
8 Shadow Keeper yang sedang mengawasi rumah Lissa dari kejauhan, Mereka semua menunggu waktu malam untuk bisa beraksi dengan bebas dan setelah menunggu lama akhirnya malam tiba. Shadow Keeper melihat dari kejauhan jika lilin-lilin dirumah Lissa sudah mati yang menandakan Lissa dan ibunya sudah tertidur pulas.
mereka lalu memisahkan diri menjadi 2 Kelompok, kelompok pertama akan masuk kedalam rumah lalu membunuh lissa dan ibunya sementara kelompok kedua akan bertugas sebagai Penjaga Dan pengawas diluar rumah, Mereka semua bergerak lalu memisahkan diri menjadi dua kelompok.
Beberapa orang masuk kedalam rumah Lissa dengan mudah, Mereka lalu berjalan perlahan-lahan dan mulai menyisir seluruh bagian rumah hingga akhirnya mereka semua menemukan Lissa dan ibunya sedang tertidur lelap. Lissa dan ibunya tidur dikamar masing-masing yang membuat mereka cukup mudah untuk membunuh mereka berdua.
Salah satu Shadow Keeper menarik pedangnya lalu membidik Leher Lissa agar saat dia dibunuh tidak akan menimbulkan banyak suara saat ditikam, namun saat pedang itu melesat kearahnya tiba-tiba pedang itu terhenti seperti ditahan atau dipegang seseorang.
"A-apa?."
Shadow Keeper yang melihat hal itu terperangah namun saat dia melihat kedepan, dia menemukan dua mata merah menyala menatapnya dengan tajam, Dua mata itu mengeluarkan Niat membunuh yang sangat pekat sampai shadow Keeper itu bergetar ketakutan, Dia melepaskan Pedangnya lalu memutar tubuhnya dan memberikan tendangan.
"{ Absolute silence}."
Seketika Barrier tidak berwarna melindungi seluruh area rumah Lissa, Shadow Keeper yang pada saat itu masih melayangkan tendangannya tiba-tiba terhenti dan dirinya terangkat keudara, Kepalanya seperti dicengkeram oleh tangan yang sangat kuat dan Kokoh. Shadow Keeper itu memberikan Serangan-serangannya namun cengkraman tangan itu menjadi lebih kuat dan akhirnya kepala Shadow Keeper itu hancur lebur, Tubuhnya jatuh kebawah dan dari mayatnya banyak mengeluarkan darah.
"Sial, Bisa-bisanya aku ketiduran tadi, Jika bukan karena melihat langit sudah gelap aku mungkin akan terus tertidur lelap tadi."Ares Memijit keningnya sambil memasang raut wajah bersalah, Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar Lissa yang tertutup rapat, Tepat didepan Pintu kamar Lissa terdapat Beberapa Shadow Keeper yang berjaga.
Dan beberapa lainnnya berada dikamar Ibu Lissa, Ares menggertak gigi melihat mereka berada didalam rumah Lissa, Ares membuka pintu kamar Lissa dan mendapati beberapa beberapa Shadow Keeper sedang Melihatnya dengan kebingungan.
****************
Shadow Keeper yang ada diluar kamar Lissa sedikit Kebingungan melihat pintu kamar didepan mereka terbuka sendiri dan dengan cepat mereka menyadari terdapat sepasang mata merah menyala menatap mereka dengan penuh nafsu membunuh. Mereka semua menarik pedang mereka lalu melesat menyerangnya namun mereka semua mati dengan tubuh terpotong jadi dua.
mereka semua mati dengan tubuh terpotong fua dengan Pedang mereka yang ikut Terpotong juga, Ares lalu masuk kedalam kamar ibu Lissa dan mendapati Seorang Shadow Keeper sedang menatapnya dengan bingung dan heran, Tanpa banyak basa-basi Ares Menebas kepala Shadow Keeper itu lalu menyeret Tubuhnya keluar kamar.
Ares menatap tumpukan mayat shadow Keeper dengan penuh Amarah, Ares menggunakan Void Eater untuk menyerap mereka semua lalu membuang semuq tukang belulang mereka Ketempat yang tidak diketahui, Ares lalu membersihkan bekas darah, potongan-potongan Daging dan otak yang berceceran dikamar mereka, ia lalu melesat keluar rumah dari jendela rumah lalu berdiri disalah satu dahan pohon yang cukup tinggi.
Dia menatap beberapa Shadow Keeper yang sedang berjaga sambil menyembunyikan hawa keberadaan mereka, Ares menggenggam Erat sword of Erebus ditangannya lalu melesat kearah salah satu Shadow Keeper lalu menebas kepalanya lalu berpindah tempat dan terus mengayunkan pedangnya untuk memenggal kepala mereka satu persatu.
Dalam waktu sekejap mereka semua mati dengan kepala terpisah dari tubuh, Ares merasa amarahnya sedikit berkurang karena membunuh mereka tapi tetap saja amarahnya masih meledak-ledak.
Ares bisa merasakan terdapat seorang Shadow Keeper yang berhasil kabur dari sana, Ares tidak mengejarnya karena jika ia mengejarnya bisa saja Lissa dan ibunya diserang saat ia sedang tidak ada disini, maka dari itu Ares tidak mengejarnya.
"Tapi itu bukan berarti aku mengampuninya."
[ Anda menggunakan Skill Clone Lvl 5 ]
Seketika terdapat seseorang yang keluar dari tubuhnya, Dia terlihat seperti orang yang diselimuti Kegelapan dengan Tubuh mirip seperti dirinya, Ini adalah Clone yang Ares Setting agar tidak memiliki wujud seperti dirinya.
__ADS_1
Skill Clonenya miliknya saat ini telah naik 4 level yang membuat Ares bisa membuat 3 Clone lainnya.
"Kejar dan bunuh dia. Aku akan menyusul nanti."
Clonenya yang sedang berlutut itu mengangguk lalu pergi dari sana, Dia mengejar Shadow Keeper yang melarikan diri keistana kerajaan untuk meminta bantuan.
sementara itu Ares akan tetap disini untuk berjaga-jaga jika hal yang tidak diinginkan terjadi, Ares lalu merapalkan Mantra Magic Proteksi pada Bagian-bagian Rumah Lissa baru setelah itu ia pergi dari sana dengan membawa kepala pemimpin Tim Shadow Keeper yang menyerang rumah Lissa.
**************
Shadow Keeper yang lari dari Ares merupakan salah satu Shadow Keeper yang dianggap cukup hebat dan kuat dibandingkan Shadow Keeper lainnya, Dia merupakan salah satu dari banyak Shadow Keeper yang mendapatkan kepercayaan keluarga kerajaan untuk mengemban Tugas untuk membunuh Lissa dan ibunya.
Dia dan dua orang setingkat dirinya dengan beberapa Shadow Keeper lain berangkat menuju Rumah Lissa lalu memutuskan untuk menyerangnya pada malam hari, malamnya dia tidak akan pernah menyangka jika seluruh anggotanya mati dengan kepala terpisah dari tubuh.
dia sama sekali tidak bisa melihat orang yang menyerang mereka, melihat situasi tidak aman dia lalu lari dan berniat untuk melaporkan kejadian ini pada Chief Shadow Keeper yang merupakan ketuanya.
"Sial! sial! sial! sial! Sial! Sial!!!..."Dia Menggumamkan kata-kata itu beberapa kali selama dalam perjalanan, Matanya saat ini dipenuhi oleh ketakutan karena kejadian tadi.
Seluruh tubuhnya sudah lemas namun dia harus terus bergerak atau nyawanya yang akan menjadi taruhan, Dia sama sekali tidak bisa melupakan saat dia melihat dua pasang mata merah menyala menatapnya dengan Niat membunuh yang sangat pekat. Niat membunuh itu bahkan terasa jauh lebih mengerikan dari pada Niat membunuh yang Chief Shadow Keeper miliki.
Dia berspekulasi jika orang yang memiliki niat membunuh semengerikan itu setidaknya setara dengan Pimpinannya, namun ia segera mengusir pikirannya dan fokus untuk melesat secepat mungkin dari sana.
Dia dengan cepat menarik pedangnya lalu menangkis pedang itu, Dia terpukul beberapa langkah lalu membenarkan Posisinya dan melihat orang yang menyerangnya, Dia melihat seorang yang diselimuti Kegelapan dan Bayangan dengan mata merah menyala dengan pedang yang ikut Diselimuti kegelapan.
Dia menyadari mata yang dimiliki orang didepannya sama seperti sepasang mata yang ia lihat"Jadi kau ya, yang menyerang kami?."Shadow Keeper itu menelan ludah saat berkata tadi, orang yang menyerangnya memiringkan kepalanya lalu beberapa saat kemudian senyum lebar seperti seorang Psikopat terbentuk diwajahnya yang dipenuhi kegelapan.
ia merinding melihat senyuman itu lalu beberapa saat kemudian dia orang itu menghilang lalu muncul Disampingnya dengan pedang yang siap menusuknya, Dia memutar tubuhnya lalu menangkis serangannya lalu mereka saling bertukar serangan ratusan kali.
Setiap serangan yang dilancarkan Shadow Keeper itu selalu berhasil dihindari atau ditahan dengan mudah namun setiap kali orang itu menyerangnya dia tidak bisa menghindari atau menahannya. Kekuatan serangan yang dilancarkan orang itu terlalu besar untuk ditangkis atau ditahan yang membuat dia terluka parah dalam waktu beberapa menit.
Dia masih mengangkat pedangnya meski seluruh tubuhnya dipenuhi luka, Matanya masih menginginkan agar dia tetap hidup namun tidak dengan kondisi tubuhnya, hampir Diseluruh tubuhnya dipenuhi luka-luka tusukan dan tebasan pedang.
darah mengucur setiap lukanya yang membuat dirinya menjadi pucat karena kekurangan darah, meski begitu dia masih berdiri dengan pedang ditangannya yang mengarah pada Orang itu.
'Aku harus mengulur waktu sebanyak mungkin agar yang lain bisa datang, tapi kenapa mereka tidak datang-datang?!.'
Alasan shadow Keeper itu masih berdiri karena dia percaya rekan-rekannya yang lain akan datang membantu, bagaimanapun disini masih daerah istana kerajaan makanya dia percaya hal itu.
"Kabur mati melawanpun mati."Dia tersenyum menghina karena terlalu percaya dengan rekan-rekannya, Dia menggertak giginya lalu melesat menyerangnya.
__ADS_1
Dia menggunakan semua kekuatan yang tersisa untuk melancarkan Serangan-serangannya, Tusukan dan Tebasan Pedang dia berikan pada orang itu namun setiap serangannya terus dihindari oleh dia, dengan senyum mengejek orang itu melayangkan tinjunya dan seketika dia terpental cukup jauh dan menabrak pohon lalu jatuh.
Dia menggenggam Erat Pedangnya lalu melesat dan menebas kepala Shadow Keeper itu, shadow Keeper itu mati dengan kepala menggelinding dibawah.
"Berarti dengan ini tugasku sudah selesai, Tapi kenapa Tuanku tidak datang?."Dia mengusap dagunya mencoba memikirkan kenapa Tuannya tidak datang.
Tapi Tiba-tiba sebuah Serangan kuat Menabraknya hingga terpental membuatnya terpental beberapa meter, Clone itu berhasil menahan serangan tadi dengan pedangnya tapi dia tetap menerima efek Knockback yang cukup kuat.
Clone itu melihat orang yang menyerangnya dan menemukan Seorang Pria dengan Pakaian seperti seorang Assassin berwarna Hitam dengan Topeng berbentuk Tengkorak dan Syal hitam dilehernya, Dia memegang dua buah pedang Pendek dengan mata yang dipenuhi niat membunuh.
Clone itu langsung sadar jika orang didepannya bukan orang sembarangan, Dia menyeringai dan menggenggam erat Pedang ditangannya"Jika aku tebak kau pasti Seorang Petinggi diistana kerajaan atau mungkin kau pemimpin orang itu?."Clone itu menunjukkan shadow Keeper yang kehilangan kepala dengan wajah menyeringai jahat.
Orang itu tidak menjawab dan memilih untuk Menyerang lebih dulu, Dia melesat lalu memberikan Serangan-serangannya pada Clone Ares, yang berhasil dibalas dengan mudah olehnya, mereka berdua saling bertukar serangan Ribuan kali sampai membuat Pepohonan Disekitar mereka Terpotong dan tumbang.
"Hah!? Apa hanya ini kemampuanmu?!."Clone itu mengejek Shadow Keeper didepannya dengan seringai jahat.
Shadow Keeper itu menggertak gigi dan mempercepat Ayunan kedua pedangnya, Kecepatan serangannya bertambah cepat namun itu masih bisa diimbangi Clone Ares, Sampai akhirnya dia melempar sesuatu yang mirip seperti bola kecil berwarna hitam yang menghasilkan kabut tebal berwarna hitam Disekitarnya.
"Kabut beracun, ya?."Clone itu bisa merasakan kabut yang ada disini merupakan kabut beracun yang dapat memberikan Efek Debuff Confusion, Fear dan dapat menumpulkan kelima indera, namun sayang sekali kabut seperti ini sama sekali tidak berefek pada orang seperti Ares yang memiliki Imunitas terhadap Racun.
Tapi sepertinya tujuannya adalah untuk membantu dia menyerang dengan leluasa, dua mungkin sekarang sedang bersiap dengan dua pedangnya disuatu tempat Disekitar sini. Clonenya hanya tersenyum menghina trik remeh seperti ini.
Tiba-tiba sebuah serangan datang Menuju kepalanya, Dia menggeser kepalanya dan melihat Shadow Keeper itu sedang bersiap memberikan serangan lain, Sebuah jarum keluar dari mulutnya dan melesat kearahnya namun Jarum itu memantul ketika mengenai Clone itu.
dia mundur beberapa langkah dan menghilang didalam kabut, Shadow Keeper itu menyarungkan kedua pedang lalu memasang kuda-kuda menyerang.
"Slash of the Death Mist Sword."Shadow Keeper itu melesat lalu menarik pedangnya dan menebaskan kedua pedangnya dari balik kabut. Dia berpindah tempat tepat dibelakang Clone Ares lalu menyerangnya.
****************"
*Pengumuman Penting!
Halo semuanya maaf mengganggu waktu baca kalian karena Writer ingin membuat pengumuman cukup penting, Baru-baru ini saat pemeriksaan medis terjadi Writer dinyatakan sehat oleh dokter namun Writer sendiri masih merasa merasa sakit dibeberapa Bagian tubuh yang membuat dokter sendiri heran dan Bingung, Singkat cerita Dokter itu nyeletuk kalo penyakit yang Writer derita bisa dari Stress dan saat dirumah Ibu Writer langsung menyangkut pautkan penyakit Writer dengan Hal-hal Ghoib sampai Akhirnya ibu Writer menuduh jika penyakit ini datangnya dari Novel yang Writer buat atau baca.
perdebatan panjang terjadi antara Writer dan ibu Writer hingga akhirnya ibu Writer mengancam jika Writer gak hentiin penulisan Novel ini maka Kondisi kesehatan Writer gak akan pernah membaik. menurutnya.
Ya kesimpulannya Kemungkinan besar Writer gak akan melanjutkan Novel ini karena Ibu Writer sendiri gak suka dengan pekerjaan sampingan ini, dan lagi ibu Writer merasa jika semua yang Writer tulis saat ini tidak menghasilkan apapun selain Imajinasi yang membuat otak rusak.
jadi Writer saat ini dalam keadaan bingung untuk melanjutkan Penulis novel ini atau tidak, Disatu sisi saya ingin tetap lanjut tapi Disatu sisi saya berpikir perkataan ibu saya mungkin ada benarnya.
__ADS_1