Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
66.Supreme Grade Earth Spirit Nehemia Vs Gargantua


__ADS_3

Staff yang dipegang Desmond adalah sebuah Divine item bernama Staff Wood of the tree of life yang dulunya milik ayahnya hingga akhirnya diberikan padanya, Staff ini dapat memperkuat Magic powered seseorang dan meningkatkan Kekuatan Elements hingga titik tertentu.


Dan yang paling penting staff ini dapat mensummon Supreme Grade Earth Spirit dengan bayaran seluruh mana dan prana yang dia miliki akan tersedot habis, Namun ini setara dengan apa yang dia dapatkan.


Namun ia sama sekali tidak menyangka jika orang yang dia hadapi juga bisa memanggil makhluk yang sama seperti dia panggil.


Makhluk yang Ares panggil adalah Sebuah Golem metal berukuran 35 meter dengan ukuran sangat besar, Ares berdiri bersender dibahunya sambil tersenyum lebar pada Desmond.


"Memangnya kau doang yang bisa memanggil Makhluk sebesar itu?."Ucap Ares lalu menghilang masuk kedalam Tubuh Golem itu.


sebenarnya Ares masuk kedalam Ruang Kendali Gargantua yang berada didalam tubuhnya, ruangan ini pertama kali ia temukan ketika diberi tahu oleh System, Ruangan kendali ini memiliki kursi empuk dan Sebuah layar monitor ektra besar didepannya.


Ares duduk dikursi itu sambil menatap Layar monitor itu yang menampilkan Makhluk panggilan Desmond dengan Desmond duduk diatasnya.


"CK! ini akan menjadi sangat merepotkan."Desmond lalu menancapkan Staffnya di Makhluk panggilan dan seketika Mahkluk panggilan itu bergerak.


"Nehemia, Hancurkan dia!."Tangan Nehemia bergerak memukul Gargantua, namun pukulan itu Berhasil ditahan.


Gargantua lalu memasang kuda-kuda Bertarung, Kuda-kuda yang dia pasang Merupakan Kuda-kuda Seorang petinju ketika bertarung. Gargantua mengangkat kedua tangannya lalu maju dan memberikan pukulan-pukulan berat ke Nehemia.


Pukulan-pukulan itu Berhasil mendarat dengan tepat ditubuhnya lalu Gargantua mengangkat lengan satunya lalu memberikan Sebuah Pukulan yang membuat Nehemia terpental jauh.


Nehemia terpental kearah hutan dekat ibukota, Gargantua berjalan dengan santai kearah hutan, Dia berjalan ketempat Nehemia berada.


Disisi lain Pangeran Desmond dibuat tercengang dengan kekuatan makhluk panggilan Ares yang dapat membuat Elemental Tingkat tertinggi mental jauh hanya dengan satu pukulan.


"Sial!!!!.... setelah membunuh adikku dia mau mempermalukan Diri ku? JANGAN HARAP!!!...."Nehemia bangun lalu lalu menatap Tajam Gargantua yang berjalan Kearahnya.


Nehemia lalu melesat dan melepaskan Pukulan-pukulan beruntung yang ditahan Gargantua dengan cara menyilangkan kedua tangannya, Pukulan-pukulan beruntung itu terus mendarat ditubuh Gargantua dan membuatnya terseret kebelakang sedikit demi sedikit.


"Serangan Terus!."Ucap Desmond sambil terus menyuruh Nehemia memukuli Gargantua.


Gargantua Hanya diam menahan pukulan Beruntun yang dilepaskan Nehemia pada dirinya, Disisi lain Ares mentertawakan tindakan Bodoh Desmond dari ruang kendali Gargantua.


Selama 30 menit Gargantua digempur habis-habisan oleh Nehemia Namun tidak ada tanda-tanda Gargantua akan jatuh, Desmond menjadi Khawatir dan terus menyuruh Nehemia untuk memberikan pukulan-pukulan berat pada Gargantua.


Namun selama apapun Nehemia melepaskan Pukulan-pukulannya, itu tidak membuat Gargantua terluka ataupun terdesak.


"Sial! kenapa dia tidak mati-mati sih? terbuat dari apa Benda ini sebenarnya."Ucap Desmond dengan nada Khawatir.

__ADS_1


"Sepertinya sudah cukup."Ucal Ares sambil menatap Layar monitor dengan penuh senyuman.


"Gargantua, Aktifkan Skill Consecutive Heavy Hits."


Gargantua lalu mengambil jarak beberapa langkah lalu memasang kuda-kuda seorang petinju, dia mengangkat kedua lengannya lalu melesat dengan cepat kearah Nehemia.


Nehemia memasang Posisi bertahan dan seketika Ratusan pukulan Beruntun mendarat Ditubuhnya, setiap pukulan yang Gargantua lepaskan semakin cepat seiring berjalan waktu hingga akhirnya sebuah Pukulan berat membuatnya terpental.


Nehemia jatuh tersungkur Ditanah, Gargantua Berlari Kearahnya lalu melompat tinggi keatas.


[ Gargantua mengaktifkan Skill Deadly Footsteps ]


Gargantua mendaratkan kakinya diatas Nehemia yang membuat Tanah disekitarnya bergetar hebat, Nehemia rusak berat sementara Desmond masih berusaha mempertahankan kesadarannya.


"Terus serang dia sampai hancur."Ares memperhatikan layar monitor didepannya dengan wajah datar.


Gargantua mengangkat Tinju lalu melepaskan Pukulan-pukulan berat ke Nehemia yang membuat Area Disekitar mereka Bergetar hebat, Gargantua melepaskan ratusan pukulan Beruntun ketubuhnya sampai akhirnya Nehemia Hancur berkeping-keping dan menjadi debu cahaya yang tertiup angin.


Disana tinggal Desmond yang masih berusaha berdiri dengan memapah dirinya dengan Staffnya, Dia menatap Gargantua dengan penuh Kebencian lalu berkata sesuatu. Ares tidak bisa mendengarnya karena jarak antara mereka berdua cukup jauh.


Gargantua lalu mengangkat lengannya lalu melepaskan sebuah Pukulan berat kearah Desmond, Namun pukulan Gargantua berhasil ditahan oleh batang kayu yang melebar menutupi Desmond.


"Huh? Akhirnya datang juga dia."Ares memperhatikan Seorang Pria tua yang memegang Staff, Orang tua itu terlihat sudah sangat tua namun cahaya matanya membuat Ares merasa jika dia telah menyinggung orang yang salah.


"senang bertemu dengan Anda Raja Kerajaan Xenia, Hudgens Khuntoria Albarte."Ares memberikan hormatnya keraja Hudgens.


Raja Hudgens hanya mengangguk puas lalu memulai pembicaraan.


"apa salah anakku sampai kau berbuat begitu padanya."Tanya Raja Hudgens dengan mata menyipit.


Ares tersenyum tipis"anakmu bersalah atas tuduhan pemerkosaan seorang gadis ditaman Istana kerajaan, dan anakmu juga bersalah karena sudah membuat keributan diwilayah kerajaan Gottlich."Ucap Ares tegas.


Raja Hudgens mengusap dagunya dengan Mengepalkan tangannya"Apa kau punya bukti?."Raja Hudgens mengusap-usap janggutnya.


Ares Mendengus senang lalu menjentikkan jarinya, seketika didepan mereka Muncul sebuah layar Monitor yang merekam kelakuan Pangeran Isac dari awal sampai akhir. Diakhir Video Ares menampilkan Pangeran Desmond yang memotong tubuh Adiknya menjadi dua.


Raja Hudgens memijit keningnya lalu menatap tajam Ares"Apa rekaman ini bisa dipercaya?!."Raja Hudgens mengeluarkan Tekanan Seorang Raja.


Semua objek dari jarak 100 meter dibuat tidak bisa bergerak sampai ada yang pingsan, Sementara Ares tersenyum tipis merasakan tekanan yang dikeluarkan Raja Hudgens.

__ADS_1


"Bukannya anda sendiri bisa memikirkannya? Anda bisa menggunakan Mantra Magic { Honesty } jika anda mau."Ucap Ares sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah kalau begitu { Honesty }."


Sebuah lingkaran sihir emas berputar Muncul dibawah kakinya, Mantra Magic Ini memiliki Fungsi mendeteksi kebohongan lalu menghukumnya dengan Debuff mematikan jika berbohong.


Raja Hudgens mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan pada Ares dan dijawab dengan lantang dan terperinci pada sang Raja, Singkat cerita setelah beberapa pertanyaan telah terjawab Sang Raja akhirnya menyerah.


dari semua pertanyaan yang Ares jawab hampir semua jawabannya jujur dan benar, Tidak ada kebohongan satupun dari setiap kata yang dia ucapkan, Ini membuktikan jika yang bersalah dalam peristiwa ini adalah Anak-anaknya sendiri.


"Kalau begitu kau bisa pergi sekarang."Raja Hudgens membalikkan badannya namun dia terhenti ketika merasakan Ares masih belum pergi dari sana.


"Apa lagi?."Raja Hudgens menyipitkan matanya.


Ares mendengus senang lalu menyodorkan tangannya"Mana biaya ganti rugiku dan ganti rugi korban?."Ares mengerutkan keningnya ketika memberikan pertanyaan itu.


Raja Hudgens menggertak giginya dan mengepal-Mengepalkan Tangannya, matanya saat ini sudah dipenuhi niat membunuh. Namun semua itu ditekan oleh kesabarannya.


Ia menghela nafas berat lalu mengambil Sesuatu dari Cincin Spatialnya, Dia mengambil dua buah botol kecil berisi cairan berwarna merah.


"Seharusnya itu sudah cukup, kan?."Raja Hudgens menyipitkan matanya lagi.


mata Ares terbelalak ketika mengetahui item yang Raja Hudgens berikan, Dengan tangan bergetar dia tersenyum lalu mengangguk"Ini sudah lebih dari cukup. Kalau begitu saya pamit undur diri."Ares menghilang dari pandangan Raja Hudgens.


Raja Hudgens mendengus kesal"Dasar anak setan! Beraninya dia membunuh adiknya sendiri, Akan kuhukum dia dengan hukuman Paling berat!."Raja Hudgens lalu membuka pelindung yang melindungi Desmond tadi.


Desmond yang menunggu didalam dengan Raut Wajah marah dan Murka dibuat ketakutan ketika melihat Ayahnya, Ayahnya mengeluarkan Tekanan seorang Raja yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Dasar anak tidak tahu diri! Beraninya kau membunuh adikmu sendiri! Kau akan dihukum Sangat berat atas apa yang telah kau perbuat!."Raja Hudgens merapalkan Mantra Magic yang membuat Desmond tidak bisa bergerak lalu melemparnya kedalam Portal dimensi.


lalu dia pergi dari sana dengan suasana hati sangat buruk sementara Ares yang mengawasi semuanya dari awal Tertawa Kecil.


"Bukannya cuma mendapatkan hiburan dikala gabut tapi aku juga mendapatkan item yang selama ini kuincar hahahaaahhha...."Ares tertawa sambil melihat dua botol yang berisikan cairan berwarna merah.


[ Phoenix King Blood Life and immortality


Tingkat : Divine


persyaratan : Tidak ada.

__ADS_1


Darah dari Raja para Phoenix yang melambangkan kehidupan dan keabadian, Jika anda mengkonsumsi Darah raja Phoenix ini maka anda akan mendapatkan Tambahan umur yang panjang dan anda akan mendapatkan Special ability { Super regeneration }. Darah ini juga dapat dikombinasikan dengan item lain namun hati-hati karena jika gagal anda akan mendapatkan Debuff yang tidak dapat dihilangkan. ]


"Hahahahahhahahah..........Darah Raja Phoenix! Aku tidak menyangka Dia akan memberikan Item seberharga ini padaku dengan entengnya, Dengan ini bahan-bahan untuk membuat elixir of Eternity akan sedikit lebih mudah."Ares tertawa kecil lalu menghilang dari sana seperti angin.


__ADS_2