
Dengan menggendong kedua bayinya ares mendekat kesana dengan santai, Para Bawahannya yang menyadari keberadaannya langsung menghampirinya.
"Ada apa ini? kenapa dengan kalian?."tanya Ares, ia sebenarnya cukup penasaran dengan apa yang terjadi disini.
"Tuan! maaf membuat anda menunggu, sebenernya kami mengalami beberapa kendala saat kesana, maaf tuan."
Damon dan yang lain menundukkan kepalanya, mereka merasa bersalah karena membuat tuan mereka menunggu sendirian disana. Ares mengangguk pelan dan memaklumi mereka, karena memang Ares yang menyuruh Mary untuk bersenang-senang maka tidak heran jika yang lain ikut-ikutan.
"Tidak masalah, yang lebih penting apa yang sebenarnya terjadi disini? dan lagi siapa mereka?."Ares memperhatikan Para elf yang berpakaian layaknya Ksatria.
mereka terlihat sombong dan angkuh layaknya bangsawan, Damon lalu membisikkan sesuatu kepada Ares dan Ares langsung paham inti dari permasalahan ini. dia memberikan kedua bayi yang dia gendong pada Mary lalu berjalan kearah para elf itu.
"Ehm! biar aku memperkenalkan diri, aku Ares Von Dunkenheit senang bertemu dengan kalian, kalau boleh tahu apa yang akan kalian lakukan kepada salah satu bawahanku jika aku memberikannya?."Ares memasang wajah tanpa ekspresi.
"Heh?! tentu dia akan dipersembahkan sebagai bahan hiburan pangeran kami, lalu sebagainya gantinya kami akan memberikan emas dan pengampunan!."Ucapnya sombong. dia tersenyum sombong kepada Ares namun ares sama sekali tidak memperdulikannya. dia mengusap dagunya seakan-akan sedang berpikir"Pengampunan? kenapa kami harus mendapatkan Pengampunan?."Ucapnya sambil tersenyum tipis.
Dia tersenyum licik lalu berkata"Tentu kami akan mengampuni kalian karena kalian telah berani menolak dan berlaku tidak sopan pada keluarga kerajaan Astria, tidak kupikir mengampuni kalian akan jauh lebih baik dibandingkan memberikan emas secara bersamaan."Ucapnya sambil berpikir..
Ares yang mendengar jawaban angkuh dari elf didepannya, tidak bisa tidak mengerut keningnya. kesombongan dan keangkuhannya pasti ada penyebabnya dan pastilah dia memiliki orang kuat Dibelakangnya. entah itu pangeran atau bangsawan yang pasti diantara kedua itu.
Ares mengepal-mengepalkan Tangannya lalu berkata"Begitu ya? sepertinya kau tidak memiliki pilihan lain."Ucapnya sambil menghela nafas berat. Elf yang mendengar hal itu tersenyum lebar"Benarkan? sudah sepatutnya makhluk rendahan semacam kalian menerimanya-!."Elf itu terpental sebelum berhasil menyelesaikan kalimatnya.
Ares telah melapisi tangannya dengan Aura yang membuat Kekuatan destruktif Pukulannya meningkatkan tajam, para bawahannya melongo saat elf itu dikirim terbang oleh tuan mereka.
"Aku tidak punya pilihan selain melawan, kalian jangan ikut campur dalam masalah ini, mengerti?."Ucapnya sambil mengepal-Mengepalkan Tangannya, Seluruh bawahannya mengangguk cepat mendengarnya.
Dia berjalan menuju Elf-elf yang lain, Ares lalu teringat sesuatu lalu menoleh kebelakang"Yuto, pelajari setiap gerakanku dengan baik. ini akan berguna untuk perkembanganmu nanti."Ucapnya sambil tersenyum. Yuto yang mendengar hanya bisa mengangguk kencang dan menatap Ares dengan kagum.
__ADS_1
"Haaa... akhirnya malah menjadi seperti ini. kenapa kalian tidak maju?!."Ucapnya melihat Elf-elf itu hanya mengacungkan senjatanya kepada Ares.
Tentu saja mereka ragu, Ares mengirim terbang salah satu rekan mereka dalam satu pukulan yang berarti orang yang didepan mereka sekarang bukanlah orang sembarangan, tapi mereka tidak bisa menolak perintah dari Pangeran kedua.
"Hati-hati! dia bisa menggunakan Aura!."Ujar salah satu elf.
"Gunakan formasi!."
Seluruh elf disana bergerak serentak mengelilingi Ares, mereka mengangkat pedang mereka lalu berjalan mengitari Ares.
"Heh? kenapa tidak langsung diserang aja sih."Ares maju dengan memasang kuda-kuda Bertarung.
Semua elf yang ada disana menyerangnya dengan sekuat tenaga, Tebasan-tebasan pedang mereka melayang kearahnya dan Ares hanya memutar tubuhnya. dia menghindari semua tebasan pedang yang mengarah padanya dengan mudah.
Satu persatu elf itu menyerang Ares dengan cepat namun semua serangan mereka sama sekali tidak bisa menyentuh ares, bahkan dirinya sama sekali tidak bergerak hanya memutar-mutar tubuhnya saja.
Hingga dia memukul salah satu dari mereka hingga terpental jauh, elf yang lain terlihat mematung beberapa saat dan ia memanfaatkan kesempatan itu. dia mencondongkan tubuhnya lalu melesat dan memukul satu persatu elf disana. setiap kali dia memukul Elf-elf itu terbang kebelakang dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Sialan kau! aku akan membunuh!."Salah satu Elf yang kelihatan pemimpin disana bangun dengan susah payah, dia mengangkat tangannya dan sebuah busur muncul ditangannya lalu dia menariknya dengan Ares sebagai sasaran.
Elf itu tersenyum lebar saat Menarik tali busurnya"Seharusnya kau senang bisa mati ditanganku! Aktifkan Skill [ Whirlpool Arrow ]!!!."
dari busurnya muncul anak panah yang disekelilingnya terdapat angin yang berputar, Semua yang ada disana berterbangan terkena angin itu lalu dia melepaskan anak panahnya. anak panah itu melesat dengan cepat kearahnya dengan angin yang dapat merobek apapun disekelilingnya.
Ares menghela nafas pelan melihat anak panah itu melesat kearahnya, lalu ledakan besar terjadi saat panah itu mengenainya. Elf yang disana terlihat senang dengan pemandangan Didepannya.
"Hahahaha.....itulah yang akan terjadi jika kau melawanku! apa yang kalian tunggu!? Cepat seret wanita itu!."Dia menunjuk kearah Mary, dan saat itu semua elf yang terbaring bangkit lalu melesat kearah Mary. mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa wanita yang menyebabkan semua ini.
__ADS_1
namun dari balik kepulan debu dan asap didepan mereka terdapat orang yang masih berdiri disana, itu adalah Ares dengan anak panah berwarna hijau muda ditangannya.
"Hmm... jauh lebih kuat dari yang kukira."dia tersenyum sambil memperhatikan anak panah ditangannya, tangannya terlihat terluka namun tidak ada luka lain selain itu.
Elf yang menembakkan panah itu kaget bukan main melihat Ares masih bisa berdiri"Kau, kau, kau! bagaimana kau masih selamat setelah terkena Seranganku!!??."dia membentak keras Ares dari dari jauh. Ares tersenyum lalu mematahkan Panah ditangannya"tentu saja kutahan bodoh! menurutmu aku akan secara sukarela ditembak panah? hah?."Ares menjawab dengan nyolot.
Elf itu menggertak giginya lalu berteriak"Serangan dia!!!."Elf itu menarik busurnya dan elf yang ada disana juga ikut menyerangnya, Ares menggelengkan kepalanya"Sudah cukup main-mainnya, kalian terlalu banyak membuang waktuku."Dari tangannya terbentuk sebuah pedang Biru muda.
itu adalah mana yang dipadatkan dari udara disekitarnya lalu dibentuk menjadi pedang, Ares mengangkat pedangnya dan tersenyum, dia mengalirkan Aura kedalam pedang itu.
"Normalnya pedang ini harusnya hancur saat dialiri dengan Aura, namun berkat Kontrol Aura dan mana pedang ini tidak hancur, kalian harus bangga menjadi tikus percobaan pertamaku."Ares langsung melesat lalu Menebas tangan elf itu.
tangan elf itu terjatuh lalu suara keras terdengar"AAARRRRGGGGGHHHH!!! TANGANKU!!! TANGANKU!!! AAARRRRGGGGGHHHH!!!!!..."dia berteriak kesakitan. sementara itu Ares tersenyum lebar didepan dengan pedang yang dilumuri dengan darah dia melihat kearah elf yang lain.
Elf-elf yang lain menjerit ketakutan saat Ares melihat mereka, Ares dengan cepat datang kearah mereka lalu menebaskan pedangnya dan memotong-motong tangan mereka satu persatu. suara jeritan memenuhi semua area disana yang bisa terdengar oleh semua penduduk yang disekitar sini. penduduk yang melihat kejadian itu hanya bisa menyayangkan nasib Elf-elf tersebut.
Ares lalu melihat kearah kereta sihir yang didekatnya lalu berkata"sampai kapan kau mau bersembunyi disana? pangeran?."Ares tersenyum lebar dan mengeluarkan suara sedingin es dan seberat gunung. suara tawa terdengar dari kereta Sihir tersebut.
"Hahahahah....hahaah....hahahahahah."Suara tawa yang sangat menganggu terdengar jelas dari dalam kereta sihir tersebut, hingga sesosok elf keluar dari kereta sihir tersebut.
Dia tampan namun senyuman terasa dingin dengan aura aneh dari tubuhnya, dia menatap Ares dengan senyum dingin tersebut.
"Wah wah wah wah! kau rupanya berani juga ya? melukai Ksatria penjagaku? bahkan sampai memotong tangan mereka, hahahaha.... Sungguh manusia yang menarik Hahahah..."Dia tersenyum lebar didepannya.
Ares mengangkat salah satu alisnya melihat Elf didepannya, elf itu sama sekali tidak terlihat takut meski para pengawalnya dia babat habis malahan dia terlihat senang melihat hal tersebut.
dia mengusap dagunya sambil melihat Ares lalu berkata"biarkan aku memperkenalkan diri, aku pangeran kedua dari Kerajaan Astria Reon De Willhelmine. senang bertemu dengan anda Tuan Ares."Ucapnya dengan senyum licik diwajahnya.
__ADS_1
Ares hanya tersenyum menanggapi perkenalannya lalu berkata"sudah cukup ramah tamahnya, kau keluar bukan hanya untuk memperkenalkan diri, Kan?."Ares bisa menangkap niat tersembunyi Darinya.
Dia mengangkat kedua alisnya lalu kembali tertawa"Hahahahahha..... anda sungguh orang yang menarik tuan Ares!."