Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
137.Pertempuran sengit


__ADS_3

Elves king melihat dari kejauhan. dia mencari keberadaan Ulbert yang sebelumnya menghilang saat perang pecah, namun ia belum menemukan Ulbert dimanapun.


"Yang mulia! Para sandera berhasil melarikan diri!!."Seru seorang elf yang ada disampingnya, Elves king hanya mendecih mendengar itu"Biarkan! tidak ada gunanya kita mengejar mereka sekarang! yang lebih penting adalah peperangan ini harus segera diakhiri!."Ucap sambil menarik tali busurnya.


anak panah mulai terbentuk saat ia menarik tali busurnya, dia membidik sekelompok Skeleton Dragon yang sedang menyembur api. "Mati kau makhluk hina!."Dia melepaskan tali busurnya. anak panah itu melesat dengan cepat kearah mereka lalu meledak saat mengenai salah satu Skeleton Dragon.


Skeleton dragon itu jatuh dan meledak saat sampai tanah, sedangkan Skeleton Dragon lainnya tidak terlihat tidak terluka"Cih! magic Resistensi mereka cukup tinggi hingga bisa menahan panah sihirku. jika seperti ini aku tidak akan segan lagi."dia menarik tali busurnya lagi lalu melepaskan.


Satu anak panah melesat dengan cepat dan dalam sekejap berubah menjadi ratusan anak panah, ratusan anak panah itu mengenai kelompok Skeleton Dragon itu dan kebanyakan dari mereka mati. Elves king mendengus senang lalu menarik busurnya dan melepaskan banyak anak panah kelangit.


Anak panah itu terus bertambah jumlahnya hingga terlihat seperti Hujan panah, hujan panah itu bukan cuma menghujani para Skeleton Dragon tapi juga semua yang ada disekitar. setiap panah itu mengenai sasarannya akan terjadi ledakan besar.


Rentetan ledakan dari setiap panah yang jatuh membuat banyak pasukan Undead gugur. suara dari rentetan ledakan itu bisa terdengar sampai kerajaan Astria.


Sementara itu Elves king mulai kehabisan Mp karena memakai serangan tadi, nafasnya terengah-engah seperti orang habis berlari"Sial Skill [ Rain of Blasting Arrows ] terlalu banyak memakan MP, aku tidak bisa menggunakannya sekarang, huh?!."Elves king membalalak mata melihat seseorang terbang diatas Langit.


dia adalah Ulbert yang sedang mengawasi alur peperangan dari atas, sebenarnya dia menggunakan mantra Stealth tapi Elves king masih bis melihatnya karena skill miliknya.


"Sial kenapa harus sekarang dia muncul?! tapi aku tidak perduli, jika dia mati disini pasti pasukan Undead ini akan menghilang. setidaknya aku akan membawa dia mati bersamaku!."Ucapnya lalu menarik tali busurnya.


Anak panah terbentuk seperti sebuah tombak cahaya spiral. Ujung anak panah itu seperti sebuah mata bor yang selalu berputar. darah mengalir dimulut, hidung dan mata.


Skill ini sangat memberatkan tubuhnya saat ini. tubuhnya terasa akan hancur setiap saat, Elves king dengan tubuh seperti itu masih bisa bertahan padahal seluruh Mpnya sudah habis.


Dia memumpukkan seluruh tekadnya"Aktifkan Skill [ Purgatory Single Sacred Arrow ]!!!."ia melepaskan tali busurnya dan anak panah itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Ulbert.


Anak panah itu seperti sebuah matahari yang menyinari semua daerah yang dia lewati, suara dengungan keras terdengar saat anak panah itu melesat dengan kecepatan tidak masuk akal dan dalam sekejap sampai didepan Ulbert.


"Hah?."

__ADS_1


**************


Jin dan Jun dengan kekuatan penuh melakukan gerakan serangan kombinasi yang membuat Jendral Heinz dan Jendral Adolfo kesulitan mengikut pergerakan sabit mereka. sebelumnya jendral Heinz datang dan menantang mereka berdua namun beberapa saat kemudian Jendral Adolfo datang membantu.


Gerakan kombinasi serangan yang dilancarkan Mereka berdua sukses membuat kedua jendral tersebut kelelahan, Gerakan kombinasi tersebut sangat cepat kuat dan berirama seperti sebuah tarian. tidak ada celah yang mereka temukan setiap kalia menyerang.


Bukan hanya kalah dari segi kekuatan dan kecepatan, tapi mereka juga kalah dari segi Lvl dan stamina yang mereka miliki.


[ Jin Lvl 766 ] [ Jun Lvl 756 ] sedangkan kedua Jendral tersebut [ Heinz Guderian Lvl 687 ] [ Adolfo Dassler Lvl 698 ].


sudah terlihat sangat jelas perbedaan dari kedua orang tersebut, ditambah Makhluk yang mereka lawan adalah Undead yang memiliki Stamina Hampir tidak terbatas dan kebal terhadap beberapa jenis elemen.


Jendral Heinz berusaha keras untuk menembus pertahanan Jin dan Jun, namun dia selalu gagal setiap melancarkan serangan. serangannya selalu ditangkis dan dihindari dengan mudah seakan-akan mereka bisa melihat masa depan. Jendral Adolfo kondisinya jauh Lebih parah.


karena dia yang selalu mendapatkan dan menahan serangan-serangan yang mereka berikan, karena dia memang memiliki Jobclass Tanker yang dapat membuat Damage cukup besar. tapi untuk kecepatan dia kalah jauh karena hampir sama sekali tidak mendaratkan serangan.


Jin dan Jun melangkah mundur dan melihat mereka aneh"Apa. ini?. kenapa. kalian. selemah. ini?."Ucap mereka sambil mengarahkan sabit mereka kepada kedua Jendral tersebut.


karena hampir mustahil mereka menang melawan mahkluk yang memiliki Stamina tidak terbatas. dari awal pertarungan ini sudah terlihat siapa yang akan menang.


Jendral Heinz menggenggam Erat Pedangnya"Tapi itu bukan berarti kami mengakui kekalahan! Aktifkan Skill [ Berserker ]!!."Dari tubuhnya terjadi sebuah ledakan Mana.


Skill ini adalah skill miliknya yang dapat membuat stat bertambah 100% selama 5 menit.


Jin dan Jun mengerutkan kening mereka melihat ledakan Mana yang berasal dari Jendral Heinz. mereka lalu memasang kuda-kuda lalu kembali menyerang.


Jendral Adolfo langsung maju dan menahan setiap serangan dari mereka berdua, Tamengnya Seperti berbenturan dengan sesuatu yang sangat cepat sampai tangannya bergetar. setiap kali menahannya. disamping terdapat Jendral Heinz yang mengayunkan pedangnya dengan brutal.


setiap tebasan pedang yang dia lancarkan mengandung kekuatan yang luar biasa, Jin dan Jun berbarengan mengayunkan sabit mereka dan menciptakan ratusan bahkan ribuan tebasan yang lebih mirip seperti angin topan. Jendral Adolfo dibuat tidak berdaya oleh serangan gabungan mereka berdua .

__ADS_1


Jendral Heinz masih terus melawan dengan sisa kekuatannya, tapi kecepatan serangan Jin dan Jun terlalu cepat untuk dirinya tangkis ditahan apa lagi. Tebasan-tebasan sabit mereka mengenai dan melukai kedua jendral tersebut. bahkan prajurit elf yang ada disekitar mereka ikut menjadi sasaran.


"Khuu..Aku tidak akan kalah!."Dengan kekuatan terakhirnya, Jendral Heinz mengayunkan Pedangnya dengan seluruh kekuatannya dan juga mengalirkan seluruh mana yang dia miliki didalam Pedangnya. pedangnya dengan kecepatan tinggi berbenturan dengan sabit Jun.


ledakan kejut terdengar saat kedua senjata itu saling bertubrukan, Jun mengerutkan keningnya melihat ia terdorong beberapa centimeter. dengan menggenggam erat sabitnya lalu menariknya"Aktifkan. Skill [ Soul Devouring Slash ]!!."Sabitnya mengeluarkan Aura hitam lalu dia ayunkan kearah Jenderal Heinz.


Jendral Heinz dengan cepat menggunakan Pedangnya sebagai tameng, tapi tebasan sabit Jun dengan mudah memotong pedangnya dan dalam sekejap mendaratkan tebasan Horizontal ketubuhnya. Luka lebar menganga ditubuhnya tapi dan dia memuntahkan banyak darah. Dibarengi dengan skill miliknya yang telah habis.


Jun mengalungkan ujung sabitnya keleher Jendral Heinz lalu berkata"Menyerahlah. kau. tidak. akan. bisa. mengalahkanku."ucapnya dingin.


Namun Heinz tidak memberikan jawaban, dia menatap Jun dengan mata yang dipenuhi semangat juang pantang mundur. Jun tersenyum tipis"Jadi. kau. memilih. pilihan. itu. ya?. baiklah. jika. itu. maumu. selamat. jalan. musuhku."dia menarik sabitnya dan mengayunkannya seketika kepala Jendral Heinz terpisah dari tubuhnya dibarengi dengan tubuhnya yang jatuh beberapa saat kemudian.


"Kalian. elf. adalah. makhluk. hidup. yang. menarik."Ucapnya lalu meninggalkan mayat Jendral Heinz.


disisi lain Jin dengan sabitnya sedang menebas Jenderal Adolfo yang ada didepannya, Ratusan bahkan ribuan tebasan telah dia lancarkan namun pria didepannya tidak tumbang sama sekali. bahkan kondisi tubuhnya lebih buruk dari pada kondisi Tamengnya. Darah mengucur disetiap luka yang didaratkan bahkan Zirahnya sudah rusak parah.


"Elf. kenapa. kenapa. kau. tidak. menyerah. saja?."


Dengan tangan bergetar dan luka disekujur tubuhnya dia berkata"Karena aku adalah seorang pemimpin pasukan, aku tidak akan pernah menyerah sampai kami menang."Ucapnya lalu Mengayunkan Warhammernya dengan cepat.


sabit Jin berbenturan dengan Warhammer Jendral Adolfo, jin tidak bergerak sedikitpun saat menahan Warhammernya. lalu Jin tersenyum"Sudah. saatnya. aku. mengakhiri. semua. ini. Aktifkan. Skill. [ Burning Soul Slash ]!."Dari Sabitnya keluar kobaran api hitam yang menyelimuti sabitnya. dia menariknya lalu mengayunkannya.


Jendral Adolfo menggertak gigi""Aktifkan Skill!! [ Impregnable Protective Wall ]!!!."seluruh tubuhnya diselimuti Aura hijau dan disaat yang bersamaan Defensenya meningkat tajam. Jin melesat lalu mengayunkan sabitnya.


Tameng Jendral Adolfo terpotong saat ia menebaskan Sabitnya, Tameng itu terpotong berserta tubuhnya yang ikut terpotong juga. Tubuhnya terjatuh ketanah dan api hitam merambat lalu membakar tubuhnya.


Jun datang beberapa saat kemudian dengan tubuh yang dipenuhi darah dan ditangannya terdapat kepala elf. dia melemparkan kepala itu ketubuh Jendral Adolfo yang terbakar.


"Kakak. sudah. selesai. rupanya. kalau. begitu. ayo. kita. lanjut. membunuh. mereka. semua."Ucap Jun sambil melihat Medan perang Disekitarnya. Jin mengangguk setuju lalu mengayunkan sabit mereka dan menebas-nebas prajurit elf yang menyerang mereka.

__ADS_1


mereka berdua terlihat seperti topan yang memotong apapun, dalam waktu sekejap mereka sudah membunuh ratusan elf dengan seluruh korbannya terpotong-potong. senyum terlihat jelas diwajah mereka yang seakan-akan memberitahu jika mereka menyukai ini.


Hingga sekelebat cahaya lewat diatas mereka dan mengeluarkan dengungan keras, lalu Cahaya itu mengenai sesuatu yang menyebabkan sebuah ledakan besar yang membuat tanah disana bergetar hebat.


__ADS_2