
Dengan nafas terputus-putus Yuto mengumpat dibalik pohon sambil berusaha mengatur nafasnya, tampak tubuhnya yang dekil seperti tidak mandi beberapa hari dan wajahnya juga tampak pucat serta kurus seperti orang tidak makan beberapa hari.
Sebenarnya ini baru sebulan sejak Ares melemparjan ketempat aneh ini, tempat ini adalah sebuah hutan berisi Monster-monster berlevel 400-600 berada dan menjadi surga para monster berlevel tinggi.
Dia dilemparkan kesini tanpa satupun perbekalan dan petunjuk apa yang harus dia lakukan, tapi Instingnya sebagai Beastman mengatakan jika dia harus bertahan hidup disurga para monster berlevel tinggi ini. dia awalannya mengira hanya disuruh bertahan hidup atau melatih insting bertahan hidupnya.
Tapi malah sebulan terakhir dia diburu habis-habisan oleh sebuah makhluk tidak dikenal yang mirip seperti High Wraith, Mahkluk itu selalu memburunya siang malam yang membuat selalu terjaga setiap waktu hingga membuat waktu tidurnya selalu terpotong.
Dirinya disini benar-benar diburu habis-habisan oleh Mahkluk itu dan para monster yang ada disini, dia bahkan tidak memiliki waktu untuk makan, mandi atau buang air besar yang membuatnya sangat frustasi.
Dan pada saat ini dia sedang diburu oleh makhluk itu, yang mengharuskan untuk menahan nafas dan menghapus hawa keberadaan hingga titik ia menjadi debu. jantungnya berdetak kencang seperti genderang perang saat Mahkluk itu berjalan perlahan disekitarnya.
"Mahkluk kecil, dimana kau makhluk kecil... kemarilah dan jadilah makananku... khuhuhuhuhu..
."Ujar dengan dingin dibarengi dengan suara tawa kecil yang terdengar menyeramkan.
Mahkluk aneh itu berjalan sebentar kesana dan kemari mencari dirinya, dia lalu mengacak-acak area disekitarnya dengan GreatSwordnya yang tampak sangat mengerikan ditangannya. GreatSword yang tampak sangat berat itu dengan mudah diayunkan dengan satu tangan dan dia mengayunkan hingga membuat semua area disekitarnya acak-acakan.
Yuto beruntung pohon tempat bersembunyi saat ini berada jauh dari jangkauan serangannya, jadi dia bisa sedikit menghela nafas lega.
'Tapi kenapa makhluk itu tidak pergi-pergi dari sini?! apa dia tahu aku ada disini makanya dia tidak pergi?!.'Batinnya kesal sambil merasakan makhluk itu tidak kunjung pergi dari sekitarnya.
"AAAWWWRHGGRRRRHHHH!!!!!...."Raungan seekor monster membuat perhatian monster itu teralih.
Yuto bersorak gembira melihat perhatian makhluk itu teralihkan karena monster yang meraung tadi, dia lalu mengawasi makhluk dan monster yang tampak akan memulai pertarungan.
Monster yang dihadapi makhluk itu adalah monster bernama Fiery Tiger yang berlevel 560.
'Ya!! bunuh dia Fiery Tiger!!.'Batinnya menyemangati Fiery Tiger itu.
Monster itu menggeram pada makhluk itu dan makhluk itu tampak bersiap menyerang, monster itu lebih dulu mengambil langkah menyerang namun beberapa detik kemudian, tubuh Fiery Tiger itu terbelah menjadi dua tanpa dirinya sadari.
'Huh?! bagaimana bisa monster itu mati dalam sekali sekarang?!.'Batinnya sambil memperhatikan mahkluk itu yang mengelap darah dari Friery Tiger dipedangnya.
Tentu saja dia kaget, Fiery Tiger bukanlah lawan yang mudah dihadapi karena kekuatan fisiknya yang kuat dan cakarnya yang sangat tajam. tapi didepan matanya sendiri dia melihat Fiery Tiger terlebah menjadi dua tanpa melakukan perlawanan apapun.
Makhluk itu menghela nafas sambil mengelap darah dipedangnya, dia menghela nafas lalu berkata"Huuuuffff... Aku harus mencarinya ditempat lain."Ujarnya lalu menghilang dari sana.
Yuto menghela nafas lega melihat makhluk itu sudah pergi dan berniat untuk pergi dari sana juga secepatnya, tapi suara seseorang menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Disini kau rupanya ya, kau bersembunyi dengan cukup baik bocah kecil dan sekarang matilah."Ujar makhluk itu yang secara tiba-tiba ada dibelakangnya.
Yuto pada saat itu merasa jantungnya berhenti berdetak dan dengan panik melihat kebelakang, dia melihat dengan jelas makhluk itu mengayunkan pedangnya kearahnya dengan senyum bengis diwajahnya.
"AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!...."
**************************************
Ares menghela nafas panjang sambil memperhatikan Yuto dari cermin yang ada didepannya, sudah sebulan terakhir dia mengawasi Yuto dari jauh dan memerintahkan Clone-clonenya untuk memburu Yuto. dan ini berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan tapi yang membuat dia bingung, kenapa Yuto tidak menggunakan kekuatan eternal ice nya?.
Ares mengusap dagunya sambil memperhatikan Yuto dari cermin didepannya"Trauma? sepertinya dia trauma, tapi kenapa dia trauma? apa karena kekuatan yang dia dapatkan makanya dia trauma? padahal jika dia mau dia bisa lepas dengan mudah keluar dari situasi itu."Ujarnya sambil menggelengkan kepala.
Ares sudah menyadari hal ini sejak lama tapi dia tidak merasa aneh karena pasti Yuto belum terbiasa dengan kekuatan itu, tapi agak keterlaluan jika dia sama sekali tidak menggunakan kekuatan Eternal Icenya disaat yang membahayakan hidupnya.
Mau diliat dari manapun Clonenya satu ini memang benar-benar berniat melukai Yuto dengan parah, tapi dia membiarkan hal tersebut untuk membuat Yuto menggunakan kekuatannya. tapi mau berapa kalipun dia hampir mati dia tidak pernah menggunakan kekuatan Eternal Icenya.
Ares bangkit dari tempat duduk lalu meregangkan sedikit tubuhnya"Sepertinya memang harus aku yang mengurus hal ini."Ujarnya lalu menghilang dari sana.
lalu muncul kembali diatas pohon yang berada cukup dekat dengan Yuto, Yuto dari dekat tampak begitu kecapekan karena diburu habis-habisan siang maupun malam, tapi dia tidak memedulikan hal itu karena mau bagaimanapun dia melakukan hal ini untuk kebaikan Yuto sendiri.
Ares lalu merasakan seekor monster berlevel tinggi mendekat kearah Yuto, dan benar saja seekor monster muncul didekat Yuto.
[ Wendigo Lvl 660 ]
Monster dengan tubuh seperti Gorila berkepala ganteng itu menatap Yuto dengan tajam, lalu menyerangnya dengan cepat.
Ares menghela nafas pendek lalu mengambil belati dari Storage Boxnya lalu melemparnya"[ Strong Throw ]."Ares mengaktifkan Skill dari sarung tangannya.
Belati itu dengan cepat melesat kearah kepala monster itu dan langsung menembus kepalanya hingga hancur berantakan, lalu Ares muncul diatas tubuh monster itu dan menatap Yuto.
"Yuto, kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu?."Suara dingin dan serius keluar dari mulutnya.
Yuto memiringkan kepalanya"Kekuatanku? kekuatan apa?."Ujarnya bingung menanggapi perkataan Ares.
"Kekuatanmu, kenapa kau tidak menggunakan kekuatan Eternal Icemu?."Ujarnya kembali bertanya dengan helaan nafas panjang.
Yuto melebarkan matanya dan menundukkan kepalanya, ia ingin menjawab pertanyaan Ares tapi lidahnya terasa begitu kelu ketika ingin berbicara, dia juga tidak bisa memikirkan apa yang harus dia katakan pada Ares saat ini.
Yuto hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mengepalkan kedua tangannya, dia goyah dengan kekuatannya, dia takut dengan kekuatannya sendiri. dia takut pada monster yang ada didalam tubuhnya. tapi entah kenapa dia tidak bisa mengatakan itu semua.
__ADS_1
Monster didalam tubuhnya terus berusaha mengambil alih tubuh dan pikirannya, dengan cara meneror dirinya dengan kekuatan yang ada dalam dirinya. dia tentu tahu seberapa berbahaya kekuatannya yang membuatnya takut pada monster dan kekuatannya sendiri.
Ares yang menunggu jawaban dari Yuto langsung memahami akar dari permasalahan ini, dia lalu mendekat lalu mencengkram kerah baju Yuto.
"Apa yang kau takutkan Yuto?! aku, kekuatanmu atau monster yang ada didalam dirimu?!."Ares mengeluarkan aura pekat disekitar tubuhnya.
Mata merah darah yang menunjukkan nafsu membunuh dengan jutaan ingatan pembunuhan, menatap Yuto dengan tajam seakan-akan hendak memakannya.
Yuto pada saat itu seperti merasa sedang berhadapan dengan seorang Iblis, seorang Iblis sejati yang telah membunuh jutaan nyawa orang tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Tubuh Yuto menggigil ketakutan melihat sosok Ares yang tidak pernah dia lihat, baginya Ares saat ini jauh lebih menakutkan dari pada kekuatan ataupun monster didalam dirinya.
"A-Anda, Sa-Saya jauh lebih takut pada anda!!."Ujar dengan air mata yang hampir jatuh.
"Kalau begitu kenapa kau tidak lawan rasa takut itu? apa monster didalam dirimu lebih menakutkan dari pada aku?!."Ujarnya dengan lantang dan tegas.
"TIDAK!!!."Seru Yuto dengan keras.
Ares tersenyum lalu melepaskan cengkeraman tangannya, Yuto jatuh dan menatap Ares dengan penuh ketakutan.
"Monster yang ada didalam tubuhmu itu memang kuat tapi kekuatanmu dimasa depan akan jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan monster itu, jika kau takut pada monster itu, ingatlah aku sumber ketakutan!! ingatlah adikmu yang mati karena Kerajaan ini!! ingatlah dendam yang ada didalam hatimu!!."Ujarnya dambil menatap Yuto dengan tajam dan dingin.
"Yuto, Balas dendam bukan hanya menyakiti orang dibenci tapi juga tapi juga menyakiti semua orang termasuk dirimu sendiri."Ujarnya lalu pergi dari sana, meninggalkan Yuto yang masih tertunduk diam dengan tangan mengepal.
Yuto menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya, dia tertunduk diam dengan mata yang dipenuhi kebencian, kebencian karena ketakutannya, kebencian karena kelemahannya dan Kebencian karena Kerajaan ini. semua kebencian yang ada didalam hatinya menggumpal dan menjadikan lebih membenci dirinya sendiri.
Disaat dirinya sedang terdiam sesosok monster raksasa mendekat kearahnya, monster serigala raksasa berwarna perak menatap Yuto dengan penuh nafsu seakan-akan Yuto adalah mangsanya.
"RRRAAAGGGHHHHH!!!."Monster itu mendekat dan hendak membunuh Yuto, tapi beberapa saat sebelum monster itu mendekat seluruh tubuhnya membeku diudara dan hancur berkeping-keping saat jatuh ketanah.
Bukan hanya monster yang yang membeku tapi seluruh area yang ada disekitar Yuto juga ikut membeku dengan hawa dingin menusuk tulang yang memancar dari dalamnya tubuhnya.
Dia bangkit perlahan dan memasang raut wajah kesal, hawa dingin yang ditubuhnya semakin kuat hingga area yang dia bekukan meluas sedikit demi sedikit.
"Aku benci lemah, aku benci diriku yang lemah!!!."Dia berseru kencang dan kekuatan Eternal Ice didalam tubuhnya meledak dan membekukan objek apapun seluas satu kilometer.
Dampak membekukan seluas satu kilometer itu membuat Monster-monster membeku dan sekaratnya karenanya, Yuto dengan berapi-api berjalan menuju kerumunan monster yang masih hidup namun membeku dan membunuh mereka sekaligus tapi pandang bulu.
"Lemah, ini masih lemah! aku butuh kekuatan!! kekuatan yang jauh lebih kuat dari ini!!!!."
__ADS_1