
Dengan mengaktifkan skill Perfect Stealth miliknya, Ares berjalan diantara para penjaga dengan aman dan tanpa ketahuan. Kalaupun ketahuan dia tidak akan membuat para penjaga itu selamat dengan mudah.
Setiap langkah yang dia ambil menyiratkan adanya maksud tersembunyi, arah dari jalan yang dia ambil menunjukkan suatu tempat yang mengarah kepenjara bawah tanah yang terletak tepat dibawah istana kerajaan Erde's.
Penjara bawah tanah yang terletak dibawah istana kerajaan ini merupakan penjara terbesar diantara penjara-penjara lain. Penjara bawah tanah dibawah istana kerajaan ini menjadi tempat kriminal kelas kakap atau orang-orang yang pernah membuat kejahatan fatal.
Kebanyakan dari mereka dijatuhi vonis seumur hidup dan bekerja ditambang selama sisa hidup mereka. Sementara mereka yang dijatuhi vonis mati bisa dikatakan sedikit karena kerajaan Erde's tidak ingin kehilangan tenaga kerja gratis.
Berdasarkan informasi yang dia baca. Ini dikarenakan kebanyakan dari mereka yang ditahan disini memiliki level cukup tinggi, membuat mereka jauh lebih berguna dibandingkan para penduduk kerajaan Erde's sendiri.
Alasan satu-satunya mereka tidak bisa lolos dari penjara bawah tanah ini karena sangat mustahil selamat setelah keluar dari penjara.
Mulai dari struktur, geografis, penyusunan tempat, jebakan-jebakan mematikan dan prajurit yang tak terhingga akan membuat mereka mati sebelum keluar dari penjara. Tempat ini memang tepat untuk julukan yang penjara bawah tanah ini miliki yaitu The Abyss of the Dead.
Dengan penjagaan super ketat dan sift ganti yang sistematis membuat keamanan penjara ini hampir tidak perlu diragukan.
"Tapi untukku itu sama sekali bukan masalah, karena aku hanya perlu melakukan beberapa trik kecil untuk masuk kedalam penjara kecil ini."Kata Ares yang matanya mengawasi sipir penjara dari kejauhan, matanya tidak bergerak sama sekali saat menatap kearah sipir-sipir penjara itu.
Ares juga mengukur kekuatan yang pada sipir itu miliki, dan hasilnya cukup membuatnya tercengang"Melihat dari kekuatan yang mereka miliki wajar saja tidak ada satupun orang yang pernah selamat dari penjara ini."Ujar Ares yang memperhatikan sipir-sipir penjara yang sedang berjaga dipos mereka masing-masing.
Para ksatria yang menjadi sipir penjara disini memiliki level cukup tinggi dan kebanyakan dari mereka merupakan Ksatria-5 Star Circle sampai Ksatria-3 Star Circle.
"Melihat kekuatan yang mereka miliki membuatnya paham kenapa hampir tidak ada orang yang bisa selamat setelah keluar dari sini."Kata Ares dengan senyum tipis. Matanya dengan cepat menangkap pergerakan dimana sipir penjaga bergantian menggunakan pos.
Ares berjalan dibalik bayang-bayang dan berlari kearah salah satu pos yang berada tidak jauh darinya, tempat pos itu cukup terpencil dari pos-pos lain yang membuatnya memilih pos ini.
Sipir penjara itu berjalan dengan penuh kehati-hatian dan melirik kekanan dan kekiri, dia tidak pernah mengendurkan kewaspadaan saat berada ditempat yang dihuni tahanan gila dibawahnya.
Dia baru bisa bernafas lega setelah masuk kedalam posnya yang menjadi tempat aman baginya beristirahat, karena dipos lah tempat para sipir bisa merasa aman karena keamanan yang setiap pos-pos disini miliki.
Sambil menggantungkan tipi sipirnya dia berjalan ke kursi kerjanya dengan lemas dan duduk disana untuk melepaskan rasa penatnya"Setelah ini aku akan pastikan membuat surat pengunduran diri dan pergi dari sini jauh-jauh! Dengan gaji yang kudapat aku bisa pergi jauh dari ibukota, tapi kota mana yang bagusnya dijadikan tempat tinggal ya?."Sipir penjara itu mengusap dagunya memikirkan kota mana yang tepat menjadi tempat tinggalnya.
"Aku punya ide, bagaimana dengan surga?."
"Hahahahahah!!! Kau ini bisa saja! Bagaimana mungkin aku kesurga sementara aku masih hidup, kan?! Hahahhaahh!!! EH—?!."Sipir penjara itu dengan panik menoleh kebelakang dan menarik pedang dipinggulnya, tapi sebuah tangan mencengkram lehernya dan mengangkat keatas.
"EEGGGHH!!! EEGHAHHGG!! Lepaskan aku!!."Sipir penjara itu meronta-ronta melakukan segala cara untuk melepaskan cengkraman tangan orang yang mencekiknya, tapi alangkah kagetnya dia ketika wajahnya sama sekali tidak bisa menemukan orang yang mencekiknya.
Wajahnya memucat dan keringat dingin mengucur deras. Dibawah tatapan mata predator puncak rantai makanan ia dibuat tidak bisa bergerak.
"S-siapa kau...?!."
Sosok itu tampaknya menyunggingkan senyum jahat, senyum jahat yang bisa membuatnya berkeringat dingin ketika menatapnya.
"Aku bukanlah siapa-siapa, aku hanya seseorang yang mencari kekuatan dan kau adalah kunci untukku mendapatkan kekuatan itu...."Sosok pria itu mencengkram kepalanya dengan tangannya yang satunya lagi, "{ Divine Chaos Magic : Memories Eater }."
Kepalanya tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa sampai-sampai seluruh tubuhnya kejang-kejang, darah keluar dari setiap lubang dikepalanya dan dia mati setelah merasakan penderitaan paling menyakitkan yang dia rasakan.
Cengkramannya terlepas dan sipir penjara itu jatuh seperti boneka yang kehilangan benangnya, dengan tubuh yang mengeluarkan darah dari berbagai tempat.
Setelah mendapat apa yang ia butuhkan, Ares lalu memilah-milah dan membuang ingatan yang tidak berguna. Lalu menggunakan ingatan-ingatan yang berguna saja.
Dia cukup beruntung karena sipir penjara yang baru saja dia bunuh merupakan salah satu sipir penjara tertua yang bekerja disini, membuatnya mendapatkan banyak sekali informasi-informasi berguna tentang penjara bawah tanah ini.
"Hmmm... penjara bawah tanah ini memiliki rute-rute yang cukup rumit dan kompleks. Dengan jebakan sebanyak ini tidak heran mereka membuat rute-rute khusus yang mudah diingat, bagus dengan ini semuanya akan berjalan mulus."Ares melirik kearah salah satu cincin spatial ditangannya, dia lalu mengusapnya dan tersenyum penuh arti"Mari kita lihat bagaimana reaksinya setelah melihat semua yang ada didalam sini, hahaha aku tidak sabar melihat ekspresi wajahnya."Kata Ares pelan.
Tidak lama setelahnya dia menghilang dari sana seakan-akan tidak pernah ada disana. Dengan menggunakan ingatan sipir penjara sebelumnya dia bisa dengan mudah mencapai titik terdalam dari penjara bawah tanah ini.
Tidak ada kesulitan yang berarti selama Ares mengingat rute-rutenya. Meskipun ia tidak mengingat rute-rutenya sekalipun itu tidak akan menjadi penghalang untuknya karena ia tinggal mencari orang yang mengingat tentang rute-rute ini lagi.
Setelah berjalan beberapa lama Ares sampai dititik terdalam penjara bawah tanah, ini merupakan tempat dimana kriminal dengan tindak kejahatan berat berada dan tempat yang paling dijaga ketat.
Setidaknya terdapat dua ribu prajurit didalam yang masing-masing merupakan Ksatria-5 Star Circle sampai Ksatria-4 Star Circle. Dan kepala sipir disini merupakan Ksatria-8 Star Circle.
"Mengingat tempat ini menjadi tempat dengan penjagaan paling ketat tidak aneh tempat dijaga oleh Ksatria ranah Master. Karena semua orang yang ada ditempat ini sangatlah berbahaya, jauh lebih berbahaya ketimbang para iblis."
Dia lalu menyelinap masuk saat penjagaan para sipir melonggar, dia berjalan melewati semua sipir-sipir penjara disana tanpa banyak masalah dan dengan cepat mencapai tempat sel-sel penjara berada.
"Dari pintu masuknya saja sudah terasa bagaimana seberbahayanya tempat ini, aku bahkan bisa merasakan nafsu membunuh kuat dari dalam sana."Kata Ares sambil menatap pintu masuk kedalam ruangan yang berisi sel-sel penjara.
Dari luarpun Ares bisa merasakan kengerian dari ruangan ini. aura yang memancar dari dalam ruangan ini sudah menyiratkan bagaimana berbahayanya tempat ini.
Ares menarik nafasnya dan menghembuskannya"Baiklah, mari kita lihat apa orang kucari ada didalam atau tidak."Baru ingin mendorong pintu didepannya, pintu itu lebih dulu bergerak yang membuat secara refleks langsung menjaga jarak aman.
__ADS_1
"Hufff.... ini jauh, jauhhhh lebih merepotkan dari yang kukira."Kata seorang pria tua dengan tangan penuh darah dan wajahnya terdapat bercak-bercak darah, seorang Dwarf dengan tubuh kekar dan kepala botak dengan janggut serta kumis yang menyatu menjadi panjang keluar dari ruangan itu.
Dia memakai Half-plate armor berbahan dasar adamantium dan mithril. Dibelakangnya terdapat battleaxe yang sekilas saja sudah menyiratkan seberapa berat dan kuat orang yang membawanya.
Ares secara langsung bisa mengenali orang tua itu, orang tua itu adalah mantan dewan kerajaan yang menempati posisi Great Commander. Dengan kata lain Dwarf dihadapannya merupakan Great Commander sebelumnya. Dia adalah Vikas Firebreath!
"Haaaa... padahal dia memiliki bakat yang cukup hebat, tapi kenapa dia malah berkhianat? Aku tidak habis pikir, Oh—?."Vikas menoleh kebawah dan memandang cukup lama, "Apa seseorang baru saja berdiri disini? Karena aku bisa merasakan sesuatu disini."Kata sambil memandangi tempat Ares berdiri sebelumnya.
Ares menahan nafasnya dan wajahnya memucat. Dia tidak akan menyangka jika Vikas akan sesensitif ini.
Vikas dengan hati-hati memasang kuda-kuda menarik battleaxe dibelakangnya dan melirik kekanan serta kekiri, dia secara waspada melihat kondisi disekitarnya dengan hati-hati sebelum menghela nafas panjang.
"Huuuffff... Sepertinya hanya perasaanku saja, kenapa ini sering terjadi setelah aku memasuki ruangan ini, ya? aneh sekali."Kata Vikas sambil menghela nafas panjang, "Tapi bohong!!."Vikas menarik battleaxenya lalu bergerak cepat kearah ditempat dimana ia yakin seseorang berada.
Dengan satu ayunan dipenuhi kekuatan dia menyerang hingga menciptakan tekanan angin yang menerbangkan debu-debu disana, tapi tidak ada apapun disana.
"Sepertinya benar hanya aku yang terlalu sensitif hari ini, sial karena dia mood ku menjadi buruk!."Vikas mendengus kesal dan memasukkan kembali battleaxenya, dia lalu berjalan menjauh dari sana sambil menggerutu tidak jelas.
Disisi lain Ares hanya bisa mematung ditempat dimana Vikas menyerang sebelumnya. Tempat itu merupakan benar-benar tempat dimana Ares berada dan Ares hanya bisa mematung memucat disana.
"Instingnya sangat tajam dari dugaanku, insting seperti itu hanya bisa didapatkan setelah melewati ribuan pengalaman hidup dan mati. Dia sama sepertiku."Kata Ares memandang kearah jalan yang Vikas ambil.
Pintu didepannya terkunci rapat yang membuatnya harus menggunakan sihir yang berguna untuk membuka kunci apa saja. Pintu didepannya terbuka sedikit dan dari celah itu Ares masuk lalu menutup pintu kembali.
Didalam dia bisa melihat terdapat sel-sel yang dibuat khusus. Pintu selnya terbuat dari logam mithril yang dicampur adamantium. dan setiap selnya hanya bisa dihuni satu orang tapi jumlah sel-sel penjara dihadapannya sekarang jauh diluar dugaannya.
Sel-sel penjara disini setidaknya berjumlah lima ratus ruangan. Yang setiap tahanan didalamnya dikekang menggunakan gelang dan kalung khusus yang dapat membuat aliran energi didalam tubuh menjadi kacau dan membuat tubuh menjadi tidak berdaya, serta memiliki efek yang masih banyak lagi.
Tapi bukan itu fokus utamanya sekarang. Fokusnya adalah karena aura mencekam yang bercampur menjadi satu dan menciptakan aura yang jauh lebih mengintimidasi.
Ares bahkan merasa aura yang ada diruangan sama dengan ketika dia sedang berhadapan dengan seekor Dragon Lord.
"Sebelum itu mari kita lihat tahanan macam apa saja yang ditahan disini, aku akan menunda terlebih dahulu bertemu dengan Rokan."Ares melesat dengan cepat mengecek status window yang masing-masing tahanan miliki.
Hasilnya cukup membuatnya tercengang. Setidaknya setengah dari tahanan yang ada disini merupakan Mage atau Knight ranah Master, bahkan beberapa ada yang hampir mencapai ranah GrandMaster.
Mereka yang ditahan disini kebanyakan merupakan tahanan tindak pidana berat dan sangat berbahaya. Pembunuh berantai, Bounty Hunter, Assassin, Mercenaries dan masih banyak lagi.
"Sepertinya aku harus menggunakan hal yang sama seperti saat aku mencuci otak Ulbert. Tapi untuk saat ini aku memprioritaskan untuk berbicara dengannya dulu."Ares melirik kearah salah satu sel, sel yang menjadi tempat dimana Runecraft Forgemaster ditahan.
Dari balik jendela kecil yang ada di pintu dia bisa melihat kondisi Runecraft Forgemaster. Seluruh tubuhnya dibalut luka dan hanya ditangani seadanya, seluruh wajahnya babak belur dan matanya mengeluarkan sorot mata seperti ikan mati.
"Sayang sekali membiarkan dia mati seperti ini, aku masih memerlukan kemampuan dan keterampilan saat ini. Jadi jangan mati dulu."Gumam Ares lirih, lalu menyentuh pintu sel ruangan Runecraft Forgemaster"{ Unlock }."Ares menggunakan High Tier magic yang biasa digunakan untuk membuka segala macam kunci.
Pintu sel ruangan Runecraft Forgemaster perlahan terbuka dan Ares masuk kedalamnya lalu menutupnya kembali. Ares hanya bisa menatap sosok Runecraft Forgemaster dengan miris karena keadaannya.
Dia bahkan terlihat tidak menyadari kedatangan Ares sama sekali padahal Ares berdiri dihadapannya.
'Sepertinya dia benar-benar terguncang ya? Sampai membuat mentalnya rusak seperti itu, kuharap sesuatu yang kubawa kali ini akan membuat sadar dari keadaan itu.'Ares lalu mengeluarkan selembaran kertas dari cincin spatialnya lalu duduk dihadapan Runecraft Forgemaster.
Dia lalu memegang kepala Runecraft Forgemaster"Akan mencurigakan jika seluruh lukanya sembuh, maka dari itu aku akan menggunakan sihir mid Tier saja."Ares memejamkan matanya, "{ Lion Heart }."
Ares menggunakan Mid Tier Magic yang berguna untuk memulihkan kondisi mental seseorang, ini sihir yang cocok digunakan pada Runecraft Forgemaster yang kondisi mentalnya tidak stabil.
Matanya terbuka dan baru beberapa saat sadar, dia tertawa kecil sambil melirik kearah Ares.
"Lama tidak bertemu, Tuan Ares. Apa kau kesini untuk menjenguk pengkhianat tua ini?."Kata dia pada Ares.
"Aku tidak akan basa-basi karena aku tidak memiliki banyak waktu. Aku bisa membebaskanmu dari sini dengan wewenang yang kumiliki, sebagai gantinya bisakah kau mengembangkan kembali seni tempa Runecraft?."
Perkataan singkat dari Ares membuat dahi Runecraft Forgemaster berkerut, dia masih tidak bisa memahami maksud perkataan Ares karena kondisi mentalnya yang masih belum stabil. Tapi setidaknya dia bisa memahami maksud Ares.
"Apa anda berniat untuk membangkitkan kembali seni tempa Runecraft? Kalau iya lebih baik lupakan saja, seni tempa Runecraft sudah punah bahkan aku sendiri tidak bisa mengembangkannya ketingkat yang sama seperti masa jayanya."
"Seni tempa Runecraft sudah musnah, tidak ada yang tersisa selain rune-rune kelas rendah dan kelas menengah yang jumlahnya hanya beberapa. Lagipula untuk apa anda membangkitkan sesuatu yang sudah mati?."Tanya Runecraft Forgemaster dengan senyum menghina, senyum menghina itu tidak dia tujukan pada Ares tapi dirinya sendiri.
Seni tempa Runecraft merupakan warisan dari bangsanya, ini merupakan hal yang sangat dia pertahankan meski harus mengorbankan nyawanya.
Karena seni tempa Runecraft adalah harga diri bangsa Hobbit, jika seni tempa Runecraft mati sama saja membuat harga diri bangsa Hobbit mati.
Tapi sekarang itu semua tidak ada artinya karena pengkhianatan yang telah dia lakukan membuat harga diri bangsa Hobbit benar-benar jatuh, tidak ada tersisa disana selain harapan orang-orang yang tetap percaya seni tempa Runecraft akan bangkit dan berjaya kembali.
Tapi itu semua hanya angan-angan semata karena posisi Bangsa Hobbit dikerajaan Erde's sekarang berada diujung tanduk. Karena pemberontakan yang dia lakukan membuat penduduk membenci bangsa Hobbit dan tinggal menunggu waktu saja sampai bangsanya terusir dari sini.
__ADS_1
Ares bisa memahami rasa sakit yang Runecraft Forgemaster rasakan. Rasa bersalah, ketidak mampuan, rasa takut, kemarahan, kesedihan, ketidak berdayaan dan keputusasaan adalah perasaan yang Runecraft Forgemaster alami selama ini.
Sihir cuci otak yang dia gunung sebelumnya bisa dikatakan hanyalah dorongan semata, karena keinginan untuk membunuh dipegang oleh Runecraft Forgemaster.
Ares tersenyum merasa rencananya berhasi, dia lalu menyodorkan selembaran kertas ditangannya pada Runecraft Forgemaster"Jangan merasa bersalah, yang kau lakukan sudah benar hanya saja kau tidak memikirkan apa yang terjadi selanjutnya."
Runecraft Forgemaster mengerutkan dahinya"Apa maksud perkataan anda?."Kata Runecraft Forgemaster yang masih tidak paham dengan perkataan Ares, dia juga menatap selembaran kertas yang disodorkan padanya, "Dan apa ini sebenarnya?."
"Kau akan tahu ketika membacanya."Ujar Ares yang tersenyum penuh makna, meski merasa curiga Runecraft Forgemaster tetap merasa penasaran pada selembaran kertas ditangan Ares.
Dia lalu menerimanya lalu membacanya lembaran demi lembaran kerta yang ada. Semakin dia membaca semakin dia mengetahui kebenarannya.
Selembaran kertas yang dibaca Runecraft Forgemaster merupakan dokumen rahasia yang mencatat upaya Raja Fritz untuk memusnahkan Runecraft. Disitu tertulis upaya apa saja yang dilakukan oleh Raja Fritz untuk memusnahkan seni tempa milik bangsa Hobbit itu.
"Darimana kau mendapatkan ini?."
"Dari cabang kantor pemerintahan yang ada disetiap kota yang dijajah pasukan Demon God. Setahuku ada banyak banyak di brankas tapi hanya ini yang bisa ku selamatkan, yang ditanganmu sekarang merupakan gabungan dari semua dokumen rahasia yang masih bisa ku selamatkan."Turur Ares lirih.
"Begitu ya."Runecraft Forgemaster tersenyum dan tertawa lantang. Suara tawanya bergema membuat takut orang yang mendengarnya.
Bagi mereka yang mendengar suara tawanya dapat merasakan kemarahan, kesedihan dan keputusasaan yang mendalam. Suara tawa itu membuat siapapun yang mendengarnya merinding merasakan perasaan yang ada didalamnya.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang, Rokan? Balas dendam? Atau yang lainnya?."
"Huh? Balas dendam? Memang aku bisa melakukannya? Sejak awal aku sudah tidak bisa apa-apa, bangsaku menjadi seperti ini karenaku. Daripada memperkeruh keadaan lebih baik aku mati saja."
"Dan meninggalkan segala tanggung jawab yang kau miliki?."Kata Ares sambil menaikkan alisnya.
Runecraft Forgemaster ingin menjawab perkataan Ares tapi lidahnya terasa kelu, perkataan singkat Ares benar-benar menusuk hatinya.
"Aku tidak masalah jika itu kemauan mu, tapi pikirkan segala tanggung jawab yang kumiliki ketika kau mati. Kau adalah Runecraft Forgemaster yang menguasai semua pengetahuan Runecraft yang masih tersisa, jika kau mati sama membuat bangsamu ikut mati. Apa kau mau bangsamu mati?."
Runecraft Forgemaster terdiam membisu mendengar pertanyaan Ares. Tidak ada satupun hal yang terlintas di otaknya yang bisa membalas pertanyaan Ares.
"Rokan kau adalah satu-satunya Hobbit yang menguasai semua pengetahuan Runecraft yang tersisa. Tidak ada orang yang mengerti tentang rune sejauh dirimu, jika kau mati sama saja membuat benang sejarah yang sedari awal hampir terputus menjadi benar-benar terputus."
"Kematianmu adalah kematian bagi seluruh bangsa Hobbit. Oleh karena kau maukah membangun lagi sejarah Runecraft bersama denganku."Kata Ares sambil menyodorkan tangannya.
Runecraft Forgemaster menatap Ares dengan ragu. Keraguannya adalah keraguan jika Ares akan meninggalkannya seperti orang-orang yang pernah berkata sama sepertinya.
Banyak orang yang mencoba untuk mengembangkan kembali Runecraft hingga titik dimana Runecraft berada dimasa jayanya, tapi itu semua hanya omong kosong karena tidak ada satupun dari mereka yang tetap berada disisinya mempertahankan Runecraft.
Kebanyakan dari mereka sudah menyerah dan hanya menambang seperti biasanya, sedangkan pada pengkhianat memilih untuk mempelajari seni tempa bangsa Dwarf dan menyerah atas budaya bangsanya sendiri.
Meski ragu Runecraft Forgemaster entah bagaimana merasa jika Ares bisa mengembangkan Runecraft hingga kembali kemasa jayanya.
Runecraft Forgemaster tersenyum tipis lalu menghilangkan keraguan didalam hatinya dan menggapai tangan Ares"Mulai sekarang aku akan mengandalkanmu, Ares."
"Ya itu pasti, sekarang aku hanya tinggal memohon pada Yang Mulia untuk mengampuni bagaimanapun caranya. Hingga waktunya tiba bersabarlah."Kata Ares sambil tersenyum penuh makna.
Runecraft Forgemaster mendengus dan mengangguk"Kalau begitu titipkan salamku pada putriku, aku yakin dia sangat mencemaskan keadaanku sekarang."
"Pasti. Kalau begitu selamat tinggal."Kata Ares yang tubuhnya menghilang dari pandangan Runecraft Forgemaster.
Runecraft Forgemaster hanya bisa tersenyum melihat Ares yang pergi tanpa jejak seakan tidak pernah ada disana. Ares muncul kembali ditengah-tengah ruangan tahanan.
"Hahahaha... Runecraft Forgemaster sudah berada di pihakku sekarang tinggal membangkitkan semangat bangsa Hobbit mengembangkan Runecraft kembali, tapi."Ares melirik kearah empat lorong yang dipenuhi sel-sel penjara.
"Aku akan terlebih dahulu membuat mereka bermimpi indah terlebih dahulu."Ares tersenyum penuh makna, "{ Divine Chaos Magic : Dream of Infinite Torture }."
Setelah dia menggunakan sihir itu suara-suara keputusasaan terdengar disetiap Sel penjara. Teriakan, raungan dan tangisan penuh keputusasaan terdengar begitu jelas menggema kesemua tempat.
Ares lalu berjalan meninggalkan ruangan itu sambil tertawa kecil"Tinggal sedikit lagi...."
****************************
New Information!!!!
Divine Chaos Magic merupakan sihir yang Ares pelajari dari Goddess of Chaos Spell Book. Mulai sekarang jika Ares ingin menggunakan sihir yang ada didalam Goddess of Chaos Spell Book maka ia akan mengatakan perkataan diatas.
"Kok gak dari awal aja digunakan kata 'Divine Chaos Magic'nya?."
"Writer baru kepikiran!! Puas kau!!."
__ADS_1