
Seketika suasana aula istana yang awalnya ramai menjadi hening ketika nama keluarga Dunkenheit disebutkan, pandangan semua orang seketika terarah pada Gerald, Richard, Catherine, Ares, Max dan Aisyah.
Ratusan tatapan mata mengarah pada mereka yang dari tatapan itu mereka berempat bisa merasa berbagai macam perasaan. Takut, segan, tidak senang, benci dan lain sebagainya.
Berbagai macam perasaan mereka lemparkan pada mereka yang berjalan menuju singgasana Raja Petersburg, disana terdapat tiga kursi yang masing-masing ditempati oleh kedua pangeran dan putri. Mereka bertiga duduk berdekatan dengan Raja Petersburg.
Ketika sampai mereka hanya menundukkan sedikit tubuh mereka, tidak seperti bangsawan lain yang berlutut. Melihat pemandangan itu banyak bangsawan yang merasa tidak senang sekaligus marah karena keluarga Dunkenheit yang menghargai Keluarga Kerajaan.
"Salam, Yang Mulia. Kami datang disini untuk memenuhi undangan jamuan diistana."
"Ah ya... Aku senang melihat kalian datang kemari, jarang-jarang melihat kalian berada di istana kerajaan. Tapi ngomong-ngomong siapa dua anak imut itu?."Tanya Raja Petersburg, dia tentu tahu siapa kedua anak itu tapi dia hanya ingin mendengarnya secara langsung dari mereka.
Ares tersenyum tipis"Mereka berdua anak-anak saya, Yang Mulia."Kata Ares dengan lantang, suaranya bisa didengar oleh siapapun karena ditambahkan dengan magic.
Mendengar hal itu Raja Petersburg beserta para bangsawan yang lain mengerutkan keningnya, mereka semua sempat kebingungan dan sulit mencerna informasi yang Ares berikan.
"Anak-anakmu?."
"Ya, Yang Mulia! Mereka adalah anak-anak yang sangat saya cintai!."
"Begitukah.... Ah ya pasti begitu, ehem setiap orang pernah melakukan kesalahan termasuk diriku sendiri. Kalau begitu bolehkah aku tahu nama mereka?."Tanya Raja Petersburg dengan lembut, meski suaranya tampak lemah lembut tapi terdapat rencana licik yang tak terhingga didalamnya.
Ares melirik kearah Max dan Aisyah, mereka berdua mengangguk lalu turun dari gendongannya.
"Salam Yang Mulia, nama saya Maximilian Von Dunkenheit!."
"Salam Juga Yang Mulia, nama saya Aisyah Von Dunkenheit!."
__ADS_1
Ketika mereka akan berlutut sebagai mana mestinya seorang bangsawan memperkenalkan diri, Gerald dengan sigap menarik mereka sebelum benar-benar berlutut. Pemandangan yang sangat cepat bahkan hanya beberapa orang yang menyadarinya.
"Ah begitu ya... Jadi nama kalian Maximilian dan Aisyah, Kalau begitu silahkan nikmati jamuannya, sebentar lagi Jenderal Nero dan para Hero akan segera datang."
"Baik, Yang Mulia." Mereka memberinya hormat sebelum pergi dari sana,
"Kami akan membawa Max dan Aisyah, kau terserah pergilah kemana saja."Tanpa banyak basa-basi ketiganya langsung membuat Max dan Aisyah pergi, Ares hanya terdiam mematung disana dengan ratusan tatap mata yang mengarah padanya.
*****
Ares menghela nafas panjang, dia tidak mengira ayah kakek dan neneknya akan membawa kabur kedua anaknya. Niat mereka sudah tertebak sejak awal, mereka berniat memamerkan bakat yang dimiliki Max dan Aisyah pada Empat Keluarga Besar lain.
"Entah apa yang akan mereka pamerkan tapi kuharap itu tidak akan mengusik ketenangan mereka berdua...? Hmmm?."Pandangan Ares jatuh pada meja makan yang tidak jauh dari tempatnya, sebuah meja makan yang dipenuhi berbagai macam makanan mulai dari ringan sampai berat bersama dengan wine.
Ketika sampai disana Ares hanya mengambil beberapa makanan ringan dan tidak mengambil wine, entah kenapa dari semua minuman yang ada wine adalah yang paling dia hindari. Dia membawa semua makanan itu dan mencari tempat yang cocok untuk memakan semuanya.
Saat dia hendak makan Night Armor of Disaster secara tiba-tiba terpasang, itu tentu mengagetkannya yang sedang makan dan lagi Ares bisa merasa amarah luarbiasa dari baju zirah ini.
"Apa ini? Kenapa armor ini tiba-tiba terpasang? Dan kenapa dia terasa sangat marah? Apa ini karena aku jarang memakainya makanya dia marah?."Aizen menggaruk kepalanya, dia untuk beberapa saat berpikir armor ini mungkin marah karena jarang ia pakai, tapi ketika mendengar penjelasan dari Andromeda Ares tahu apa penyebabnya.
Ares memandang sekelilingnya, dia mencari kemana armor ini mengarahkan rasa amarah dan penuh kebenciannya. Ares tersenyum ketika melihat orangnya.
"Jadi mereka yang membuat World Disaster sebelumnya tewas."Ares tersenyum memandang enam orang ksatria yang sedang menjaga seseorang, mereka berenam adalah orang-orang yang membunuh World Disaster sebelumnya dan kemampuan mereka tidak terlalu buruk.
Menurut analisa singkat Ares, mereka berenam adalah orang-orang yang memiliki pengalaman cukup baik dan level mereka cukup tinggi, mereka juga memiliki jobclass langka yang menunjang kekuatan mereka ketitik terbaik.
"Calamity Witch, Guardian Knight, Archerlord, Void Knight, Archdruid dan Dragon Slayer, ya? Sekarang aku tahu kenapa mereka bisa membunuh seorang dengan jobclass world disaster."Ares tersenyum tipis, dengan jobclass dan party yang kompleks seperti itu mereka memiliki kemungkinan untuk membunuh world disaster sebelumnya.
__ADS_1
Ares mengusap Night Armor of Disaster, dia menenangkan amarah dan kebencian armor ini pada mereka berenam.
"Kau tenang saja... Aku bukanlah orang yang akan menyia-nyiakannya suatu quest yang berharga seperti ini."Ares tersenyum tipis sambil mengusap armor ditubuhnya, tanpa dia sadari dirinya sudah menjadi pusat perhatian karena memakai armor disebuah pesta.
Memakai sebuah armor didalam sebuah pesta harusnya dilakukan oleh seorang ksatria pelindung, melihat Ares mengenakan armor tentu akan membuatnya menjadi pusat perhatian.
Ares menghela nafas panjang dan memberikan tatapan mengintimidasi pada mereka yang menatapnya dengan aneh, mereka yang menatapnya dengan aneh langsung memalingkan wajahnya ketika merasakan aura intimidasi yang dikeluarkan Ares.
Ares mendengus kesal lalu berjalan pergi dari sana, sama seperti sebelumnya dirinya menjadi perhatian karena menggunakan armor saat pesta berlangsung.
Banyak orang yang memandangnya dengan aneh ada juga yang memandang dengan tajam, mereka mencemooh Ares karena menggunakan armor saat pesta berlangsung.
"Jika saja aku tidak berada didalam istana, aku sudah membunuh mereka semua tanpa banyak berpikir."Kata Ares sambil mendengus kesal, dia berjalan cepat kearah tempat keluarganya yang lain berada.
*****************************
"Bagaimana menurutmu? Bukankah dia tidak buruk."Ujar seorang pemuda dengan senyum misterius, dia berbicara pada orang yang ada disampingnya.
Pemuda yang ada disampingnya mengangguk setuju sambil tersenyum penuh makna"Kau benar, dia sama sekali tidak buruk. Kekuatannya saat ini setara denganku bahkan aku akan berpikir dua kali jika melawannya. Dia telah memenuhi semua syarat untuk bergabung dengan faksi kita."
"Baiklah aku tidak akan menanyakannya lebih jauh, ini semua keputusan Ketua Faksi Gold Eagle, Julian Aldrin Lagrance."
"Kukuku.... Semuanya kuserahkan padamu mulai sekarang."
"Kau tidak perlu khawatir soal itu, karena aku berusaha semaksimal mungkin untuk menariknya kedalam faksi kita, bahkan jika perlu aku akan menggunakan kekerasan."
************************
__ADS_1