Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
201.Invasi Pasukan Demon God VII


__ADS_3

Ares mengusap dagunya dan sesekali mengangguk-angguk, dia saat ini sedang memikirkan ingatan iblis-iblis yang dia serap beberapa waktu lalu dan menggabungkan setiap kepingan-kepingan ingatan dari Iblis yang berbeda-beda.


Selama beberapa jam terakhir, Nature's Army berhasil menangkap beberapa Greater Demon dan Archdemon yang dibunuh oleh mereka ataupun Pasukan kerajaan. mereka membawa para iblis itu dalam keadaan hidup dan mati kehadapannya.


Dan saat ini ia sudah menyerap semua ingatan iblis-iblis yang mereka bawa, saat ini hanya tinggal menggabungkan setiap kepingan-kepingan ingatan ini menjadi satu bagian yang jelas.


"Hmmm... Ini jauh lebih rumit dari yang kukira, tidak kusangka mereka akan melakukan pengorbanan besar-besaran dikerajaan ini. aku beruntung bisa bergerak cepat."


Berdasarkan ingatan-ingatan para iblis yang ia serap, Dragster saat ini mempersiapkan ritual besar-besaran untuk membantu membangkitkan Demon God. dia menggunakan penduduk kota ini untuk dijadikan tumbal dalam ritual tersebut agar kebangkitan Demon God menjadi lebih cepat.


Saat ini ritual-ritual skala kecil itu berhasil dilakukan dibeberapa kota yang mereka kuasai, dengan menggunakan para penduduk mereka menumbalkan mereka semua untuk mempercepat proses kebangkitan Tuhan mereka.


Long Yuan yang ikut nimbrung disana juga menyampaikan pendapatnya"Nak, ritual kali ini mungkin akan dihadiri oleh para bangsawan iblis atau Demon King lainnya. salah menyerang mungkin kita akan berhadapan langsung dengan dua atau tiga Demon King secara langsung."Ujar Long Yuan yang menatap Ares.


"Aku tahu itu dan aku sudah memikirkannya sebelumnya, aku tidak masalah menghadapi 2 atau 3 Demon King tapi masalahnya mungkin ada pada Iblis bangsawan yang ada disana. dengan jumlah yang tidak diketahui akan sulit menyerang mereka secara langsung dan ditambah lagi kita tidak memiliki informasi tentang seberapa kuat mereka."


Ares pada saat ini memang memegang sebagian informasi penting, tapi dia tidak memiliki informasi tentang seberapa kuat iblis bangsawan yang hadir disana. salah menyerang bisa saja membuatnya jatuh dalam kondisi perang sampai mati.


Long Yuan menghela nafas panjang lalu menyenderkan tubuhnya diudara"Ritual ya, mereka memang tidak pernah berubah meski sudah ratusan tahun berlalu. ambisi mereka untuk membangkitkan tuhan mereka sangatlah besar sampai bisa bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun."Ujar Long Yuan lirih.


Ares sedikit memiringkan kepalanya"Kau berkata seperti pernah merasakannya langsung, apa kejadian seperti ini pernah terjadi juga di kekaisaran Long?."Tanya Ares penasaran, dia bertanya demikian karena berdasarkan perkataan Long Yuan saja sudah membuat Ares yakin jika Long Yuan pernah merasakannya sendiri.


Long Yuan mendengus lalu tersenyum pahit"Ya, dimasa keemasan kekaisaran Long, kami selalu berperang dengan banyak bangsa, kerajaan dan ras dari berbagai penjuru Yggdrasil. dan mereka adalah salah satunya, dibandingkan musuh yang pernah kami hadapi iblis merupakan lawan yang terburuk. akan panjang jika menceritakannya sekarang tapi singkatnya Kekaisaranku dulu hampir dikuasai oleh dan itu menjadi sejarah terburuk di kekaisaran Long."Tutur Long Yuan dengan memasang senyum pahit.


Ares hanya bisa menaikkan sedikit alisnya, penuturan dsri Long Yuan searah dengan buku sejarah yang pernah dia baca tentang kekaisaran Long yang berperang dengan Pasukan Demon God. berdasarkan yang ia baca hasil dari peperangan itu dipegang oleh kekaisaran Long.


Meski didalam buku dikatakan menang tapi sepertinya kemenangan itu terasa jauh lebih pahit ketimbang kekalahan, dia bisa membaca perasaan itu dari raut wajah Long Yuan.


"Jangan terlalu dipikirkan, lagipula kau menang, kan? Kenapa harus sedih? Bersemangatlah!."Ares menepuk-nepuk bahu Long Yuan, namun tangannya malah menembus bahu pria tua itu.


Long Yuan mendengus lalu tertawa pelan"Kau ada benarnya, baiklah! Kali ini aku akan membantu langsung!! Dengan bantuan aku kau tidak perlu takut strategi mu gagal karena aku yang akan membantu!."Long Yuan berkata dengan semangat ditambah dengan senyum percaya diri.


Ares hanya bisa tersenyum tipis melihat perubahan yang terjadi pada Long Yuan, di menggelengkan kepalanya"Baiklah kalau begitu, mungkin aku akan banyak merepotkanmu jadi mohon bantuannya."Ares tersenyum dan Long Yuan tersenyum padanya, mereka lalu mendiskusikan hal ini secara mendalam dan serius yang berlangsung selama beberapa jam.


*******************************


Setelah Raja Fritz membaca laporan Ares yang berhasil mengamankan kota-kota yang dikuasai Pasukan Demon God, dia langsung memerintahkannya Great Commander untuk memimpin pasukan dalam jumlah besar untuk membantu Ares menghadapi Pasukan Demon God.


Sekitar 14.000 tentara dengan perlengkapan terbaik berangkatlah dari ibukota kerajaan Erde's menuju kota-kota yang telah diamankan oleh Ares, mereka lalu membantu Nature's Army yang dipimpin oleh Ares langsung.


Dengan jumlah pasukan yang dipimpin oleh Great Commander dan tambahan Nature's Army, tidak sulit bagi mereka untuk menguasai kota-kota yang ada didalam genggaman Pasukan Demon God dan dalam waktu setengah hari saja mereka berhasil menguasai kembali kota-kota yang memiliki peran penting bagi kerajaan.


Pasukan Demon God semakin dipojokkan sedikit demi sedikit dan jumlah tentara iblis juga terus menurun dari waktu ke waktu, Pasukan Demon God lama kelamaan mundur dan meninggalkan kota-kota yang menurut mereka tidak bisa dipertahankan, sebelum mereka pergi dari kota-kota tersebut Dragster memerintahkan para iblis untuk membunuh para sandera dan membakar kota-kota tersebut.


Kota-kota itu ditinggalkan dalam keadaan penuh darah dan terbakar habis, karena perbuatan mereka. Raja Fritz beserta enam Dewan menjadi murka dan memerintahkan Great Commander untuk mempercepat proses penguasaan kota-kota sebelum dibakar oleh para iblis.


Sebelum mereka bergerak cepat, Ares mendapatkan informasi jika para penduduk yang dibunuh kebanyakan pria atau wanita dewasa yang sudah tua sementara para anak-anak dibawa untuk dijadikan tumbal dalam ritual besar-besaran yang akan mereka lakukan.


Ares segera melaporkan ini pada Raja Fritz, dan tentu saja selanjutnya bisa ia tebak. Perang besar dalam waktu yang sangat singkat setiap saat kerajaan Erde's lakukan, perang itu untuk kembali merebut kota-kota yang dikuasai dan para penduduk yang disandera.


Dan sekarang tinggal 3 kota yang menjadi benteng terakhir Pasukan Demon God, sebelumnya Pasukan Kerajaan Erde's bersama Nature's Army sudah menguasai banyak kota dalam waktu sekejap mata.

__ADS_1


Ini tidak lain dan tidak bukan karena para bawahan Ares yang diperintahkan untuk bergerak dibalik bayang-bayang tanpa ketahuan.


Dan sekarang tinggal menunggu waktu saja untuk Pasukan Kerajaan Erde's menyerang tiga kota tersebut, Raja Fritz berserta enam Dewan dan Ares bersama para bawahannya sedang mendiskusikan tentang langkah mereka selanjutnya.


Raja Fritz berdehem sesaat sebelum ia berbicara"Baiklah, kalian semua kita akan memulai rapat singkat sekarang."Raja Fritz melihat yang lain, Semua orang disana mengangguk setuju dan pada saat itu juga rapat dimulai.


Rapat dibuka dengan laporan-laporan dari tiga kota yang dipegang Pasukan Demon God, mata-mata dari kerajaan Erde's mengatakan jika ketiga kota tersebut seluruhnya diisi oleh prajurit iblis yang siap setiap saat dengan banyak anak-anak disetiap sel tahanan dan penjara bawah tanah.


Seketika itu suasana diruang itu menjadi sesak karena dibakar oleh api kemarahan Raja Fritz berserta yang lain, kecuali Ares dan bawahannya.


Mereka tidak henti-hentinya mengutuk keras perbuatan yang dilakukan iblis-iblis tersebut pada anak-anak, hingga suasana panas itu dipecahkan oleh Ares.


"Ehem! Bukankah kita kesini untuk rapat? Tapi kenapa kalian seperti tidak niat untuk melakukannya? Apa kita sudahi saja rapat tidak penting? Lagipula aku memiliki urusan yang jauh lebih penting ketimbang mendengarkan kalian semua."Ujar Ares sinis lalu bangkit dan kursinya, lalu hendak keluar dari ruangan bersuasana panas itu.


Raja Fritz dan enam Dewan dengan segera menyadari kesalahan mereka, mereka lalu meminta maaf pada Ares dan memintanya untuk tetap berada disana. Ares hanya bisa menghela nafas panjang mendengar permintaan itu dan kembali duduk disana seperti orang marah.


"Kalau, begitu aku akan kembali memulainya. Ehem! Great Commander bisakah kau kembali melanjutkan laporan sebelumnya."


"Ahhh... baik Yang Mulia, berdasarkan laporan yang saya dapatkan dari mata-mata kerajaan. saat ini Pasukan Demon God sedang mempersiapkan ritual besar-besaran yang akan dilakukan dalam waktu dekat, sebenarnya ini baru asumsi semata karena terdapat magic circle berukuran besar diketiga kota tersebut, tapi karena riset yang kami lakukan menyimpulkan laporan tentang ritual besar-besaran ini bisa mungkin benar."Tutur Great Commander.


Raja Fritz dan lima dewan lainnya langsung mengeluarkan aura seorang Master, aura dari kelima orang itu meledak didalam ruangan yang membuat udara diruangan itu terasa sangat tipis.


Tapi dari semua yang ada disana, Forgemaster lah yang paling marah. seluruh wajahnya dipenuhi urat dan tangannya mengepal sampai berdarah dan tatapan matanya terasa bisa membunuh apapun.


"Ritual besar-besaran kau bilang?."Tanya Forgemaster dengan penuh amarah dan kemurkaan, suara yang doa keluarkan terasa dipenuhi kebencian, kemarahan dan kemurkaan.


Great Commander mengangguk pelan"Ya, itu berdasarkan informasi yang ku dapatkan dari mata-mata kerajaan. seperti yang sudah kukatakan pada kalian, sebelum aku melaporkan informasi ini aku sudah terlebih dahulu meriset ini dan menelitinya. hasilnya terdapat 95% kemungkinan mereka akan melakukan ritual besar-besaran dalam waktu dekat."Tutur Great Commander, dia juga melaporkan temuan-temuannya dibeberapa kota yang pernah dipegang Pasukan Demon God yang disana juga terdapat bekas Magic circle yang biasa digunakan untuk melakukan ritual.


Great Commander menghela nafas dan menggaruk-garuk kepalanya"Berdasarkan prediksi saya, ritual itu akan dilakukan-."


"Nanti malam."


Sares menyela perkataan Great Commander, yang membuat semua tatapan mengarah padanya.


"Tuan Ares, apa yang kau katakan?."Raja Fritz berkata dengan bingung, begitu semua orang yang ada disana.


"Emmm... bagaimana aku harus mengatakannya ya? eemm baiklah, ya seperti itu. ehem! Baiklah Yang Mulia, aku akan menjelaskannya padamu dan pada semua yang ada disini."Ares berdiri lalu mulai berbicara sesuai analisisnya.


Yang Ares katakan saat ini bukanlah analisis, tapi informasi tetat yang dia dapat dari ketiga kota itu langsung. dia mendapatkan informasi ini sejak lama dan tidak menyangka akan berguna saat ini.


Ares berkata dengan luwes dan lancar, tidak ada satupun dari setiap perkataannya yang menyiratkan adanya maksud tersembunyi ataupun kesalahan. dan lagi setiap perkataannya terlalu kompleks dan tepat untuk ditolak oleh pikiran mereka.


Semua yang Ares katakan disana, benar-benar sangat tepat dan selaras dengan informasi yang didapat Great Commander. setelah Ares selesai seketika itu ruangan itu jatuh kedalam keheningan.


Keheningan yang sangat menyesakkan.


Raja Fritz melirik Great Commander yang ada disampingnya, dia tidak hanya melirik Great Commander tapi semua dewan yang ada disana.


Merasakan tatapan tajam dari Raja Fritz, keenam orang itu keheranan, tapi mereka memiliki satu pemikiran yang sama.


"Perkataan Tuan Ares, ada benarnya. meski tabu enak mendengarkan perkataan dari orang luar, tapi karena Tuan Ares penyematan kita tidak ada salahnya mempercayai perkataannya. bukankah begitu?."Ujar Great Commander sambil melirik Raja Fritz dan kelima Dewan yang lain.

__ADS_1


"Hmmm.... Begitu kah? jika begitu biarkan aku mendiskusikan hal ini terlebih dahulu pada kalian, Tuan Ares saya akan memanggil anda kembali ketika sudah membuat keputusan."Raja Fritz menatap Ares dan Ares mengangguk.


Ares lalu bangkit dan berkata"Saya harap anda cepat mengambil keputusan, karena kita tidak memiliki banyak waktu sekarang."Ares berkata dengan suara dingin lalu pergi dari sana.


Raja Fritz dan enam dewan saling memandang satu sama lain, mereka lalu mendiskusikan hal tersebut dan segera mengambil keputusan.


********************************


"Tuan, bagaimana jika mereka belum mengambil keputusan penyerangan sampai besok?."Tanya Damon sambil berjalan pelan disisi Ares, area hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Damon lalu berkata, "Mereka bukan orang bodoh yang perlu waktu lama dalam mengambil keputusan, kalaupun mereka terlambat mengambil keputusan, mereka yang rugi karena terlambat mengambil keputusan."


"Tapi tenang saja, bisa aku pastikan mereka akan mengambil keputusan untuk menyerang sebelum siang hari. karena ini masih pagi jadi biarkan saja dulu."Ares berkata dengan santai sambil berjalan pelan.


Vlad, Damon dan Ulbert terhenti sesaat lalu kembali mengikuti Ares dengan langkah pelan.


**************************************


DiKastil penguasa kota, kota Rocker salah satu dari tiga kota yang masih dipegang Pasukan Demon God.


Duduk Dragster yang duduk disebuah kursi takhta yang seluruhnya terbuat dari tulang, entah tulang apa yang dia gunakan tapi itu terlihat cukup kokoh untuk menopang berat dari tubuh Demon King itu.


"Huh?! Apa yang sebenarnya terjadi disini? Aku Dragster, salah satu dari 10 Great Demon King dipojokkan oleh sekumpulan makhluk lemah?! ini tidak bisa dibiarkan!!."Dragster mencengkram pegangan kursi sampai hancur.


Raxer yang ada disana hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi sikap arogan Dragster"Tenanglah, Yang Mulia. kita seperti ini hanya untuk pengalihan saja, begitu Offering Rituals selesai dilakukan anda bisa mengamuk sepuasnya digaris depan."Ujar Raxer samb tersenyum bengis.


Meski begitu Dragster tampak masih kesal, terutama tentang para Greater Demon dan Archdemon yang tidak ada kabar sampai sekarang.


"Bagaimana dengan Greater Demon dan Archdemon yang aku tempatkan dikota-kota itu? apa mereka memiliki peluang untuk hidup?."


"Hmmm... sulit mengatakannya melihat Pasukan Kerajaan saja sudah menguasai kota-kota itu, jadi peluang mereka selama cukup kecil."


"Cih!! dasar tidak berguna!! mereka dikalahkan oleh makhluk-makhluk lemah itu, mereka tidak pantas untuk menjadi pengikut Tuhan kita! sial, bagaimanapun caraku menjelaskan hal ini padanya? mungkin aku harus kembali ke Demonic Realm dan menjelaskan semua padanya, ya itu diperlukan."Dragster menyenderkan tubuhnya kesandaran takhtanya.


Raxer tampak melihat Dragster sudah kembali tenang, meski ia tidak yakin melihat sifatnya yang selalu meledak-ledak setiap saat.


"Raxer, aku baru-baru merasakan keberadaan aura yang mirip seperti Nature's Army yang pernah kita temui dulu. apakah si brengs** heilis itu berada disini dan memimpin Nature's Army? Kalau iya, ini akan sangat merepotkan."


"Emmm... memang benar Nature's Army datang sebagai bala bantuan, tapi bukan si elf yang memimpin Nature's Army."


Dragster menaikan alisnya"Kalau bukan si elf itu berarti siapa?."Tanya Dragster dengan serius.


Raxer tersenyum lalu berkata"Siapa lagi kalau begitu Pendeta Pohon Dunia ke-2, Ares Von Dunkenheit dari Keluarga Utama Dunkenheit."


Seketika itu aura mencekam meledak dari dalam tubuh Dragster yang menghempaskan barang-barang yang ada disekitarnya, Raxer hampir saja terlempar dan pingsan tapi karena Unicorn Necklace yang ia kenakan membuatnya bertahan dari aura mencekam itu.


"Huhuhuhuu... hahahahahahahh... hahahaha... aku berpikir untuk datang sendiri kesana dan menebas kepala mereka dengan tanganku sendiri! tapi dia sendiri yang menghampiriku hahahahahah betapa! betapa beruntungnya diriku!!."Dragster tertawa lantang dengan aura mencekam yang meledak dari dalam tubuhnya.


Raxer yang terpapar langsung aura mencekam itu hanya bisa tersenyum dan mempertahankan dirinya agar tidak pingsan.


Dragster lalu menoleh kearah Raxer"Raxer, percepat ritual sampai nanti malam!! aku sudah tidak sabar memenggal kepala anak itu dan mempersembahkannya pada Tuhan kita!! hahahaha..."


"B-baik Yang Mulia, akan saya laksanakan."Raxer tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lari dari sana.

__ADS_1


Raxer meninggalkan Dragster yang masih tertawa seperti orang gila dengan aura mencekam dan mengerikan keluar dari tubuhnya.


__ADS_2