
"Nak! nak! sudah hampir giliranmu."Long Yuan menggoyang-goyangkan tubuh Ares yang tengah tertidur pulas.
Ares membuka matanya dan mengucek lalu melihat Arena yang ada dibawahnya"Perasaan baru sebentar aku tidur."Ujarnya sambil merentangkan tubuhnya dan menguap.
Long Yuan mendengus kesal"Sebentar apanya? kau tertidur selama hampir 2 jam tahu!."Ujar Long Yuan kesal.
Ares terkekeh kecil"Maaf maaf... lagian pertandingannya membosankan jadinya aku mengantuk dan tidur, berarti sekarang giliranku untuk bertanding."Ujarnya sambil melihat Arena.
Disana terdapat peserta yang terlihat sudah kelelahan karena lawannya terlalu kuat dan beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk menyerah, karena luka yang dia derita sudah terlalu parah. dia sepertinya tidak ingin luka-lukanya malah berakibat fatal baginya.
"Tuan sudah saatnya giliran anda."Ujar Vlad yang bertengger dibahunya.
Ares mengangguk lalu masuk kedalam Arena dan menarik pedangnya, seketika suasana menjadi hening ketika Ares masuk kedalam Arena. terdapat banyak sekali orang-orang yang berbisik disana sini membicarakannya dirinya.
"Tuan sepertinya cukup populer ya? sampai banyak dibicarakan orang begini."Ujar Vlad sambil tertawa kecil.
Ares hanya menghela nafas pasrah menanggapi perkataan Vlad, kebanyakan dari yang mereka bicarakan adalah kekuatan Ares yang sebenarnya. mereka semua terlihat penasaran dan menonton pertandingan ini dengan serius.
Ares menatap Ksatria yang muncul tiba-tiba tidak jauh darinya, saat itu Vlad melebarkan matanya dan tubuhnya gemetaran"Tuan? bagaimana Tuan ada disini?."Gumamnya sambil memperhatikan Ksatria itu.
Ares langsung memasang sikap waspada dengan menarik dan memasang kuda-kuda, melihat dari tingkah Vlad dirinya bisa melihat Ksatria didepannya sekarang adalah orang yang dia kenal.
"Vlad aku punya pertanyaan untukmu, apa kau kenal orang itu?."Ares melirik kearah Ksatria itu.
Vlad yang ada dibahunya mengangguk kecil"Bagaimana bisa aku tidak tahu dengannya? Ksatria yang anda lawan saat ini adalah pendiri Keluarga Dunkenheit, Darius Von Dunkenheit."Ujarnya dengan suara bergetar.
Ares melebarkan matanya dan sesaat kemudian mengendalikan emosinya, dia tidak takut hanya kaget menerima fakta orang yang dia lawan adalah leluhurnya sendiri, ditambah lagi Leluhurnya masih terlihat seumurannya dengannya.
Entah karena Ksatria yang dipanggil disini menyesuaikan dengan lawannya atau umurnya dirinya tidak tahu, tapi Darius terlihat seumurannya dengannya.
"Tuan saya akan menyingkirkan terlebih dahulu agar tidak merepotkan anda."Vlad terbang menjauh dan bertengger dipinggiran Arena.
Ares menatap Darius dengan tajam dan untuk beberapa saat waktu disekitar mereka seperti berhenti berputar, setelah itu Ares dan Darius melesat lalu menyerang satu sama lain.
Ares mengayun-ayunkan pedangnya untuk menangkis dan menyerang Darius, Darius dengan mudah menangkis semua serangannya namun Ares tidak berhenti sampai disitu. dia melompat mundur lalu memasang kuda-kuda lalu kembali menyerang.
__ADS_1
kali ini ini setiap serangannya bisa mendarat ditubuhnya tapi dia tidak terlalu senang, karena bagaimanapun itu adalah luka kecil.
Darius dengan pedangnya menyerang Ares dengan Tebasan-tebasan cepat, Ares berlari kesana-kemari menghindari serangan-serangan Darius dan kembali menyerangnya dari jarak dekat.
Pedangnya dan pedang Darius saling berbenturan dan menciptakan banyak percikan api setiap setiap pedang mereka saling berbenturan, saking cepatnya pedang mereka berayun para penonton yang ada didalam maupun diluar sulit melihat kecepatan tebasan Ares.
Mereka semua tercengang melihat Ares yang mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat sampai sulit diikuti oleh mata mereka, sementara orang-orang yang ada diluar berdecak kagum melihat kemampuan Ares.
Ares disisi lain cukup terdesak, karena Darius selalu menyerang dititik buta yang membuatnya sulit untuk selalu menangkisnya ditambah lagi kecepatan gerak Daris membuatnya kesulitan menangkap arah pergerakannya.
Ares dan Darius bergerak dengan kecepatan tinggi dan bertukar ratusan jurus sampai Arena tempat mereka bertarung rusak, Ares dan Darius dengan sangat mudah memotong Arena pertandingan hingga membuat keseluruhan Arena dipenuhi bekas tebasan pedang.
Ares menghentakan kakinya seketika tanah disekitar mereka berguncang hebat selama beberapa saat, Kuda-kuda Darius menjadi goyah dan Ares memanfaatkan itu untuk mendaratkan serangan-serangan fatal.
Ares melakukan gerakan menusuk dan menebas yang membuat Darius terluka dibeberapa tempat, Ares mendengus kesal"Dia bisa mengubah posisi kuda-kudanya hanya dalam waktu beberapa detik, ini akan lebih sulit dari kelihatannya."Ares melesat dan menyerang Darius.
Darius menyambut serangan Ares dengan wajah datar dan langsung membalikkan semua serangannya, Ares dengan sigap menahan itu dan memberikan serangan-serangan mematikan yang efek membuat Arena pertandingan rusak parah.
Darius dan Ares bertarung seperti orang kesetanan yang saling membunuh satu sama lain, serangan-serangan mereka membuat Arena Gladiator bergetar hebat setiap kali serangan mereka menabrak tembok pembatas.
Bahkan mereka terlihat lebih bersemangat setiap mendaratkan serangan-serangan, disisi lain hasrat membunuh mereka berdua bergejolak seperti ombak dan dorongan membunuh satu sama lain muncul dibenak mereka.
Ares memasang kuda-kuda lalu menyeringai tajam"[ Control of darkness and shadows : Shadow Shackles ]."
Seketika itu dari sisi gelap Arena terdapat banyak sekali rantai bayangan yang keluar dan langsung melilit tubuh Darius, hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Ares melesat dengan cepat lalu mendaratkan serangan-serangan sambil terus bergerak dengan kecepatan tinggi, tubuh Darius dalam waktu sekejap dipenuhi bekas luka dan dengan kesal dia mengayunkan pedangnya.
Ares tepat berada didepannya saat dia mengayunkan pedangnya, pedang mereka saling berbenturan dengan keras yang menyebabkan ledakan kejut yang cukup besar.
Ares disisi lain mengerutkan keningnya, karena dia tertekuk kebelakang karena Darius mendorongnya dengan sekuat tenaga dan juga dia mundur beberapa langkah karena Darius mendorongnya.
Ares menggertak giginya dan menggunakan kekuatan fisiknya untuk mendorong Darius, Darius terdorong mundur cukup jauh saat dirinya menggunakan kekuatannya fisiknya.
mereka berdua saling bertatapan untuk sesaat, mata Darius sekarang terlihat kosong seperti ikan mati. Ares mendengus lalu mendorong pedangnya sekuat tenaga hingga Darius terpental.
__ADS_1
"Hmp! jika kematian yang kau inginkan maka aku akan memberikannya!."Ares memasang kuda-kuda dan menargetkan Darius sebagai targetnya.
Darius juga memasang kuda-kuda, mereka berdua saling bertukar pandangan dan Ares menghela nafas pelan lalu mengayunkan pedangnya"Dunkenheit Sword Art : Brahmananda!!."
Darius tersenyum tipis dan mengayunkan pedangnya"Dunkenheit Sword Art : One Slash of Reality Busters."
Seketika dua tebasan melesat dengan cepat, Ares menciptakan tebasan berbentuk X berwarna merah gelap sementara Darius mencapai tebasan berwarna putih yang seakan-akan bisa merobek ruang waktu.
Dia serangan itu melesat dengan cepat seketika saling bertubrukan dan menciptakan sinar putih yang membutakan mata serta sebuah ledakan yang amat besar, semua yang ada disana berguncang hebat bahkan begitu terasa diatas.
Getaran hebat dibarengi cahaya putih berlangsung selama beberapa detik hingga menghilang, dan menciptakan sebuah cekungan raksasa dengan debu tebal menutupi. semua orang membuka mata mereka dan melihat Arena.
"Siapa yang menang?!."
"Apakah Ares menang? dimana dia aku tidak bisa menemukan dia!."
"Kemana Ares?!."
Semua orang saling beradu argumen seketika itu semua orang terdiam ketika melihat Arena, disana terdapat Ares yang berdiri dengan pakaian compang-camping dengan sebuah luak tebasan pedang Vertikal menganga ditubuhnya, beberapa saat kemudian dia jatuh pingsan.
Semua yang ada disana terdiam karena tidak bisa mengolah informasi yang baru saja mereka dapatkan, orang-orang yang ada diatas juga terdiam mematung melihat pemandangan tersebut.
"Tuan muda!!!."
"Tuan!!!."
"Ares!!!."
Vlad berubah kebentuk manusianya dan Austen berlari menghampiri Ares dengan panik, sementara Long Yuan tidak kalah panik karena dia adalah orang yang berada didekat Ares.
Vlad sampai lebih dulu sesaat kemudian Austen datang dengan wajah pucat pasi, mereka melihat luka ares yang sangat parah dan darah mengucur deras dari sana.
"Apa yang kau lakukan?! cepat tolong Tuan!!!."Vlad membentak Austen.
"Cepat ikuti aku! kita akan kembali ketenda Kepala Keluarga!!!."
__ADS_1
Mereka bertiga menghilang dari sana menyisakan pertanyaan orang-orang disana.