Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
58.Berlatih II


__ADS_3

Ares duduk diatas batu sambil mencoba merasakan Aura yang ada didalam tubuhnya namun berapa banyak pun dia mencoba hasilnya nihil.


Sudah beberapa Minggu sejak ia bisa merasakan Divine Power dan Ares juga sudah melakukan Latihan Berat, Seluruh perlengkapannya selain Gelang-gelang Berat dan sepatu Baja ini tidak Ares lepas karena Ares membutuhkannya untuk latihan.


Ares dituntun ayahnya berlatih menggunakan Aura namun setelah beberapa Minggu latihan ia tetap tidak bisa menggunakan Aura, Ayahnya sendiri bilang jika merasakan Aura butuh waktu yang lama.


Untuk mengisi waktunya Ares latihan Gila-gilaan Naik turun gunung dengan membawa batu besar, Memanjat tebing tinggi dengan membawa batu dan melakukan latihan-latihan berat lain, latihan pedang bersama ayahnya dan makan-makan yang penuh dengan Gizi.


Disamping itu Ares tetap memberikan Kasih sayang dan makanan pada telur Dragon ini, Untuk makanan Aress menggunakan Daging Kura-kura raksasa yang ia dapat dulu.


Ares saat ini sedang duduk diatas batu datar dengan memejamkan matanya dan memusatkan fokusnya, Dibelakangnya terdapat Ayahnya yang ikut bermeditasi juga.


Setelah beberapa jam mereka berdua lalu beranjak pergi dari sana sambil menenteng Pedang Kayu yang dia buat. Mereka berdua Turun dari gunung dengan telanjang dada, Gunung tempat mereka latihan adalah Gunung bersalju dengan hawa dingin menusuk.


meski begitu mereka berdua bisa dengan santainya tidak memakai baju padahal jika orang biasa duduk disana Beberapa Detik bisa dipastikan akan terkena Hipotermia.


Mereka lalu kembali berlatih dengan cara yang cukup ekstrim, Ares akan berenang melawan Ares sungai yang membeku dengan beban berat dari gelang dikaki dan tangannya, untuk sepatu dia tinggalkan disisi lain sungai.


Mereka berdua melakukan latihan itu cukup lama sampai Akhirnya mereka keluar lalu masuk kedalam rumah sederhana yang memiliki dua kamar, Besoknya Ares meminta lagi untuk diajarkan Aura meski dia tahu prosesnya akan lama.


"Kalau begini caranya bagaimana jika Kakek Richard saja mengajarkan cara menggunakan Aura, ayah benci mengakui ini namun dalam hal pengendalian Aura dia jauh lebih baik dari pada ayah."Ucapnya sambil memakan makanan dimeja makan.


Ares mengerutkan keningnya"Bukannya kakek Richard sedang dalam keadaan kritis?."Ucapnya sambil mengunyah makanannya.


Ia tahu alasan kakeknya dalam keadaan seperti itu, namun meminta Bantuan dari orang yang sedang sakit agak gimana gitu, makanya dia tidak meminta kakeknya bantuan kakeknya.


"Dia sudah Sembuh, Kemarin nenekmu yang sembuhkan, kalau begitu Nanti ayah akan kesana lalu menyuruhnya kesini."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."Mereka berdua lalu mencuci piring lalu masuk kekamar masing-masing. Ares duduk dikasur sambil memperhatikan Telur Dragon yang ada disamping tempat tidurnya.


Dia Berada diatas meja dengan Tempat yang hangat dan nyaman, Ares sendiri yang membuat tempat dia agar dia tidak merasa jenuh.


"Aaaahhhhhhh.........kapan aku bisa menggunakan Aura?."ucapnya lalu perlahan tertidur lelap.


Besoknya dia tidak bisa menemukan ayahnya yang berarti dia sudah kembali kekastil, Ares lalu memutuskan untuk kembali berlatih merasakan Aura hingga tiba-tiba Seseorang dengan Aura didalam tubuhnya mendekat kearahnya.


"Kakek apa itu kau?."Tanya Ares dengan mata tertutup.


Pria itu tersentak kaget lalu tertawa kecil"Bagaimana bisa kau tahu ini aku?."Ucapnya lalu duduk disamping Ares.


"Cuma kakek yang mempunyai Aura mengerikan seperti itu selain ayah, dan lagi Kakek tidak menyembunyikan keberadaan kakek."ucapnya lalu menyudahi meditasi yang ia lakukan lalu melihat kakeknya yang saat ini duduk disampingnya.


"Hahahahah..... seperti yang diharapkan dari cucuku, jadi bagaimana latihan menggunakan Aura? Berhasil?."Tanya Kakeknya.


Kakek menatapnya dengan tatapan aneh lalu memukul bahunya"Setiap orang memiliki Aura didalam tubuhnya, yang menjadi pertanyaan apakah orang itu bisa menggunakan dan mengendalikannya atau tidak, yang perlu kau lakukan adalah memancing Keluar."tuturnya lalu duduk dibelakang Ares.


Ares menaikkan satu alisnya"Memancing keluar? maksudnya bagaimana?."tanya Ares.


"Aku akan alirkan Aura milikku kedalam tubuh lalu kau coba Kendalikan dulu, Jangan frustasi jika ini sering gagal karena mengendalikan Aura perlu kontrol khusus, dan nanti aku akan mengajarkan padamu Kontrol Aura milik Keluarga Dunkenheit."Tuturnya lalu mulai mengalirkan Aura kedalam tubuh Ares.


Ares hanya bisa diam merasakan kekuatan Asing mulai masuk kedalam tubuhnya, Itu adalah Aura yang mengalir keseluruh pembuluh darahnya dan terus berputar-putar, Ares lalu mengikuti instruksi kakeknya lalu mencoba untuk mengontrol Aura didalam tubuhnya.


Ares bisa merasakan Aura milik Kakeknya berputar Diseluruh pembuluh darahnya dan sedikit demi sedikit menyatu dengan tubuhnya, Kakeknya melepaskan tangannya lalu membiarkan Ares mengendalikan Aura didalam tubuhnya.


saat Ares sedang berusaha mengendalikan Aura didalam tubuhnya, kakeknya saat itu langsung mengajarkannya Metode Kontrol Aura milik Keluarga Dunkenheit dengan detail dan lengkap, Ares mengikuti Setiap langkah yang dijelaskan Kakeknya lalu lama kelamaan Ares bisa mengendalikan Aura didalam tubuhnya.

__ADS_1


namun Aura itu milik Kakeknya bukan miliknya, Memang Aura itu Sekarang ada didalam tubuhnya dan menjadi miliknya namun ia tidak merasakan Aura itu bertambah, Kakeknya lalu memberikan instruksi Agar terus mengendalikan Aura didalam tubuhnya selama mungkin agar Aura Asli didalam tubuhnya terpancing lalu tertarik keluar.


Ares terus mengendalikan Aura didalam tubuhnya selama beberapa hari lalu akhirnya dia masih tetap duduk disana selama beberapa bulan terakhir.


Tubuhnya mengurus karena tidak ada asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya, Alasan dia masih bisa bertahan adalah Karena Mana didalam tubuhnya yang menunjang Gizi didalam tubuhnya dalam waktu lama. meski begitu ia tetap mengalami kekurusan.


Ares sendiri sudah tidak bisa menghitung berapa lama dia duduk disini, yang pasti itu lebih dari 4 bulan namun ia belum sama sekali merasakan adanya tanda-tanda Aura miliknya terpancing, Ia tidak tahu apa alasannya padahal ia Sudah menggunakan metode Kontrol Aura yang diajarkan kakeknya namun kenapa belum terpancing juga.


selama meditasi kakeknya menjelaskan untuk terus mengendalikan Aura didalam tubuhnya tanpa terputus sama sekali sementara Dia akan berjaga disekitarnya.


meski sudah berjalan beberapa bulan dan belum membuahkan hasil, Ares tidak pantang menyerah dan terus melakukannya, Hingga pada suatu hari Ares akhirnya bisa merasakan Aura didalam tubuhnya mulai terpancing dan tertarik.


Ares lalu menggunakan seluruh kekuatannya untuk Menarik semua Aura yang terkunci didalam tubuhnya dengan paksa, Aura dengan jumlah yang sangat besar masuk kedalam tubuhnya lalu Ares kendalikan seperti sebelumnya.


Pada saat itu Tubuh Ares diselimuti Aura berwarna Merah pekat yang terlihat seperti kristal, Aura itu adalah Aura Miliknya yang bocor keluar, Ares berusaha keras untuk mengendalikan Aura Miliknya dengan segala cara.


Hingga akhirnya ia berhasil memancing semua Aura yang terkunci didalam tubuhnya lalu terjadilah sebuah Ledakan Aura yang sangat besar dan mengerikan memenuhi seluruh Area disana, Aura milik Ares menjulang tinggi dan bisa dilihat semua makhluk disana.


Kakeknya yang saat itu sedang berburu dibuat takjub dengan Jumlah Aura yang dimiliki Ares, Ia juga merasakan kengerian dari Aura yang dimiliki Ares lalu bergegas pergi ketempat Ares berada.


Disana Ares berdiri dengan tubuh kurus namun berotot, Rambutnya panjang berwarna hitam tertiup angin dan matanya berwarna merah darah, Disekelilingnya terdapat Aura yang mirip seperti Api yang bergejolak.


Disana Ares berdiri dengan Aura ditangannya lalu mengalihkan pandangannya ke dirinya. Mata merah darah itu menatapnya lalu sebuah senyum Lebar terbentuk diwajahnya.


"Kakek.....aku.....Berhasil....."Ucapnya lirih sebelum akhirnya pingsan dan Aura miliknya menghilang, Kakeknya dengan cepat menangkap tubuhnya yang akan jatuh lalu tersenyum bangga.


"Kau berhasil Ares, kau berhasil."Ucapnya lalu menggendong Ares masuk kedalam Rumah.

__ADS_1


__ADS_2