Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
212. Kepergian Dan Perpisahan


__ADS_3

Setelahnya Amelia dan para tetua menerima penawaran yang Ares berikan bangsa Hobbit sekarang memiliki tempat tujuan dan tempat tinggal. Pada awalnya mereka tidak percaya akan tinggal diwilayah Keluarga Dunkenheit yang merupakan wilayah dari penyelamat mereka, Ares.


Tapi setelah diberikan pemberitahuan mereka tidak henti-hentinya bersujud syukur karena diperbolehkan tinggal diwilayah Keluarga Dunkenheit. Meski atas izin Ares dan ini belum didiskusikan dengan Ayah, Kakek dan neneknya.


Meski belum didiskusikan Ares sebagai Calon Kepala Keluarga Dunkenheit yakin bisa membujuk Ayah, Kakek dan neneknya untuk mengizinkan bangsa Hobbit untuk tinggal diwilayah mereka. Hanya tinggal menunggu waktu saja untuknya mendapatkan izin tinggal.


Karena hal itu pada Hobbit bekerja tanpa henti mengemasi barang-barang yang diperlukan. Karena mereka akan berpikir perjalanan mereka kewilayahan Keluarga Dunkenheit akan panjang, padahal tidak.


Untuk perjalanannya Ares sendiri merencanakan menggunakan mantra { Gate } untuk memangkas habis waktu perjalanan yang jika ditempuh secara biasa akan memakan waktu berbulan-bulan. Melihat jarak antara Kerajaan Erde's dan Kerajaan Gottlich cukuplah jauh.


Mantra { Gate } merupakan mantra perpindahan tempat yang mirip seperti mantra { Teleportation } atau { Greater Teleportation }. Yang membedakan mantra ini adalah cara kerjanya.


Mantra { Gate } memiliki cara kerja mirip seperti portal perpindahan tempat. { Gate } akan menciptakan sebuah portal yang ukurannya bisa diatur oleh sang caster dan tempatnya bisa ditentukan sesuai keinginan caster, mantra ini hanya bisa digunakan ditempat-tempat yang pernah didatangi oleh caster.


Mantra ini masuk dalam kategori High Tier Magic dan sulit ditangkal karena beberapa alasan. Orang yang akan menggunakan mantra ini adalah Ulbert yang rupanya menguasai mantra sihir { Gate }.


Persiapan juga untuk menerima migrasi bangsa Hobbit juga telah dipersiapkan dengan matang diwilayah Keluarga Dunkenheit. Tempat mereka akan tinggal nantinya adalah kota yang dia buat dan tempat dimana Pohon Dunia berada.


*********************************


Raja Fritz dengan tubuh lemah dan nafas terputus-putus menatap ke sekelilingnya, diruangan itu hanya terdapat beberapa orang yang diizinkan untuk masuk kedalam kamarnya.


Tiga dewan kerajaan, empat mantan dewan kerajaan yang masih hidup dan tentu saja Ares. Mereka adalah orang-orang yang diizinkan masuk dan tetap berada didalam kamar sampai akhir hayat Raja Fritz.


Dari semua orang yang ada disana mata Raja Fritz hanya terarah kesatu orang, "Tuan Ares, bisakah anda mendekat?."


Ares tersenyum sedih maju dan duduk disamping Raja Fritz yang terbaring lemah tidak berdaya. Meski matanya menatap kearahnya tampak dengan jelas jika dia tidak fokus melihatnya.


Meski dalam kondisi seperti itu Raja Fritz tetap memaksa diri untuk tersenyum disaat-saat terakhir hidupnya.


"Tuan Ares, Pertama-tama biarkan aku berterimakasih padamu karena sudah menolong kerajaan ini disaat tidak ada satupun orang yang memedulikan kami, jasa anda terlalu besar untuk dibayar dengan materi. Jasa anda akan selalu kami kenang sampai akhir hayat."


Sebuah perkataan yang benar-benar sederhana tapi menyiratkan makna yang berbobot dan penuh dengan makna. Semua orang yang ada disana memasang ekspresi sama seperti Raja, yaitu ekspresi berterimakasih.


Ares tersenyum pahit dan menghela nafas panjang"Tidak apa, Yang Mulia. Lagipula dengan membantu kalian semua, saya menerima banyak pelajaran penting. Yang tidak bisa didapatkan dengan membaca juta-an buku ataupun melakukan ribuan pertarungan. Sayalah yang harus berterimakasih disini karena sudah mendapatkan banyak pelajaran penting."Ares berkata dengan tulus dan lembut. setiap perkataannya terasa benar-benar datang dari hati tanpa ada kebohongan sama sekali.


Tentu saja karena apa yang Ares katakan memang benar-benar datang dari lubuk hatinya. Dari rencana yang dibuat dikerajaan Erde's membuat Ares mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman penting untuk menyusun sebuah rencana dan strategi.


Pengalaman-pengalaman penting ini benar-benar setara dengan apa yang dia dapatkan. Dengan semua pengalaman ini ia yakin dapat mengembangkan banyak rencana-rencana lain yang level dan tingkatan diatas rencana-rencana yang dia buat sebelumnya.


Mendengar hal itu Raja Fritz maupun semua orang yang hadir disana tidak bisa tidak kagum dengan sosok Ares. Sosoknya yang rendah hati, pemberani dan tidak sombong atas semua kekuatan dan kekuasaan yang dia miliki benar-benar membuat semua orang kagum.


Biasanya orang-orang seperti Ares akan menyombongkan diri ketika dipuji, tapi tidak dengan Ares. Seakan Ares lah yang berhutang budi disini.


Raja Fritz tidak bisa menyembunyikan kekaguman pada sosok Ares yang benar-benar rendah hati.


"Tuan Ares, anda sungguh murah hati. Jika bukan karena anda kami mungkin tidak akan berdiri sampai sejauh ini. Saya sebagai seorang Raja berterimakasih pada anda karena sudah membantu saya sejauh ini, sebagai gantinya tolong terima ini."Raja Fritz memerintahkan Forgemaster untuk membawakan sebuah kotak yang terletak tidak jauh dari sana.


Kotak kayu berwarna hitam dengan ukiran-ukiran kuno berwarna emas menghiasi semua sudutnya. Tapi bukan itu fokus utama Ares, yang menjadi fokus utama Ares adalah gelombang energi yang terpancar dari kotak kayu itu.


"Tolong terimalah ini, Tuan Ares. Ini hadiah yang tidak seberapa dengan bantuan yang anda berikan pada kami..."Raja Fritz menyerahkan kota hitam itu padanya, dan Ares menerima dengan dua tangan. Tampak dia juga penasaran dengan apa yang ada didalam kotak hitam tersebut.


"Yang Mulia, apa isi kotak hitam ini?."


Raja Fritz hanya tersenyum penuh makna pada Ares dan berkata ia akan tahu ketika membukanya nantinya. Ares tersenyum tipis dan menyimpan kotak hitam itu dalam Storage boxnya.


Raja Fritz melihat sekelilingnya, lebih tepatnya kearah tiga dewan kerajaan dan empat mantan dewan kerajaan sebelumnya. Dia dengan nafas terputus-putus dia menunjuk satu persatu orang disana dan menyebut nama-nama mereka satu persatu.


"Elias, Moya, Loze."Dia menoleh kearah empat mantan dewan kerajaan Erde's, "Vikas, Roy, Verto dan Nora."Setelah memanggil nama mereka satu persatu suasan ruangan menjadi hening.


Tidak ada satupun yang berani berbicara terlebih dahulu sampai Raja Fritz melanjutkan perkataannya. Raja Fritz tampak mengatur nafasnya terlebih dahulu.


'Energi kehidupan semakin menipis, bisa-bisanya dia mati sebelum bisa menyelesaikan perkataannya. Itu tidak boleh terjadi.'


Ares memegang pergelangan tangan Raja Fritz dan mengalirkan sedikit energi kehidupan kedalam tubuhnya, berkat itu kondisi Raja Fritz sedikit lebih baik meski tidak membantu apapun selain menyelesaikan perkataannya.


Raja Fritz dengan tatapan lemah dan nafas yang tidak teratur melihat sekelilingnya, lalu tersenyum tipis"Bisakah aku mempercayakan kerajaan ini dan seluruhnya pada kalian?."Tanya Raja Fritz lirih.


Seketika itu waktu disana seakan berhenti, tidak ada yang membuka suara ataupun menjawab pertanyaan Raja Fritz. Tapi mereka semua tahu tugas mereka sudah seperti ini sejak awal.


Sejak awal diciptakan enam dewan kerajaan memang untuk menggantikan posisi Raja ketika sedang tidak ada ataupun wafat, dan inilah saatnya bagi mereka mengambil posisi itu untuk selamanya.


Forgemaster mendekat dan berlutut sambil memegang tangan Raja Fritz, air matanya mengalir begitu juga dengan orang-orang disekitarnya.


"Yang Mulia, anda tidak perlu khawatir karena tugas itu sudah seharusnya jatuh ketangan kami. Anda tidak perlu memikirkan apapun sekarang, kami semua berjanji pada anda akan melindungi dan menjaga tanah ini sampai akhir hayat kami!!."


Raja Fritz tertegun dan tertawa kecil"Aku senang mendengarnya. Jadi tolong jaga kerajaan...."Kesadarannya menghilang diikuti oleh tubuh bagian bawahnya yang terasa menghilang.


Itu menjalar keatas dan sampai kebagian kepalanya, ia bisa merasakan kesulitan bernafas dan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Itu seakan jiwanya perlahan meninggalkan tubuhnya.


Disaat terakhir ia melirik kearah Ares lalu menggumamkan sesuatu yang membuat Ares melebarkan matanya. Setelah Raja Fritz benar-benar dinyatakan wafat.


Wafatnya Raja Fritz diiring oleh tangisan semua orang yang ada diruangan itu, tangisan mereka yang ada dikamar Raja Fritz menjadi penanda Raja Fritz telah wafat dan membuat seisi istana tidak bisa membendung air mata mereka.


Semua orang yang ada disana menangis mendengar kepergian Raja Fritz, tidak ada satupun dari mereka yang mengira Raja Fritz akan secepat itu meninggalkan mereka.


Sementara itu Ares tertegun disana dengan senyum pahit, dia benar-benar tidak menyangka Raja Fritz akan mengatakan itu diakhir hidupnya.


"Orang Itu sampai akhirpun benar-benar seorang Raja."Ares tersenyum pahit dan pergi meninggalkan ruangan.


Diluar kamar dia bisa melihat para pelayan maupun Ksatria yang menangisi kepergian sang Raja terakhir kerajaan Erde's. Mereka masuk kedalam ruangan dan tangisan mereka menjadi semakin kencang ketika melihat Raja Fritz terbaring lemah tidak berdaya diatas ranjangnya.


"Kuharap dengan ini sesuatu akan berubah."


*******************************


Berita Wafa Raja Fritz dengan cepat tersebar keseluruh penjuru negeri sampai diketahu oleh negara-negara tetangga. Berita wafatnya Raja Fritz benar-benar membuat kerajaan Erde's terguncang hebat dan mematikan aktifitas para penduduk selama beberapa waktu.


Mereka yang tinggal dekat maupun jauh datang ke ibukota untuk mengikuti prosesi pemakaman Raja Fritz, tidak ada orang yang tidak menangis saat prosesi pemakaman berlangsung.


Pemakaman berlangsung selama beberapa jam dan ditutup dengan pidato singkat dari Forgemaster. Pidato singkat dari Forgemaster membuat kesedihan para penduduk sedikit mereda meski itu hanya meredakan sedikit dari semua kesedihan yang mereka rasakan.


Para Hobbit juga diizinkan ikut kedalam prosesi pemakaman, tapi mereka dilarang terlalu dekat dengan jenazah Raja Fritz. Yang membuat mereka hanya bisa melihat prosesinya dari jauh.


Tampak adanya kesedihan disetiap pasang mata yang melihat prosesi pemakamannya. Meski tidak seheboh para Dwarf.


Beberapa hari setelah pemakaman Raja Fritz berlangsung, persiapan untuk pergi keutara telah rampung dan Ares juga sudah tidak memiliki kepentingan disini.


Para Hobbit dikumpulkan ditanah lapang bersama dengan barang bawaan mereka. Mereka juga tampak antusias melihat dunia diluar kerajaan Erde's.


Tapi disatu sisi mereka juga merasa berat untuk pergi meninggalkan tanah kelahiran mereka. Mau bagaimanapun tanah ini yang menjadi tempat tinggal dan tanah kelahiran mereka selama beratus-ratus tahun.


Tapi mereka tahu sudah waktunya mereka untuk pergi dari sini atau merekalah yang diusir keluar dari sini...

__ADS_1


************************************


"Damon, bagaimana dengan semua persiapan?."


"Ah ya?! Semua persiapannya sudah selesai, Tuan! Tinggal menunggu perintah dari anda dan kita semua akan segera berangkat."


"Bagus!."


Ares berjalan kesisi lain, ketempat dimana Ulbert dan Vlad berada. Mereka berdua dari kejauhan tampak sedang mengobrol mendiskusikan kordinat yang tepat.


Sebelumnya Ares, Ulbert dan Damon melakukan beberapa uji coba untuk melihat dan mengecek adanya kendala atau masalah dalam menggunakan { Gate } Atau tidak.


Mereka melakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebelum benar-benar digunakan. Percobaan ini meliputi pengetesan kordinat, pengecekan masalah dan arus Mana, melakukan beberapa tes lainnya yang berguna untuk hari ini.


"Meski ujicoba yang dilakukan tidak cukup berguna, tapi ini dibutuhkan untuk meminimalisir adanya kendala atau masalah saat digunakan nanti. Bagaimanapun nyawa semua orang disini berada di tanganku."


Setelah bangsa Hobbit masuk kedalam wilayah Keluarga Dunkenheit, tanggung jawab atas keselamatan mereka semua akan dibebankan pada dirinya. Karena dia adalah orang yang membawa para Hobbit datang kewilayah Utara.


Untuk menanggung semua tanggung jawab itu dibutuhkan banyak hal salah satunya yang dia lakukan kali ini. Ini semua dia lakukan untuk menjaga keselamatan mereka semua.


"Ulbert, bagaimana semuanya? Apakah sudah bisa digunakan sekarang?."Ujar Ares yang datang dari arah belakang, menyadari kedatangan Ares mereka langsung memberikan hormat sebelum berbicara.


"Ya, Tuan. Semua persiapan telah selesai dilakukan, saya bisa melakukannya kapanpun anda mau."


"Uummm... Kalau begitu lakukan secepatnya."


"Baik, Tuan!."


Ulbert bersama dengan Vlad berjalan kebarisan paling depan kerumunan, dia tampak berdiri paling depan dan juga menjadi perhatian banyak orang karena penampilannya yang mencolok.


"Mohon bantuannya, Vlad."


"Ya, lakukanlah. Aku akan membantumu."


Mereka berdua mengangguk serentak dan Ulbert mulai membaca mantra sihir.


Beberapa saat setelahnya, sebuah portal kegelapan murni setipis kertas muncul dihadapan mereka dengan bentuk oval terpotong sisinya. Pemandangan ini sempat membuat gentar para Hobbit maupun Dwarf yang melihatnya dari jauh.


Tentu saja siapa orang yang tidak takut melihat portal kegelapan muncul dihadapan mereka, bisa saja makhluk seperti iblis atau pasukan undead akan keluar dari portal itu.


Tapi mereka menjadi lebih tenang ketika mendengar penjelasan dari Damon, untuk beberapa saat mereka bisa bernafas dengan lega.


"Baiklah, semuanya bisa langsung masuk kedalam."


Segera setelah Ulbert mengatakan portal itu aman, para Hobbit dengan sigap membawa barang bawaan mereka dan berjalan kesana secara berbondong-bondong.


Mereka berbaring tapi dalam satu garis lurus, ini pemandangan yang menakjubkan melihat jumlah yang mereka yang mencapai jutaan.


Mereka membawa barang bawaan mereka masing-masing dan satu persatu masuk kedalam portal. Saat mereka memasuki portal terdapat rasa berat dihati mereka.


Mereka saat ini akan meninggalkan tanah kelahiran untuk selama-lamanya. Segala kenangan-kenangan indah yang ada ditanah ini hanya akan menjadi sejarah saat mereka menginjak kaki ditanah tempat tinggal mereka yang baru.


Rasa berat hati itu membuat banyak dari mereka yang menangis saat berjalan masuk kedalam portal, kesedihan itu bisa dirasakan oleh Ares ataupun orang-orang yang melihatnya.


"Jika saja orang tua itu ada disini, apa yang akan dia katakan ya?."Ares membayangkan wajah Raja Fritz yang telah tiada, sosok orang tegas yang ingin menebus dosa-dosanya.


Satu demi satu setiap orang masuk kedalam portal dan tersisa beberapa ratusa orang saja yang menunggu antrian didepan mereka, mereka yang berada paling terakhir berisi orang-orang yang membawa banyak barang bawaan dan membawa dokumen, atau arsip-arsip penting.


Amelia dan para tetua juga berada didalam barisan ratusan orang itu. Dari atas dia bisa melihat Amelia dan para tetua yang naik disebuah kereta kuda, yang tampak mengangkut banyak berkas-berkas penting.


"Baiklah, sekarang seperti waktu yang tepat untuk memberikan mereka kejutan."


Ares turun kebawah dengan perlahan dan menghampiri kereta kuda yang ditumpangi Amelia dan para tetua.


**********************************


"Apa kau sibuk, Nona Amelia?."Tanya Ares yang perlahan turun dari atas, Amelia terkejut bukan main melihat Ares dan menyapa dengan hormat, "Tidak, Tuan Ares. Saya tidak sibuk sama sekali."


"Baguslah kalau begitu, bisakah kau dan para tetua ikut sebentar bersamaku? Ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian."


"Ummm... Tidak masalah, Tuan Ares. Kalau begitu akan saya panggilkan para tetua kesini terlebih dahulu."Setelah itu Amelia masuk kedalam gerbong kereta kuda, dan mengabarkan Ares ingin bertemu dengan mereka.


Dengan teratur mereka keluar dari gerbong kereta satu persatu dan menanyakan terlebih dahulu niat Ares sebenarnya. Tapi Ares hanya menjelaskan secara singkat dan menyuruh mereka mengikuti terlebih dahulu dan barulah mereka paham nanti.


Ares mengarahkan Amelia dan para tetua menuju tempat yang tentu saja mereka kenal. Yaitu bekas pemukiman yang dihuni bangsa Hobbit sebelumnya.


Dulu tempat ini ramai dan diisi oleh banyak sekali penduduk, tapi sekarang tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan didalam pemukiman itu.


"Apa yang sebenarnya, Tuan Ares rencanakan?."Tanya salah satu tetua dengan setengah berbisik, "Entahlah... Tapi aku bisa pastikan beliau tidak memiliki niat buruk pada kita."Jawab salah satu tetua dengan nada yakin.


Mereka semua yang ada disana juga mempercayai hal itu, namun mereka penasaran kemana Ares akan membawa mereka.


Mereka berhenti ditengah jalan yang menghubungkan empat jalan berbeda, ini adalah sebuah perempatan jalan yang menjadi jalan utama disini.


"Baiklah, bisakah sekarang kalian menunjukkan diri?."


"......???."Amelia dan para tetua melirik satu sama lain, mereka agak aneh melihat Ares yang berbicara sendiri.


"Tuan Ares, sebenarnya anda apa maksud anda membawa kami—."


Belum sempat Amelia menyelesaikan perkataannya, beberapa orang berpakaian ksatria muncul tepat dihadapan Ares dengan membawa sebuah karung besar.


Dengan sigap mereka mengeluarkan senjata mereka dan memasang kuda-kuda bertahan, mereka akan melakukan segala cara untuk mempertahankan mereka saat ini.


"Tuan Ares, mereka?!."


"Tenang saja, Nona Amelia. Mereka tidak memiliki maksud buruk sama, malah sebaliknya."Ares tersenyum penuh makna yang membuat mereka semakin kebingungan.


Meski begitu mereka tidak mengendurkan sama sekali penjagaan mereka.


"Tuan Ares, kami sudah mempertimbangkan permintaan dan kami menerimanya. Jika bukan karena anda pahlawan nasional kami, kamu tidak akan melepaskan pengkhianat ini!."Dia dengan kasar menepuk karung yang nampaknya berisi makhluk hidup itu.


Ketika isi karung itu diperlihatkan Amelia dan para tetua menjerit kecil dan kaget bukan main melihatnya.


Itu adalah sosok Runecraft Forgemaster yang harusnya berada dipenjara bawah tanah sekarang.


Dengan kondisi tangan dan kaki terikat dia menoleh dan menatap ke sekeliling. Tampak dia juga terkejut melihat ada Amelia dan para tetua disini.


"Serahkan dia pada, Tuan Ares."


Satu perintah dari Ksatria didepan membuat Ksatria lain yang membawa Runecraft Forgemaster menyerahkan Runecraft Forgemaster pada Ares.


Ares tersenyum puas melihat kondisi Runecraft Forgemaster yang jauh lebih sehat dari sebelumnya.

__ADS_1


"Aku harap kau dapat bekerja mengambil runecraft bersama-sama denganku."Kata Ares dengan yakin sambil memegang bahu Runecraft Forgemaster, Runecraft Forgemaster tersenyum yakin dan mengangguk senang"Dengan senang hati, Tuan Ares."Runecraft Forgemaster tersenyum cerah.


"Baiklah kalau begitu kami pamit undur diri, saya harap anda tidak menyesali keputusan anda menerima pengkhianat itu. Karena bisa saja dia juga mengkhianati anda nanti."Katanya dengan sinis lalu menghilang dalam kehampaan.


Sementara itu Amelia maupun para tetua yang ada disana sulit mencerna semua kejadian yang masuk kedalam otak mereka. Mereka kesulitan mencerna hal tersebut karena semuanya terlalu cepat dan aneh untuk mereka cerna.


"Tu-Tuan Ares, bisakah anda menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sekarang?."Tanya Amelia sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing mencerna semua yang terjadi dihadapannya, bukan hanya dirinya tapi tampaknya para tetua melakukan hal yang sama dengannya.


"Oh ya. Aku lupa menjelaskannya pada kalian"Ares berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, Dia lalu menjelaskan secara singkat yang sebenarnya terjadi disini.


Mendengar penjelasan dari Ares, Amelia maupun para tetua hanya bisa terdiam dengan mulut membentuk huruf O.


"Ummm... Kalau begitu maksud anda adalah. Anda meminta para dewan kerajaan untuk melepaskan Ayah sebagai bayaran atas jasa-jasa anda, begitu?."


"Kurang lebih seperti itu."


"Dan sekarang ayah saya bisa masih bisa hidup hanya saja harus menyembunyikan identitas dan membuat identitas baru, begitu?."


"Ya ya benar."


"Sekarang ayah saya hidup hanya saja identitas yang lama telah mati yang membuatnya harus membuat identitas baru dan hidup dengan identitas baru, begitu?."


"Ya?."


Merasakan kekesalan dari setiap pertanyaan Amelia entah kenapa membuatnya terasa tidak nyaman. Apa lagi melihat sorot matanya yang seakan bisa menelan orang bulat-bulat.


Amelia menghela nafas panjang dan memijit keningnya yang terasa pusing. Para tetua menghampirinya dan mencoba untuk membuatnya sedikit lebih tenang.


"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?."


"Entahlah, aku juga tidak yakin tapi aku memiliki firasat buruk jika berbicara sekarang."


Setelah beberapa berlalu Amelia menghela nafas panjang dan menjernihkan pikirannya yang suram.


"No-Nona, apa ada yang salah?."


"Tidak! Tidak apa-apa! Aku tidak apa-apa!!."Amelia mengeluarkan suara riang gembira, membuat semua orang yang disana berkeringat dingin. Terutama Rokan yang merasa sesuatu yang amat buruk akan menimpanya setelah ini.


"Ummm... Baguslah kalau begitu, mari kita kembali pasti semua orang sudah menunggu kita saat ini."


"Ya!! Ayo kita kembali!!!."


Meski perubahan sikap Amelia sangatlah aneh dan mengkhawatirkan, tapi setidaknya mereka bisa bernafas lega karena Amelia tidak mengamuk dan menghancurkan semua yang ada disekitarnya. Setidaknya itulah yang ada dipikiran Ares dan para tetua, Sementara Rokan memiliki firasat lain yang jauh lebih buruk ketimbang saat dia divonis mati.


"Tuhan... Kumohon apapun yang terjadi tolong lindungilah hambaaa....."Dengan hati penuh kekhwatiran dia berdoa, tapi setelahnya hal mengerikan menimpa dirinya.


******************************


Endless Valley of Darkness mungkin satu-satunya tempat di-yggdrasil yang benar-benar diselimuti oleh kegelapan tanpa akhir. Tidak ada setitik pun cahaya yang bisa masuk masuk kedalam tempat ini karena keistimewaannya dan penghuni yang ada didalamnya.


Jika dideskripsikan kegelapan yang menyelimuti tempat berada di tingkatan lain. Seakan kegelapan ditempat ini hidup dan bisa menelan apapun. Semua makhluk hidup yang menghuni tempat ini juga sangat misterius dan keberadaannya tidak diketahui.


Tidak ada tahu monster apa yang ada didalamnya tapi, melihat kegelapan yang menyelimuti tempat ini sudah pasti mereka yang menghuni tempat ini bukanlah makhluk-makhluk biasa.


Dari sekian banyak makhluk yang menghuni tempat ini mungkin satu-satunya yang paling dikenal adalah salah satu penguasa tempat itu, siapa lagi kalau bukan Deep Darkness Dragon Lord yang merupakan seekor True Dragon Lord yang berumur lebih dari ribuan tahun.


Kekuatannya yang sangat hebat membuat tidak ada yang berani mengusiknya, ditambah dengan identitasnya sebagai seekor True Dragon Lord membuat siapapun akan berpikir dua kali untuk menyerangnya.


Deep Darkness Dragon Lord diketahui tinggal diwilayah terdalam Endless Valley of Darkness. Tempat yang bahkan penghuninya pun enggan untuk kesana karena kegelapan yang ada disana. Tapi herannya tempat ini malah dijadikan tempat tinggal oleh Deep Darkness Dragon Lord.


Dengan menggali sarangnya yang sangat dalam dia tinggal disana dalam waktu yang sangat lama. Kegiatannya setiap hari hanyalah berlatih dan mengembangkan Urlate magic yang dia kuasai.


Tapi baru-baru sesuatu membuat moodnya hancur sehancur-hancurnya. Hatinya kali ini benar-benar diselimuti oleh kekesalan dan kemarahan.


Bagian terdalam sarang Deep Darkness Dragon Lord.


Nafsu membunuh dalam jumlah besar keluar dan mengisi setiap terowongan yang dia buat. Nafsu membunuh yang sangat kental dan mengisyaratkan sebanyak apa nyawa yang telah dia cabut. Jika saja seseorang berada disana dan merasakan sudah pasti orang itu akan mati karena shock.


"Hmph!! Sampah! Sampah!! Sampah!!! Beraninya sampah itu menggunakan wujud seekor Dragon menggunakan kepingan benda busuk itu!!! BAJINGAN...!!!."


Suara teriakan Deep Darkness Dragon Lord menggema di seluruh terowongan dan suaranya bisa didengar oleh siapapun di Endless Valley of Darkness. Setiap makhluk yang mendengar teriakkan kemarah Deep Darkness Dragon Lord hanya bisa kabur sejauh mungkin karena takut akan terkena sasaran amukan dia nanti.


Deep Darkness Dragon Lord mungkin adalah seorang ayah tapi dia benar-benar tidak menganggap Dragster sebagai seseorang yang layak dianggap sebagai anaknya. Itu semua karena potensi yang dia miliki tidak sebanding dengan saudaranya yang merupakan kakak Dragster sendiri.


Dibandingkan anaknya yang pertama Dragster tidak lebih dari sebuah sampah yang harus disingkirkan sesegera mungkin untuk menjaga citra sebagai seekor True Dragon Lord. Tapi karena permintaan seorang wanita dia bisa selamat dari cengkraman kematian.


Tapi yang paling membuatnya murka adalah fakta dia menggunakan wujud seekor dragon dengan benda yang sangat dan paling dia benci, yang lebih parahnya lagi setelah menggunakan itu dia malah mati bahkan tidak membuat lawannya mati atau terluka parah.


"Sisampah itu memang pada dasarnya sampah terburuk sepanjang sejarah!! Mau ditaruh mana wajahku jika kabar ini tersebar keluar, tidak. Pastilah kabar ini sudah diketahui beberapa orang.... Aahhhhh sialan andai saja aku tidak memiliki hubungan dengan wanita jalan* penggoda itu."Dragster membayangkan wajah seekor succubus cantik jelita yang merupakan ibu dari Dragster.


Ini Dragster mungkin adalah Demon hirarki rendah karena hanya seorang succubus, tapi posisinya sebagai seorang Demon Queen membuat siapapun akan berpikir dua kali untuk menyerangnya. Ditambah dengan kecantikannya yang tiada tarada dan dapat meluluhkan hati pria manapun.


Salah satu dari banyak pria itu adalah dirinya. Meski ras dragon dikenal sebagai ras genderless tetap saja membuatnya jatuh dalam rayuannya. Dan akhirnya terlahir Tafasya dan Dragster.


"Meski Tafasya bisa dikatakan memiliki potensi yang jauh diatas Dragster, tapi semua pencapaian yang diraih Dragster jauh lebih tinggi dibandingkan Tafasya. Ini mungkin karena aku terlalu memfokuskan diri pada perkembangan Tafasya, sepertinya aku harus melepaskan anak itu untuk mencari pengalaman."Deep Darkness Dragon Lord membayang wajah anaknya satu-satunya sekarang.


"Ayah, ada ribut-ribut apa ini? Apa ayah memiliki masalah?."Seorang gadis keluar dari salah terowongan yang ada disana. Tingginya tidak lebih dari 170 Cm tapi penampilan begitu mencolok.


Tubuhnya ramping dengan kulit seputih dan sehalus giok. Matanya seperti sebuah batu Ruby yang tampak berkilau ditambah dengan kecantikan kelas dunia. Dikepalanya terdapat tanduk panjang dan sepasang sayap dibelakangnya, membuat siapapun akan jatuh hati ketika melihatnya.


"Ah, Tafasya ya. Maaf ayah terlalu berisik, apa ayah mengganggu waktu belajarmu?."Tanya Deep Darkness Dragon Lord dengan ramah dan suara dipenuhi kasih sayang. Perubahan sikap ini akan membuat siapapun orang yang melihatnya mungkin akan membelalakkan mata tidak percaya.


Gadis cantik bernama Tafasya menggelengkan kepalanya dengan anggun"Tidak, ayah, tidak mengganggu waktu belajarku sama sekali. Tapi apa yang membuat Ayah menjadi seberisik itu? Apa terjadi sesuatu yang buruk?."Tanya Tafasya dengan khawatir.


"Tidak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ayah hanya kaget mendapatkan kabar Dragster tewas dalam pertempuran."


"Ohhhh.... Huh?! Dragster mati?! Bagaimana bisa?! Bukannya dia salah satu dari Demon King terkuat?!."


"Terkuat bukan berarti tak terkalahkan. Mau seberapa kuatpun seseorang pasti akan kalah, untuk siapa yang membunuhnya ayah sendiri tidak tahu. Tapi yang pasti dia cukup kuar hingga bisa membunuh adikmu."


"Ayah juga berencana mengirim mu keluar untuk mencari pengalaman, tapi karena adanya ini ayah berpikir untuk memerintahkan Rhaegal ikut bersama denganmu."


Tafasya membayangkan sosok Rhaegal yang dibicarakan ayahnya. Rhaegal merupakan Dragon Lord pengikut setia ayahnya dan menjadi pengikut terkuat ayahnya. Gelarnya adalah Teror Dragon Lord, dia mendapatkan gelar ini karena menyebarkan banyak teror dipenjuru dunia selama hidupnya.


"Baiklah kalau itu kemauan Ayah, Tafasya tidak bisa menolaknya. Jadi kapan Tafasya bisa berangkat melihat dunia luar?!."Tanyanya dengan mata berbinar dan sabaran.


"Kau bisa pergi kapanpun kau mau, tapi ingatlah berhati-hatilah karena mungkin saja orang yang membunuh Dragster mengincar dirimu juga. Pakai kristal teleportasi yang ayah berikan jika terjadi sesuatu selama perjalanan."


"Baik, Ayah! Kalau begitu aku ingin berkemas terlebih dahulu, sampai jumpa ayah!."


"Ya, sampai jumpa."


Melihat punggung putrinya yang perlahan menghilang ditelan kegelapan, membuat Deep Darkness Dragon Lord jatuh dalam lamunannya dan bergumam selama beberapa saat.

__ADS_1


"World Tree Priest?."


__ADS_2