Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
110.Penawaran dewi alam


__ADS_3

Setelahnya mendengarkan penawaran-penawaran yang dimaksud Ares hanya duduk diam tanpa berkata-kata, karena hampir seluruh penawaran yang yang diajukan seluruhnya menguntungkan baginya.


inilah yang membuat area merasa aneh, karena penawaran ini bisa saja menjadi sebuah jebakan baginya. maka dari itu ia perlu memikirkan segala macam kemungkinan yang terjadi dan meninjau ulang setiap perkataan yang dia ingat.


sebenernya syarat yang dia ajukan hanya satu namun inilah yang membuat dirinya bingung, dia hanya meminta Ares menjaga sepenuh hati seseorang. namun dia tidak membicarakan lebih lanjut apa dan siapa orang yang dia jaga. disamping keanehan itu terdapat banyak keuntungan yang akan dirinya dapatkan.


Ares tersenyum sambil memikirkan segala kemungkinan yang ada lalu melihat kewanita didepannya. senyuman manisnya cukup membuatnya terkejut karena dalam kondisi seperti itu dia masih bisa mempertahankan kecantikannya.


"Mari kita ulang lagi perkataanmu barusan."Ares ingin sekali lagi mendengar suara dan emosi dari setiap kalimatnya.


Sylvester Tersenyum tipis dan menghela nafas pelan"Baiklah. jika kau menyetujui penawaran ini kau akan mendapatkan 8 item rank Divine dan kau berhak menjadi pendeta Pohon Dunia selanjutnya, kau juga akan mendapatkan kekayaan yang sangat banyak dari harta peninggalanku dan yang paling penting, kau dapat membunuhku. Tugasmu adalah membunuh semua anggota Tue Eight Great Gods kan?."Dia tersenyum penuh makna kepadanya.


Memang benar ini cukup menguntungkan baginya karena syaratnya juga cuma satu, tapi dari kalimat, suara dan emosi yang dia lontarkan Ares bisa menyimpulkan Beberapa hal.


dia takut, dia takut jika dirinya menolak penawaran tersebut dan lagi terdapat rasa gugup meski Kalimatnya terasa halus dan natural. entah apa yang sebenarnya dia rencanakan.


Ares terdiam sesaat, dia mengusap dagunya cukup lama dan menghela nafas pelan, dia menundukkan kepalanya lalu tersenyum.


"Pertama-tama kita luruskan dulu semua ini, untuk item-item Rank Divine keluarga mempunyai cukup banyak item rank Divine, sedangkan menjadi Pendeta pohon dunia aku tidak terlalu tertarik. dan perlu kau tahu aku tidak kekurangannya Uang sama sekali."


"Apa Wajahku seperti orang yang kekurangan uang? tidak, bukan? dan yang terakhir. aku bisa saja membunuhmu sekarang dan mengambil semua yang ada disini tanpa harus susah-susah memenuhi syarat yang kau ajukan, kau pasti tahu bagaimana kondisimu sekarang, kan?."


Suara mengintimidasi, dingin dan berat keluar dari mulutnya, setiap perkataannya terdapat suara yang ditekan yang berisi suara penuh Intimidasi.


semua Kalimatnya sudah ia pikirkan baik-baik, memang seluruh penawaran yang dia ajukan menguntungkan baginya tapi setelah dipikir-pikir lagi semua itu tidak ada gunanya karena ia sendiri sudah mempunyai semua yang dia tawarkan. memang terdapat beberapa poin yang menguntungkan tapi itu belum cukup untuk membuatnya tertarik.


Sylvester sudah pasti menyadari semua Itu, dia pasti juga berpikir Ares mempunyai semua yang dia tawarkan. Sylvester sudah pasti mempunyai rencana cadangan tapi sepertinya dia masih belum mengeluarkannya.

__ADS_1


*******************


Ancaman yang ares lontarkan terakhir, cukup membuat syok dan takut.


'Sial! aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghadapinya Karena dengan kondisiku yang sekarang tidak akan cukup untuk melawannya, dan lagi aku tidak memiliki sesuatu yang cukup membuatnya tertarik. tapi sekarang aku harus bersikap tenang karena jika aku terlihat takut, maka dia akan menjadi lebih kuat.'batinnya.


"Apa kau yakin? harta yang akan aku berikan kepadamu jauh lebih banyak dari yang kau miliki saat ini, dan divine item yang akanku berikan jauh lebih Kuat dari pada Divine item yang kau pakai saat ini. Dan lagi dengan posisimu sebagai Pendeta pohon dunia akan membuat terkenal dan menjadi lebih kuat."


"JobClass World Tree Priest bukanlah JobClass Yang bisa dipandang sebelah mata, JobClass ini bisa disetarakan dengan JobClass-Jobclass legendaris lainnya. bagaimana? mau berpikir ulang lagi?."Dirinya memaksakan untuk tersenyum tulus pada Ares.


Niatnya untuk menggoyahkan keputusannya terus dilakukan, Sylvester terus memberikan penawaran-penawaran yang pada dasarnya sama tapi dia terangkan dengan cara yang berbeda. hal itu dia lakukan untuk membuat Ares menyetujui penawaran ini.


mau bagaimanapun dia harus membuat Ares menyetujui penawaran ini, jika tidak bisa dilawan dengan kekuatan dia akan melawannya dengan perkataan, sampai Ares merasa tertarik dan menyetujui hal ini.


ketika dia sedang menjelaskan tentang penawarannya, dia tiba-tiba tersenyum Sinis padanya.


Sylvester menjadi panik ketika melihat pedangnya, pedang itu dimatanya dialiri Chaos Energy dan Aura dalam jumlah tidak masuk akal. dan yang lebih membuatnya terkejut Ares dapat menggunakan dan menyelaraskan kedua kekuatan itu dalam satu objek.


ini sulit dilakukan kebanyakan orang bahkan hanya beberapa entitas yang bisa menyelaraskan kedua kekuatan yang saling berbanding terbalik.


"Tunggu! Tunggu Sebentar!."Dia berteriak pada Ares.


namun Ares kelihatannya tidak berniat berhenti, malahan kedua Kekuatannya semakin kuat dan lagi dia sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerangnya.


Sylvester memeras Otaknya untuk membuatnya berpikir lebih keras, Ares sudah bersiap untuk menyerangnya sehingga dia harus memikirkan cara untuk menghentikan. dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk mengendalikan Pohon Dunia yang membuatnya semakin panik.


'Sial! Sial! sial! berpikirlah!.'Sylvester menggunakan semua kecerdasannya untuk bisa mengeluarkannya dari situasi ini.

__ADS_1


'Sial! Masa aku harus memberikan kedua item itu padanya?! item itu sangat berharga bahkan 10 item rank Divine sama sekali tidak sebanding dengannya.'Dia melihat Ares lagi dan saat itu dia bisa merasakan niat membunuh dari mata merahnya.


Sylvester yang menjadi panik mau tidak mau melakukan hal ini, ini dilakukannya untuk membuat Ares mau menerima penawarannya walaupun dia sangat enggan memberikan kedua item ini.


Ares mulai bergerak dan setiap udara yang menghalangi pedangnya robek, disekitarnya terbuat suatu pusaran angin dari kedua kekuatan mematikan dan dengan sangat cepat mengarah padanya dan ketika sepersekian detik sebelum pedang itu menghancurkannya dia berteriak.


"Aku akan memberikan Supreme Class item padamu!."Sylvester tidak memiliki pilihan lain selain memberikan Kedua item paling berharganya.


Pedang Ares berhenti beberapa sentimeter darinya, lalu ia memasukan kembali Pedangnya dan memasang tampang serius. terlihat dia juga kaget mendengar perkataan Sylvester.


Sylvester menghela nafas lega melihat Ares, Ares kali ini pasti Benar-benar memikirkan penawarannya karena dua item tersebut. ya mau bagaimanapun kedua item tersebut merupakan item Kelas tertinggi yang lebih kuat dari kelas Divine.


Makhluk hidup apapun didunia ini pasti juga akan tertarik mendengar penawaran ini. Dia melihat Ares yang terlihat sedang berpikir keras sampai urat-urat dikepalanya terlihat dan dahinya penuh dengan keringat, dahinya mengkerut dengan tatapan mata tajam yang mengarah padanya.


'Sepertinya aku berhasil?.'dia melihat Ares yang kelihatan berkeringat.


"Apa ucapanmu bisa kupegang? kau tahu bukan konsekuensi yang akan terjadi jika kau berbohong?."Suaranya berat, dingin dan penuh dengan intimidasi.


Sylvester mengesampingkan rasa takutnya, sekarang dia merasa senang karena Ares mau memikirkan ulang pilihannya. walaupun belum pasti sih.


"Tentu! aku bersumpah sebagai seorang Dewi tidak akan berbohong dan Ucapanku bisa dipegang."Dia berkata dengan bangga.


"Kalau begitu tunjukkan padaku, aku tidak bisa percaya begitu saja pada ucapanmu sebelum aku bisa melihat buktinya langsung."suaranya penuh dengan tekanan.


Sylvester terkejut mendengar hal itu, jika dia menunjukkannya bisa saja ares langsung menyerangnya lalu membawa kabur kedua item itu, namun jika dia tidak tunjukkan Ares tidak akan mau menerima penawarannya dan akan membunuhnya.


'Aku memang akan mati, tetapi aku tidak bisa mati sebelum memberikan-Nya kepada orang yang tepat.'

__ADS_1


Dia memasukkan tangannya ke udara lalu sebuah portal kecil muncul. lalu dia memasukkan salah satu tangannya dan mengeluarkan dua buah barang yang kelihatan berkilau dan mengeluarkan Energi kuat beserta tekanannya.


__ADS_2