
Ares berjalan dari gerbang teleportasi dengan tergesa-gesa dan segera masuk kedalam tempat yang telah ditentukan, selama ia berjalan banyak pelayan yang memberinya hormat dan Ares hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa lama berjalan dia sampai didepan pintu ruangan yang telah ditentukan oleh ayah dan kakeknya sebelum, ini adalah ruangan yang sama saat ia bertemu dengan neneknya untuk pertama kalinya.
Samar-samar ia mendengarkan tawa bahagia dari Max dan Aisyah yang ada didalam, seketika itu hatinya berdegup kencang dan senyum bahagia menghiasi wajahnya.
Dia menghela nafas panjang sebelum membuka pintu dihadapannya, pintu itu terbuka dan penampilan sosok Ayah, Kakek dan neneknya yang duduk sambil melihat Max dan Aisyah sedang bermain.
Mereka bertiga tampak sedang ngeteh sambil memandangi anaknya. ini membuat kesal lantaran mereka menikmati pemandangan keimutan dan kepolosan kedua anaknya tanpanya.
"Tch! sudah sampai kau rupanya."Richard menaruh cangkir tehnya dan memasang wajah tidak senang, Gerald dan Catherine juga menaruh cangkir tehnya lalu menatapnya.
"Duduklah dulu, ada yang ingin kami bicarakan padamu."Gerald memasang wajah serius, bukan hanya Gerald, Catherine dan Richard memasang wajah yang sama seperti Gerald. melihat ayahnya tampak aneh membuat Ares penasaran.
Ketika dia hendak kesana sesuatu menabrak dirinya-—.
"pyah!!."
"yah!!!."
Max dan Aisyah secara tiba-tiba berlari kearahnya dan menabraknya, dia terjatuh dengan kedua anak itu berada diatasnya.
"Apyah! apyah! afa ini benal-benal tau?!( Ayah! ayah! apa ini benar-benar kau?)."
"Ya! apa ini benal-benal?!."
Tanya mereka dengan penuh semangat dan suara cadel, mereka tampak begitu bersemangat menanyakan itu padanya, disisi lain Ares merasa hati kecilnya seperti ditusuk anak panah keimutan kedua anaknya.
Dia tersenyum lalu tertawa"Hahahaha! benar loh! ini ayah kalian!!."
Kedua anak itu seketika tersenyum cerah dan membenamkan wajah mereka ditubuhnya sambil tertawa riang, mereka lalu menanyakan banyak pertanyaan pada Ares dengan polos dan lugu. mereka dipenuhi semangat ketika Ares menjawab semua pertanyaan mereka yang membuat Ares, Gerald, Catherine dan Richard tertawa melihat itu.
__ADS_1
Pertanyaan yang mereka ajukan seperti pertanyaan anak-anak pada umumnya seperti, bagaimana cara mengalahkan Naga? apa ayah benar-benar bisa membelah langit? apa Naga benar-benar bisa terbang sangat tinggi dan sebagainya.
Mereka sepertinya mendengar berita dirinya akhir-akhir ini dari pelayan atau keluarganya, antuasiasme mereka wajar melihat umur mereka yang baru genap satu tahun dan jika dirinya seumurannya dengan mereka sudah pasti ia akan seperti mereka, mungkin?
Max dan Aisyah tampak sangat akur dan mereka seperti buah pinang yang dibelah dua, mereka berdua tidak bisa dengan fasih berbicara karena lidah mereka yang pendek, meski begitu itu tidak membuat antusiasme dan semangat mereka menurun.
Hingga mereka berdua tampak kecapekan bercerita dan mulai mengantuk, Max yang ada disamping Aisyah sudah tertidur lebih dulu tapi Aisyah tampak masih bisa bertahan dengan mata setengah terbuka.
"Kau pasti mengantuk, tidurlah."Ares hendak menidurkan aisayh, ia bertanya pada ayahnya dimana kamar tidur mereka lalu setelah diberitahu ia berjalan kesana sambil menggendong kedua anaknya.
Dia meletakkan Max lalu meletakkan Aisyah dengan perlahan-lahan agar ia tidak terbangun, dia tersenyum bahagia saat melihat anak-anaknya tertidur pulas.
'Beginikah rasanya menjadi seorang ayah?.'batinnya sambil tersenyum, lalu menarik selimut kearah mereka. tapi Aisyah terbangun dan dengan kondisi setengah sadar ia bertanya padanya.
"Atyah... apa atyah mau meninggalkan kami ladi?."Dengan wajah setengah sadar dia menatapku Ares lekat, seketika itu rasanya sebuah anak panah menusuk hati nuraninya.
Dia terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan Aisyah, setelah berpikir beberapa detik dia tersenyum lalu mengusap lembut kepala Aisyah dan berkata.
"Ayah janji tidak akan meninggalkan kalian, Ayah akan selalu bersama kalian jadi kalian jangan pernah khawatir Ayah akan pergi lagi. karena ayah akan selalu ada disisi kalian."Ares mengecup kening Aisyah. Aisyah tersenyum manis dan merasa senang mendengar perkataan ayahnya.
Ares tertegun disana setelah mendengar perkataan Aisyah, perkataan Aisyah adalah perkataan pertama yang benar-benar menusuk hatinya. dia benar-benar merasa sangat bersalah pada mereka berdua karena telah meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup lama.
Dia tertegun cukup lama disana sampai dia tidak menyadari jika air mati menetes, perasaan bersalah didalam hatinya membuatnya menangis.
"Aku tidak akan meninggalkan kalian, bahkan jika dunia ini hancur aku tidak akan meninggalkan kalian. aku akan tetap selalu disamping kalian sebagai sosok seorang ayah, ya seorang ayah."Dia mengelap air matanya lalu mengecup kening Aisyah dan Max sebelum akhirnya pergi dari sana.
"Damon."
"Ya Tuan."
"Setelah ini aku ingin kau menyiapkan kamar untuk kedua anakku, pasti kamar itu mewah dan indah agar mereka senang tinggal disana dan jangan lupa letakkan banyak mainan serta boneka disana, karena bagaimanapun mereka masih anak-anak."
__ADS_1
Damon membungkuk dalam-dalam lalu berkata"Baik Tuan! saya akan menyiapkan kamar yang paling mewah dan indah untuk Tuan Muda dan Nona Muda!! anda bisa percayakan ini pada saya, Tuan!."Ujar Damon dengan penuh semangat.
Ares mengangguk puas lalu berjalan kembali keruangan sebelumnya tempat dimana ayah, kakek dan neneknya menunggu sebelumnya.
***********************************
"Maaf agak lama."
"Tidak apa, kami bisa memakluminya kok. duduklah disini cepat ada yang ingin kami bicarakan padamu."Richard menuangkan teh untuk Ares dan mempersilahkan Ares duduk didepan mereka, sikap yang mereka lakukan tentu membuat Ares merasa bingung dan curiga pada mereka.
Sejak pertama kali ia datang kesini ia bisa merasakan ketiga orang didepannya akan membicarakan hal serius dengannya,
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan sampai seserius ini?."Ares menyesap teh didepannya sambil menatap mereka dengan curiga, tampak mereka menghela nafas panjang dan memasang wajah rumit.
Ayahnya mengerutkan keningnya dan memasang wajah rumit, lalu menatap lalu berkata"Ares, kau harus mengambil alih posisi Kepala Keluarga secepatnya."
Teh ditangannya berhenti dan teh yang ada didalam hampir tumpah, Ares menaikkan alisnya dan memicingkan matanya"Kenapa harus secepat ini? bukankah untuk menjadi Kepala keluarga diperlukan persetujuan dan kecukupan umur calonnya, dari yang kubaca calon Kepala keluarga harus memiliki umur setidaknya 20~30 tahun serta diperlukan persetujuan dari Kepala keluarga cabang. bukankah begitu seharusnya."Ares memiringkan kepalanya.
Richard mengangguk setuju menanggapi perkataan"Untuk persetujuan kau tidak perlu khawatir, semua Kepala Keluarga cabang sudah menyetujui kau menjadi Kepala keluarga, meski terdapat beberapa yang netral tapi itu tidak akan mengubah banyak hal. dan untuk umur kau itu tidak terlalu penting karena itu hanya tradisi lama. jadi kau bisa melewati syarat itu dengan mudah."Tutur Richard.
Ares mengusap dagunya memikirkan motif dibalik ini semua, ia tahu terdapat sesuatu yang disembunyikan oleh mereka bertiga tapi ia tidak bisa membaca motif apa itu sebenarnya. dia melirik mereka satu persatu lalu menyenderkan tubuhnya kebelakang.
"Aku memang tidak bisa menolak mengambil posisi Kepala Keluarga, tapi aku perlu alasan kalian menjadiku Kepala keluarga lebih cepat dari yang direncanakan. mau bagaimanapun aku adalah satu-satunya pemegang posisi Kepala keluarga terkuat dibandingkan yang lain."
Ares bisa dikatakan pemagangan posisi Kepala Keluarga Terkuat, sebelumnya terdapat banyak kandidat yang mencalonkan menjadi Kepala keluarga dan mereka didukung oleh banyak orang, meski sekarang mereka telah musnah dan kebanyakan orang menjadi budak.
Meski istilah kata kaki tangan mereka dipotong mereka masihlah bisa bergerak, karena mau bagaimanpun mereka adalah Orang-orang yang memiliki darah murni dari Keluarga Dunkenheit.
Catherine, Richard dan Gerald saling memandang satu sama lain lalu menghela nafas panjang, ketika mereka bersikap seperti itu ia sudah tahu terdapat sesuatu yang sangat besar disembunyikan oleh mereka.
"Mau disembunyikan nantinya akan Ketahuan jadi tidak masalah memberitahumu sekarang."
__ADS_1
"Ares, sebenarnya kakekmu beberapa waktu lalu melakukan pertemuan rahasia dengan Pangeran kedua. pertemuan rahasia itu diisi oleh para Mantan Kepala Keluarga dari lima keluarga besar, Pangeran kedua mengajak para Mantan Kepala Keluarga untuk menjadi pendukungnya untuk menduduki Takhta Kerajaan."Ujar Gerald dengan serius.
"Huh?! yang benar Saja!!."