Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
196.Invasi Pasukan Demon God II


__ADS_3

Dragster merupakan Demon King yang memegang tanggung jawab untuk mengkomandoi Pasukan Demon God Divisi Ke-14 yang saat ini sedang menginvasi Kerajaan Erde's, bersama dengan Demon Noble bergelar Count mereka bersama-sama menaklukkan dan menguasai kerajaan Erde's sepenuhnya.


Meski jalan yang mereka ambil cukup sulit tapi itu sebanding dengan apa yang akan mereka dapatkan nanti, mereka saat ini sudah berhasil menguasai dua kota dikerajaan Erde's yang saat ini menjadi tempat sejumlah Pasukan Demon God berada. mereka sedang mempersiapkan untuk membuat jalan lain menuju kota yang ada didekat kota yang sudah mereka kuasai.


Karena mereka sudah mendapatkan lokasi setiap kota yang ada dikerajaan Erde's, mereka hanya tinggal melaksanakannya saja tapi karena keterbatasan informasi tentang Kerajaan Erde's membuat mereka hanya bisa membuat rencananya saja dan belum dilaksanakan sampai sekarang.


Alasan satu-satunya mereka tidak bergerak saat ini karena mereka kekurangan informasi tentang kekuatan militer kerajaan Erde's, meski mereka sudah menguasai dua kota itu tidak membuat banyak perubahan karena kota yang mereka kuasai pada dasarnya sudah ditinggalkan.


Ditinggalkannya dua kota ini mungkin karena letaknya yang berada ditempat tidak aman yang membuat kerajaan Erde's bergerak cepat untuk mengungsikan semua penduduk yang ada didua kota tersebut, makanya pada saat mereka menjajah dua kota ini hampir tidak ada pasukan yang berjaga, hanya terdapat beberapa Ksatria saja yang bertempur sampai mati dengan mereka.


Maka dari itu mereka tidak bisa bertindak gegabah karena bisa saja dikota-kota terdekat sudah dijaga pasukan dalam jumlah besar yang siap menyambut kedatangan mereka, selama informasi tentang mereka belum terkumpul semuanya Pasukan Demon God Divisi Ke-14 tidak akan bergerak dan hanya menggempur kerajaan Erde's sampai persediaan makanan yang mereka miliki habis.


Karena iblis bisa memakan apa saja bahkan sesama iblis sekalipun jadi mereka tidak mementingkan persediaan makanan, tapi berbeda cerita dengan para Dwarf yang pada dasarnya tidak bisa lepas dari persediaan makanan. jadi yang mereka lakukan hanyalah tinggal menunggu waktu saja sampai persediaan makanan mereka habis.


*************************************


"Count Raxar, berapa lama lagi aku harus bersabar menunggu semua informasi terkumpul sepenuhnya? kau tahu bukan jika kesabaranku ada batasnya."Dragster melirik kearah demon yang ada disampingnya.


Demon yang ada disampingnya berpenampilan seperti seorang wanita berpakaian ketat dengan makeup yang tebal diwajahnya, dia menggunakan kipas untuk menutupi senyum bengisnya sekaligus wajahnya. dia adalah Count Raxar yang merupakan Demon Noble.


Raxar membuka kipasnya lalu menutupi senyum bengisnya lalu berkata"Kukukuku... anda tidak perlu bersabar lagi Yang Mulia karena informasi yang kita dapatkan sudah lebih dari cukup untuk membuat sebuah rencana, jadi anda tidak perlu bersabar lagi."Ujarnya dengan seringai lebar diwajahnya.


"Hahahahahhaha!! bagus! bagus!! jadi kapan kita akan menyerang para Dwarf itu? aku sudah tidak sabar mendengar jeritan-jeritan penderitaan mereka!!."Ujar Dragster dengan tidak sabaran.


Raxar hanya tersenyum melihat ketidak sabaran Dragster untuk menguasai kerajaan Erde's, dia lalu memberitahu tentang rencananya yang dia buat dan Dragster memuji rencana brilian dari Raxar. mereka langsung melaksanakan rencana itu saat itu juga dan pergerakan besar-besaran pasukan Demon God terjadi didua kota yang telah dikuasai.


Mereka langsung menjalankan rencana yang Raxar rancangan saat itu juga, mereka mengerahkan seluruh pasukan Demon God yang ada didua kota yang sudah dikuasai untuk menjalankan rencana itu. rencana itu berjalan dengan lancar tapi mereka tidak mengetahui kekacauan yang ada diluar.


Disisi lain kerajaan Erde's langsung menerima laporan pergerakan pasukan Demon God didua kota yang mereka kuasai, mereka langsung mengarahkan tentara mereka dikota-kota yang dekat dengan dua kota yang sudah dikuasai Dragster.


Untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mereka mengungsikan penduduk dikota-kota disana menuju ibukota mereka, Fahay-Hohle.


Proses pengungsian penduduk dikota itu berjalan dengan tergesa-gesa karena mereka takut pasukan Demon God datang menyerang mereka, mereka langsung membuat kamp-kamp pengungsi di ibukota mereka.


******************************************


Seorang Dwarf berjalan tergesa-gesa menuju istana kerajaan Erde's, dia tampak habis berlari dari jarak yang sangat jauh sampai seluruh tubuhnya basah karena keringat dan ditangannya terdapat sebuah Perkamen.


Setelah dia meminta izin kepada para penjaga dia masuk kedalam Istana lalu berjalan menuju ruang takhta, karena disana terdapat Raja Fritz II dan Enam Dewan Meja Bundar yang menunggu kedatangannya. setelah dia berjalan selama beberapa saat dia sampai didepan pintu masuk ruang takhta.


Pintu baja dengan ukiran palu dan paron disisi depannya, setelah dia merapikan pakaian selama beberapa saat dia mendorong pintu itu dan masuk kedalam ruang takhta.


Ruang takhta tampak begitu begah dengan biasa mewah disetiap sisinya, disana terdapat Raja Fritz II yang duduk dikursi takhta yang tampak terbuat dari emas dengan taburan permata langkah dan dibawah Sang Raja Fritz II terdapat beberapa orang yang berdiri menatap dirinya.


Enam orang disana merupakan Enam Dewan Meja Bundar yang menduduki enam posisi utama dikerajaan ini, diantara lain.


Chief Magician of the Kingdom yang memimpin semua kelompok Mage yang ada dikerajaan Erde's dan mengurusi semua yang berkaitan dengan sihir dikerajaan Erde's.


Forgemaster yang mengatur seluruh produksi yang dihasilkan dari penempaan.


Great Commander yang bertanggung jawab atas keamanan dan kemiliteran kerajaan Erde's serta mengkomandoi semua pasukan dikerajaan Erde's.


Director of Food Production, yang mengatur produksi makanan dan industri-industri lain yang tidak berkaitan dengan penempaan.


Runecraft Forgemaster yang bertanggung jawab atas seluruh produksi Runecraft dan industri-industri lain yang berkaitan dengan Runecraft.


Brewmaster yang bertanggung jawab atas produksi alkohol dikerajaan Erde's yang menjadi favorit para Dwarf.

__ADS_1


Mereka adalah Enam Dewan Meja Bundar yang terkenal diseluruh kerajaan Erde's sebagai Six Major Councils.


Dia membeku saat merasakan tatapan dari orang-orang itu dan segera menyadarkan dirinya, lalu berjalan kesana lalu berlutut dengan kepala tertunduk.


"Hamba Squad Leader dari kota Re-Losa menghadap pada Baginda Raja Fritz."Ujar dengan suara tegas.


Raja Fritz yang duduk di Takhta mengangguk lalu berkata"Apa yang membuatmu datang kesini secara tergesa-gesa, Squad Leader? apa terjadi masalah digaris depan?."Dia berkata dengan khawatir pada Squad Leader.


"Ya, Yang Mulia. berdasarkan laporan para penjaga yang berada diatas gunung terdapat sebuah kereta sihir yang tertembak jatuh disekitaran jajaran pegunungan emerald, mereka ditembak jatuh oleh pasukan Demon God yang ada disana."


"Apa?."Raja Fritz mengerutkan keningnya.


Buka cuma Raja Fritz, tapi Enam Dewan yang ada disana juga Mengerutkan kening mereka. mereka lalu memerintahkan Squad Leader untuk melanjutkan laporannya.


Setelah dia melaporkan semua yang ia tahu, Raja Fritz maupun Enam Dewan menghela nafas berat dengan ekspresi rumit diwajah mereka.


"Beberapa waktu lalu putriku mengirimkan pesan jika dia akan segera datang bersama dengan Pendeta Pohon Dunia menaikki kereta sihir, dan mungkin saja kereta sibuk yang mereka tembak jatuh adalah Kereta sihir yang Putriku dan Pendeta Pohon Dunia tumpangi."


Yang berbicara adalah Runecraft Forgemaster, dia berkata seperti itu dengan suara sedih dan mata berkaca-kaca seperti orang akan menangis.


Karena mereka semua yang ada disana mengetahui jika Putri dialah yang dikirim untuk menjemput Pendeta Pohon Dunia bersama Enam Hobbit lainnya, dia tampak begitu sedih mendengar berita itu sampai dia seluruh tubuhnya bergetar ketakutan membayangkan putrinya yang tewas karena hal itu.


Dia menutupi wajahnya dengan tangannya agar tidak ada yang melihat kesedihannya, tapi semua orang disana bisa merasakan kesedihan dari Runecraft Forgemaster yang menangis tanpa suara disana.


Raia Fritz maupun Dewan yang lain turut berdukacita atas hal tersebut.


"Tidak bisakah kita melakukan pencarian ditempat jatuhnya kereta sihir itu?."


"Hamba mohon maaf sebesar-besarnya Yang Mulia, tapi letak tempat mereka jatuh berada ditengah-tengah Pasukan Demon God, jadi saya rasa mustahil untuk melakukan pencarian disana."Dia membungkuk dalam-dalam dengan wajah rumit diwajahnya.


Mereka semua jatuh dalam keheningan dengan Runecraft Forgemaster yang menangis tanpa suara disana. Hingga salah satu Dewan mengangkat tangannya lalu berbicara.


"Yang Mulia, meski kereta sihir itu ditembak jatuh mereka masihlah memiliki peluang untuk melarikan diri dari sana."


"Hoh? apa maksudmu?."


"Maksud saya, Pendeta Pohon Dunia tidak mungkin kalah tanpa perlawanan. dia juga pasti berpikir tidak akan memiliki kesempatan jika diserang dari segala arah jadi kemungkinan besar mereka masih hidup dengan cara kabur dari sana. dan lagi kita yang meminta bantuan pada Pendeta Pohon Dunia karena kekuatan yang dia miliki jadi tidak mungkin dia mati semudah itu."


"Ditambah dia tidak mungkin datang kesini sendirian, kita meminta bantuan padanya untuk membawa pasukan juga dan kemungkinan besar pasukan yang dia bawa masih berada dibelakang karena tertinggal. jadi menurut saya mereka masih hidup sekarang dan bersembunyi entah dimana."Ujar Great Commander dengan tegas.


Ucapan yang dikatakan Great Commander memang masuk akal, mereka tentu tahu bagaimana kekuatan seorang Pendeta Pohon Dunia yang dirumorkan bisa setara dengan Demon King.


Seketika itu Raja Fritz jatuh dalam lamunannya, dia mengusap dagunya dan berpikir ucapan Great Commander ada benarnya.


"Kau ada benarnya juga. kalau begitu kirim sebuah tim untuk melakukan pencarian disekitaran tempat mereka jatuh dan siagakan tim untuk dikaki gunung jika saja mereka ada disana. lakukan segala cara untuk temukan mereka!! cepat!!."


"Siap! Yang Mulai. kalau begitu hamba undur diri."


"Begitu juga hamba, Yang Mulia."


Squad Leader dan Great Commander memberi hormat pada Raja Fritz lalu pergi dari sana, mereka langsung mengarahkan para tentara untuk melakukan apa yang Raja Fritz perintahkan dibawah komando Great Commander.


Raja Fritz lalu melirik kearah Runecraft Forgemaster dan berkata"Tenang saja rokan, aku berjanji akan menemukan keberadaan putrimu secepat mungkin."


"Te-terimakasih Yang Mulia. saya sangat bersyukur."Dia meneteskan air mata dengan rasa sedikit lega dihatinya.


Mereka yang tersisa disana lalu mendiskusikan secara mendalam langkah yang akan mereka ambil selanjutnya, dengan Runecraft Forgemaster yang undur diri darisana.

__ADS_1


***************************************


[ Quest JobClass World Disaster Telah Dimulai! ]


[ Quest Jobclass World Tree Priest Telah Dimulai! ]


[ Kill The Dragon Lord!


Dahulu kala para pemegang JobClass World Disaster telah bertarung dengan ratusan Dragon Lord dan kini giliran anda bertarung dengan Dragon Lord!


Penyelesaian : Bunuh Satu Atau Dua Dragon Lord (0/1~2).


Batas Waktu : Tiga Hari.


Hadiah : JobClass World Disaster Naik Satu Level.


Gagal : Level JobClass World Disaster Turun Satu Level. ]


[ Heal Them!!


Dulu kala para Pendeta Pohon Dunia telah menyelamatkan banyak nyawa dari kekuatan yang mereka miliki, mereka menyembuhkan ratusan orang disaat yang bersamaan! sekarang giliran anda!!


Penyelesaian : Sembuhkan Seratus Orang Disaat Yang Bersamaan (0/100).


Hadiah : JobClass World Tree Priest Naik Satu Level Dan Mendapatkan Satu Skill Baru.


Batas Waktu : Satu Minggu.


Gagal : Level Host Turun 100. ]


"....huh?."Ares mengerutkan keningnya membaca jendela notifikasi didepan yang muncul tiba-tiba, dia tidak habis pikir mendapatkan Quest Jobclass disaat seperti ini.


Dia memijit keningnya melihat apa yang terjadi jika ia gagal dalam menyelesaikan Quest ini, Situasu mereka saat ini saja sudah membuat pusing ditambah lagi dengan Quest Jobclass seperti ini.


"Aaakhh... bisa-bisa darah tinggi aku!."Ujar Ares dengan kesal sambil memijit tengkuk lehernya.


Damon yang melihat hal itu menghampiri lalu menanyakan kondisinya"Tuan, apa sesuatu terjadi pada dirimu?."Ujarnya dengan khawatir.


"Tidak, tidak apa-apa. yang lebih penting bagaimana keadaan Amelia dan para Dwarf sekarang?."


"Ah, mereka sudah siuman tapi mereka masih bingung dengan keadaan saat ini dan saat ini Ulbert sudah memberikan penjelasan pada mereka, jadi kita hisa melanjutkan perjalanan kita menuju Kerajaan Erde's secepatnya."Ujarnya sambil membungkuk dalam-dalam.


"Bagus jika begitu, kita harus cepat pergi dari sini karena tidak aman terus berada disini.


"Siap Tuan!."Damon lalu berjalan menjauh darinya sementara Ares tetap berada disana.


Ares menghela nafas panjang lalu melihat langit luas yang ada diatasnya, sudah sehari sejak mereka jatuh ditengah-tengah Pasukan Demon God kala itu dan mereka berhasil kabur berkat ultimate skill Ulbert yang membuka jalan bagi mereka untuk kabur.


Mereka kabur karena alasan tidak yakin bisa melindungi Amelia dan para Hobbit saat bertarung jadi mereka memilih untuk melarikan diri, dan saat ini mereka sedang dalam perlahan menuju Kerajaan Erde's dan tinggal sedikit lagi mereka sampai kesana.


"Jarak antara kami dan kerajaan Erde's sudah cukup dekat, tinggal berjalan beberapa jam pun sampai, tapi kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak? apa ini pertanda sesuatu?."Ares mengusap dagunya dan memikirkan perasaan yang tidak enak baru-baru ini.


Setelah dia merenung selama beberapa saat dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan fokus melanjutkan perjalanannya.


disebuah tempat yang ada diatas langit, berdiri seorang wanita dengan tubuh penuh Glitch bergerak. dia menatap Ares dari kejauhan sambil tersenyum tipis.


"Ares, ...tidak. Zero tunggulah sebentar lagi. karena sebentar lagi semuanya akan kembali seperti semula dan kita bisa kembali bersama lagi, ya bersama lagi!."

__ADS_1


__ADS_2