
Mary senang karena ia mendapatkan cukup banyak uang dari Ares, jumlah ini cukup besar dan cukup untuk membuat mereka bertiga membeli barang apapun yang ada disini namun terlebih dahulu mereka harus menunggu kedatangan Damon dan Eizen.
selama mereka menunggu, Mary membelikan Yuto beberapa makanan yang dia mau sedang untuk Ulbert, dia lebih memilih tanaman herbal untuk membuat Potion dikemudian hari. karena dia Undead yang membuatnya tidak bisa makan apa lagi tidur makanya dia memilih tanaman herbal.
meskipun dia tidak bisa mengonsumsi sejumlah besar Potion yang ada didunia ini, dia masih bisa mengonsumsi Potion yang dia buat dengan resep khusus dan rahasia yang dapat dia konsumsi. dia juga akan membuat Potion-potion lain untuk rekan dan tuannya belikan. Mary juga ikut memberik makanan dan beberapa kali sempat melirik baju-baju cantik yang dijual disini.
Baju-baju itu membuatnya cukup tertarik dan memutuskan untuk membeli beberapa, setelah beberapa saat Damon dan Eizen datang lalu berkata"Aku sudah menyewa 4 kamar untuk kita tempati nanti malam. Eem..dimana tuan?."Damon tidak memperhatikan tuannya tidak ada disini.
"Tuan sedang ngopi didekat sini, dia menyuruhku untuk menjaga kedua bocah itu sekaligus berbelanja Jajanan yang ada disini, kau mau ikut?."Ucapnya mengajak Damon. dia sebenarnya ingin lebih dekat dengan Damon dan Eizen karena kedua orang ini merupakan bawahan paling lama tuannya.
dia ingin mendapatkan informasi tentang tuannya, mulai dari warna yang dia suka, makanan, minuman pokoknya dia mau tahu semua informasi tentang Ares, tanpa terkecuali makanya dia bersikap baik dengan Damon.
Damon mengusap dagunya lalu melihat kesampingnya yang terdapat Eizen disana, Eizen hanya mengangguk pelan melihat Damon.
"Baiklah, sepertinya tidak buruk berjalan-jalan sebentar, aku juga ingin sedikit melihat-lihat barang-barang disini. bukan begitu Eizen?"Ucapnya pelan setelah berpikir beberapa saat.
Eizen mengangguk pelan"seperti apa yang dikatakan kakak, ayo kita pergi!."Ucap dan berjalan penuh semangat didepan mereka, Mary tersenyum lebar melihat rencananya berhasil.
mereka semua lalu berjalan dijalanan kota tersebut, terlihat jelas terdapat banyak pedagang dipinggir jalan yang menjajakan barang dagangannya mereka mulai dari baju, obat herbal, Potion, Tanaman herbal, sumberdaya dan masih banyak lagi. semua terlihat jelas didepan mata mereka.
saat melihat banyaknya Pedagang disini, membuat Mary khawatir jika uang yang dia bawa tidak akan cukup namun Damon yang disampingnya berkata.
"Kau tidak perlu memikirkan kami, kami memiliki uang kami sendiri jadi tenang saja."Ucapnya sambil menunjuk 2 cincin Spatial dijarinya, begitupun juga Eizen yang ada disampingnya juga.
Uang mereka sebenarnya cukup banyak, karena mereka selalu diberi uang dalam jumlah besar oleh Alpha yang menjadi pengganti tuan mereka yang asli, meski terdapat rasa tidak puas saat bersama dengan Clone tuannya mereka berdua tidak pernah mengeluhkan hal tersebut.
dan lagi uang mereka juga bertambah banyak karena mereka juga seorang Hunter, Damon dan Eizen menjadi Hunter sudah setahun lebih dan dari menjadi Hunter mereka mendapatkan banyak uang. sebenarnya ide ini datang dari Damon sendiri lalu mengajak Eizen dan jadilah sekarang.
__ADS_1
mereka berdua sekarang dikenal sebagai Hunter yang misterius karena mereka selalu mengerjakan Quest dengan cepat, rank mereka saat ini adalah Master knight.
Damon memperhatikan Yuto, Ulbert dan Eizen yang terlihat sedang memilih-milih barang-barang yang dijajakan pedagang.
"Damon, sebenernya berapa lama kau dan Eizen melayani tuan?."tanya Mary penasaran, dia sebenarnya cukup penasaran karena Damon dan Eizen terlihat memiliki loyalitas tiada tanding terhadap Ares.
Damon mengusap Janggutnya dan mendongak keatas"Hmmm.... sepertinya dari kami lahir? Kau tidak akan paham jika aku jelaskan, tapi yang pasti aku melayani tuan sudah sejak lama, begitupun Eizen."Ucapnya sambil tersenyum melihat mereka semua, wajah orang tuanya terlihat semakin menua tapi Wibawa dan kharismanya semakin kuat.
Mary melihat dia sedikit bersinar karena Karisma yang dia pancarkan.
"Emmm...? begitukah? aku memang tidak terlalu paham sih."Ucapnya sambil menggaruk kepalanya, penjelasan Damon barusan membuat cukup banyak spekulasi dikepalanya yang membuatnya sedikit pusing memikirkannya.
"Hahahahahah..... wajarkok, aku memang sering melihat orang-orang yang memasang Wajah sama sepertimu saat aku bercerita, hahaha..."Ucapnya sambil tertawa.
Mary hanya tersenyum getir melihat Damon tertawa, entah kenapa dia menjadi merasa kesal saat Damon mentertawakannya.
terdapat sebuah kereta sihir mewah yang lewat dijalanan kota ini, dari dalam gerbong kereta Damon bisa merasakan terdapat beberapa orang yang cukup kuat namun tidak cukup lemah.
Kusir kereta sihir itu memandang orang-orang yang dia lewati dengan rendah dan jijik, seperti melihat binatang ternak.
"Minggir kalian para mahkluk rendahan! apa kalian tidak lihat kereta sihir kerajaan sedang lewat?! Cih!! dasar makhluk rendahan begitu saja tidak mengerti!!!."Kusir kereta sihir tersebut mengeluarkan cambuk.
lalu menyabet satu persatu orang yang berada cukup Dekat dengan kereta, orang-orang yang terkena sabetan cambuk tersebut langsung lari dan orang-orang disana juga ikut berlari bubar melihat sikap angkuh elf tersebut.
Elf tersebut kesal melihat orang-orang yang disekitar sini membubarkan diri"Sialan! beraninya mereka tidak menghargai Yang Mulia pangeran kedua! jika aku diizinkan turun maka sudah bunuh mereka semua!."Ucapnya kesal lalu kembali duduk dan mengendalikan kereta Sihir tersebut.
"Heh? hanya orang-orang Angkuh rupanya? ayo kita pergi! tidak ada gunanya lama-lama kita disini."Ucap Eizen dan saat itu mereka semua setuju pergi dari sana, Damon melihat Mary yang masih ada dibelakang.
__ADS_1
dia menatap kereta sihir itu dengan mata permusuhan dan penuh Niat membunuh, Damon langsung menepuk bahunya dari belakang lalu membisikkan sesuatu"Tidak ada gunanya kita disini, tuan sudah menunggu kita dan lebih baik kita pergi dari sini, sebelum Elf-elf rese itu datang kemari."Bisiknya.
Mary hanya menghela nafas pelan lalu mengangguk kepalanya"kau benar, lebih baik kita pergi dari sini."Ucapnya lirih, namun Damon bisa merasakan kemarahan dan kemurkaan dari suaranya. mereka berdua lalu pergi dari sana namun cambuk elf itu menyerang mereka.
Damon dengan santai menangkap cambuk tersebut lalu melihat tajam Elf tersebut"Apa-apaan ini? apa kau berniat menyerangku tadi?!."Damon menekan setiap ucapan dengan intimidasi, elf itu mengerutkan keningnya melihat Damon.
"Minggir kau manusia tua tidak berguna! Aku tidak memiliki urusan denganmu! aku memiliki urusan dengan wanita rendahan disampingmu!."Ucapnya sombong sambil menunjuk Mary.
Mary hanya mendengus dingin mendengar perkataan elf tersebut"Kalian menjadi seperti sampah ya, sekarang?."Gumamnya sambil menunjuk niat permusuhan pada mereka.
Damon melepaskan cambuk elf tadi lalu berkata dengan kesal"Cih aku ampuni kalian hari ini!. ayo pergi."Ucapnya sambil menarik tangan Mary, Mary hanya mengangguk pelan dan mengikuti Damon namun beberapa orang turun dari kereta.
mereka berjalan kearah Damon dan Mary, lalu menatap tajam Mary dari atas sampai bawah lalu berkata"Ikutlah dengan kami! pangeran kedua menginginkan dirimu dan harusnya kau senang karena manusia rendahan sepertimu bisa menemani Yang Mulia pangeran kami!."Ucapnya sombong.
Eizen, Yuto dan Ulbert yang mengawasi dari belakang tidak bisa tidak mengepalkan tangannya mendengar penghinaan Ksatria elf tersebut. mereka lalu menghampiri mereka dan seketika itu Ksatria elf yang disana Menjadi lebih waspada.
"Jangan mendekat!."Mereka semua menarik pedang mereka lalu mengacungkannya. Damon, Eizen, Ulbert, Yuto dan Mary dibuat kesal oleh keempat elf yang ada didepan mereka.
"Serahkan Wanita rendahan itu maka kami akan mengampuni kalian!."Ucap mereka sombong.
Mary mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras'Setelah aku pergi rupanya Kingdom menjadi lebih busuk dari yangku kira, Ini pasti karena ulahnya!.'Batinnya sambil mengepalkan tangannya.
Tentu saja Mary sudah menduga, raja kerajaannya sudah pasti akan memutar balikkan semua hukum dan aturan yang dia Buat, ditambah lagi rakyatnya juga tidak memiliki otak dan malah mengikuti keegoisan raja mereka.
Mary kesal,marah dan Murka sekarang, jika bukan karena merasakan tuannya sedang kesini Ksatria elf yang ada didepannya sudah mati sekarang.
'Edison Gier Willhelmine, tunggulah aku sendiri yang akan memenggal kepalamu!'
__ADS_1