
Putra Mahkota dengan tubuh gemetar menatap para Shadow Keeper didepannya, mereka tergeletak tidak berdaya dengan tubuh yang diikat tali tambang dan mereka mengeluarkan rintihan kesakitan.
"A-apa yang kalian lakukan?! cepat bangun dan lindungi aku!!."Ujar Putra Mahkota dengan tegas pada para Shadow Keeper.
"M-maaf Yang Mulia Putra Mahkota, kami akan segera melepaskan ikatan tali dan segeralah melindungi anda."Ujar pimpinan para Shadow Keeper itu, mereka satu persatu melepaskan tali yang mengikat mereka dan baru menyadari tatapan membunuh dari orang-orang disekeliling mereka.
Orang-orang yang menatap mereka dengan penuh Kebencian adalah para Dark elf, Orc dan penduduk disini yang tampak akan menyerang mereka.
Setelah menyadari apa yang terjadi pemimpin para Shadow Keeper itu berbicara pada Putra Mahkota.
"Yang Mulia, lebih baik kita pergi saja dari sini. akan merepotkan jika menghadapi mereka semua jika mereka semua menyerang secara bersamaan."
"Huh?! apa maksudmu?! mereka berani mengarahkan tatapan membunuh padaku dan lagi mereka terang-terangan bersikap tidak sopan padaku! mereka telah mencoreng nama baik Keluarga Kerajaan! mereka pantas mati! bahkan seluruh orang dikota ini pasti mati!!."Ujar Putra Mahkota dengan lantang dan keras.
Karena perkataannya, seluruh orang yang ada disekitarnya tanpa banyak basa-basi langsung mengarahkan niat membunuh pada Putra Mahkota. bukan cuma satu tapi semua yang ada disana secara terang-terangan mengarahkan niat membunuh mereka pada Putra Mahkota.
"Aku ingin memukulnya menggunakan pacul ini!."
"Aku akan menyemen untuk pondasi bangunan!."
"Sendok semenku ini sudah sangat gatal untuk memukul kepala Bocah itu."
"Rasanya aku ingin memukui bocah itu sampai jadi bubur!."
Suara-suara kekesalan orang-orang disana menggema dan saling bersahutan satu sama lain, kalimat-kalimat yang mereka lontarkan berisi kekesalan pada Putra Mahkota dan mereka ingin segera menyerang dia.
"Dasar mahkluk-makhluk rendahan!! beraninya kalian berkata seperti itu padaku!! kalian semua pantas untuk mati!!!."Putra Mahkota menarik pedangnya dan menyerang kerumunan orang didepannya.
Dengan kekuatan penuh dia mengayunkan pedangnya untuk membunuh kerumunan orang yang ada didepannya, tapi pedangnya terhenti karena dicengkeram erat oleh seseorang.
"A-Apa?!."Putra Mahkota terkejut melihat pedangnya dengan mudah ditangkap oleh orang itu, orang yang berdiri didepannya Tersenyum tajam dan menatapnya dengan aneh, membuat Putra Mahkota merasa tidak enak dan melompat mundur kebelakang.
Tapi pada saat itu tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan ketika dia mengalirkan Mana ke kakinya itu tidak membuat banyak perubahan. rasanya seperti dia ditahan oleh banyak sekali orang.
"Apaan?! k-kau! apa yang kau lakukan padaku?!."Putra Mahkota menjerit sambil berusaha u yang melepaskan dirinya, dia melihat sekeliling dan baru menyadari jika disekitarnya berubah menjadi gelap gulita.
__ADS_1
Yang baru saja dia lihat adalah kegelapan tak berujung yang sunyi dan sepi, Putra Mahkota menjadi lebih panik dan menggunakan Skill serta Magic yang dia pelajari untuk melepaskan dari sana. tapi itu tidak membuahkan hasil sama sekali malahan dia merasa lebih terkekang hingga dia kesulitan bernafas.
"hahahahah... jangan melakukan tindakan yang sia-sia, kau tidak akan lari dari sini sekalipun kau bisa bergerak. karena disini adalah wilayahku! wilayahku yang tidak memiliki batasan!."
Orang yang ada didepannya berbicara padanya, Putra Mahkota menatap tajam pria yang ada didepannya lalu bertanya padanya.
"Siapa kau?! kenapa kau melakukan ini padaku?!!."
"Hahaha! Siapa aku Itu bukan urusanmu, tugasku hanya melaksanakan tugasku tanpa banyak membuang waktu, jadi jangan banyak membuang waktuku."Pria itu tertawa lalu memegang kepalanya, Putra Mahkota pada saat ini dalam posisi yang membingungkan.
Dia tidak tahu siapa orang didepannya dan dia tidak tahu dimana dia berada sekarang, yang dia tahu saat ini hanyalah bagaimana cara dia bisa lepas dari sini.
Dengan putus asa dia berbicara pada orang yang ada didepannya, tapi orang didepannya tidak menggubris perkataannya dan tertawa penuh kencang.
Dan pada saat itu dia menjerit keras dan jatuh dalam rasa sakit tiada akhir, jiwanya seperti dirobek-robek hingga hancur dan darahnya seperti dihisap oleh sesuatu. dia menjerit-jerit kesakitan dan meminta pertolongan pada siapapun.
Tapi itu sia-sia karena seberapa keraspun dia menjerit tidak akan ada yang menolongnya, disisa-sisa terakhir kesadarannya dia bertanya pada orang yang ada didepannya.
"Siapa kau?."
"Aku? aku hanyalah orang yang mengikuti perkataan Tuanku, aku budaknya yang paling setia! Vlad Otto Hans Tepes Leluhur Bangsa Vampir!!."Pria itu dengan bangga memperkenalkan dirinya, dan pada saat itu fia menyadari jika orang yang ada didepannya sekarang merupakan bawahan Ares, orang yang paling dia benci.
"Aku benci melakukan ini, tapi aku tidak memiliki pilihan lain."Dia membungkuk lalu menggigit Putra Mahkota tepat dilehernya, dia menghisapnya darahnya dan darah Putra Mahkota turun perlahan-lahan dari lehernya. beberapa saat kemudian dia melemparkan Putra Mahkota menjauh darinya.
"Cih! rasa darahnya terburuk dari yang pernah kuminum! bahkan darah sapi dan jus tomat jauh lebih enak dibandingkan darahnya! tapi sekarang tidak apa, karena aku tidak perlu lagi. bukankah begitu budak baruku?."Dia tersenyum menatap kearah Putra Mahkota tergeletak.
Tubuh Putra Mahkota kejang-kejang hebat dan beberapa saat kemudian dia kembali normal, dia lalu bangkit perlahan seperti seorang zombie dan berjalan pelan kearahnya lalu bersujud didepan Vlad.
Vlad menghela nafas berat"Aku mengubahnya menjadi Half Vampir karena Half Vampir lebih sulit dideteksi, tapi sepertinya sama saja, mungkin? ya tapi setidaknya ini lebih baik untuk meminimalisir jika dia ketahuan bukan lagi manusia, toh jika ketahuan bukan manusia aku tinggal membuangnya dan mencari yang baru, bukan begitu Ciel Alvaro Negredo?."Dia melirik kearah Putra Mahkota yang bersujud padanya.
"Benar wahai Tuanku."Jawabnya dengan wajah datar dan suara dingin.
"Hahahhahahahaha!! bagus! itu bagus! sekarang kau paham apa yang harus kau lakukan bukan?."Vlad menyeringai tipis.
Dia mengangguk pelan dan mengangkat kepalanya"Ya, saya tahu apa yang saya harus lakukan."Dia menatap Vlad dengan kosong, saat ini dia seakan-akan sudah tidak memiliki jiwa lagi.
__ADS_1
Vlad mengangguk puas lalu menyuruh Putra Mahkota untuk berdiri, dia berdiri dan menatap dengan mata kosong dan wajah tanpa ekspresi.
"Lakukan apa yang harus kau lakukan."Dia membisikkan itu pada Putra Mahkota, dan Putra Mahkota mengangguk pelan dan pada saat itu semuanya menghilang.
*************************************
Fiara dan Evelyn menatap pemandangan didepan mereka dengan wajah heran dan bingung, didepan mereka sekarang terdapat Putra Mahkota yang terjatuh tiba-tiba dengan pedang yang masih tergenggam.
Sebelumnya Putra Mahkota akan menyerang kerumunan orang didepannya dengan pedangnya, tapi baru beberapa milidetik berjalan dia tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri selama beberapa menit.
"Apa dia tersandung tadi?."
"Kurasa tidak, bahkan jika dia tersandung tidak mungkin dia langsung pingsan."
Fiara dan Evelyn masih keheranan melihat pemandangan didepan mereka, beberapa saat kemudian Putra Mahkota terbangun secara tiba-tiba dan berdiri lalu membersihkan debu yang menempel ditubuhnya.
"Yang Mulia! a-apa anda baik-baik saja?!."Cout Cremo berlari kearah Putra Mahkota dengan cepat, sebelumnya dia sempat tidak sadarkan diri saat Putra Mahkota pingsan.
"Tidak apa-apa Count Cremo, aku hanya tersandung tadi. sekarang ayo kita pergi dari sini."Ujar Putra Mahkota dengan wajah datar dan suara dingin, Count Cremo kaget melihat Putra Mahkota yang tiba-tiba berubah pikiran.
"Tapi Yang Mulia bagaimana denga—."
"Itu tidak perlu, aku hanya ingin pulang sekarang. apa kau berani menantang perintahku?."Putra Mahkota menatap tajam Count Cremo, Count Cremo bergetar ketakutan dan segera menyetujui untuk kembali pulang.
Setelah itu para Shadow Keeper dengan Putra Mahkota dan Count Cremo keluar dari kota, semua orang yang melihat hal itu bertanya-tanya perubahan sikap dari Putra Mahkota tapi disisi lain mereka senang, karena Putra Mahkota telah pergi dan dengan itu mereka tidak perlu membuang-buang waktu untuk memukuli Putra Mahkota.
Fiara dan Evelyn serta Eizen juga diperintahkan untuk kembali ke istana oleh Ares dan Heilis, pada saat itu semuanya kembali normal meski dibenak mereka semua merasa ganjil dengan apa yang mereka lihat.
Count Cremo yang ada di satu kereta kuda Putra Mahkota, menatap Kota yang baru saja dia kunjungi dengan penuh amarah.
'Kali ini memang aku tidak bisa menghancurkanmu, tapi lain kali aku akan menghancurkanmu! dan aku akan memastikan itu!.'Batin Count Cremo dengan kesal.
***********************************
PENGUMUMAN!!
__ADS_1
BAIKLAH MULAI DARI SINI ALUR CERITA AKAN SAYA PERCEPAT DAN SAYA AKAN BERUSAHA UNTUK MEMBUAT CHAPTER YANG LEBIH PANJANG, JADI JANGAN PROTES JIKA MERASA ALUR CERITANYA TERLALU CEPAT KARENA WRITER SEDANG MENGEJAR WAKTU.
SEKIAN TERIMA KASIH!