Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
96.Dimensional Dungeon


__ADS_3

Ratusan prajurit dengan perlengkapan lengkap berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan yang ada dihutan, sambil menatap lurus ke depan seperti seorang Ksatria. dibarisan paling depan terdapat beberapa orang yang menaiki kuda.


mereka semua adalah Ksatria dan Beberapa diantaranya adalah seorang Mage, mereka semua sempat beberapa kali cekcok karena perbedaan pendapat tapi selalu berakhir baik.


"Alphonse, menurutmu kenapa Raja menyuruh kita mencari kedua Makhluk itu? Yang mulia bahkan sampai mengerahkan 100 prajurit elit untuk mengejar mereka."Pria itu bertanya kepada Mage yang ada disampingnya.


Mage bernama Alphonse itu menggeleng kepalanya"Ini hanya pemikiranku, mereka pastilah cukup berharga sampai Yang Mulia sendiri menyuruh 100 prajurit Elitnya dan kita berdua untuk mencari mereka. kemungkinan besar mereka memiliki kekuatan tersembunyi makanya Yang mulia menyuruh kita langsung mencari mereka."Alphonse mengusap dagunya.


Alphonse Adalah salah satu Anggota Mage kerajaan yang cukup hebat sementara Ksatria disampingnya merupakan Orang yang cukup hebat dan dipercayai diSatuan Holy Fire Knights yang merupakan salah dari banyak kesatuan Ksatria elit dikerajaan Gottlich. Mereka berdua mendapatkan tugas untuk menangkap dua Makhluk itu hidup-hidup.


Raja secara langsung memberikan mereka 100 Ksatria elit untuk membantu mereka mencari kedua Makhluk itu dan untuk mencegah kepanikan mereka disuruh untuk memakai perlengkapan yang biasa dipakai Ksatria Biasa untuk mengurangi Kecurigaan penduduk disana.


"Kau benar, Mereka berdua pastilah cukup berharga sampai raja sendiri berbuat seperti ini, tapi bagaimana cara kita menemukannya?."Ksatria itu terlihat agak kesal.


Dia Sama tidak diberi tahu dimana letak kedua makhluk itu dan hanya disuruh mencari mereka berdua sampai ketemu. dia hanya diberi tahu letak kemungkinan besar kedua makhluk itu berada.


Alphonse tertawa kecil mendengarnya"Itulah kenapa kau tidak dipilih sebagai Ketua disini. kau memang tidak diberitahu tapi raja sendiri sudah mengetahui dimana mereka akan kabur dan bersembunyi makanya mereka berkata seperti itu. Tempat mereka bersembunyi adalah sebuah Dimensional Dungeon tempat Yang Mulia menemukan mereka berdua."


"Dimensional Dungeon katamu?!."Ksatria itu hampir kaget mendengarnya.


Dimensional Dungeon adalah sebuah tempat yang sama seperti Dungeon pada umumnya, yang membedakan adalah Dimensional Dungeon muncul dari retakan dimensi dan bisa Muncul dimana saja. Dimensional Dungeon bisa menghilang jika Boss Monsternya sudah mati baru sehabis itu Dimensional Dungeon akan menghilang sehari kemudian.

__ADS_1


Yang dia takutkan adalah Fakta jika kebanyakan monster di Dimensional Dungeon memiliki Level dan kecerdasan yang cukup tinggi, yang membuat Hunter atau Kstaria kesulitan melawan mereka. dan sekarang mereka harus memasuki dimensional Dungeon yang luas bahkan tidak diketahui.


"Apa Benar tidak akan terjadi apa-apa? Aku sedikit Khawatir tentang hal ini."Ksatria itu menundukkan kepalanya.


Alphonse langsung memukul bahu Ksatria itu"Jangan pesimis! Kita adalah Orang-orang elit yang dikirim kerajaan! Kita pasti bisa dengan mudah mengatasi ini karena level rata-rata Monster disana adalah 100 dan bos Monsters diperkirakan memilik level 140. jadi jangan terlalu Khawatir."Alphonse menyemangati Ksatria itu.


Ksatria itu hanya mengangguk pelan menanggapi Alphonse"Baiklah, aku mengerti."Jawabnya lirih.


Mereka lalu memimpin pasukan itu Ketempat Dimensional Dungeon berada, perjalanan kesana lebih sulit dari yang dia duga kare mereka sering diserang Monster-monster yang membuat perjalanan mereka selalu tersendat. memang mereka lemah tapi tetap saja karena monster-monster lemah itu kecepatan gerak mereka menjadi melambat.


stamina para ksatria pasti berkurang karena bertarung dengan mereka, yang membuat mereka harus istirahat saat sudah sampai disana nanti tapi untuk sekarang mereka harus mengurus monster-monster yang menyerang mereka terlebih dahulu.


Mereka semua dapat dengan mudah mengatasi monster-monster yang menyerang dan kembali melanjutkan perjalanan mereka, selama monster-monster itu menyerang Alphonse juga dilarang untuk menggunakan sihir karena jika Alphonse mati mereka akan repot karena Alphonselah satu-satunya orang disini yang mengetahui dengan detail informasi dua makhluk yang mereka cari.


Borg sama sekali tidak mengerti kenapa monster-monster ini selalu datang dan menyerang mereka, padahal mereka sudah menyembunyikan hawa keberadaan mereka yang membuat mereka sulit dilacak monster-monster selevel mereka. tapi mereka selalu datang kesini seperti seolah-olah Terdapat orang yang mengendalikan mereka.


"Sial! jika terus seperti ini kami bisa kehabisan tenaga sebelum sampai ditempat Dimensional Dungeon berada!."Borg menggenggam Erat Pedangnya dan menarik nafas dalam-dalam.


" Skill Become One with the Sword aktifkan!."


Borg menghilang dari sana dan muncul kembali di depan para monster dengan mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi, para monster itu langsung mati terbelah dan Borg tidak mau membuang-buang waktu lalu berpindah tempat dan kembali menyerang Monster-monster yang menyerang mereka dengan mudah. dalam waktu sekejap seluruh Monster yang menyerang mereka habis terbunuh tanpa tersisa.

__ADS_1


Borg menatap mayat para monster dengan aneh"Mereka tidak kabur walupun kalah jumlah dan terus menyerang secara membabi buta. mereka semua bergerak seperti terdapat orang yang mengendalikan mereka tapi siapa? dan apa tujuannya?."Borg mulai merasa semua ini tidak wajar.


semua pergerakan monster-monster yang dia lawan sama seperti menghadapi Undead yang tidak takut mati, monster-monster ini terus menyerang dan tidak kenal mundur Walaupun tahu mereka kalah jumlah. Mereka bahkan tahan dari tekanan yang dikeluarkan pada Ksatria yang membuat dia yakin terdapat seseorang yang mengendalikannya.


"Itu tidak mungkin Terjadi."Alphonse berjalan kearahnya sambil memegang Staffnya.


"Apa maksudmu?."Borg menyipit matanya.


"Aku bilang tidak mungkin ada orang yang mengendalikan mereka, aku tidak merasakan adanya Aktivitas Sihir pengendali pikiran pada mereka dan aku tidak melihat adanya tanda-tanda mereka diberi obat atau yang lain. Darah mereka murni tidak tercampur obat atau apapun itu yang berkaitan dengan pengendalian pikiran."Alphonse menatap para monster yang berserakan disekitarnya dengan tajam.


"Dan perlu kau ketahui, Sangat sulit mempelajari Sihir pengendalian pikiran karena perlu puluhan tahun untuk sampai ditingkat rendah. para Mage tidak akan mau belajar sihir pengendalian pikiran karena cara menggunakannya yang sulit dan jumlah orang yang dikendalikan juga terbatas. Tidak ada satupun orang dikerajaan Gottlich yang mampu mengendalikan Ratusan Monsters selain Sang ArchMage Yang sekarang berada diutara."


Borg mengangguk pelan dan menyetujui perkataan Alphonse, dia akhir berpikir jika semua yang terjadi disini merupakan kejadian alami yang berhubungan dengan alam dan lebih memilih untuk tidak menganggapnya serius.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat Dimensional Dungeon berada, mereka semua berjalan dengan sangat cepat namun karena selalu diserang Monster membuat perjalanan mereka selalu terhambat. monster lagi-lagi menyerang mereka yang membuat mereka harus kembali melawan monster-monster ini.


Sementara itu jauh dari sana terdapat lima sosok yang sedang memperhatikan Cermin yang menampilkan Borg dan Alphonse yang sedang melawan monster yang menyerang pasukan mereka. kelima sosok itu memasang seringai lebar.


4 sosok lain berdiri sementara terdapat satu sosok yang duduk dikursi Obsidian sambil menatap cermin dengan mata merahnya"Dimensional Dungeon ya? Hahahahah......Aku cukup beruntung bisa menemukan sebuah Dimensional Dungeon secara tidak sengaja."Dia tersenyum lebar sementara keempat sosok Dibelakangnya terlihat menyeringai lebar.


"Aku jadi penasaran dengan isi dari. Dimensional Dungeon itu, Ulbert, Eizen, Damon, Mary, Kita akan masuk kedalam Dimensional Dungeon itu saat semua orang tidak sadar. untuk sekarang kita cuman harus mengawasi mereka dari jauh karena apapun yang mereka dapat akan menjadi milikku!."Ares menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Ya Tuanku!."Ucap mereka serentak. mereka semua terlihat amat berduka cita dengan nasib para Prajurit Kerajaan yang ada disana.


__ADS_2