Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
99.Great Forest of Giant Trees II


__ADS_3

"Disana Tuan."Ulbert menunjuk kearah Sekumpulan prajurit yang sedang beristirahat dan membuat api unggun.


Dinilai dari medan disekitarnya sepertinya mereka habis bertarung dengan Monster yang jumlahnya cukup banyak. itu bisa dilihat dari beberapa prajurit yang terlihat terluka tapi tidak ada yang mengalami luka parah.


"Hmp... seperti yang diharapkan dari Pasukan Elit kerajaan, mereka dapat mengatasi monster-monster itu dengan mudah tanpa ada yang terluka parah. Hebat!."Ares memuji kehebatan Pasukan itu.


mereka bisa dengan mudah mengalahkan monster yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka dengan hanya mengandalkan Kordinasi tim. dan lagi mereka dapat melalui itu tanpa menjatuhkan korban jiwa dipihak mereka.


Ini menjadi bukti Jika pasukan yang dimiliki Kerajaan Gottlich Kuat apa lagi terdapat banyak pasukan elit selain mereka.


"Aku akan turun."Ares menarik Pedangnya lalu melompat kebawah. Ulbert, Eizen, Damon dan Mary seketika membeku ketika melihat ares melompat kebawah mereka hendak langsung melompat kebawah namun dihentikan Damon.


"Apa ini Damon? kenapa kau menghentikan kami?."Ulbert terlihat tidak senang dihentikan Oleh Damon.


Damon hanya tersenyum kecil"Kita tidak perlu kebawah karena kita belum disuruh, dan lagi tuan akan memanggil kita jika Tuan sudah menghabisi mereka semua."Ares menunjuk kearah para prajurit yang sedang duduk-duduk.


Mereka semua langsung mengerti lalu mengawasi mereka dari atas dengan senyum lebar penuh ejekan.


Ares jatuh Perlahan ketanah dan mendarat dengan tenang dibawah, dia lalu melihat para prajurit yang tidak jauh darinya. mereka semia terlihat sedang duduk-duduk sambil mengobati luka yang mereka derita.


"Aku tidak ingin melakukan ini tapi aku memerlukan Informasi tentang orang-orang yang kalian kejar."Ares berjalan kearah mereka dengan menggenggam erat Pedang ditangannya.


Para prajurit itu sedang bercanda riang dan merayakan keberhasilan mereka dalam mengalahkan Monster yang jumlahnya jauh berbeda dari mereka. mereka semua merasa Sangat bangga bisa mengalahkan monster-monster itu dengan taktik yang mereka buat.


Jumlah mereka memang sedikit tapi dengan taktik dan pengalaman yang mereka miliki membuat mereka bisa menang dengan mudah. hingga salah satu prajurit melihat seorang pria berjubah datang kearah mereka dengan sebilah pedang hitam.


Seketika seluruh Ksatria disana langsung berdiri dan mengarahkan senjata mereka kearahnya"Sialan! Siapa kau! Tunjukan wajahmu!."pemimpin disana menjerit dengan keras sambil mengarahkan senjatanya.


Pemimpin disana memiliki pengalaman yang jauh diatas rata-rata Ksatria disini, dia memiliki berbagai macam pengalaman menghadapi berbagai jenis lawan yang membuat Instingnya selalu terasah dan semakin hari semakin tajam. hingga titik dimana dia bisa menentukan kekuatan seseorang hanya dalam sekali Lihat tapi pria didepannya sekarang berbeda.


Kstaria biasanya akan takut jika dia kalah jumlah tapi pria didepannya sama sekali tidak terlihat takut, malahan dia merasakan jika pria didepannya mengejek mereka. Pemimpin merasakan adanya keganjilan dari pria didepannya.

__ADS_1


"siapa Pemimpin disini?."


Suara berat dan dingin keluar dari mulut pria itu, untuk sesaat mereka semua merinding mendengar suara pria itu.


Pemimpin menelan ludah karena ia juga merasa merinding mendengar suara pria itu. tapi dia tidak punya pilihan lain selain menjawab"Aku Pemimpin mereka! ada urusan apa kau denganku?."Pemimpin sama sekali tidak mengendorkan penjagaan.


Pria didepannya mengusap dagunya lalu berkata"Jika begitu aku hanya membutuhkan dirimu saja."Pria itu Mengayunkan pedangnya.


Waktu disana seperti berhenti selama beberapa saat dan untuk sesaat Pemimpin itu melihat kepala anak buahnya terbang keatas dengan tubuh memuncratkan banyak darah. dia sama sekali tidak bisa beraksi dengan apa yang ia lihat.


Ketakutan!


itulah yang dia rasakan sekarang. ketakutan yang yang membuat seperti tenggelam digenangan lumpur yang membuat tubuhnya membeku tidak karuan. jantung berdetak sangat kencang sementara matanya tidak bisa lepas dari pria yang ada didepannya.


"Si-siapa kau?."


dari kerudungan Gelap itu ia bisa melihat seringai lebar dengan dua pasang mata berwarna merah darah. Senyuman yang terlihat mengejek dirinya dan mata yang dipenuhi haus darah. pria itu berjalan kearahnya sementara seluruh tubuhnya membeku karena ketakutan.


Instingnya menjerit keras mengatakan untuk lari dari sana secepat-cepatnya tapi tubuhnya tidak bisa menuruti perintah instingnya, dia hanya bisa terdiam dengan keringat yang mengalir deras dengan tubuh yang dilumuri darah anak buahnya. jantung berdetak kencang setiap kali pria itu melangkah kakinya hingga dia akhir berdiri didepannya.


"{ Memory Digger }."


seketika seluruh kepalanya seperti diobrak-abrik dengan brutal, rasa sakit memenuhi seluruh kepalanya sampai-sampai membuatnya gila dan dari Hidung, Teling, mulut mengeluarkan banyak darah. Dia benar-benar merasa otaknya seperti dimakan oleh sesuatu yang sangat kejam.


Hingga akhirnya pria itu melepaskan cengkeraman tangannya dan dia Terjatuh lalu mati tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ares membuka tudungnya dan wajahnya terlihat cukup pucat.


"Sihir itu terlalu banyak memakan CE. CEku habis tersedot hanya dalam sejam ini berarti sihir ini sangat memakan CE."Ares mengelap keringatnya."tapi itu sebanding dengan informasi yang aku dapatkan."Ares tersenyum lebar karena dia mendapatkan informasi yang cukup berharga.


Para bawahannya langsung turun ketika Ares menatap mereka untuk sesaat. mereka semua berjalan kearahnya"Tuan! apa anda baik-baik saja?."Ulbert yang terlihat paling khawatir diantara mereka. karena dia langsung melompat dan langsung memeriksa seluruh tubuhnya sebelum yang lain bisa merespon gerakan lincahnya.


"Hhmmm... aku baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang penting yang harus aku beritahu pada kalian."

__ADS_1


"Apa itu Tuan?."


Ares lalu menceritakan secara detail informasi yang dia dapatkan dari Pemimpin pasukan ini. berdasarkan yang dia tahu mereka saat ini sedang mencari Keberadaan Dua ekor Beastman yang merupakan Anggota keluarga Utama dari Klan Snow Fox. mereka tidak menjabarkan Secara Detail karena mereka hanya menerima perintah untuk memburu dan menangkap kedua Beastman tersebut. yang mana ini adalah perintah dari Raja Petersburg Langsung.


"Melihat dia memerintahkan seratus prajurit Elitnya untuk menemukan Dua Ekor Beastman itu berarti mereka memiliki sesuatu yang berharga sampai raja sendiri mengirimkan pasukan Elitnya. tapi mengingat kepribadian dan informasi dasar tentang Klan Snow Fox sepertinya Sibang*** itu mengincar mereka karena kecantikan yang mereka miliki."Arew Langsung membuat kesimpulan dengan informasi-informasi yang ada didalam otaknya.


"Itu bisa jadi, mengingat Klan Snow Fox terkenal karena kecantikan dan Kepintarannya dalam Merayu atau mengumpulkan informasi, tapi bukannya agak sepele karena dua orang Beastman dia sampai mengirim Seratus Ksatria elit? Mereka berdua pasti memiliki sesuatu yang dapat membuat Dia menggerakkan Seratus Ksatria Elitnya."Ulbert tentunya merasa ada yang janggal.


menurutnya sendiri masalah ini agak sepele karena dua Ekor Beastman itu sampai membuat raja sendiri mengirimkan Seratus Ksatria Elitnya hanya untuk menangkap mereka. menurutnya sendiri pasti dua orang Beastman itu memiliki nilai yang setara sampai raja berbuat seperti ini.


Ares memasang tampang kesal"Sepele apanya? Sibangs** itu bahkan pernah mengerahkan puluhan batalion berisi Kstaria elit hanya untuk mendapatkan anak perempuan seorang bangsawan yang berada diluar kekuasaannya. dia melakukan itu semata-mata karena anak itu cantik dan hal itu pasti terjadi pula sekarang."Ares terlihat agak kesal.


memang Raja Petersburg pernah mengirimkan Puluhan Batalion untuk memperebutkan Anak perempuan bangsawan tersebut dan pasa akhirnya dia berhasil mendapatkan Anak sang Bangsawan setelah Berperang 7 hari 7 malam. Raja sangat senang sampai-sampai dia meniduri anak bangsawan itu selama sehari Penuh dan setelah bosan dia membuang anak bangsawan itu seperti sampah. pada akhirnya anak bangsawan itu stress dan akhirnya bunuh diri.


"Sibangs** itu memang tidak berubah ya? ingin sekali kutebas kepalanya saat bertemu nanti."Ares menggenggam Erat Pedang dipinggulnya.


Bawahannya yang melihat hal itu hanya diam membisu tidak berani membantah perkataan Tuan Mereka. didalam keheningan mereka dikejutkan dengan suara seperti Ding-ding yang berasal dari mayat pemimpin. Damon berjalan lalu mencari letak suara tersebut lalu menemukan sebuah batu seukuran Genggaman tangan.


dibatu itu terdapat sebuah Huruf kuno berwarna biru menyala, Ulbert langsung mengetahui benda itu dan menjelaskan kegunaan dari benda ditangan Damon.


"jadi jika batu ini dihancurkan akan mengeluarkan sebuah pesan suara, Begitu?."Ares masih awam dengan teknologi Yggdrasil dan jarang mengetahui informasi dunia luar karena ia sibuk berlatih.


"Ya Tuan, batu ini dapat menerima sebuah pesan suara singkat dari sang pengirim."


Ares menatap batu itu lalu meremukkannya. tidak lama setelahnya terdapat sebuah layar berisi yang menampilkan wajah seorang pria lalu dia berkata.


"[ Kepada semua Kelompok yang terpecah dimohon untuk kembali kekelompok utama karena kelompok Utama telah menemukan Target yang dimaksud! Target adalah dua Orang Beastman jantan yang satu masih kecil dan satu Remaja! Diulang untuk semua kelompok yang terpecah dimohon untuk kembali kekelompok utama karena target telah ditemukan! Terimakasih ]."


Pesan suara itu habis dan keheningan yang menyesakan menusuk dada mereka semua, Ares hanya hisa menunduk terdiam karena dia tidak habis pikir rupanya Raja Bangs*** itu bukan hanya Bejat tapi otaknya juga sudah belok, dia sampai mengirim Seratus Ksatria Elitnya hanya untuk menangkap dua Beastman yang memiliki kelamin jantan untuk memuaskan nafsu? sungguh Perbuatan yang tidak bermoral!


Ares mengeluarkan tekanan yang luar biasa dari tubuhnya. Rahangnya mengeras sementara matanya dipenuhi niat membunuh"Aku akan memotong kepala sibang*** itu dengan tanganku sendiri nanti!."Ares bangkit dan mengikat rambutnya panjangnya.

__ADS_1


"Gunakan kekuatan penuh kalian untuk sampai kesana, jangan bergerak sebelum kusuruh karena aku ingin melihat dahulu seperti apa Dua Beastman yang mereka maksud."Ares menggunakan kecepatan tercepatnya untuk sampai kesana.


karena Damon takut tidak bisa menyusul Ares alhasil dia langsung memeluk Eizen, Mary dan Ulbert lalu menggunakan Shadow of Concealment miliknya untuk menempel pada bayangan Ares, dan benar saja kecepatan gerak Ares melampaui mereka semua karena Ares bisa dengan cepat sampai ditempat dimana Kelompok utama berada dalam waktu sepuluh menit saja.


__ADS_2