarna Hijau muda Sementara pupilnya berwarna merah darah.
( Sekedar informasi : ini namanya Heterochromia iridis. untuk informasi lebih lengkap cari di google. )
Ares menggendong kedua anak kecil yang masih bayi itu, matanya bertemu dengan mata kedua anak kecil itu dan entah kenapa. Ares merasakan perasaan aneh dari lubuk hatinya.
Bahagia, senang, terharu dan khawatir semua itu tercampur didalam hatinya Membuat sebuah perasaan asing yang baru pertama kali dia rasakan.
Kedua anak imut didepannya terlihat seperti anak kecil berusia beberapa bulan namun rambut mereka akan lebih lebat saja.
Ares tersenyum"Kalian imut."Ares mengusap-usap pelan kepala mereka. hingga sebuah tepuk tangan memecah semuanya.
tepuk tangan itu berasal dari belakang lebih tepatnya berasal dari wanita itu, dia terlihat habis menangis karena matanya terlihat bengkak atau sembab.
"Selamat! selamat!."Dia bertepuk tangan sambil mengatakan hal itu, dia. tersenyum cerah lalu berkata"Selamat sudah menjadi seorang ayah."Dia bertepuk tangan.
__ADS_1
Ares bengong sesaat lalu mendengus senang, dia melihat kedua anak kecil ditangannya lalu berkata"Aku Seorang ayah, ya?."Sebuah pertanyaan yang dia tujukan pada dirinya sendiri.