Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
76.Mengajak Lissa Keutara


__ADS_3

Setelah pemanggilan para Hero selesai mereka semua lalu dibawa kesebuah Tempat latihan yang ada diistana kerajaan Sementara Irine hanya diam dikamar menunggu kedatangan Ares. Ares sendiri sedang berdiskusi dengan keluarganya terkait masalah Ares mengangkat Irine sebagai murid.


mereka semua mencecar Ares dengan segala macam pertanyaan dan Ares jawab dengan mantap tanpa menimbulkan Kecurigaan Apapun dari keluarganya, Ares lalu bercerita jika Irine memiliki potensi tersembunyi yang membuat Ares mau mengangkat Irine sebagai muridnya. Ayah, kakeknya dan neneknya hanya bisa mengangguk mendengar perkataan Ares.


Meski mencurigakan mereka tetap mempertanyakan Tindakan Ares didalam hati mereka, Sementara itu Ares pergi ketempat Lissa untuk mengajaknya ikut keutara. karena Sehabis ini Ares akan pulang keutara karena dirinya sudah tidak memiliki keperluan apapun diibukota.


dan Ares pun lupa jika dia tidak mengetahui letak rumah Lissa yang membuatnya Harus bertanya dari satu pelayan ke pelayan lain untuk mencari rumah Lissa, Setelah bertanya Beberapa puluh kali dan nyasar ratusan kali akhirnya Ares menemukan rumah Lissa.


Ares bisa melihat dari kejauhan Rumah Lissa yang sudah reot dan tak layak huni, Rumah itu seakan-akan rubuh jika diterap Angin kencang yang membuat Ares berpikir apa Raja Petersburg benar-benar mau membunuh dari dagingnya sendiri?. Ares menggunakan Perfect Stealth untuk bersembunyi dan mengawasi rumah Lissa dari dekat.


Dan dia akhirnya menemukan Lissa sedang menjemur pakaian didepan rumahnya, Dengan cantiknya dan dengan lihai memeras dan menggantung baju itu satu persatu sampai akhirnya dia selesai menjemur pakaiannya, Dia mengelap keringat yang ada di dahinya dan tersenyum bangga melihat Jemuran baju yang ada didepannya.


Ares memperhatikan Baju-baju yang dia Jemur yang kebanyakan memiliki Tambelan-tambelan disetiap sisinya, Ini benar-benar menunjukkan jika dia memang benar-benar Hidup tanpa mengandalkan siapapun. Lissa yang ada dimasa depan merupakan seorang Mage yang berdarah dingin dan tidak segan membunuh siapapun, Dia digambarkan seorang wanita yang tidak pernah tersenyum pada siapapun dan selalu mengutamakan Egonya sendiri.


Namun Didepannya sekarang adalah Lissa yang masih belum berubah, entah kenapa Ares bersyukur bisa bertemu dengannya karena dia adalah Orang yang akan menjadi Tokoh Penting diragnarok nanti. Dirinya harus secepatnya membuat dua berada disisinya karena jika ada orang tahu bakat Lissa maka dia akan segera dimusnahkan oleh keluarga kerajaan.


Lissa sebenarnya belum memiliki Jobclass, level atau Sirkuit Mana, ini semua terjadi karena dia belum mempelajari semua itu yang membuat perkembangan sedikit terlambat, walaupun dia bisa dibilang sedikit terlambat tapi dengan bakat yang dia miliki Lissa bisa menyusul Orang-orang yang telah melampaui dirinya, Dia adalah seorang Mage dengan Title The Sorcerer of Absolute Darkness.


"Harusnya aku membawa buah tangan dulu sebelum kesini."Ares berkata seperti itu karena melihat Lissa yang memakan Roti hitam. Roti hitam adalah sebuah Roti berwarna hitam dengan tekstur keras namun cukup mengenyangkan, Roti ini banyak dijual dipasaran dengan harga yang cukup murah.


dan yang dimakan Lissa sekarang adalah Roti Hitam dengan Taburan beberapa bumbu-bumbu yang sepertinya dibuat sendiri, Ares cukup menyangankan karena dia tidak membawa makanan kesini, Ares yang bisa merasa tidak enak pergi dari saja untuk membeli beberapa makanan untuk Lissa dan ibunya makan.


Tidak perlu waktu lama bagi dirinya untuk membeli makanan-makanan yang ada dipasar, setelah melihat makanan yang dibawa sudah cukup Ares melesat lagi kerumah Lissa dengan membawa beberapa kantong belanjaan. Ares tiba di rumahnya namun dia tidak melihat Lissa disana namun dia bisa merasakan Lissa ada didalam rumah dengan Ibunya.

__ADS_1


Ares berjalan kerumahnya lalu mengetuk pintunya rumahnya, Tidak lama kemudian Terdapat suara orang yang yang berjalan lalu membuka pintu, Itu adalah Lissa yang terlihat sedang sedih.


"Tuan Ares? kenapa anda kesini dan bagaimana cara anda bisa tahu rumah saya?."Tanya Lissa seakan-akan dia tidak percaya Ares ada disini, Ares tersenyum lalu berkata"Ah, aku bertanya-tanya kepada pelayan istana dan akhirnya menemukan rumahmu, Um... bisakah aku masuk kebetulan aku membawa beberapa makanan untuk mu dan ibumu."Ares menyodorkan tangannya yang penuh dengan kantong belanjaan.


Lissa menatap kantong belanjaan itu dengan mata Bergetar lalu menyuruh Ares masuk kerumah terlebih dahulu, Ares lalu menaruh kantong belanjaan dimeja dapur sementara Lissa sedang membantu ibunya berjalan keruang tamu.


Ares duduk dikursi ruang tamu dan tidak lama kemudian Lissa datang dengan seorang wanita paruh baya yang kulitnya pucat dengan tubuh bergetar dia duduk dikursi tengah.


Lissa tersenyum lalu berkata"Ibu perkenalkan ini Teman Lissa namanya Ares Von Dunkenheit, dan Ares Perkenalkan dia adalah ibuku Luisa Alvesan Albarte."Lissa memperkenalkan Ares keibunya dan begitupun sebaliknya.


Ares tersenyum lalu mengangguk kepalanya diikuti oleh ibunya Lissa, mereka berdua lalu mengobrol cukup lama dengan ibunya Lissa dan sepanjang obrolan terjadi Ibu Lissa selalu menyinggung Ares yang membuat Lissa bersemu merah.


Mereka bertiga asik mengobrol sampai Ares lupa tujuan utamanya kesini, dia batuk pelan lalu berkata"Um....aku sampai lupa tujuan utamaku kemari, Jadi aku tidak akan basa-basi lagi."


Ibu Lissa dan Lissa kaget mendengar Ares akan kembali Keutara, mereka tentu tahu jika Utara adalah wilayah paling berbahaya dikerajaan karena hampir setiap hari monster-monster Tingkat tinggi bermunculan dan Menyerang warga, Tapi bukan itu masalahnya sekarang.


masalahnya sekarang adalah alasan kenapa Ares mengajak Lissa dan Ibunya keutara, Lissa menggaruk pipinya lalu berkata"Kenapa aku harus ikut denganmu? dan apa alasanmu mengajakku keutara?."


Ares mendengus senang mendengar pertanyaan Lissa lalu berkata"Kau harus ikut denganku karena kondisi diistana kerajaan saat ini benar-benar sudah tidak memungkinkan untuk kau dan ibumu tinggal, karena Putra Mahkota telah memberikan perintah untuk membunuh seluruh anak haram Raja Petersburg atas persetujuan Raja Petersburg sendiri. dan sebagai seorang teman aku tidak bisa membiarkan temanku mati karena hal ini."


"Dan alasanku mengajakmu keutara adalah karena wilayah Utara adalah satu-satunya Wilayah yang tidak tersentuh Hukum dari kerajaan, maka dari itu aku mau mengajakmu keutara untuk berlindung disana, Dan alasan lainnya karena kau memiliki Banyak potensi besar sebagai seorang Mage, dengan bimbingan orang yang tepat kau mungkin bisa mencapai Tingkatan master diumur 20 Tahun."Tutur Ares dengan Halus.


Mendengar perkataan Ares ibunya Lissa dan Lissa sendiri sangat kaget mendengar jika seluruh anak haram raja akan dibunuh dan yang paling membuat mereka kaget adalah fakta jika Ares mengetahui jika Lissa merupakan anak haram dari Raja Petersburg, Padahal Lissa merasa belum pernah menceritakan ini pada Ares.

__ADS_1


"Aku tahu kalian Bingung kenapa aku bisa tahu identitas Lissa, Itu tidak penting sekarang karena Baru kemarin Putra Mahkota memberikan perintah dan kemungkinan besar sudah ada beberapa anak haram Raja Petersburg yang mati."Ares menatap Lissa dengan mata aneh lalu menundukan kepalanya.


Ibu Lissa dan Lissa sendiri terdiam mendengar perkataan Ares, mereka tidak pernah menyangka jika putra mahkota memberikan perintah untuk membunuh seluruh anak Haram Raja, ibu Lissa sendiri sudah menduga ini akan terjadi tapi dia tidak menyangka jika akan terjadi secepat ini.


Dengan kesehatannya sekarang sulit untuk bepergian kemana-mana karena dia sendiri memang penyakit yang cukup serius, dan butuh banyak biaya dan sumberdaya untuk bisa menyembuhkan dirinya.


Ibu Lissa memegangi erat tangan Lissa lalu berkata"Kau bisa membawa Lissa pergi keutara, sementara aku akan tetap tinggal disini menahan mereka."Ibu Lissa terpaksa harus begini karena dia sendiri sudah tahu jika umurnya tidak akan sampai sebulan.


Melihat dia masih bisa hidup sampai sekarang saja sudah Sebuah keajaiban karena kebanyakan orang lebih yang terkena penyakit ini kebanyakan mati beberapa bulan setelah terjangkit, Tapi dia masih bisa hidup beberapa tahun setelah terjangkit yang membuktikan jika keinginan untuk hidupnya sangat besar.


Lissa menatap ibunya tidak percaya"Ibu, apa maksudmu barusan?."Lissa meragukan perkataan yang ibunya katakan, Ibunya tersenyum pada Lissa dan berkata"Kalian pergilah keutara sementara aku akan menahan mereka disini, Lissa kau tahu bukan jika penyakit yang ibu derita semakin parah? Saat ini umur ibu tidak akan sampai satu bulan, maka dari itu ini ingin kau pergi dengan Nak Ares keutara."Ibu Lissa mengusap-usap kepala Lissa sambil Menahan air matanya.


Lissa pada dasarnya sudah mengetahui jika penyakit ibunya semakin parah, namun, dia sama sekali tidak menduga jika umur ibunya tidak sampai satu bulan, Lissa tidak bisa menerima kenyataan jika ibunya harus mati karena penyakit ini atau karena pembunuh yang dikirim putra mahkota. Saat ini dia hanya bisa terdiam dengan air mata yang mengalir dipipi.


Lissa mengelap air matanya lalu berkata"tidak ibu, Ibu harus ikut bersama denganku, aku pasti akan menemukan obat yang bisa menyembuhkan ibu, Jadi ibu harus ikut denganku."Lissa mengatakan hal itu dengan Wajah yang masih mengalir air mata, Ibu Lissa hanya tersenyum menanggapi perkataan Lissa lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.


Sementara Ares terpaksa harus melihat mereka berdua saling bertukar kasih sayang, Entah karena apa tapi dalam hatinya dia merasa iri dengan Lissa karena memiliki seorang ibu, Dirinya dikehidupan sebelumnya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu lalu setelah dia masuk kedalam tubuh ini dia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu meski bukan dirinya sendiri yang merasakan.


'Jika ibu masih ada apa yang akan kulakukan?.'Batin Ares sambil melihat Lissa dan ibunya yang saling bertukar pelukan, Ares Memijit keningnya lalu berkata"Bibi, kau tidak perlu khawatir dengan penyakitmu karena aku yang akan menyembuhkanmu sekarang."Ares mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan berwarna merah pekat.


Ibu Lissa terkejut dengan perkataan Ares dia lalu berkata untuk tidak membuang-buang uang yang Ares miliki untuk mengobatinya, karena dia tahu jika Biaya pengobatannya sendiri bisa bernilai Ribuan koin emas yang jika dia pikirkan saja sudah pusing, sementara Ares saja baru berteman dengan Lissa baru beberapa Minggu yang membuat perasaan tidak enak memenuhi hatinya.


Tapi Ares sama sekali merasa harus mengeluarkan biaya untuk menyembuhkan ibu Lissa karena ia sendiri sudah memiliki obat yang mampu menyembuhkan penyakitnya tanpa efek samping apapun, Dan obat itu adalah Potion yang ada didepannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2