
"Tuan!."Mereka semua berseru ketika Ares keluar dari portal dimensional Dungeon, dengan membawa dua orang bayi ditangannya membawa seluruh bawahannya membeku sesaat dan memasang raut wajah bertanya-tanya.
Ares menghela nafas berat lalu berkata"Aku akan jelaskan ini nanti, terlebih dahulu kita harus pergi dari sini karena sebentar lagi terdapat Ksatria dalam jumlah besar akan kesini."Ucapnya tegas, sebelumnya Ares mendapatkan informasi dari Clone-clonenya jika terdapat sebuah pasukan dalam jumlah besar yang mengarah kemari.
mereka tidak tahu pasti apa tujuan pasukan tersebut, tapi melihat dari arah jalannya mereka sedang menuju kearahnya dengan kecepatan penuh.
Mereka yang masih dipenuhi tanda tanya memutuskan untuk mengikuti perkataan tuan mereka lalu bergegas pergi dari sana. mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda sebelumnya.
**********************
"Kita sudah dekat dengan kota, berhenti berlari."Ucapnya sambil Memimpin jalan, para bawahannya menurunkan kecepatan mereka lalu melihat kedua bayi yang dibawa Ares.
bayi-bayi itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan saat tidur digendongannya, Mary, Damon, Eizen, Ulbert dan Yuto melihat Ares dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Tuan, dari mana anda mendapatkan kedua anak ini? apa anak-anak ini berasal dari Dungeon yang anda selesaikan sebelumnya?."Ucap Ulbert penasaran, dia tahu dia lancang karena bertanya lebih dulu tapi paksaan dari Senior-seniornya membuatnya harus bertanya hal tersebut.
Ares menghela nafas berat"Haaa....... aku tidak bisa berbicara banyak tentang hal ini, tapi yang pasti kedua anak ini merupakan anak-anakku sekarang dan, kalian jangan banyak tanya! karena aku sedang pusing sekarang!."ucapnya mengancam.
"Ba...baik!."Ucap mereka bersamaan, meski penjelasan tuan mereka singkat dan penuh dengan lubang mereka tidak berani bertanya lebih jauh, melihat ekspresi wajah Ares yang sekarang terlihat cukup mumet dimata mereka.
Mereka berjalan cukup lama menyusuri hutan, sempat beberapa kali diserang Monsters-monster tapi dengan mudah diatasi tanpa masalah hingga mereka sudah cukup dekat dengan kota.
"Kota itu sudah berada didepan mata kita, ayo kita kesana, oh dan Mary apa kau tidak masalah dengan warna rambut dan warna matamu?."Ucapnya khawatir.
Ares sebenernya cukup khawatir karena Mary sebelumnya cukup menarik banyak perhatian, karena rambut dan matanya terutama Rasnya yang merupakan ras elf yang membuat dia lebih banyak menarik perhatian, ditambah lagi ciri khas keluarga kerajaan Astria yang terlihat sangat mencolok darinya membuatnya cukup Khawatir.
Mary memiringkan kepalanya dan memahami maksud perkataan Ares lalu berkata"anda tidak perlu khawatir tuan!, saya memiliki Sihir khusus yang dapat mentransformasikan wujud saya yang sekarang."Ucapnya ringan lalu mulaiu merapalkan mantra sihir tersebut. "{ Top grade transformation magic }."
Wujudnya mulai berubah, rambutnya menghitam dan matanya berubah warna menjadi ungu, yang paling membuatnya kaget telinga juga ikut berubah bentuk menjadi mirip seperti manusia. dia tersenyum anggun yang membuat Ares sedikit terkesima sekaligus terkejut.
__ADS_1
"Hmm...sihir transformasi khusus ya? hebat! bahkan dimataku kau sekarang sama dengan manusia pada umumnya, Sihir ini kemungkinan memiliki efek yang sama seperti Ring Of Great Doppleganger yang kumiliki saat ini."Ucapnya pelan sambil memperhatikan Mary.
Mary tersenyum aneh dan entah kepada Ares merasakan pipi dia sedikit memerah"Fufufu... terimakasih atas pujiannya tuan, saya bisa saja mengajarkan sihir ini kepada tuan tapi apa tuan mau?."Ucapnya dengan senyum mencurigakan.
Ares bisa merasakan maksud tersembunyi dari senyuman, tapi dia tidak yakin dia memiliki maksud buruk karena cincin budak sama sekali tidak bereaksi saat ini, Ares menggelengkan kepalanya"Tidak, aku masih belum memerlukan sihir itu sekarang, tapi kau bisa mengajarkan Ulbert karena dia yang paling membutuhkan sihir seperti itu sekarang, ajarkan dia saat kau punya waktu senggang."Ucapnya pelan lalu membalikkan badannya.
Mary mengembungkan pipinya, sementara Ulbert yang masih menggunakan sihir Ilusi menatapnya berbinar-binar.
Mary menatap Tajam Ulbert lalu berkata"Aku akan mengajarkan sihir ini kepadamu, tapi kau harus sudah bisa menghafalnya dalam satu hari! jika tidak aku tidak akan pernah mengajarkan sihi ini lagi! paham?."Ucapnya mengancam.
Ulbert hanya mengangguk berkali-kali lalu berkata"Baik! baik! saya akan menghafal sihir ini dalam sehari!."Ucapnya takut, Ulbert sebenarnya tidak memiliki rasa takut karena dia seorang Undead, tapi entah kenapa rasa takutnya selalu bangkit saat Tuannya atau rekan-rekannya marah.
Mary tersenyum tipis"Bagus! ayo kita susul tuan sekarang."Ucapnya lalu berjalan menyusul rekannya yang lain bersama dengan Ulbert.
******************
Ulbert dengan mata berbinar-binar, menatap sekeliling yang dipenuhi orang-orang dan penjaja makanan. Sesekali ares tertawa melihat Ulbert karena tingkahnya mengingatkan pada masa lalunya. Yuto juga yang ada disana bersikap sama seperti Ulbert.
"Hahaha... Ulbert apa kau baru pertama kali kesini atau bagaimana? kau terlihat Seperti anak kecil tahu."Ucap mary sambil sesekali tertawa kecil, Ulbert yang mendengar hal itu hanya menunduk kepala"Sebenernya aku pernah sesekali kesini, tapi aku tidak memiliki cukup banyak waktu untuk bersantai makanya aku jarang sekali kesini, penelitian yang aku lakukan membuat seluruh waktu banyak tersita."Ucapnya sedih.
ulbert sendiri masih mengingat saat-saat dia kesini, tapi ingatan itu terasa sangat samar yang membuatnya tidak terlalu mengingat sewaktu dia kemari.
"Biasanya aku kesini karena butuh saja, itupun jarang sekali karena bahan-bahan untuk penelitianku selalu bisa dicari dihutan. Haaaa......jadi seperti ini ya Udara perkotaan?."Ucapnya senang sambil melihat kesana kemari.
sementara itu Ares menyuruh Damon dan Eizen untuk mencarikan penginapan untuk mereka beristirahat, karena Ares tidak akan senang karena mereka belum sama sekali beristirahat. Dengan uang yang dirinya berikan mereka berdua melesat pergi dengan cepat.
"Haaa..... Kuharap mereka akan mencarikan tempat yang tempat tidurnya enak."Ucap ares sambil melihat mereka menghilang dari kejauhan. Ares menolehkan kepalanya dan mendapati Mary sedang tersenyum lebar melihatnya dengan tangan yang disodorkan, dia lalu menunjukkan kearah Yuto dan Ulbert yang terlihat menginginkan sesuatu dari penjaja makanan dan barang-barang disana.
Ares menghela nafas pelan, lalu mengambil Dimensional pocket yang didalamnya terdapat uang yang cukup banyak, tidak banyak tapi ia pikir cukup untuk mereka bertiga habiskan.
__ADS_1
"Nih, awasi mereka berdua terutama Yuto, karena umurnya masih muda dan dia masih labil, takutnya dia diculik atau ditipu orang nantinya."Ucapnya sambil memberikan dimensional pocket itu pada Mary, Mary mengangguk pelan dengan mata berbinar-binar melihat dimensional pocket ditangannya.
"Siap Tuan! serahkan saja kedua bocah itu kepada saya!."Ucapnya dengan penuh semangat lalu berlari kearah mereka berdua.
"hahaha.... melihat mereka berdua mengingatku pada Rena, Amryong dan Umryong. Aaaaahhh....lebih baik aku menunggu dikafe sebelah sana sajalah."Ucapnya lalu berjalan menuju kafe yang ada didekatnya.
kafe itu terlihat mirip dengan kafe-kafe yang doa lihat pada perang dunia pertama atau perang dunia kedua, Suasananya juga mengingatkannya pada masa-masa Waktu perang Dunia Pertama dulu.
ia menatap keluar jendela ditemani secangkir kopi hangat dan kue kering yang baru dia pesan, dari jarak segini Ares masih bisa merasa keberadaan semua bawahannya dan Ares bisa merasakan, Damon dan Eizen sedang berjalan kemari namun sepertinya mereka terhambat sesuatu.
Ares menyesap kopinya perlahan lalu menghela nafas berat"Sumberdaya berharga yang aku dapatkan disana akan kubagi rata dan untuk Mary akan sedikit kulebihkan, karena dia yang paling membutuhkan Sumberdaya ini."Ucapnya pelan sambil memakan kue kering didepannya.
Long Yuan yang duduk didepannya, hanya diam tanpa ekspresi sambil melihat keluar jendela kafe. wajahnya terlihat terkejut sekaligus terguncang melihat kemajuan teknologi yang terjadi selama dia terkurung.
Dia mengusap Janggutnya lalu tertawa pelan"Hahaha.....Zaman sungguh sudah berubah, aku tidak menyangka kemajuan teknologinya akan secepat dan secanggih ini, aku jadi ingin tahu siapa saja yang menyebarkan teknologi-teknologi ini Kedunia ini? hahaha...."Ucapnya sambil tertawa pelan, tawanya terdengar seperti kakek tua yang melihat cucunya berangkat sekolah untuk pertama kalinya.
Ares menghela nafas panjang"Teknologi-teknologi yang ada didepan matamu sekarang berasal dari para Hero atau orang-orang yang dipanggil dari dunia lain, selama hampir 400 tahun mereka memajukan teknologi didunia ini dengan baik. selama generasi-kegenerasi para Hero dipanggil dan disaat yang bersamaan teknologi kembali berjalan maju hingga seperti sekarang. Terdapat banyak teknologi lain yang belum kau lihat."Ares mengeluarkan Sesuatu dari Storage Boxnya.
dia memberikan sebuah buku tebal berjudul Diyggdrassil's technological progress over the past five hundred years, buku ini berisi rangkuman tentang kemajuan teknologi Diyggdrassil yang terjadi selama lima ratus tahun terakhir bersama dengan orang-orang yang pertama kali menciptakan atau membuat teknologi tersebut.
"Hmmmm....buku yang menarik."ucapnya lalu membaca buku itu satu demi satu halaman, hingga Ares merasakan terdapat masalah yang terjadi pada para bawahannya. dia langsung bergegas pergi dari sana dengan long Yuan yang melayang disampingnya.
Ares bisa merasakan semua bawahannya sedang berada Disatu titik yang sama dan artinya more semua sedang dalam masalah, dengan kecepatan penuh dia berlari kearah mereka yang jaraknya cukup jauh darinya. meski begitu dia bisa dengan cepat sampai disana.
"Apa yang sebenarnya terjadi?."Ucapnya sambil berjalan.
disana terdapat Damon, Eizen, Ulbert, Mary dan Yuto yang sedang bersitegang urat leher dengan beberapa orang Ksatria yang menjaga sebuah Kereta sihir yang terlihat mewah, kereta sihir itu dibalut dengan emas dengan warna hitam yang membuatnya terlihat semakin mewah dan cantik.
Sementara Ksatria yang bersitegang dengan mereka terlihat cukup kuat, terutama Ras mereka yang merupakan Elf yang sama seperti Mary. tapi kenapa mereka bersitegang urat leher dengan para bawahannya?.
__ADS_1
******************