Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
83.Tragedi Kerajaan Gottlich


__ADS_3

Sehari setelah Ledakan terdapat banyak sekali Korban luka dalam Tragedi kali ini, memang pada dasarnya mereka tidak berada didekat pusat ledakan tapi efek Gelombang kejut yang dihasilkan sangat besar bahkan seluruh Jendela kaca beserta barang kaca lain pecah karena tidak kuat menahan gelombang kejut, bukan cuman Istana kerajaan yang terkena dampaknya.


Tapi seluruh Rumah-rumah penduduk juka ikut terkena imbasnya bahkan rumah-rumah yang ada diluar ibukota juga terkena dampaknya, kebanyakan dari mereka mengalami Kerusakan dibeberapa tempat karena Getaran Hebat yang dihasilkan dari ledakan dan kebanyakan orang mati saat mereka sedang tertidur lelap, kebanyakan dari mereka ditemukan tidak bernyawa dibawah tumpukan Puing-puing bangunan.


Jumlah korban dalam peristiwa kali ini dilaporkan pihak kerajaan, hampir 200 Orang meninggal dan Sisa lainnya luka-luka, Kebanyakan dari mereka yang meninggal tinggal didekat kawasan Istana kerajaan yang berada tidak jauh dari tempat ledakan berada. Raja Petersburg dibuat pusing dengan kejadian ini karena dari peristiwa kali ini mereka mendapatkan banyak kerugian.


Kerugian pertama adalah Menurunnya kepercayaan Para raja-raja dan bangsawan besar yang menginap diistana kerajaan, mereka semua mulai khawatir dengan keselamatan mereka dan akhirnya Memilih untuk pergi dengan terhormat dari istana kerajaan, Kebanyakan dari mereka memiliki Alasan memiliki Urasan yang harus diurus dikerajaan mereka dan beberapa orang langsung berbicara jika mereka khawatir dengan keselamatan mereka lalu pergi dari sana.


Sekarang Raja-raja mulai pergi dari istana kerajaan dan Raja Petersburg sendiri harus mengantar mereka satu persatu, dia dibuat lelah karena hampir setiap Jam terdapat Raja yang akan pergi dari sini, Ia ingin sekali berkata"Pergilah yang jauh Bangsa*! gak usah kesini sekalian."tapi dia tidak bisa mengatakan hal itu karena mau bagaimanapun dia harus menjaga namm baiknya sebagai seorang Raja.


Raja Petersburg duduk diRuangan kerja ditemani pengawalnya, secangkir teh Dan Gunungan Dokumen laporan yang ada disampingnya, Dia menghela nafas lalu menyenderkan bahunya dan menatap langit-langit ruangan kerjanya, Tiba-tiba dia menggebrak meja debgab keras dan berkata"SIAL!!! KENAPA MASALAH HARUS TERUS TERJADI DIKERAJAANKU!!! DAN LAGI ORANG MANA YANG BERANI MENYERANG KERAJAANKU!!! SIAL!!!....."Raja Petersburg sangat Frustasi karena beberapa waktu belakangan dia tidak bisa kemana-mana karena harus Menangani setiap Dokumen laporan yang ada.


Dia sangat stres sampai ia merasa rambutnya lama kelamaan mulai Rontok, Ini membuatnya khawatir jika dia mengalami kebotakan nantinya.


pengawal yang ada disamping Pintu masuk berkeringat deras'Sial kenapa harus aku yang harus mengawal yang mulia? Kalo bukan karena ada prajurit yang terluka pasti aku tidak ada disini.'Batinnya dengan tubuh keringatan.


Tidak lama kemudian seseorang mengetuk-ngetuk pintu, dia membukakan pintu dan mendapati terdapat Kapten Arasd dengan Ketua penyihir kerajaan Philip dan Ketua Shadow Keeper.


"Apa yang mulia ada didalam?."


Pengawal itu mengangguk lalu mempersilahkan mereka bertiga masuk kedalam lalu berlutut didepan Raja Petersburg lalu berkata"Salam Yang mulia."Raja Petersburg yang sedang menandatangani Dokumen laporan yang ditangannya, Dia menghentikan kegiatannya lalu menatap mereka bertiga lalu berkata"Jadi apa tujuan kalian kesini?."Dia menyenderkan tubuhnya dikursi.


"Ya Yang mulia, Ini Soal masalah yang terjadi baru-baru ini."Kapten Arasd dan mereka masih berlutut dengan kepala menunduk.


Raja Petersburg menaikkan alisnya dan menyeringai"Aku Izinkan kalian menjelaskannya."Raja Petersburg menyuruh mereka berdiri dan menjelaskan laporan yang mereka dapat,


Ketua Shadow Keeper mengangguk pelan lalu berdiri dan berkata"Baik Yang Mulia, Tadi malam saya mengutus beberapa Shadow Keeper untuk menjalankan Misi Pembunuhan Anak-anak Haram Anda dan singkat cerita mereka gagal menjalankan Misi itu karena mereka dibantai oleh beberapa orang hingga menyisakan satu orang yang lari lalu memanggil bantuan, Singkat cerita 30 anggota Inti Shadow Keeper datang membantu namun naas mereka semua malah dibantai oleh mereka hingga menyisakan beberapa orang yang terluka."Reymond menundukan kepalanya tidak berani melihat ekspresi macam apa yang akan dipasang Raja Petersburg.

__ADS_1


Raja Petersburg mengerutkan keningnya dan untuk sesaat ia ingin melempar Reymond menggunakan tempat tinta, Namun ia lebih memilih untuk sabar dan menyuruhnya untuk melanjutkan ceritanya.


"Saya mendapatkan Informasi tentang ciri-ciri mereka, Mereka memiliki Ciri-ciri seperti seorang Dark Wraith dengan seluruh tubuh diselimuti Kegelapan tebal dan wajahnya hanya terdapat sepasang mata merah menyala dan Mulut yang selalu tersenyum, Mereka sama seperti Dark Wraith dan saya mengira jika Barrier diistana kerajaan dijebol tapi anehnya saya tidak mendapatkan kabar apapun tentang Barrier yang dijebol, Jadi saya berspekulasi jika terdapat Mata-mata atau Mereka Tersummon sendiri diwilayah istana kerajaan, Jumlah mereka berempat tapi kekuatan mereka bisa menyaingi saya bahkan salah seorang dari mereka memiliki kemampuan Tombak yang sangat mahir sampai membuat saya kewalahan, Kami berdua bertarung mati-matian dan sepertinya dia akan mengeluarkan Jurus Andalan dan dibalas dengan Skill terkuat milik saya."Dia menghentikan penjelasan dan menunduk malu.


Dia sangat malu berhadapan dengan Raja sekarang dan sepertinya dia merasa ingin pindah planet saja, Mereka semua yang ada di ruangan itu memandang Reymond dengan tajam, Reymond berkeringat dingin mendapatkan banyak tatapan mata dari mereka.


Raja pertama hanya menghela nafas panjang dan meredakan amarahnya, Dia dama sekali tidak menyangka akan ada orang yang nekat masuk kedalam kawasan Istana kerajaan dan membunuh Anggota member Inti Shadow Keeper.


"Apa kau punya informasi lain Selain ini?."Raja Petersburg mau tidak mau harus mencari informasi tentang orang yang menyerang Istana kerajaan, Reymond menggelengkan kepalanya"Tidak ada Yang Mulia, Selain mereka memiliki penampilan Seperti Dari Wraith tidak ada yang lain."


Raja Petersburg mengangguk lalu memberikan perintah kepada mereka untuk mencari segala macam informasi tentang orang yang menyerang Istana kerajaan, karena ia tidak ingin keselamatan Para Hero, Raja-raja dan bangsawan yang ada diistana terancam. Mereka semua mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu menyisakan Raja Petersburg dan pengawalnya.


"Haaaa.....Lanjut kerja lagi."


*********************


Sementara itu Setelah kejadian ledakan besar dikawasan Istana kerajaan beberapa waktu yang lalu, Membuat Ares sangat marah pada keempat Clonenya, Mereka dimarahi habis-habisan oleh Ares karena perbuatan mereka, Mereka berempat hanya diminta untuk mengorek informasi tapi malah meledakan kawasan Istana kerajaan.


Saat ini ia sedang duduk dikamarnya sambil menatap Keempat Clonenya yang sedang berlutut didepannya mereka semua menundukan kepalanya dengan senjata mereka yang mereka taruh disamping mereka, sementara itu Ares duduk didepan mereka sambil menyesap teh hitam hangat ditangannya.


"Aku akan memberi tahu kalian satu hal, Mulai sekarang kalian akan memiliki Nama dan Clone lainnya dimasa depan juga akan memiliki nama, Tapi kalian tidak boleh menggunakan wujudku, kalian harus menggunakan Wujud kalian yang sekarang, mengerti?."


Mereka semua mengangguk"Baik Tuan!."Ucap mereka serentak, Ares mengedarkan pandangannya kesalah satu Clonenya yang memegang pedang lalu menunjuknya"Kau mulai sekarang Namamu Delta."


"Baik! Terimakasih Tuan karena sudah memberikan saya Nama!."


Ares mengangguk Puas lalu mengalihkan pandangannya lagi kesamping Delta, Disampingnya terdapat Clone yang mempersenjatai diri dengan Tombak dan Seingatnya tombak itu milik Chieftain Lizardman yang dibunuh Gargantua dulu, ia tersenyum lalu menunjuknya"Kau Mulai sekarang namamu Zeta."

__ADS_1


"Baik! saya sangat berterimakasih pada Tuan karena sudah memberikan Saya nama!."


Ares mengalihkan pandangannya kesamping Zeta, Disampingnya terdapat Clone yang mempersenjatai diri dengan GreatSword, Ares mengingat jika GreatSword itu milik Lizardman kuat yang dikalahkan Death Knight dulu dia tersenyum lalu menunjuknya"kau mulai sekarang Namamu Gamma."


"Baik! Saya sangat berterimakasih pada anda karena sudah memberikan saya Nama saya akan menjaga nama ini dengan segenap jiwa saya."


Ares tersenyum dan mengangguk puas dengan jawabannya lalu mengedarkan pandangannya keClonenya Terakhirnya, dia mempersenjatai diri dengan Busur panjang berwarna Emas dan putih yang mengeluarkan Holy power dari dalamnya, Ares mengingat ini adalah Busur yang ia dapatkan dari mengalahkan Bos lantai satu tingkat Kesulitan Chaos.


Ares pada awalnya Khawatir Busur ini akan menolaknya karena memiliki Chaos Energy, namun setelah dicoba Beberapa kali busur ini bisa menembakkan Anak panah yang terbuat dari Mana ataupun Chaos Energy, dan Panah yang dihasilkan dari kedua kekuatan itu bisa disetting sesuai kebutuhan.


"Kau mulai sekarang Namamu Epsilon."


"Baik! saya berterimakasih kepada Tuan karena sudah memberikan saya Nama, saya akan menjaga nama ini dengan baik agar tidak melukai Harga diri anda nanti!."


Mereka semua menatap Ares dengan mata berbinar-binar dan menunggu perintah lebih lanjut, Ares hanya duduk sambil memandangi jendela yang kaca sudah diperbaiki Beberapa waktu lalu.


"Tuan sekarang apa yang harus kami lakukan?."Delta menunggu perintah selanjutnya.


Ares menyesap tehnya lalu menghela nafas panjang"Untuk sekarang tidak ada yang perlu kalian lakukan, kembalilah."


Mereka semua mengangguk"Baik Tuan! Kalau begitu kami pamit undur diri, Permisi."mereka semua menghilang seperti tertiup angin, Ares duduk dikursi itu sambil memandangi pemandangan Diluar jendela dengan secangkir teh hangat Ditangannnya"Tinggal Beberapa Minggu lagi sebelum Ragnarok dimulai, dan sekarang rencanaku belum sepenuhnya rampung, Kuharap kali ini semuanya akan berjalan dengan lancar."


Tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar, dia adalah Ksatria Keluarga Dunkenheit"Tuan Muda, Semuanya telah bersiap untuk pergi dan semua barang bawaan anda telah disimpan dalam kereta, Nyonya Luisa, Lady Lissa dan Lady Irine telah ada didalam, Tuan Gerald juga sudah menunggu didalam kereta."


Ares mengangguk lali bangun dan mengikat rambutnya panjangnya"Ayo kita pergi dari sini."Ares berjalan Keluar kamar didampingi Ksatria keluarganya.


***************************

__ADS_1


*ILUSTRASI GAMBAR GARGANTUA YANG WRITER TEMUKAN :



__ADS_2