
Ares berjalan di koridor istana dengan wajah datar dan tangan dilipat belakang, Dia kali ini akan menuju tempat Latihan para Prajurit Kerajaan Gottlich.
Ares berjalan sebentar lalu akhirnya sampai ditempat latihan ini, Terdapat banyak prajurit yang sedang latihan berpedang dan terdapat banyak prajurit yang sedang berlari keliling lapangan latihan.
Ares melihat banyak boneka jerami yang digunakan untuk menjadi Samsak, Ares juga melihat beberapa beberapa orang yang dia kenal salah satunya Putra Mahkota.
"Sepertinya dia kesini juga untuk latihan."Ares berjalan lalu mengambil pedang kayu yang disediakan Lalu berjalan menuju Sebuah Boneka jerami.
"Mari kita lihat sampai mana ketahanan Boneka jerami ini."Ares mencengkram erat Pedangnya lalu Menebaskan pedang secara beruntun keboneka jerami itu.
Dia menyerang boneka jerami itu dengan cepat dan akurat, Tidak sampai satu menit Boneka jerami itu hancur berkeping-keping.
"Cukup lemah dari yang kuduga, Apa tidak ada lawan yang Lebih kuat?."Ares mengedarkan pandangannya kesekitar.
Dan mendapati dia menjadi pusat perhatian disana, dari tatapan mereka Ares bisa tahu mereka merasakan rasa takut dan segan kepadanya, Ares tidak mempedulikan mereka lalu kembali melanjutkan latihannya.
Baru 30 menit dia berlatih tapi Ares sudah membabat setengah dari total Boneka jerami yang ada disana, Ares juga telah mematahkan beberapa pedang kayu dan membuat Semua prajurit disana terdiam membisu melihat kekuatan dan teknik pedang yang Ares miliki.
"Huh? Apa tidak ada lawan yang lebih baik dari ini?."Ares mengedarkan pandangannya lalu pandangannya Terarah pada tempat latihan.
Disana terdapat Boneka Humanoid yang terbuat dari Logam metal"Golem? Lebih baik mereka dari pada Boneka jerami."Ares berjalan menuju tempat Golem logam itu berada lalu mengambil sebuah Pedang Besi yang ada disana.
Golem memegang sebuah Pedang ditangannya dan dia memiliki Tiga Batu permata kecil diwajahnya, Seorang prajurit berlari kearahnya lalu menanyakan Pada Ares Mau seberapa kuat Golem ini disetel.
Ares mengusap dagunya lalu memilih yang terkuat, seketika penampilan Golem itu berganti menjadi seperti seorang ksatria dengan Armor Fullbody.
"Huh? Sekarang baru menarik."Ares menggenggam Erat Pedangnya lalu masuk kedalam panggung.
Ares memasang Kuda-kuda lalu Golem itu melesat menyerangnya, Sebuah tusukan bisa dia tangkis dengan mudah lalu sebuah tebasan beruntun dikeluarkan Golem itu.
Golem itu dan Ares saling beradu Pedang yang kecepatan tidak bisa dilihat mata telanjang, Mereka Hanya bisa melihat percikan api dan suara benturan logam dari atas panggung.
Ares menggenggam Erat Pedangnya lalu melakukan gerakan menusuk yang buat Golem itu terpental beberapa langkah. Ares maju lalu melakukan gerakan Menusuk beruntun sambil Menghindari serangan-serangan Golem tersebut.
Golem itu memutar tubuhnya lalu memberikan sebua tebasan pedang pada Ares, Ares memutar tubuhnya lalu memberikan Tendangan Menusuk tepat didada Golem itu, Golem itu mundur beberapa langkah dan didadanya terdapat sebuah cekungan.
__ADS_1
Ares tidak menyia-nyiakan kesempatan, Dia mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat sampai membuat Golem itu kesulitan menangkis serangan Ares, Ares lalu mengepalkan tangannya yang lain lalu mendaratkan sebuah pukulan dibadan Golem itu hingga terpental.
"Kupikir keras ternyata kertas."Ares memasang kuda berpedang yang jauh lebih serius dari tadi, Golem itu dengan susah payah Mengangkat pedangnya lalu Ares melesat dan menebas Golem itu.
Sebuah Tebasan berbentuk X tepat mengenai Golem itu dan seketika Golem itu terpotong dengan pedangnya lalu jatuh Ketanah, Tiada sorak kemenangan yang ada hanyalah Bisikan-bisikan ketakutan dari para prajurit.
Ares mendengus kesal melihat para prajurit itu lalu menatap mereka tajam, Ia lalu turun dari panggung dan memutuskan untuk kembali berlatih dengan boneka jerami.
"Tuan Ares."Seorang pria menghampirinya dan orang tua merupakan Putra Mahkota.
"Ya? ada apa?."Ares melihat putra mahkota dengan tatapan penuh selidik.
Putra mahkota tertawa kecil lalu menggaruk kepalanya"Begini, apa anda mau berduel dengan saya?."Tanya Putra Mahkota dengan Mata berbinar-binar.
"Eh? Apa anda yakin?."Tanya Ares meyakinkan.
Putra mahkota mengangguk Setuju lalu diputuskan mereka berdua akan bertanding dibekas Panggung tadi, Ares mengeluarkan Sword of Erebus dari storage Boxnya lalu memasang kuda-kuda Bertarung.
Putra mahkota juga mengambil pedangnya yang ada didalam Cincin spatial, Pedang itu berwarna emas yang mengeluarkan Holy power dari pedangnya.
"Holy Sword ya? Cukup berani juga dia mengeluarkan Item setingkat sword of Erebus."Gumamnya sambil memperhatikan Pedang Putra Mahkota.
Putra mahkota memasang kuda-kuda Bertarung dengan mata yang dipenuhi Tekad"Maju."Putra Mahkota melesat kearah Ares lalu mengayunkan pedangnya.
Ares bisa dengan mudah menghindari semua serangan yang putra mahkota lemparkan, Dia sesekali hanya menangkisnya atau menahannya menggunakan pedang. Setelah beberapa saat berlalu Putra Mahkota belum mendaratkan satupun luka Ditubuhnya.
Malahan dia yang terlihat kelelahan karena Dia melakukan Gerakan-gerakan yang tidak berguna dan terlalu banyak membuang energi yang membuat dia cepat kehabisan Stamina.
Untuk Ilmu Pedang Ares akui dia cukup handal namun dia belum terlalu berpengalaman dalam pertarungan Hidup dan mati, Jika dia bawa kemedan perang dengan kemampuan segini dia akan mati dengan mudah.
"Putra mahkota, Anda terlalu banyak mengeluarkan Gerakan-gerakan yang tidak berguna! Anda juga tidak pandai mengatur nafas dan anda Hampir tidak memiliki pengalaman dalam pertarungan hidup dan mati."Ares berdiri tidak jauh darinya.
Putra mahkota mengelap keringatnya yang bercucuran dan menatap Ares penuh Nafsu"memangnya kau tahu apa?!."Ledakan mana keluar dari tubuhnya, ini merupakan tekanan dari Ksatria Star Circle Ke-3.
Para prajurit disana menjadi riuh dan menyerukan nama putra mahkota dengan kencang, Putra Mahkota adalah seorang jenius yang bisa mencapai Star Circle Ke-3 diumur 17 tahun, ini merupakan berita yang cukup menghebohkan karena jarang ada orang yang mempunyai Tiga star Circle diumur 17.
__ADS_1
"Hehehe.... Kupikir anda akan menyerah."Ares memasang kuda-kuda.
"Menyerah? Tidak ada kata menyerah dalam hidupku!."Dia melesat menyerang Ares, kecepatan dan kekuatan dia kali ini meningkat cukup tajam namun ini masih belum bisa menyaingi Ares.
Ares hanya membalas setiap serangan Putra Mahkota dengan Serius padahal Tidak, melihat Ares yang mulai was-was dengannya membuat putra mahkota menjadi yakin Jika Ares takut padanya.
Kecepatan serangannya kembali meningkat dan membuatnya menjadi lebih Sombong, Setiap Serangan Putra Mahkota selalu dibalas dengan cepat dan akurat tanpa masalah.
"Sepertinya sudah cukup Main-mainnya."Ares memutar tubuhnya dengan cepat lalu melepaskan Sebuah tendangan menusuk yang membuatnya terpental cukup jauh.
Putra mahkota Beruntung bisa menahan serangan Ares dengan pedangnya jika tidak dia mungkin akan terluka parah, Putra Mahkota melihat Ares diatas panggung yang menatapnya tajam.
"Mau apa dia?."Putra Mahkota melihat Ares mengacungkan Pedangnya keatas.
Ares mengangkat Pedangnya lalu mengeluarkan Aura dari dalam tubuhnya, semua yang ada disana Sangat terkejut bahkan Raja Petersburg yang melihat dari kejauhan sampai bangun dan batuk-batuk.
"Aura? Ini tidak mungkinkan?."Putra mahkota menatap Ares dengan mata tidak percaya.
Ares tersenyum mengejek lalu mengeluarkan Aura yang jauh lebih kuat Besar yang membuat semua orang disana bisa melihat Aura yang menjulang tinggi layaknya kobaran Api.
"ini baru permulaan."Ares mulai membentuk Blood Stone dipedangnya yang membuat semua orang disana tercengang.
"itukan Blood Stone, hanya orang dengan tingkat pengendalian Aura tertinggi yang bisa membuat itu, Dan Sekarang aku melihat Pemuda bisa membuat Blood Stone?."Ucap salah seorang dari mereka,
Ares tersenyum tipis lalu memasang kuda-kuda"Bersiaplah putra mahkota Aku datang!."Ares melesat kearah Putra Mahkota yang terdiam memandangi Ares dengan tatapan tidak percaya.
Begitu Ares mengayunkan pedangnya kearah putra mahkota sebuah ledakan besar terjadi yang membuat Debu disana berterbangan, Didepan putra Mahkota terdapat seorang pria paruh baya yang melindunginya dengan tameng yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Bisakah kita sudahi saja duel ini?."Ucap Pria paruh baya itu lalu mengangkat Putra Mahkota agar berdiri.
Ares tentu mengenal orang yang ada didepannya, Dia adalah Knight Leader yang membawahi semua Prajurit dikerajaan Gottlich, Dia adalah Arasd De Bougenville.
Ares mengangguk setuju"Baiklah, akan saya akhiri duel ini, Dan pesan saya, Putra Mahkota jangan pernah kau bersikap angkuh Hanya karena kau sedikit lebih kuat dari orang pada umumnya, karena perlu kau ketahui Dilluar sana banyak Orang berpenampilan Manusia dan sebenarnya seorang monster."Ares pergi dari sana dengan mendengus kesal.
Ares tiba-tiba mengeluarkan Tekanan Seorang Ksatria Star Circle Ketujuh, semua orang yang ada disitu dibuat jauh lebih terkejut ketika mengetahui kekuatan Ares yang sebenarnya, Arasd lalu membawa Putra Mahkota pergi dari sana.
__ADS_1
Sebenarnya tangan kanannya sendiri sangat sakit karena harus menahan Serangan Ares, Jika bukan karena Tameng yang ia miliki mungkin tangannya sudah remuk, Dia berjalan menemani putra mahkota dengan tangan Bergetar karena kesakitan.
'Berat dan kuat, rasanya seperti dihantam palu Godam.'Ucapnya sambil memperhatikan Siluet Ares yang lama kelamaan menghilang.